Kelabu Diujung Rindu

Kelabu Diujung Rindu
eps 23


__ADS_3

"mama ga habis fikir sama si digo pa, dia tu seorang petinggi perusahaan, namanya ada di majalah dan dimana-mana, wartawan kota juga akan langsung mengenali wajahnya, tapi dia kok buat hal yang ga bermoral gitu" hana berceloteh sepanjang jalan dalam perjalanan pulang


"ini karena mereka belum punya anak ma, kamu liat sendiri kan bagaimana wajah bahagia digo waktu ngasih tau kalau lyra hamil, jadi kita ga bisa nyalahin anak kita gitu aja" burhan tetap membela anaknya


"ya tapi kenapa ga nikah aja dulu, kenapa pake acara hamil duluan, bikin malu aja" hana melipat tangan di dada, dia masih marah.


"udahlah ma, biarin digo selesain semuanya, lagian rani juga udah tau soal ini tanpa perlu di beritahu lagi" burhan mulai menghidupkan musik untuk menetralkan suasana yang mulai tak mengenakkan di dalam mobil alphard miliknya, hari ini dia tak mengajak supir, karena dia takut jika hal ini dibicarakan di dalam mobil maka sang sopir tak bisa jaga rahasia.


"risa, tolong batalkan pertemuan hari ini sama klien, aku lagi gak enak badan jadi buru-buru pulang sama bik tum" ucap rani di telepon pada risa, ia berusaha menenangkan dirinya telebih dahulu agar tidak terdengar seperti orang yang habis menangis.



"iya mbak, biar aku kasih tau sama klien nya, mbak jangan lupa minum obat dan istirahat yang banyak mbak, semoga mbak cepat sembuh" risa jadi ikut prihatin bos nya itu tiba-tiba sakit, padahal tadi sebelum pergi ke restoran rani tampak ceria sekali



"iya risa makasih" rani menutup telpon nya dan menatap lurus ke arah depan dan kembali diam, dia sudah tak menangis lagi, tapi mata sembab menghiasi mata rani. Saat ini dia sedang bergulat dengan fikiran nya



Sedangkan digo diam2 mengirimkan pesan pada rudi agar segera menjemput lyra di restoran dan memgantarkan nya ke apartemen yang sudah dia siapkan sebelumnya. dan menyuruh agar anak buah yang lain untuk mengantar mobilnya yang tertinggal di restoran untuk di antar pulang ke rumah dia dan rani



Mobil rani memasuki halaman rumah mereka, digo dengan sigap ingin mengendong rani tapi di tolak mentah-mentah oleh wanita itu

__ADS_1



"biar pak udin aja!" hentak rani, dia melepaskan tangan digo dari tubuhnya



Digo diam saja dan mengangguk ke arah pak udin pertanda memberikan izin pada beliau untuk membantu istrinya itu.



Pak udin dan bik tum dengan sigap membantu rani dengan sangat hati-hati, sebab saat ini, wanita itu sangat rapuh fisik dan hatinya.




"bik, aku mau istirahat, bibik disini aja temenin aku, jangan suruh orang lain masuk termasuk mas digo" digo yang berada di samping rani menjadi tersinggung, sebegitu bencinya kah rani pada dirinya? Padahal dia sudah berusaha meminta maaf padanya dari tadi



Tak terima dengan yang di ucap rani, digo langsung keluar tanpa menoleh lagi pada rani



Lyra masih menangis di ruangan pribadi di restoran itu, dia sangat terpukul melihat rani yang menangis meraung karena dirinya, dia tak menyangka orang yang dia hormati selama ini akan terluka karena dirinya.

__ADS_1


ceklek, pintu di buka dari luar.


Tampak pria tinggi dan gagah masuk ke dalam ruangan.


"nona lyra?" ucap pria itu


Lyra hanya menatap pria yang berdiri disana dengan tatapan heran, 'siapa dia?"


"maaf, kenalkan, sebelumnya nama rudi, saya asisten pribadi tuan digo" ucap rudi dan menunduk hormat, dia sebenarnya enggan melakukan ini, tapi mau tidak mau dia harus tetap melalukannya karena sudah tugasnya


"ahh iya, aku mengerti" lyra buru-buru mengelap sisa air matanya, dan merapikan rambutnya yang tampak kusut karena di jambak oleh dirinya sendiri


"ayo, saya akan mengantar kan nona pulang" rudi mempersilahkan lyra berdiri


"pulang kemana?" lyra masih tak mengerti, pulang kemana yang dia maksud, kerumah orang tuanya atau kembali ke rumah digo dan juga rani.


"tuan digo sudah membeli apartemen untuk nona, sekarang saya akan mengantarkan nona ke apartemen baru milik nona" rudi berbicara dengan sangat sopan


lyra masih mematung, dia masih kaget dengab apa yang di katakan rudi barusan, dia tak menyangka bahwa digo sudah membelikan sebuah apartemen baru untuk dirinya


"mari nona" rudi menyadarkan lyra dari lamunannya


"ahh baiklah" lyra berdiri dan mengambil hand bag nya di kursi lalu mengekori rudi dari belakang.


hay semua, jangan lupa dukung aku ya, dengan cara like, vote dan komen, makasih ☺️

__ADS_1


__ADS_2