Keluarga Yang Aneh

Keluarga Yang Aneh
Keluarga yang bahagia


__ADS_3

"Nih kopinya, mending kamu ganti baju dulu aku masak dulu karena kamu pasti lapar". Syahilla sambil meletakkan cangkir berisi kopi di meja tamu


"Terimakasih istriku". Reza


"Eh aku bukan istrimu". Syahilla


"Ya itu sekarang gak tau kan kalau besok".


"Eh mana bisa aku jadi istrimu cuma sehari kan nikah itu bukannya ada persiapan dulu".


"Apa kau mau didengar lagi oleh orang lain bahwa anak kita itu haram hmm".dingin Reza


Mendengar itu Syahilla menjadi sedih, melihat Syahilla seperti itu membuat Reza tak tega melihatnya, reza pun langsung memeluk dan mengelus punggung Syahilla.


"Maaf bukan maksud aku menyakiti anak kita tapi aku juga sakit tak terima anak kita bilang haram".ucap lembut pada Syahilla


"Tapi aku belum siap untuk nikah denganmu karena aku takut denganmu yang kasar". Ucap Syahilla dan tubuhnya bergetar karena ia masih jelas perlakuan kasar Reza pada diriny


"Maaf Syahilla saat itu aku terpengaruh oleh obatnya menjadikan dalam seluruh tubuhku terasa panas". sesal Reza


" A apa itu bahaya". Khawatir Syahilla


"Ya sayang buktinya kau kewalahan dengan permainanku maaf kan aku sayang kau pasti trauma kan maaf".


"Hmm ya masih ingat tapi sudahlah jangan di ingat semakin sakit kalau di ingat dan aku semakin tidak mau menikah denganmu". Ancam syahilla


"o ok ok aku tidak akan mengingatkan kembali tolong jangan gitu aku akan menikahimu segera".


"Pemaksaan sudahlah aku ke dapur dulu". Syahilla


Syahilla pergi menuju dapur dan ia pun mulai memasak nasi goreng karena tak mungkin ia harus memasak daging saat ini, ia tak menyadari bahwa Reza sedari tadi memperhatikan gerak gerik Syahilla yang sedang memasak


Reza semakin mengkagumi Syahilla ia benar benar istri yang diidamkan selama ini, berbeda dengan Gres yaitu mantan Istrinya yang kini entah dimana orang itu berada, selama hidup bersamanya, Reza sangat dingin dengan gres bahkan selama dia hamil ia tak peduli dengannya, Gress dengan sikap arogan dan juga sangat suka bergaul dengan lelaki lekaki hidung belang selalu tampil dengan glamor. Reza merasa jijik melihat penampilan Gres, dan Reza tau Gres berselingkuh namun ia abaikan karena dirinya tak peduli dengan hal itu.


Reza begitu bosan melihat wanita seperti Gres yang sikapnya sama sama menghamburkan uang boros hobi belanja, namun saat melihat Syahilla ia berbeda ia tak seperti wanita pada umumnya ia selalu memetingkan anak anak dibandingkan dirinya, Reza semakin menyukai Syahilla bahkan mencintainya


Kini Reza menghampiri Syahilla yang sedang memasak kemudian memeluk dari belakang Syahilla, tentu Syahilla kaget.


"Hmm, wangi sekali sepertinya enak". Reza


" Akhhhhhh, kamu bikin aku kaget saja, Kenapa belum pergi jangan ganggu aku singkirkan tanganmu". pekik Syahilla


"Hmm gak mau sebentar saja, aku masih kangen denganmu". Rengek Reza


" Kalau kangen kenapa gk nyari kita berdua". Syahilla


"Kan aku udah cari kamu dimana sampai kerumah kamu yang longsor itu". Reza


Syahilla terkejut kemudian ia pun membalikan badan untuk menatap Reza yang tinggi sedadanya


"A pa kau serius". Syahilla


"Ya aku serius kau tak percaya biar aku telepon asisten". Reza


"Gak usah kalau gitu percaya, maaf aku meninggalkanmu saat itu karena aku pikir kamu lari dari tanggung jawabmu". Syahilla


Reza tersenyum mendengar tersebut lalu ia mengelus wajah cantik Syahilla.


