Kelabu Diujung Rindu

Kelabu Diujung Rindu
eps 13


__ADS_3

di dalam mobil suasana terasa hening, baik lyra maupun digo sama diam dan tenggelam pada pikiran mereka


"lyra, kenapa tak menjawab pesan text ku yang terakhir tadi malam?" digo memulai obrolan


(pesan text apa yang dia maksud?)


"pesan apa ya? Aku lupa" lyra tetap menatap lurus, tak ingin memandangi digo yang berada di sampingnya


"aku bilang love you, bukan kah seharusnya kau harus membalas love you too"


(astaga! Dia kekanakan sekali)


"oh itu.. Hmmm. Aku belum terbiasa" lyra mulai mencari alasan


Digo memegang tangan kanan lyra dengan tangan kirinya


"tak apa, kamu sekarang harus belajar menyesuaikan dirimu" digo menggenggam jemari lyra


"iya tuan" tanpa lyra sadari ia melakukan kesalahan lagi, digo yang menyadari itu langsung menghentikan mobilnya


"bukankah sudah kukatakan, jika sedang berdua saja jangan panggil aku tuan" digo menatap lyra dalam


lyra kaget dan baru menyadari kesalahan nya itu


"ah.. iya baik, aku.. gugup tadi mas.. Maafkan aku" lyra menunduk tak berani menatap mata digo

__ADS_1


"kenapa? Apa kamu masih memikirkan soal aku mencium rani tadi? Apa kamu cemburu?"


Digo mencoba mencari alasan lyra yang diam sekarang, apa benar dia sedang cemburu seperti dugaannya


"tidak mas, aku bahkan tidak berhak untuk cemburu, bukankah itu sudah sepantasnya dilakukan suami pada istrinya?"


Lyra menjawab dengan hati-hati tak mau sampai digo tau bahwa dia memang sedang cemburu, tapi ia tak mau mengakui perasaannya


"hmm... Aku memang sangat menyayangi rani, tapi aku juga sangat mencintaimu lyra, jadi maafkan aku jika kau melihatku bersmesraan dengan rani, tapi aku akan berusaha adil juga padamu"


"tidak mas, tak apa, karena dirimu memang sesutuhnya milik nona rani" lyra menatap lurua ke arah depan, ia mencoba melawan perasaannya.


"apa maksudmu? Jangan berbicara begitu, aku juga milikmu sekarang" digo mencoba mempertegas keadaan


"mau bagaimanapun mas, kamu tetap milik nona rani, akhirnya akulah yang akan disalahkan sebagai perebut milik orang lain"


"tapi, aku cuma bilang yang sebenarnya" lyra mencoba meredakan amarah digo. Tapi digo sudah kepalang emosi. Ia langsung tancap gas dalam keasaan yang sangat emosi. Lyra dalam keadaan ketakutan melihat digo yang menyetir sambil emosi


Digo memasuki hotel yang letaknya agak jauh agar ia tidak bertemu dengan orang-orang yang mungkin mengenal dirinya


"turun, dan pakai maskermu!" perintah digo, digo sudah memakai maskernya dan keluar dari mobil, ia sengaja mengenakan masker agar tak mudah di kenali.


digo menggandeng tangan lyra masuk kedalam hotel, ia kemudian memilih suite room. Lyra semakin takut dengab digo yang tiba-tiba mengajaknya ke hotel


setelah digo menerima kunci kamarnya ia lalu menarik tangan lyra menuju lift, mereka naik ke lantai yang menunuju kamar mereka.

