Kelabu Diujung Rindu

Kelabu Diujung Rindu
eps 17


__ADS_3

Mobil sport digo memasuki halaman mansion keluarga grishham. Para bodyguard bergegas membukakan pintu mobil digo dan lyra, lyra tampak ragu-ragu, digo menggenggam tangan lyra


"jangan takut, aku akan segera menyelesaikan masalah ini, percaya padaku, mama dan papa orang baik, mereka tidak akan menyakitimu" digo tersenyum manis


lyra percaya pada digo, dia mengangguk dan keluar dari dalam mobil bersama dengan digo, mereka melangkah perlahan masuk kedalam ruangan yang di dominasi warna abu-abu dan hitam, tampak sangat elegan khas gaya eropa. Lampu gantung bak permata berkilau di langit-langit atap rumah itu. sofa besar dan nampak sangat nyaman itu berjejer rapi di tengah ruangan.


Lyra meremas ujung bajunya, ia semakin takut dan ragu untuk bertemu orang tua digo, mama digo yang sedang duduk di sofa langsung bangkit dan memandang tajam ke arah lyra dan digo seakan-akan mereka akan diintimidasi dengan tatapannya


"ma.." digo langsung meraih tangan mamanya dan menciumnya, lyra hendak melakukan hal yang sama tapi langsung ditepis oleh wanita itu


"ma.."


"diam kamu!" digo baru saja hendak menegur mamanya yang bersikap kasar pada lyra, tapi langsung di marahi oleh mamahnya


"wanita macam apa kamu, berani-braninya kamu berselingkuh dengan pria yang sudah beristri, ga cuma itu, dia juga merupakan suami dari bos mu, dimana perasaan mu, wanita tak tahu diri!" hana (nama mama digo) langsung menghina lyra tanpa ampun


Lyra yang merasa bersalah menundukkan kepalanya tak berani memandang wajah hana. Tubuhnya gemetar


"ma, lyra ga bersalah, aku yang memulai semua ini, jadi mama jangan marah sama dia, aku yang seharusnya dimarahi oleh mama" digo mencoba membela lyra


"kamu juga sama! Sama-sama bejat dan bodoh, kamu selama ini selalu memuja istrimu, kenapa sekarang bisa menyelingkuhinya, pasti karena wanita ini sudah merayumu" hana terduduk, jantung nya berdetak dengan cepat, emosi sudah memuncak, ia emosi melihat wajah lyra itu


Lyra terkejut, dia hendak menjawab perkataan hana yang menghina dirinya barusan, tapi digo langsung memegang tangan lyra, dia tak mau lyra terkena masalah, biar dia saja yang menjelaskan pada mamanya, lyra yang paham maksud digo hanya mengangguk

__ADS_1


"ma, aku mencintai lyra, aku yang awalnya suka sama dia, lyra tidak sama sekali merayu dan menggodaku, mama tau sendiri bagaimana kondisi rani sekarang, aku laki-laki normal ma, aku ga bisa tahan lama begini, mama pahamkan maksud ku?"digo duduk di samping hana, ia memegang tangan mamanya itu


Hana masih emosi, dia enggan melihat ke arah putranya, dari arah anak tangga nampak tuan burhan grishham turun dan berjalan ke arah istrinya


(astaga! Dia sungguh berkharisma, tuan digo memang mirip dengan papanya) lyra melihat ke arah papa digo sekilas dan memberi seulas senyum pada burhan


"ma, suara mama kok kencang sekali, papa yang lagi mandi saja sampe kedengaran suara mama, Jangan gitu ah, ga boleh marahin anak kayak gitu" burhan duduk di sofa bersama istrinya


"nak, duduklah" burhan menyuruh lyra yang berdiri sejak tadi untuk ikut duduk juga, lyra pun duduk agak jauh dari mereka, hana melirik sinis ke arah lyra


"digo, papa sudah dengar cerita dari mama mu, dan papa juga sudah mendengar sekilas penjelasan kamu barusan" papa menjeda ucapannya


