
Jam 10 pagi digo sudah sampai duluan di restoran itu, dia memilih yang ada ruang pribadinya, sehingga dia bisa leluasa mengobrol dengan orang tuanya. Tak lupa digo mengirim pesan pada lyra agar wanita itu juga datang ke restoran itu segera.
tak berapa lama lyra pun sudah tiba di restoran tempat digo menunggu, dia memberi tahu nama digo pada pelayan disana, dan mereka menunjukkan ruang di mana digo sudah reservasi.
Lyra melangkah ke sana dengan perasaan yang tak menentu, mungkin ini yang terbaik pikir lyra. Dia mengetuk pintu ruangan itu kemudian membuka masuk dan menghampiri digo
"sayang, kamu sudah sampai" digo mengahambur ke pelukan lyra, lyra hanya diam saja
"mama dan papa lagi di perjalanan, sebentar lagi mereka akan sampai, nanti kamu ga usah banyak bicara ya, biar aku yang jelasin semuanya sama mereka" digo tak mau jika lyra terkena amukan mamanya yang menganggap lyra sebagai wanita murahan, sedangkan ini semua akibat perbuatan dirinya
Digo mengajak lyra duduk, dia menarik kursi yang bersebelahan dengan kursinya, digo sudah memesan beberapa makanan, tinggal menunggu para pelayan untuk mengantarkan saja nanti
Ceklek..
Ruangan digo di buka dari luar, nampak papa dan mama digo masuk, dan menutup kembali pintunya
"pa ma,, ga macet kah tadi?" digo berdiri dan langsung menyalami orang tuanya, lyra mau melakukan hal yang sama tapi dia takut nanti kena sembur oleh mama digo sama seperti di mansion ortu digo waktu itu.
Akhirnya lyra memilih berdiri dan membungkuk sedikit untuk memberi tanda hormat pada mereka.
"ga, aman aja di jalan" mama hana menjawab sekenanya, burhan hanya menggelengkan kepalanya dan duduk di samping istrinya, sekarang mereka sudah duduk saling berhadapan
"digo, kamu mau ngomongin apa? Kamu bikin mama sama papa jadi penasaran aja" burhan memulai obrolan ini, karena mereka cukup lama terdiam
"aku mau kasih tau sesuatu sama papa dan juga mama, tapi mama harus janji jangan marah" digo mewanti-wanti mamanya lebih awal
"ya tergantung dong" hana berlagak judes, padahal aslinya dia tidak begitu
"lyra hamil" digo langsung to the point, lyra yang ada di sampingnya hanya diam dan menunduk, takut dengan reaksi orang tua digo
"serius?" hana kaget, begitu juga dengan burhan
"betul ma, kemarin kami sudah periksa ke dokter kandungan, lyra sekarang sedang hamil 3 minggu" hana masih saja kaget mendengar penjelasan digo, lama mereka saling diam mencerna apa yang baru saja digo katakan
Tak lama pintu di ketuk oleh pelayan
__ADS_1
"tuan, pesanan anda sudah siap" ucap pelayan tersebut
"masuk saja" digo mencoba mencairkan suasana yang sedikit tegang itu
Pelayan masuk dengan membawakan beberapa makanan, dan menata nya di atas meja dengan rapi.
"kami permisi tuan dan nyonya, selamat menikmati" pelayan tersebut pamit setelah melakukan tugasnya
"terimakasih" kali ini burhan yang menyaut
"ma, aku mau nikahin lyra secepatnya, aku mau memberikan status yang jelas pada lyra, terutama anak yang di kandungnya ini" jangan kan orang tua digo, lyra pun juga ikut kaget mendengarnya, sebab digo tidak ada membahas soal pernikahan sebelumnya.
"digo, kamu itu pemimpin perusahaan, apa jadinya jika kamu menikah lagi" hana mulai menolak keras ide digo
"itu urusan aku mah, aku harus tanggung jawab, aku tetap akan menikahi lyra, jadi tolong mama dan papa beri kami restu" digo berlutut di kaki mamanya, papa digo menjadi bingung
"ya sudah, kamu yang berbuat memang harus bertanggu jawab, papa dan mama akan merestui kalian" burhan mengelus pundak hana agar perempuan itu sedikit melunak
"makasih pa" digo bangkit dan memeluk papanya, lalu kemudian memeluk hana, hana hanya bisa pasrah sekarang, perasaan lyra sudah mulai lega, ternyata kecemasan nya tidak terlalu buruk.
digo kembali duduk di kursi
"pa, nanti papa tolong ke rumah orang tua lyra ya, mereka juga belum tau soal kabar ini, aku gak yakin mereka akan setuju jika aku sendiri yang ngomong sama mereka" di sela makannya digo bicara pada papanya
"iya, nanti papa akan usahakan" burhan sangatlah baik, lyra merasa sangat beruntung akan mendapatkan mertua sebaik burhan
Drrrtttt drrrttttt.....
Ponsel digo berbunyi, menampilkan nama rudi di sana
"aku angkat telpon sebentar ya" kemudian digo keluar dari ruangan untuk mengangkat telfon itu
"halo, kenapa rud?"
"gue udah nyariin pembantu baru untuk di apartemen lyra, dia akan mulai beres-beres disana sebelum lyra tinggal disana" rudi memberi kabar pada digo tentang tugas nya yang telah selesai
__ADS_1
"oke rud, makasih banyak ya, lyra akan secepatnya pindah ke sana"
"lyra mau pindah ke mana mas?"
Duuuaarrrrrrr
bagaikan terkena sambaran petir, digo sangat kaget, dia tak menyangka bahwa rani sudah berada di belakangnya bersama bik tum
"kamu kok disini?" tanya digo gugup
"aku yang harusnya nanya kamu ngapain disini, katanya lagi ada rapat" rani mulai curiga
"akuuuu.. Aku lagi...."
Saat digo mencoba mencari alasan, pelayan lewat di dekat mereka membawa beberapa minuman ke dalam ruangan yang tak jauh dari mereka , dari arah luar rani bisa melihat hana yang sedang duduk.
"mama" ucap rani
"bik antar aku masuk, aku mau ketemu mama" rasa penasaran rani semakin membuncah tatkala ia melihat wajah ibu mertuanya itu
"baik non" bik tum pun mendorong kursi rani masuk keruangan pribadi itu
Digo hendak mencegat nya tapi tak enak hati sudah kepalang basah jadi ia membiarkannya begitu saja
rani masuk ke ruangan itu dan langsung memangil hana
"mama" panggil rani, seketika orang-orang yang ada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah suara rani, betapa kaget nya lyra melihat rani yang masuk ke ruangan itu bersama bik tum. Bagaimana bisa rani tau jika mereka sedang berada disini
hana yang kaget pun menjadi gelagapan
"eh rani sayang, kok bisa ada disini" hana ikut gugup.
rani yang mulai curiga menjadi sangat emosi, terutama dia melihat lyra yang duduk di hadapan orang tua digo, padahal lyra dengan jelas mengatakan bahwa dia sedang sakit pagi tadi, dan kenapa sekarang dia ada disini dan ikut makan bersama mertua nya dan suaminya tanpa pemberitahuan padanya
"ada apa ini?" rani bertanya setengah teriak
__ADS_1
"kamu lyra, kamu ngapain disini?" rani menatap lyra dengan tatapn menusuk seakan-seakan ia tau sebuah bencana apa yang akan menimpa dirinya sebentar lagi.
Hay semua, dukung aku ya, dengan cara like, vote dan komen, makasih ☺️