"Sudahlah aku udah maafkan kamu jangan di pikirkan kita berdua korban aku mandi dulu ya". Pamit Reza


Sementara Syahilla mengangguk tanpa minta izin Reza langsung mencium kening dan membuat Syahilla kaget ingin memaki namun tak bisa.


cup


"Aku mandi dulu ya sayang". Teriak Reza


Beberapa menit kemudian Reza sudah terlihat ganteng dengan pakaian piyama tidur bagian atasnya terbuka sedikit terlihat dada bidang terpampang dengan jelas dan itu membuat Syahila memaku dan menelan salivanya namun ia tiba tiba sadar karena Reza memanggilnya


"Kenapa kamu melihatku begitu". tanya Reza pura pura tidak tau, Reza menyadari jika Syahilla sedang menatap badannya namun ia ingin tau apa responnya dari Syaa


"Eh e e gak hmmm nih makan ya". Syahilla


"Apa ini saja". Hanya sekedar basa basi Reza karena dia hanya ingin berlama dengan Syahilla


"Ya maaf aku hanya masak nasi goreng saja karena tidak mungkin jam segini aku masak daging". Syahilla


"Tidak apa apa kalau gitu ayo kita makan". Ajak Reza


"Aku udah makan koq". Tolak Syahilla


"Ya udah kalau gitu, kamu terlihat mengantuk ya matamu sudah sayu". Reza


Syahilla pun mengangguk


"Ya sudah kamu ke kamar aja dulu". titah Reza


"Tapi kamu gimana, nanti kamu sendiri disini". Polos Syahilla


"Ya aku memang terbiasa sendiri". Santai reza


"Eh ya kan kamu itu duda". Lirih Syahilla


Reza mendengar itu hanya tersenyum kemudian ia pun berkata


"Nanti juga aku gak duda lagi". Reza


" Ha gak duda lagi kalau gitu bakal nikah, hmm memang kapan". Syahilla dengan polosnya


"Besok".


"Eh besok koq dadakan sih".Syahilla


" Rencananya udah lama , hmm enak sekali nasi gorengnya". Puji Reza memuji nasi goreng di masak oleh Syahilla


"Ya udah deh aku tidur duluan ya maaf gak bisa diteminin". tanpa menjawab pujian dari Reza karena ia benar benar ngantuk


"Ya udah tidur aja". Reza


"Ya udah selamat malam ya kalau udah makan jangan tidur ya itu kata Gibran katanya gak boleh tidur habis makan itu alasannya kurang tau". Syahilla


" Ya aku inget". Reza


"Hmm dasar jadi Syahilla ini orangnya kelihatan nurut dan juga anehnya ia bisa bisanya nurut pada anaknya, sendiri hmm sungguh wanita yang unik, aku harus menikahinya besok". Bathin Reza setelah menatap punggung Syahilla yang menghilang


Selesai Makan lalu ia pun segera ke apartemen nya karena ia ingin ke ruang kerja untuk mengambil laptop kemudian ia keluar menuju apartemen milik Syahilla


Kini ia sedang berjalan ke arah kamar Syahilla dia terpaku melihat Syahilla memeluk jasnya yang hilang 9 tahun lalu ia tersenyum senang ia pun mendekati dan mencium kening


cup "Ternyata kau benar benar merindukanku sayang, hmm sekarang dan selamanya jas ini akan ku gantikan dengan tubuhku".Reza


Reza pun langsung duduk di atas kasur berukuran size big, ia langsung memangku laptop di pahanya seperti biasa ia harus mengecek laporan laporan yang diberikan oleh asistennya sesekali ia memandang wajah teduh Syahilla. Tak lama akhirnya perkerjaan selesai kini ia menaruh laptop di meja bundar yang berada disamping tempat kasur Syahilla yang kebetulan itu dekat dengan kasur yang ditempati oleh Reza. Kini Reza memeluk Syahilla dari belakang memeluk hangat dan sesekali mencium kening, merasa aman dan nyaman saat memeluk Syahilla.