__ADS_1


"mas, kenapa mas mengajakku kemari? Bukankah kita harus segera sampai dirumah?" lyra bertanya ketika mereka masih di dalam lift, digo hanya diam saja tak ingin menjawab pertanyaan lyra, ketika pintu lift sudah terbuka digo langsung bergegas keluar sambil memegang tangan lyra dan menuju kamarnya, ia langsung membuka pintu kamar hotel dan mengajak lyra masuk, ketika pintu kamar sudah terkunci kembali digo langsung mendorong tubuh lyra hingga merapat kedinding. Jantung lyra berdetak sangat cepat, ia sangat ketakutan sekarang


"mas, jangan begitu, aku takut" air mulai menggenang di pelupuk mata lyra bersamaan dengan rada takutnya


"bukankah kau ingin memperjelas bahwa aku adalah milikmu? Aku tak mau kau membahas hal ini lagi, maka dari itu aku perjelas keadaanya sekarang" digo langsung menarik leher belakang lyra dan langsung ******* bibir lyra, lyra yang kaget langsung melotot, ia berusaha sekuat tenaga mendorong tubuh digo tapi tidak berhasil, digo masih menciumi lyra dengan liarnya. Kemudian ia melepaskan ciumanyya untuk memberi ruang bagi lyra untuk mengatur nafas.


"lyra, jangan pernah memancing emosiku dengan perkataan seperti tadi, digo menatap mata lyra sangat dekat" lyra hanya menatap mata digo tanpa mampu menjawab perkataan digo. Digo kemudian mencium kembali bibir lyra tapi kali ini dengan sangat lembut.


digo kemudian menuntun lyra ke kasur king size yang ada di kamar mewah tersebut. Digo melepaskan ciumannya dan mulai melepaskan kemeja yang ia kenakan, lyra langsung mengalihkan pandangannya, ia malu melihat digo yang membuka kemeja tepat di depannya


kemeja yang ia buka kemudian ia lempar ke sembarang arah, ia langsung mencumbui lyra lagi, ia mencium leher lyra dan meninggalkan bercak merah disana. Lyra sudah terbaring dan mulai terbuai dengan sentuhan digo. melihat lyra yang diam saja digo membuka baju yang lyra kenakan dan menyisakan bra yang lyra pakai, digo lantas mencium gundukan yang terlihat menyembul dibalik bra itu. tangan digo menuju ke pengait bra dan membuka kaitannya sehingga memudahkan digo dalam melancarkan aksinya.


Saat bra itu terbuka, maka terpampang sangat jelas dua gundukan yang sangat mempesona itu, rupanya lyra mempunyai dua melon yang sangat indah nan menggoda. Digo sangat takjut melihatnya. Digo pun langsung melahapnya dan meninggalkan bercak merah di beberapa tempat di tubuh lyra. Lyra hanya pasrah dengan perlakuan digo, sebab ia sangat menyukai setiap hal yang digo lakukan


Digo kemudian menurunkan celana yang lyra pakai sekaligus dengan cd nya. Digo terdiam sesaat, rupanya lya memang pandai merawat diri, terlihat bagian intimnya yang sangat terawat dan menantang itu. Tak ayal digo langsung membuka kaki lyra dengan sangat lebar ia mencium dan menjilar bagian intim lyra. Lyra mendesah dan ia mulai gelisah, digo berhenti untuk melihat ekpresi lyra


"lagi mas" racau lyra, melihat itu digo tersenyum devil dan melanjutkan aktivitasnya, tak hanya itu, tangan nya juga ikut bermain guna untuk memuskan lyra agar gadis mencapai puncaknya. Lyra semakin bergerak liar, ia berkeringat dan terasa seperti melayang.


"mas,,, aku mau pipis" digo tau, bahwa lyra sudah sampai puncaknya


"keluarkan saja sayang" mendengar itu lyra mengeluarkan perasaan seperti ingin pipisnya itu, badan lyra bergetar sersamaan dengan perasaan puas dari dalam dirinya.


Digo tersenyum senang melihat lyra yang sudah lemas karena dirinya


"gimana sayang? Kamu puas?" lyra hanya tersenyum dan mengangguk

__ADS_1


Maaf ya, rada gaje, jangan lupa bantu dukung novelku dengan cara like dan vote ya, terima kasih semua ☺️


__ADS_2