Kelabu Diujung Rindu

Kelabu Diujung Rindu
eps 16


__ADS_3

lyra masih menangis di pelukan digo, ia tak menyangka jika dirinya yang hanya seorang bawahan bisa di perlakukan dengan sangat istimewa begini oleh laki-laki yang tak lain adalah bosnya


"hey, hentikan tangismu, nanti cantikmu hilang" digo membujuk lyra


"aku hanya terharu saja, tidak pernah aku mendapatkan hal seromantis ini dalam hidupku"


"sssstttt. Untuk selanjutnya, kau akan menerima segala sesuatu yang luar biasa, aku akan melakukan apapun untuk dirimu, jadi sekarang ayo kita makan" digo mengajak lyra duduk dan menikmati makan malam mereka


Digo sangat perhatian dan bersikap romantis saat ini, dia menyuapi lyra makan dan mereka tertawa bersama.


"ayo abisin makannya, abis ini kita kepantai" digo merapikan anak rambut lyra


"emangnya kamu ga capek?" lyra merasa sedikit capek karena perjalanan yang mereka tempuh memang cukup jauh dan melelahkan


"capek sih, tapi sayang kalau ga nikmatin pantai disini, angin pantai nya enak banget kalau malam" digo menjelaskan agar lyra tidak menolak ajakannya


"oke baiklah" akhirnya lyra menyetujui ajakan digo


Lyra dan digo bergegas menyelesaikan makan malamnya, kemudian mereka menuju kepantai yang memang letak nya tak jauh dari villa milik digo, mereka cukup berjalan kaki untuk menuju kesana.


Digo mengajak lyra untuk duduk di pasir yang sudah tersedia karpet dan ada api unggun di dekatnya, tampak para pelayan membungkuk ketika digo dan lyra sudah duduk dan bergegas meninggalkan mereka berdua


digo menggenggam tangan lyra, hangatnya api unggun mampu menghilangkan dingin karena angin laut. Mereka berbincang ringan menikmati malam yang indah ditemani bintang bintang di langit


"lyra..." digo memanggil lyra, ketika lyra mau menoleh ke arah digo, digo langsung menyambar bibirnya dan ********** dengan lembut, lyra membalas ciuman digo


"aku sebenarnya sangat ingin sekali, tapi aku tak mau memaksamu. Karena aku sayang padamu" digo mulai meracau


"apa maksud mu mas?" lyra tak mengerti


"aku sangat merindukan kehangatan di ranjang lyra, aku pria dewasa yang normal dan sudah menikah, sudah lama sekali hasratku tidak terpenuhi semenjak rani sakit" lyra yang mendengarnya jadi kaget


"apa maksud mas ingin menjadikanku pelacur pribadi hanya untuk memuaskan nafsumu?" lyra mulai tersulut emosi


"tidak lyra, bukan begitu, aku tidak pernah bermain-main padamu, apalagi soal perasaan ku, aku ingin serius dengan mu tapi belum menemukan solusi untuk hubungan kita ini" digo mulai menitikan air mata, lyra hanya diam tak harus apa


"aku sungguh mencintaimu lyra, sungguh" digo menundukkan kepalanya, lyra memeluk digo karena dia merasa bersalah karena terbawa perasaan emosinya tadi


"maafkan aku, aku bukanya tidak percaya, cuma aku kaget saja mendengar kamu bicara begitu tadi" lyra memeluk digo erat, lama mereka berpelukan dan digo kembali mencium lyra lagi


"aku akan menikahimu lyra, aku janji, entah bagaimana caranya aku akan tetap menikahimu" digo mengucapkan kata itu di sela ciuman mereka, kemudian digo melanjutkan ciumannya, lyra hanya menitikan air mata mendengar penuturan digo, ia tak menyangka bahwa digo seserius itu pada dirinya

__ADS_1


api unggun sudah padam dan angin semakin dingin, digo mulai mencumbui lyra di pantai itu, sudah tak kuat akan godaan, digo akhirnya mengajak lyra kembali ke villa dan menyelesaikan hasratnya malam ini sampai tuntas, dia tak akan lagi menahannya, toh dia juga akan menikahi lyra.



