Kelabu Diujung Rindu

Kelabu Diujung Rindu
epa 7


__ADS_3

Lyra sudah bangun ketika jam menunjukkan pukul 5 pagi. Lyra langsung mandi dan bersiap-siap sebelum bos nya memanggil dirinya.


Digo sedang membantu rani untuk mandi saat ini, sebab digo yang memaksa untuk membantunya mandi, padahal rani bisa mandi sendiri, tapi rupanya digo punya niat lain.


"yang,,, dingin nih... Jadi pengen" ucap digo sambil menyabuni punggung rani


"aku juga pengen sih yang, tapi kan aku lagi gak bisa"


"gak papa yang, kita pakai cara yang lain aja" rani paham apa yang di maksud oleh digo, tak lama digo pun langsung melancarkan aksinya. tangan nya langsung berpindah kedepan arah dua gundukan yang kenyal itu.


"ahhh..." rani mulai keenakan karena ulah digo, digo pun langsung pindah posisi menghadap ke arah rani dan sedikit menunduk karena rani sedang duduk, lalu ia mulai melumati bibir sang istri dengan sangat rakus namun tetap lembut, tangan kirinya memegang gundukan kenyal sedangkan tangan kananya memegang leher rani, cukup lama mereka berciuman yang sangat menggairahkan itu, digo turun menuju keleher dan memberikan kecupan dan gigitan kecil tapi tidak meninggalkan bekas merag, karena dia tak mau istrinya kerepotan nantinya karena bekas merah di lehernya.


Lalu digo mulai turun menelusuri dua gundukan yang sejak tadi ia genggam dan remas-remas. Ia mulai menjilati dan menggigit kecil disana, rani pun semakin menggeliat karena ulah suaminya. Digo pun menurunkan celananya, rani sangat kagum dengan punya suaminya, begitu kekar dan besar, rasanya enggan untuk menolak yang satu ini. Digo lantas menuntun kepala rani ke arah miliknya, rani yang sudah mengertipun langsung melakukan tugasnya. Digo memejamkan matanya menikmati permainan rani "mas kamu sangan tampan dan sexy" digo langsung tersadar, apa-apan ini, kenapa malah lyra yang terbayang olehnya, kenapa dia merasa seakan lyra yang beradah dibawah sedang membantunya melakukan pelepasan.


Digon lantas langsung mendorong kepala rani, "kenapa sayang? Kan belum keluar?" rani heran dengan suaminya, tidak biasanya dia berhenti padahal dia belum sampai puncak kenikmatan.


"tak apa sayang, aku sedikit pegal mungkin karena sudah lama tidak olahraga", ya udah kita lanjutin mandinya ya, abis ini kita jalan-jalan lagi, karena sore nanti kita sudah harus pulang. Rani pun percaya dengan yang di katakan suaminya.


"sial, aku hampir saja ketahuan, pikiran bodoh macam apa ini! Kenapa aku bisa memikirkan lyra disaat aku sedang bersama rani" batin digo tak berhentinya bertanya tentang bayangan lyra tadi.



Pukul 8 rani, digo dan lyra sarapan di restoran hotel tempat mereka menginap. Lyra tak banyak bicara, karena ia hanya fokus melayani keperluan rani, dan juga dia tak berani ikut berbicara ketika digo dan rani sedang mengobrol.



"sayang, habis ini kita mau kemana?"


__ADS_1


"kita akan mall saja, terus kita nonton ke bioskop, ada film horor terbaru"



"asikkk... udah lama ga ke bioskop, lyra ga keberatan kan?"



"ya enggak dong mbak, kan emang udah tugas aku buat ikut sama mbak kemana aja"



Setelah mereka selesai sarapan digo mengajak rani dan lyra ke sebuah mall yang tidak jauh dari daerah pantai.


rani sibuk membeli beberapa tas dan perhiasan.


