Kelabu Diujung Rindu

Kelabu Diujung Rindu
eps 19


__ADS_3

hari-hari di jalani lyra dengan baik, semenjak pertemuan di villa waktu itu, lyra dan digo belum pernah bertemu berduaan lagi, digo sangat sibuk akhir-akhir ini, belum lagi lyra yang juga sibuk menemani rani bekerja sekaligus pertemuan konsultasi nya dengan dokter untuk program hamil yang sudah rani rencanakan sebelumnya.


"ayo kita ke mall, aku mau mampir beli parfum bentar, yang dirumah mau habis" saat ini mereka sedang di dalam mobil setelah selesai konsultasi dengan dokter spog.


"baik nona" pak udin mengikuti perintah rani. sekitar 15 menit mereka sudah sampai di parkiran mall. Pak udin dan lyra dengan sigap membantu rani


"lyra, bantu carikan aku parfum yang baru, aku dah bosan sama parfum yang kemaren"


"iya mbak" lyra mendorong kursi roda milik rani masuk kedalam toko yang menyediakan beberapa parfum dengan merek terkenal


"selamat siang nona, mau cari parfum yang seperti apa?" sambut pelayan di dalam sana


"aku mau yang fresh tapi kalem, coba tunjukan beberapa yang bagus" rani mencoba memberikan ide aroma yang dia inginkan


Pelayan tersebut bergegas mengambil beberapa botol parfum dengan aroma fresh tapi kalem seperti yang rani mau.


"nona, ini ada 4 botol parfum yang paling bagus sesuai dengan favorit nona, silahkan dipilih" pelayan tersebut meletakkan botol parfum diatas meja


"lyra, bantu aku pilih yang terbaik menurutmu"


"baik mbak" lyra mulai menyemprotkan parfum tester itu ke kertas dan menciumi satu persatu aroma nya


"hmmppphh" lyra menutupi mulutnya dengan tangan kanan (astaga, aku kok bisa mual nyium parfum sih, padahal aku suka banget sama parfum) lyra menjadi bingung dengan dirinya. Rani yang melihat itu menjadi heran


"kamu kenapa lyra? kamu sakit?"


"ga mbak, mungkin karena belum sempat makan siang, jadi mual perutku" lyra mencoba mencari alasan yang logis


"ya sudah, cepet pilihnya, trus kita makan siang bareng sama pak udin juga" lyra mengangguk, walaupun mual dia tetap menghirup satu persatu aroma parfum yang ada di meja, dan pilihan nya jatuh pada botol ketiga, aroma nya sangat fresh tapi tidak tajam. Rani pasti akan suka.


Setelah selesai membeli parfum rani dan lyra makan bersama di restoran cepat saji bersama pak udin juga.

__ADS_1


"lyra, walaupun kamu sibuk ngurusin aku, kamu juga jangan lupa ngurusin diri kamu sendiri juga, ntar kalau kamu sakit aku siapa yang jagain, ia ga pak?" Rani mencari pembelaan dengan pak udin


"iya non" pak udin hanya mengangguk


"iya mbak maaf, tadi aku sibuk bantuan mbak risa jadi lupa makan siang" (lyra, kamu sungguh pandai berbohong sekarang)


Setelah selesai makan, mereka pulang kerumah, rani tidak lagi ke butiq karena dia capek dan mau istirahat. Setelah rani masuk ke kamar lyra pamit untuk keluar sebentar dengan alasan mau membeli beberapa keperluan pribadi nya


"mbak, aku mau beli tespek 3, bedain merek nya ya" lyra saat ini ke apotek, dia takut jika dugaannya hamil itu benar, karena dia baru sadar bahwa dia belum haid bulan ini


"ini mbak, totalnya 45.000" lyra mengeluarkan uang 50.000


"kembalianya ambil aja mbak" lyra mengambil kantong plastik yang di berikan oleh mbak-mbak apoteker itu


"makasih ya"


"iya sama-sama" lyra pergi ke toilet umum yang ada di dekat taman, dia ga mungkin nyobain tespek itu di rumah.