Tak lama kini mereka pun tertidur saling pelukan menyalurkan kehangatan dan kenyamanan.


...****************...


Keesokan harinya matahari bersinar terang dan terbangunlah seorang wanita cantik.


"Ekhh, hmmm kenapa ini keras sekali". desis Syahilla


Saat ia membuka ia terkejut


"Akhhhhhh". teriak Syahilla


"Berisik, ayo tidur lagi". serak Reza namun tangannya masih memeluk Syahilla


"Ka kamu kenapa tidur sini kenapa tidak di apartemen mu saja". terbata bata namun ia masih berusaha melepaskan tangan Rez


"Aku mau mandi dulu dan persiapan sarapan buat anak anak". lanjut syahilla


"Kalau gitu kit mandi bareng". ucap Reza membuka matanya


"Gak". Syahilla


"Ya udah tidur lagi". lalu kembali menutup mata

__ADS_1


"Nanti telat". Rengek Syahilla


"Hmm ya udah sana cup". sambil melepas pelukannya lalu mengecup bibir Syahilla sekilas lalu berbaring kembali


"kamu ya jangan menciumku". Syahilla


"Mau ke kamar mandi atau ku cium".


Syahilla tak menjawab langsung kabur


Beberapa menit kemudian Syahilla pun selesai mandi dan ganti pakaian saat melihat kasur ,Reza masih tidur membuat dirinya kesal


"Ya ampun kenapa belum bangun juga ini udah jam berapa sih kamu bukannya kerja". omel syahilla


"ya sayang".


"Eh gila aku bukan kekasihmu".


"Ya tapi istriku".


"Akhhh terserah".


Lalu segera keluar dari kamar dan menuju dapur dan ia kaget ternyata dua anaknya sudah dimeja.


"Eh kalian udah ada di meja, ya udah bunda siapin sarapan dulu ya".


"Ya bun". berbarengan


Tak lama Ayahnya pun keluar dari kamar dengan setelan jas warna hitam mewah membuat Reza semakin terlihat tampan lalu mendekati menjadi yang dimana kedua anaknya ada disana.


"Mana bunda". tanya Reza


"Lagi masak". Gibran


Lalu ia pun ke dapur dan benar saja Syahilla sedang memasak. Syahilla yang sedang asyik memasak tiba tiba ia di kagetkan dengan tangan yang melingkar di perut Syahilla ia tau siapa pelakunya.


"Masak apa sih". tiba tiba suara bassnya Reza mengkagetkan Syahilla. Reza melihat tersenyum tanpa merasa bersalah


"Kamu ini kenapa sih suka tiba tiba aku kaget, emang gak bisa liat ya aku ini lagi masak ayam pedas manis kesukaan kalian".


"Oh jadi selera anak kita sama denganku baiklah kau memang bunda yang terbaik"


"Ya udah sana ah kapan selesainya aku masak".


"Cium nya mana".


"Gak gak ada sana sana".


"Ya udah aku disini aja".


"I iya sini ".


Syahilla mendekat


cup


"Udah sana".


"Eh koq sebentar sayang". protes Reza


"Iih udah sana takut Gibran telat ah".


"Ya udah setelah pulang dari perlombaan kita ke kantor KUA".


"Eh mau apa".


"Ya nikahlah tinggal tanda tangan saja dibuku nikah".


"Wah emang bisa"


"Ya bisa lah sayang, kenapa oh jangan jangan kamu tak sabar ingin menikahiku". goda Reza membisik tepat di telinganya


"Ih apaan sih sana sana aku mau nuangin ayam ini dulu".


""Tapi kamu hati hati jangan sampai terluka, ini panas lo sayang".


"Aku ke meja makan dulu kalau begitu".