"lyra, kamu kenapa ga beli tas atau pakaian? Kamu boleh ambil apa aja yang kamu suka, jangan sungkan ya" rani merasa bersalah karena sejak ia belanja dari tadi lyra belum membeli barang satupun, padahal rani sudah bilang mau mentraktir lyra


"ga asik banget sih, ayolah, pilih salah satu baju disini, nanti aku bayar, kalau enggak ntar aku marah" rani pun terpaksa pura-pura merajuk agar lyra mau membeli pakaian disana


"duh, tapi aku ga enak mbak"


"udah, ga usah sungkan, ayo syg, kamu bantu lyra pilih baju, kalau enggak nanti dia ga beli apapun, selera mu kan bagus yang"


Digo terkejut dengan ucapan rani, ucapan terakhirnya terasa seperti sindiran baginya


"iya sayang.... mbak.. Tolong jagain istri saya sebentar ya, saya mau lihat-lihat baju" digo meminta tolong kepada wanita penjaga toko disana


"ga usah tuan, aku bisa pilih sendiri" lyra kikuk

__ADS_1


"tak apa, ayo ikut saya" digo pun berjalan menelusuri deretan baju yang berjejer rapi di dalam toko pakaian tersebut, dia mengambil salah satu baju dan mencocokkan nya ke badan lyra, ia menggelengkan kepalanya, kurang pas menurutnya, lyra hanya diam dan tunduk saja arah kemana digo berjalan.


Sudah entah berapa baju yang ia lihat, belum ada yang cocok, hingga akhirnya ia melihat satu baju dres selutut warna peach dengan lingkar leher berbentuk v, nampak anggun dan indah, digo memegang baju itu di depan lyra.


"cobalah baju ini, kurasa ini pilihan yang tepat untuk dirimu"


"iya tuan" lyra berjalan kearah ruangan tempat khusus berganti pakaian yang telah di sediakan toko pakaian disana


"wow, indah sekali, baju ini benar-benar cocok denganku". Lyra tersenyum senang melihat pantulan dirinya di cermin.


"lyra, keluarlah, aku ingin melihat bajunya" terdengar suara rani memanggilnya. Lyra pun keluar dari ruang ganti baju, disana sudah terdapat rani dan digo yang sudah sangat penasaran ingin melihat dirinya.


"wow, kamu cantik sekali lyra, dress itu memang benar-benar cocok untukmu" rani kagum dengan lyra yang sangat cocok mengenakan dress itu.


"sayang, kamu hebat sekali, dress pilihan mu nampak indah"


"iya sayang, memang sangat indah" digo menatap mata lyra dalam, lyra tidak mengerti arti tatapan dari digo tersebut


Setelah selesai berbelanja digo kemudian menaruh barang belanjaan ke mobil, setelah itu mereka pergi ke bioskop untuk menonton film horor yang ia janjikan tadi pagi pada istrinya.


Setelah selesai membeli ticket, popcorn dan minuman, mereka bertiga menunggu beberapa saat sebelum ruang teater bioskop dibuka. sekitar setengah jam kemudian mereka sudah di persilahkan masuk, Rani memilih duduk dekat dinding karena dia merasa aman jika menonton film horor duduk di dekat dinding. Digo menggendong rani ala bridal style ke tempat duduknya, digo duduk di tengah, rani di sisi kiri dan lyra disisi kanan digo.


"yang kayaknya film ini bakalan seru deh, soalnya pemerannya titi kamal, pasti keren kan?" bisik rani pada digo, karena suara di dalam bioskop yang begitu kencang sehingga mereka harus berbisik untuk berbicara.


"iya sayang, dia kan emang udah senior"


Ketika film di mulai semua orang sudah diam dan menikmati layar yang sangat besar di depan mereka.


Lyra cukup menikmati film tersebut, ketika dia sedang mengambil minumnya yang ia taruh di sebelah kiri kursinya, terasa tangan digo menyentuh tangannya lalu menggenggam tangan lyra

__ADS_1


dan .....


Hay semua, jangan lupa komen dan vote ya, tolong kasih pendapat kalian yang bisa memotivasi saya, terima kasih ☺️


__ADS_2