Kelabu Diujung Rindu

Kelabu Diujung Rindu
eps 20


__ADS_3

Mobil digo masuk ke parkiran rumah sakit, digo langsung menuju ke ruang dokter kandungan yang juga merupakan dokter tempat rani melakukan program hamil


"mas, kenapa kita periksa sama dokter ini? Apa ga takut ketahuan?" lyra kaget ketika dia tau siapa orang di dalam ruangan itu


"tak apa, dia juga sahabat karibku, dia tak akan keberatan menjaga rahasiku pada rani" digo dengan percaya dirinya mengatakan hal itu.


"suster, katakan pada dokter alex, bahwa digo ingin bertemu dengannya segera, urgent" digo menyampaikan pesannya pada perawat yang berjaga di depan pintu masuk dokter alex.


Suster yang mengenal digo karena memang sudah sering kesini bersama rani pun mengangguk dan masuk keruangan dokter. Tak butuh waktu yang lama perawat itu keluar dari ruangan dokter


"dokter alex menyuruh tuan masuk sekarang" digo yang mendengar itu langsung bergegas masuk dengan menggenggam tangan lyra


"hey bro, ada apa ini, tadi bukankah istri mu sudah kesini bersama asisten mu itu" dokter alex melihat aneh ke arah lyra yang tangannya di genggam oleh digo


"anu,,, aku sulit menjelaskannya, tapi tolong periksa dia, dia bilang tespeknya garis merah, aku mau kau periksa apakah dia benar-benar hamil" digo berbicara dengan panik, alex sepertinya paham dengan situasi yang di alami digo pun hanya tersenyum penuh arti


"haha, baiklah, jangan cemas seperti itu" alex kemudian melirik ke arah lyra


"berbaringlah" alex menyuruh lyra berbaring di tempat tidur pasien, alex menyingkap sedikit baju lyra dan menuangkan gel di atas perut lyra, kemudian ia meletakkan alat diatas perut lyra yang terhubung ke komputer, dia memeriksa dan memutar alat itu dengan lembut


Alex tersenyum melihat hasil di layar komputer.


"kemarilah digo, coba perhatikan ini" digo melihat ke arah komputer


"ini adalah kantung janin, dan yang benjolan kecil ini bakal janin, masih sangat kecil, perkiraan usinya sekitar 3 minggu" alex menjelaskan secara perlahan agar digo dan lyra mengerti dengan penjelasan nya


"jadi lyra beneran hamil?" digo masih tak percaya


"iya lah, ini kantung janinnya saja sudah ada" alex mengelengkan kepalanya


mendengar itu digo langsung memeluk lyra


"makasih lyra makasih, kamu udah wujutin keinginan aku selama ini" lyra hanya diam dan menangis


"kamu jangan nangis sayang, aku akan tanggung jawab, kita akan bicarakan ini pada papa dan mamaku dulu, nanti biar mereka yang kasih tau sama orang tua kamu" digo mengelus kepala lyra dan menciumnya


"wait, gue ga salah denger ini? Jadi lyra lagi hamil anak lo?" alex pura-pura tidak mengerti


"ada yang harus aku omongin sama kamu lex, aku mau kamu tolong rahasiain ini dari rani, aku dah berbuat curang di belakang dia, aku udah jatuh cinta sama lyra, dan sekarang dia lagi hamil anak aku, aku mau kamu yang jadi dokter pribadi rani dan juga lyra" digo menjelaskan dengan cepat

__ADS_1


"hah, aku semakin ga ngerti, jadi lo udah selingkuh? Men lo ga becanda kan?" alex tak percaya dengan penjelasan digo


"aku emang udah selingkuh, perasaan ini datang tiba-tiba, dan sekarangpun lyra lagi hamil, jadi aku harus bertanggung jawab dan bergerak cepat"


"yah sudahlah, itu urusan lo bro, gue ga bisa ikut campur, dan rani juga akan menunggu hasil program nya, apakah akan berhasil kali ini" alex tak mau terlalu ikut campur urusan temannya itu


"ya semoga saja hasil nya baik" digo masih mengharapkan hasil yang baik pada rani


alex hanya tersenyum karena ulah digo, dia masih tak percaya digo yang cinta mati pada istrinya bisa selingkuh dan menghamili wanita lain


Digo dan lyra kemudian pamit pada alex untuk pulang.


