
Setelah puas dengan ulah digo, lyra pun bergegas menuju kamar mandi, digo membersihkan tanggannya di wastafel dan mengenakan kembali kemejanya. Ia tak berniat melakukan hal yang lebih jauh lagi pada lyra.
Setelah mengenakan pakaiannya kembali, lyra menutup kemerahan di lehernya menggunakan foundation, karena takut ketahuan nanti
Setelah mereka sudah rapi lagi mereka keluar meninggalkan hotel dan menuju ke rumah lyra, setelah sampai di rumah lyra rupanya digo tidak langsung pergi, ia ikut masuk ke rumah lyra untuk melihat keluarga lyra dan keadaan di dalam rumah lyra.
"mas, sebaiknya mas pergi aja, ga usah ikut masuk"
"aku mau masuk, aku mau membantumu sekalian berkenalan dengan keluargamu" lyra tidak bisa protes lagi, sebenarnya ia kesal dengan digo yang suka seenaknya.
"assalammu'alaikum, buk" lyra mencari ibunya di dalam rumah
"wa'alaikumsalam nak, eh ini bos nya lyra ya?" ibuk lyra langsung mengulurkan tangannya ketika ia melihat lelaki tampan dan gagah yang berdiri di belakang lyra
"iya bu, saya bos lyra" digo menyambut uluran tangan ibu lyra
"silahkan duduk dulu nak, maaf ya rumah kami sempit. Oh iya, lisa sama bapak lagi kerja, jadi cuma ibu yang ada di rumah" Ibu lyra mengajak digo duduk di kursi kayu yang ada di ruangan itu. Digo melihat sekeliling ruangan itu, memang rumah yang sangat kecil tapi rumah itu sangatlah rapi. sedangkan lyra dia meninggalkan digo dan ibunya untuk mengambil pakian dan beberapa barang yang sudah ia siapkan sejak subuh tadi.
"mau minum apa nak?" tanya ibu lyra pada digo
"tak usah bu, kami hanya mampir sebentar untuk mengambil barang-barang lyra"
"o ya sudah, tolong jaga lyra ya nak, kalau dia ada bikin masalah jangan sungkan untuk kasih tau sama saya"
"iya bu, siap" digo tersenyum dengan sangat ramah. Digo kemudian mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang
"ibu, mohon jangan tersinggung ya, ini kukasih pada ibu buat belanja sayur, sebagai tanda terima kasih sudah mengizinkan lyra tinggal bersama kami"
"aduh, ga usah nak, ibu ga mau merepotkan, apalagi itukan sudah menjadi tugas lyra" ibu lyra menolak dengan halus pemberian digo
Digo hanya tersenyum kemudian mengambil tangan ibu lyra dan meletakkan uang itu dalam genggaman wanita paru bayah itu
"tak apa bu, terimalah" ibu lyra tak bisa menolak lagi, ia hanya bisa berterima kasih pada digo yang sangat bermurah hati padanya
"ayo tuan, semuanya sudah siap" lyra yang muncul dengan beberapa tentengan barang di tangannya
__ADS_1
"bu, saya pamit pulang ya bu, soal lyra ibu tidak usah khawatir, saya pasti akan menjaganya dengan baik" lyra tertegun mendengarnya, digo sangat berkharisma saat ini di matanya
Ibu lyra terseyum dan mengangguk, digo mengambil barang yang ada di tangan lyra, lyra ingin memprotes tapi ia tidak mau ibunya curiga nanti, lyra menyalami tangan ibunya dan bergegas menyusul digo kemobil.
