
"lyra, jangan berbicara seperti itu, kita manusia sama di mata tuhan, tidak ada yang lebih tinggi atau pun rendah, kita semua sama, semua orang berhak bahagia, begitupun dengan dirimu" digo semakin mengebu -gebu menyampaikan perasaanya pada lyra
"tapi tuan, ini salah, anda sudah menikah, dan istri anda adalah bos saya, saya tidak mau sampai kehilangan pekerjaan saya, kasihan keluarga saya nanti" lyra mulai menitikan air mata
"lyra jangan menangis, baiklah, aku tidak akan memaksakan perasaanmu padaku, aku akui aku juga salah karena menghianati cintaku pada rani, jujur ini sangat sulit, tapi aku sulit untuk berfikir dengan jernih akhir-akhir ini karena dirimu" digo berbicara dengan tulus pada lyra
"maaf tuan, aku tidak bisa mengkhianati nona ra...." cupppp.... Belum selesai lyra berbicara digo langsung menarik kepala rani dan mencium bibirnya, lyra sontak mendorong tubuh digo tapi tenaga digo terlampau kuat sehingga lyra tak cukup kuat untuk melepaskan ciumannya. bibir lyra sangat lembut dan manis, digo menggigit kecil bibir lyra agar dia membuka mulutnya, ketika lyra terkejut dan membuka mulutnya, digo langsung beraksi ******* bibirnya sampai kedalam, lidah nya menari-nari di dalam mulut lyra, digo berusaha agar lyra membalas ciumannya, tapi lyra masih diam saja, digo melepaskan ciumannya sesaat untuk mengambil nafas kemudian langsung mengecup leher lyra, lyra langsung melenguh, dia sudah terhipnotis oleh perbuatan digo, digo tersenyum devil, ia merasa sudah berhasil sekarang, ia kembali ******* bibir lyra, dan sekarang lyra rupanya sudah membalas ciumannya, bahkan lidah mereka sudah saling meililit di dalam.
Digo menyudahi ciuman panas itu, dan memberi ruang bagi lyra untuk mengatur nafasnya, digo tetap memandang lyra dan tersenyum.
"aku... takut...." ucap lyra lirih
"takut kenapa?"
"aku tak mau menyakiti nona rani tuan" lyra semakin menunduk
"tidak, tak usah takut, kita bisa melakukannya diam-diam tanpa harus diketahui olehnya, maka dia tak akan merasakan sakit hati"
"tapi.. Tetap saja itu sama jahat nya"
"lyra, kita hanya melakukan nya diam -diam, kau hanya perlu bekerja dengan baik ketika bersama rani, dan aku akan mencari waktu luang untuk bersama mu juga, kau mengerti?"
Lyra masih diam dan ragu...
"sudah, kau tak usah khawatir, ikuti saja apa yang ku katakan" digo mengeluarkan hape yang ia simpan di dalam laci mobil.
" ini hp untuk mu, aku akan menghubungi lewat hp ini, dan aku juga punya hp yang lain, jika ada yang mau kau katakan, kirim saja pesan ke nomorku yang sudah kusimpan di dalam hp ini, oke.??"
Lyra menatap hp yang digo pegang, ternyata digo memang sudah sejak lama menyiapkan ini, rupanya ia bersungguh-sungguh dengan perasaannya.
Digo yang melihat lyra diam lalu meletakkan hp yang ia pegang ke tangan lyra.
"sudah tak usah banyak berfikir, sekarang pasang seat belt mu, aku akan mengantarmu pulang".
Lyra langsung menuruti perkataan digo, sepanjang jalan ia hanya diam saja, fikirannya sedang beradu di dalam otaknya.
__ADS_1
Ketika digo telah pergi usai mengantar lyra pulang, lyra langsung masuk dan mengobrol sebentar dengan ibunya, dan ia minta izin pada ibunya untuk masuk ke kamar karena ia ingin langsung istrirahat.
Lyra berbaring di kasur kecilnya yang cuma muat untuk dirinya sendiri. Kamar lyra sangat kecil, karena rumahnya yang tidak terlalu besar sedangkan dia harus punya kamar masing2 dengan adiknya sehingga mereka punya kamar yang tidak begitu luas. Tapi sangat nyaman untuk di tempati.
lyra melirik ke meja yang ada di samping tempat tidurnya dimana ia meletakkan hp yang di berikan oleh digo tadi kepadanya.
"apa yang harus kulakukan?" lyra bergumam sendiri. ia sangat menghormati rani sebagai bosnya. Tapi ia juga mulai terpikat oleh digo yang sering sekali menggodanya.
Ya tuhan! Kenapa pilihanmu ini sangat berat! Kenapa harus suami orang??? Kenapa???
Lyra jadi pusing sendiri... Lyra kemudian bangkit dari tempat tidur, ia ingin mandi dan langsung tidur, dia enggan memikirkan hal ini lebih lama lagi.
pukul enam pagi lyra sudah tiba di kediaman digo dan rani, dia mulai membantu rani mengenakan pakaian pada rani, sedangkan make up rani punya asisten khusus untuk itu, jadi lyra hanya menunggu saja sampai rani selesai make up sederhana, karena mereka akan di rumah saja.
"udah selsesai yang?" tanya digo pada rani
"sudah, kamu udah sarapan?"
"sudah, aku tinggal nungguin kamu sarapan sebelum berangkat kerja, ayo, sini aku bantuin.
Digo mengambil alih tugas lyra, dia mendorong kursi rani ke arah meja makan, disana sudah tersedia makanan yang super mewah dan enak yang di masak oleh chef dirumah mereka.
__ADS_1
lyra hanya diam saja ketika digo tak sengaja menyenggol tangan nya ketika ingin mengambil Alih kursi roda rani tadi
Lyra kemudian pergi ke belakang meninggalkan rani dan digo yang sedang sarapan, jika rani sedang sarapan maka lyra akan pergi ke belakang untuk membantu pegawai yang lain bekerja. lyra memang anak yang sangat ringan tangan dalam hal bekerja, dia suka sekali membantu orang sehingga banyak yang menyukai dia.
Setelah selesai sarapan digo langsung berangkat kerja, dan rani pun sekarang duduk di taman belakang sambil menikmati teh kesukaan rani dan beberapa camilan
"lyra... Bagaimana menurutmu, apakah aku harus pergi ke butiq? Aku sungguh bosan harus berada di rumah seharian, setidaknya di butiq bisa memantau penjualan disana"
"aku ga tau mbak, soalnya aku takut jika mbak keluar rumah nanti tuan digo bisa marah" digo memang tidak mengizinkan rani pergi dari rumah selain dirinya yang mengajak rani keluar, ia takut terjadi apa-apa pada istrinya itu.
"bagaiman jika aku minta izin dulu pada suamiku?"
"itu ide yang bagus mbak, tapi jangan sekarang, karena kita tidak tau dia sedang apa di kantor, mungkin dia juga sedang stres dengan pekerjaan nya, lebih baik mbak bicarakan hal ini ketika mbak dan tuan sedang istirahat dikamar, itu saranku mbak"
"betul lyra,,, aku saja tidak kepikiran sampai kesana, makasih ya sarannya, biar aku obrolin hal ini nanti malam sama mas digo" rani tersenyum senang setelah mendapatkan ide yang sangat bagus dari lyra, sudah tak sabar rasanya ia menunggu suaminya pulang
Hay semua, pembaca setia ku. Gimana kabar kalian? jangan lupa bantu novel aku dengan cara vote dan komen ya, karena itu sangat membantu aku. Hehe makasih
__ADS_1