"memang betul nak, rani sekarang dalam kondisi yang tak stabil, yang tak mungkin bisa melayani mu seperti sebelumnya, tapi tidak seharusnya kamu bermain belakang seperti ini nak, terlebih lyra adalah asisten pribadinya rani, bagaimana jika orang tua rani tau akan hal ini? Papa rasa mereka tak akan tinggal diam begitu saja, yang papa takutkan adalah, nak lyra akan berada dalam masalah, papa takut jika mereka melukai wanita yang tak bersalah ini digo" burhan menjelaskan panjang lebar, semuanya hanya diam dan tak mau menyela


"papa takut karena ulah mu ini membuat anak gadis orang lain dan keluarga nya menderita, kamu paham bukan maksud papa?" burhan bertanya pada digo


"kenapa? Lanjutkan, jangan ragu begitu" burhan tak menampakkan emosi nya sama sekali


"aku... Sudah tidur dengan lyra pa.." digo turun dan berlutu di antara kaki papa dan mamanya


"pa, maafkan aku, aku sudah kelewatan kali ini, aku mohon pa, bantu aku" digo memeluk kaki burhan


"ya tuhan digo! Kamu kok bisa sebodoh ini" emosi hana mulai naik lagi, burhan langsung menahan tangan hana agar tak terbawa emosi nya

__ADS_1


"ma, maafkan aku, aku sayang sama lyra"


"itu bukan sayang, itu karena kamu cuma mau nyari pelariam aja, itu karena nafsumu yang sudah lama gak terpenuhi digo, kamu seharusnya memikirkan hal ini baik-baik"


"sudah ma, jangan begitu, mau bagaimanapun ini salah anak kita, dan dia juga sudah mengakuinya" burhan tetap bersikap sangat tenang, lyra mulai menangis, ia benar-benar merasa bersalah sekarang, ia takut jika ibu dan bapaknya tau kelakuan anak kebanggaan mereka sudah melakukan hal yang diluar batas dan tak terpuji, mereka pasti akan merasa terpukul sekali


"tuan, maaf, aku memang wanita hina! Aku memang salah sudah bermain curang dengan tuan digo. Sekali lagi saya minta maaf, tapi jika memungkinkan, saya akan pergi dari kehidupan nona rani dan tuan digo, saya akan pergi sejauh mungkin" lyra terisak, ia tak lagi bisa berbuat apa-apa, sudah cukup menyakitkan rasanya mendengar hinaan dari hana, ia tak mau menerima lebih banyak hinaan lagi nantinya


"tidak lyra, aku ga mau kamu kemana-mana, kamu harus tetap bersamaku, ini sudah tanggung jawabku, kumohon, jangan bicara seperti itu" digo memeluk rani, dia melupakan papa dan mamanya


"ya udah, biarin aja kalau dia mau pergi" sinis hana


"ga boleh gitu dong ma, dia udah rusak sama digo, anak kita musti tanggung jawab!"


"itu kan dia sama-sama mau pa, tanpa di paksa!" hana masih saja tak setuju dengan suaminya


"hmm, digo, bagaimana menurutmu solusi dari masalah ini?" burhan masih mencoba bersikap tenang


"aku akan menikahinya nanti pa, tapi aku juga mau berterus terang pada rani, agar dia tau yang sebenarnya, aku akan mencoba menjelaskan semuanya secara perlahan pada rani"


"ya sudah, kamu coba lakukan yang menurutmu benar, jika keadaan nanti makin kacau, hubungi papa secepatnya, papa akan bantu sebisa papa" burhan memang sangat baik, walau dia pemilik perusahaan besar tidak membuat dirinya menjadi orang yang angkuh pada orang lain


"sebelum pulang, sarapan lah dulu disini, kalian pasti belum sarapan

__ADS_1


Akhirnya mereka sarapan bersama pagi ini, walaupun selera makan hana sudah menghilang sejak kemarin sore, tapi ia mencoba tidak emosi lagi karena dia pun sadar, jika anaknya telah jatuh cinta pada waktu yang salah


Hay semua, dukung aku terus ya, dengan cara vote, lika dan komen, makasih ☺️


__ADS_2