"mas, harusnya mas jangan bersikap seperti itu di depan ibu, nanti kalau ibu tau gimana?" ucap lyra ketika mobil digo mulai meninggalkan rumah lyra
"apa salahnya, aku hanya membantumu,tidak ada yang salah dalam hal itu lyra, itu hal lumrah menolong orang lain, ibumu tak mungkin curiga" lyra hanya bisa mendengus kesal dan ia bisa diam saja selama perjalanan ke rumah digo
Setelah sampai di rumah digo lyra langsung menaruh barang-barangnya di kamar yang sudah disediakan, tentu saja kamar lyra masih di dalam rumah utama, karena lyra harus siap siaga untuk rani, sedangkan pegawai yang lain menempati paviliun yang tak jauh dari taman belakang tempat rani sering menghabiskan waktunya akhir-akhir ini
Digo setelah mengambil keperluannya bergegas menuju kekantornya, tak lupa ia berpesan pada supirnya untuk mengantar lyra kembali ke butiq.
Ketika jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, rani dan lyra pulang kerumah, setelah sampai dirumah lyra langsung membantu rani mandi dan berpakaian, rani akan makan malam bersama digo nanti, karena digo bilang ia akan pulang cepat hari ini
Ketika jam 6 sore digo sudah pulang, ia bergegas mandi dan langsung menemui istrinya di depan tv
"ga dong, aku malah seneng bisa kerja kayak biasanya lagi, makasih ya sayang kamu udah ngizinin aku kerja lagi" rani sangat bahagia hari ini
"iya sayang, aku juga bahagia liat kamu bisa senyum kayak gini" digo mencubit hidung rani, mereka tertawa bersama
"tuan, nona, makan malam sudah siap" lyra sudah berdiri di belakang rani dan digo, digo yang melihat lyra jadi salah tingkah
__ADS_1
"oke, lyra kamu istirahat aja, biar mas digo aja yang lanjutin tugasmu, iya kan mas?" rani mengedipkan sebelah matanya pada digo
"eh i-iya, lyra kamu istirahat ya, kamu juga pasti capek, makasih ya udah jagain rani hari ini" digo tersenyum penuh arti
"iya, aku ke kamar aku dulu ya mbak" lyra tak menatap ke arah digo sama sekali, ia langsung membalikkan badannya dan berjalan menuju ke kamarnya
Digo jadi merasa tidak enak pada lyra, ia terlihat tidak nyaman sekarang, digo mulai kembali fokus pada rani, ia membantu rani menuju ruang makan dan menikmati makan malam hari ini.
Ketika jam 5 pagi lyra sudah selesai mandi dan akan keluar kamar untuk sarapan sebelum ia mulai membantu rani pagi ini, lyra membuka kulkas dan mengambil susu dan roti, ia menikmati sarapan paginya sambil melihat orang-orang yang sudah sibuk di dapur pagi ini.
Lyra kembali kekamarnya untuk menelpon ibunya dulu sebelum memulai aktivitasnya, ketika ia baru sampai di depan kamar tidurnya lyra kaget ketika melihat digo di dalam kamarnya dan langsung menarik tangannya, digo langsung menutup pintu kamar lyra
"tuan, kenapa tuan kesini" lyra berbicara setengah berbisik
"aku merindukanmu" digo berbicara lembut di dekat kuping lyra, dan hembusan nafas digo membuat gelenyar aneh muncul dalam tubuh lyra
"tuan, jangan, aku takut nanti nona rani bangun dan mencarimu" lyra mencoba melepaskan dirinya dari kungkungan digo
"ia masih tidur nyenyak" digo melepaskan tangan lyra kemudian dia mencium puncak kepala lyra
"aku hanya bisa melakukan ini diam-diam padamu, maafkan aku ya. aku mau adil padamu" digo menatap mata lyra, lyra hanya bisa diam, tapi irama jantungnya sudah tak karuan
digo yang melihat lyra diam menjadi tersenyum kemudian dia memeluk lyra dengan sangat erat.
"maafkan aku lyra.. Maafkan aku" hanya itu yang bisa digo katakan.
__ADS_1
"jangan bilang maaf tuan, ini juga salahku karena membiarkan perasaanmu padaku semakin bertambah, seharusnya dari awal aku menolak perasa.... Mmhhh" digo tidak lagi mau mendengar ocehan lyra ia langsung mencium bibir gadis tersebut
hay, jangan lupa dukung aku ya, dengan cara like dan vote, terima kasih ☺️