Setelah menampung air urin ke dalam wadah, lyra memasukan 3 tespek itu berbarengan, semenit, dua menit, lyra menunggu dengan harap-harap cemas, dia mengangkat tespek dari wadah dan meletakkan nya di atas wastafel, menunggu garis merah nya keluar. Lyra memperharikan tespek itu tanpa berkedip


Lyra masih menangis, kemudian dia mendial nomor digo, dia hendak memberi tahu laki-laki itu tentang semuanya


digo yang sedang rapat terkejut melihat telpon dari lyra, tak biasanya lyra menelpon, apalagi di jam ini, dia pasti tahu jika digo sangat sibuk sekarang. digo akhirnya pamit sebentar pada rekan kerja nya untuk menerima panggilan dari lyra, siapa tahu itu memang penting.


"halo, ada apa lyra? kenapa menelpon ku tiba-tiba begini?" digo langsung bertanya karena penasaran.


"mas,,,, huhuhuhu" lyra tak mampu menahan tangis nya, ia tidak tau harus bagaimana sekarang, hanya pada digolah ia berani bicara


"lyra jangan nangis, ada apa denganmu? Katakan saja, jangan buat aku jadi penasaran begini"


"mas, aku.... Hamil" akhirnya lyra mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


Digo yang mendengarnya sangat kaget, dia melirik ke arah rudi


"rudi, kau lanjutkan rapat ini" tanpa menunggu rudi bicara digo langsung bergegas pergi keruangannya, takut orang lain mendengar perbincangan nya dengan lyra


"apa kamu yakin?" digo masih tidak percaya


"aku sudah tespek barusan, pakai 3 tespek sekaligus, semuanya 2 garis merah mas"


Digo tersenyum bahagia sekarang, dia akhirnya akan jadi seorang ayah, tapi ia masih tak percaya, ia takut jika lyra hanya bercanda


"bagaimana itu bisa? Padahal kita melakukan nya hanyalah satu malam"


"entahlah mas, aku sudah telat haid bulan ini, dan tadi ketika aku membantu nona rani membeli parfum, aku langsung mual ketika mengirup aroma parfum, tak biasanya aku begini"


"ya sudah, kamu sekarang dimana, biar aku jemput, kita periksa langsung ke dokter kandungan untuk memastikan kamu benar hamil atau tidak"


"baiklah, aku tunggu di taman merdeka"


"oke, aku kesana sekarang" digo mengambil kunci mobilnya dan bergegas menuju ketaman tempat lyra menunggu


Sekitar 15 menit mobil digo sudah sampai di dekat taman, dia melihat lyra dan langsung mengklakson mobil nya agar lyra langsung masuk kedalam mobil.


Lyra yang melihat mobil digo langsung berjalan ke arah mobil itu dengan tergesa-gesa dan langsung masuk ke mobil


digo langsung tancap gas setelah lyra masuk, dia tak mau lama-lama di taman takut ada yang lihat dan curiga


"mas,, aku takut, bagaimana jika aku benar-benar hamil" lyra mengelus perut datarnya


"jangan takut lyra, aku malah bahagia sekali jika kamu beneran hamil, aku sudah ga sabar jadi seorang ayah" digo menggenggam tangan kanan lyra. Lyra diam saja, dia masih memikirkan bagaimana kedepannya jika dia memang benar-benar hamil.


Mobil digo masuk ke parkiran rumah sakit, digo langsung menuju ke ruang dokter kandungan yang juga merupakan dokter tempat rani melakukan program hamil

__ADS_1


"mas, kenapa kita periksa sama dokter ini? Apa ga takut ketahuan?" lyra kaget ketika dia tau siapa orang di dalam ruangan itu


Hay semua, dukung aku ya, dengan cara like, vote dan komen, makasih ☺️


__ADS_2