Kini Reza menghampiri kedua anaknya ýang tampak sedang berbincang.


"Ayah". Gibran


"Kalian sedang ngebahas apa". Reza


"Gini yah anak buahku yang bertugas untuk mata mata mengatakan bahwa malam ini anggota mafia Red Blood akan menyerang markas kita yah". Rizky


"Ternyata Ayah tak perlu membawa ******, kita bisa habisi mereka, Gibran kau ikut malam ini". Reza disertai senyum devilnya


"Tapi ayah Bunda gimana aku gak bisa ninggalin bunda sendirian". Gibran


"Kamu tenang saja malam ini kalian pindah ke mansion Ayah, karena nanti habis pulang dari lomba kamu Ayah dan bunda akan ke kantor catatan sipil untuk mengurus buku nikah tentu saja akta kelahiran kamu dan juga kartu keluarga".Reza


"Kalau gitu aku ikut yah, apa di mansion ayah dijamin ada pengawal ". Gibran


"Hmm apa kamu tidak begitu mengenal ayahmu ini Gibran".Reza


"Aku tak mengenal Ayah karena aku memang tidak tau siapa nama ayah saat itu ". Gibran


"Hmm ya sudah gak penting , Saat ini kita harus waspada dan kau Rizky siapkan nanti jam 8 kamu segera kumpulkan semua anggota kita di markas nanti bahas strategi penyerangan saat nanti malam meski mendadak kita harus siap siaga sebelum waktunya tiba". Reza


"Baik ayah".Gibran


"Gibran kamu harus ikut pada abangmu". Reza


"Baik Ayah, eh bang apa abang sudah meracik bom". Gibran


"Hmm belum apa kau punya ".Rizky


"Aku sudah membuat bang, tapi aku tak pernah mencobanya karena di kampung bukan tempat untuk percobaan". Gibran


"Coba saja itu saat kita menyerang, apa yang dikandung dalamnya". Rizky


"Aku memberikan racun tapi bukan mati seketika tapi nanti akan merusak semua organ intim dengan perlahan dan itu pastinya menyiksa pada tubuh mereka sendiri terus paling reaksi hanya kurang lebih 1 jam, kaya gitu sih".Gibran


" menarik juga, ok kita akan coba".Reza


Tiba tiba Syahilla pun datang membawa masakannya, ia pun mendengar pembicaraan merek meski itu samar samar.


"Kalian ngomongin apa sih membahas apa sih, Gibran kamu jangan aneh aneh lagi ya kau juga begitu dikampung bikin apa sih itu gak ngerti bunda".


"Hihihi itu aku hanya membuat eksperimen bun pada musuhku bunda waktu di kampung, lagian juga itu hanya obat bius, buat orang tidur sementara ya jadi gak bahaya".Gibran


"Ya ya ya terserah, kamu nih gara gara kamu".Syahilla menunjukkan arah Pada Reza


"Kenapa nyalahin aku apa salahku sayang". Reza


"Berhenti panggil itu, gara gara kamu anakku jadi gini ".Syahilla


"Lah kenapa nyalahin aku sih kan kamu selama 8 tahun mengurusnya".Reza


"Ya tapi kelakuannya mukanya segalanya berbeda sekali denganku, aku sudah bertahun tahun mengajari dengan hal hal yang baik tapi malah kebalikannya, bahkan otaknya pun aku kalah dengan dia, kau memang ya serakah tak hanya Gibran Rizky pun sama, kenapa bisa sama begini sih gak ngerti aku".omel panjang Lebar Syahilla, sementara ketiga pria itu hanya menahan tawanya dalam hati bagi mereka ini adalah hiburan pagi hari


"Jadi kamu gak terima ". pancing Reza


"Terima apa".


"Gak terima anak kita diasuh olehmu karena mereka mirip denganku".


"Bukan setidaknya kan ada sedikit ada akunya gitu, maksudnya kelakuannya gitu atau perilakunya, eh pokoknya begitulah".