Saat jam menunjukkan pukul 6 pagi, lyra sudah terbangun, ia baru sadar jika dirinya tengah di peluk oleh digo dari belakang, ia berusaha meletakkan tangan digo pelan-pelan agar laki-laki itu tidak bangun dan dia hendak bangkit dari tempat tidur tapi rupanya ia kalah cepat dengan tangan digo yang menarik nya kembali.



"jangan buru-buru bangun, kau juga pasti capek" ucap digo dengan mata yang tetap terpejam. Lyra hanya bisa menggigit bibir nya, ia teringat akan kejadian semalam, dimana dia sudah bercinta dengan digo



tak hanya sekali, mereka melakukan nya berkali-kali, karena digo yang sudah lama tak mendapatkan hak nya, dan kebetulan mendapatkan lyra yang masih virgin, tentunya membuat digo jadi menggila malam tadi, ia melakukan nya dengan hati-hati agar lyra merasa nyaman dan bahagia, sehingga mereka bisa melakukan berulang kali dan keletihan di pagi ini



Area \*\*\*\* \* lyra masih terasa sakit karena ulah digo semalam. Karena dia memang belum pernah melakukan hal ini sebelumnya pada laki-laki manapun



Drrtttt.... drrrttttt.... Drrrttttt...


Ponsel milik digo berbunyi, digo dengan malas meraih ponselnya yang ada di atas nakas dan memencet tombol hijau tanpa melihat nama siapa yang menelpon




"kamu dimana sekarang?" rupanya mamanya digo yang menelpon



"aku lagi diluar kota ma, ada kerjaan"



"jangan boong sama mama, kamu dimana sekarang?" tanya mama digo curiga



"boong apa sih ma, aku emang lagi di luar kota"

__ADS_1



"kamu ya udah berani bohong sama mama, kemaren sore mama kerumah mu, rupanya kamu lagi di luar kota, tapi tak hanya itu, rupanya asisten nya rani juga libur, kebetulan macam apa ini?" deg... Kenapa mama bisa menebak hal yg seperti ini, sedangkan rani saja tidak curiga sama sekali.



"ga kok, emang kebetulan harinya sama aja sama hari lyra libur, udah mama ga usah khawatir berlebihan begitu" digo berusaha membuat mamanya tak lagi curiga padanya



"sudalah digo, mama itu punya mata dan telinga di mana-mana, mama tau kalau kamu sekarang lagi ada di villa bersama perempuan itu!" emosi wanita itu sudah tak terbendung lagi, digo sangat terkejut, rupanya mamanya tau jika dia sedang berada di villa bersama lyra, dia menoleh ke arah lyra, lyra sepertinya paham dengan tatapan digo tapi memilih untuk tetap diam



(mampus! Kayaknya ini bakalan dipecat, kenapa aku bisa seceroboh ini!) lyra memaki dirinya sendiri



"mama, bukan gitu maksud aku, akuu... Bisa jelasin ini semua sama mama" digo mulai gugup



"mama ga mau tau, kalian sekarang datang kerumah mama, sekarang juga! Mumpung papamu juga belum pergi ke singapur" kemudian wanita itu mematikan teleponnya tanpa memberikan kesempatan bagi digo untuk menolak kemauan nya itu.



"haahhhhhh.." digo mendesah frustasi, ia menunduk sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan



"kenapa mas? Kita ketahuan ya?" lyra mencoba memberanikan diri untuk bertanya



"kayaknya sih gitu, rupanya mama juga punya mata-mata di villa ini" digo tak habis fikir, padahal villa ini miliknya dan rani, tapi tetap saja ada yang bekerja di bawah kekuasaan mama.



Digo yang tak lagi mau ambil pusing langsung bergegas mengajak lyra mandi dan bersiap-siap menuju kerumah mamanya, dia tak mau jika mamanya marah jika dia tak datang. Lyra yang sepertinya tau musibah apa yang akan menimpa dirinya hanya mengikuti saja perintah digo dengan wajah lesu dan cemas, sebenarnya ia sangat takut untuk bertemu dengan mama digo dalam kondisi yang tak wajar begini


__ADS_1


Hay semua, tolong dukung aku ya, dengan cara vote dan komen, terima kasih ☺️


__ADS_2