Di dalam mobil lyra tak banyak bicara, digo sudah menjelaskan padanya untuk tidak memberitahukan pada siapa-siapa dulu soal kehamilannya, karena dia yang akan mengatur semuanya


Setelah mengantar lyra sampai ke taman lagi, digo langsung bergegas kembali ke kantor, dia tidak takut menurunkan lyra di taman karena letak taman itu tidak jauh dari rumahnya.


Lyra pulang dengan berjalan kaki, tak lupa ia mampir sebentar membeli beberapa barang agar tidak terlalu dicurigai nanti saat dia tiba di rumah



Di saat malam hari, ketika rani sudah tertidur pulas, digo mulai mengendap-endap keluar kamar dan menuju ke kamar lyra


Dia mengetuk sebentar sebelum akhirnya lyra membuka pintu kamarnya, tanpa bicara digo langsung nyelonong masuk




"aku cuma mau bilang, besok kamu harus izin pada rani, bilang saja lagi ga enak badan dan izin pergi berobat sebentar, aku sudah telfon mama dan papa tadi, jadi aku mau ngajak kamu ketemu sama mereka di restoran four star, nanti kita akan kasih tau mereka soal kehamilan kamu ini" digo mengelus perut lyra yang datar itu



"tapi, gimana jika mereka tidak suka dan akan menyakitiku?"



"tidak akan lyra, mereka pasti senang karena mereka pun sudah lama mau menimang cucu" digo membujuk lyra


__ADS_1


Lyra diam memikirkan ajakan digo



"jangan takut, aku akan pastikan mama tidak akan marah padamu seperti sebelumnya"



"baik, aku akan kesana besok" lyra akhirnya setuju.


Digo kemudian mencium puncak kepala lyra dan turun ke arah bibirnya dan melumati bibir lyra, agak lama dan panas, tapi lyra segera menyadarkan nya



"mas, ingat! kita lagi dirumah, cepat masuk ke kamar mu, sebelum nona rani tau kamu ga ada di kamar" digo sedikit kecewa, susah sekali mau mesra-mesraan sama lyra, dengan cemberut dia mengecup pipi lyra sebelum dia benar-benar keluar dan kembali ke kamarnya



(aku tahu ini salah tuhan, tapi sepertinya mas digo memang sangat bahagia dengan kehamilan ini, aku juga salah, walau bagaimanapun aku akan tetap memperjuangkan anak ini sampai lahir, bagai manapun caranya, walaupun nyawaku jadi taruhannya) lyra kemudian berbaring dan mulai untuk mencoba tertidur malam ini



Keesokannya di pagi hari, lyra ke kamar rani dengan wajah yang di buat selesu mungkin



"lyra, kamu kenapa? wajahmu pucat sekali?" rani yang lagi duduk pun kaget melihat wajah lyra yang pucat dan lesu



"iya mbak, aku kurang enak badan hari ini, mbak aku boleh ga istirahat hari ini? Aku ga kuat mau kerja" lyra pintar sekali berbohong, digo tak ada pagi ini karena dia sudah berangkat lebih pagi



"iya tak apa lyra, yang penting kamu harus cepat berobat, nanti kamu pergi berobat ya, jangan lama-lama sakitnya"



"iya mbak" lyra kemudian pamit untuk kembali ke kamarnya, jadi pagi ini bik tum yang akan menggantikan tugas lyra bekerja dan akan pergi menemani rani pergi ke butiq juga

__ADS_1



Hay semua, dukung aku ya dengan cara like, vote dan komen, makasih ☺️


__ADS_2