Reza tak menanggapi tapi ia hanya tersenyum karena baginya ini sebuah lelucon, Reza semakin gemas pada Syahilla . Reza mengetahui Syahilla mempunyai kekurangan dalam otaknya namun itu tak masalah baginya yang terpenting dia ibu yang baik bagi anak anaknya dan juga istri.


Mendengar kedua orang tua nya berdebat Gibran membuka suara


"duh ayah bunda udahlah jangan berdebat aku mau makan aku laper".

__ADS_1


"Oh ya maaf nanti debat lagi ya". Syahilla dengan masih kekeh ingin berdebat pada Reza, hal itu membuat Reza geleng geleng mendengar Syahilla ngomong begitu


"Ayah jangan dengerin bunda, dia itu cuma iri aja sama Ayah hahaha".Gibran


"Eh Gabrin makan". Syahilla


"Iih bunda nama aku Gibran ". protes dengan wajah garang tapi imut


Hahahahaha


Mereka berdua Reza dan Rizky tertawa mendengar dan menyaksikan keluarga barunya sedang berdebat siapa lagi kalau Syahilla dan gibran.


"Udah kalian itu gimana sih, Syahilla kamu ngalah dong sama anak sendiri, gibran sudah ayo kita mulai makan". tegur lembut Reza namun bagi Syahilla itu peringatan


Mendengar Reza itu Syahilla benar benar tak bisa berkutik, karena menurutnya meski Reza ini ngomong secara lembut tapi baginya itu peringatan yang harus nurut


"Ya Ayah". Gibran


Lalu Syahilla pun melayani mereka dengan menuangkan nasi pada piring mereka, dan hal pertama yang berikan tentunya pada Reza karena dia sebagai orang paling dewasa kemudian anak Rizki, Gibran dan terakhir dirinya. Syahilla tak hanya itu ia langsung mengambil lauk yang mereka suka, ini menjadi kebiasan untuk Syahilla karena ia harus melayani anaknya dengan baik dan sekrang ditambah 2 orang yang harus dia layani atau lebih tepatnya mengurus.


Akhirnya Syahilla sudah menyelesaikan kini tinggal syahilla memilih makanan, ia hanya mengambil telur dan juga sayuran saja


"Kenapa kamu gak ngambil dagingnya". heran Reza pada Syahilla


"Gak itu buat kalian aja aku gak terlalu suka daging ". bohong Syahia


"Bunda bohong ayah, Bunda suka sebenarnya tapi ia gak tega untuk menghabiskannya". adu Gibran membuat syahilla melotot padanya namun Gibran tak peduli


"Ya sudah kita berdua saja". Reza


"Eh gak usah ini aja aku cukup.koq".


"Udah jangan membantah nih buat kamu ini buatku". Reza


"Terimakasih"


Mereka pun makan dengan tenang dan mereka tampak seperti keluarga tapi memang keluarga. Reza dan Rizki tentu ini adalah suatu hal yang luar biasa dan tidak pernah mereka dapatkan selama ini.


Kini mereka sudah selesai makan tentunya Syahilla selalu membereskan piring pring dan semua parabot. Lalu ia mencuci semua, melihat Syahilla yang kelelahan Reza menghampiri


"Kamu kalau cape istirahat, atau aku akan bawa pembantu kesini untuk mengurus apartemenmu".


"Eh gak usah ini udah biasa, ini tinggal dikit lagi yaudah kalian siap siap dulu ya aku mandi lagi setelah ini".


"Ya sudah kalau gitu".


Reza keluar dan langsung menghubungi Asistennya


"Belikan pakaian dres wanita yang mahal berwarna hitam". dingin Reza


"Baik Tuan". jawab sebrang sana


Kini Reza menutup telepon segera duduk di ruang keluarga terdapat dua anaknya sedang berbincang, dan Reza pun ikut berbincang tentu mengenai hal tadi yang Mereka ceritakan.


Namun tengah asyik ketiga nya mengobrol tiba tiba suara bel berbunyi.


Ting tong


"Siapa". Tanya Gibran


"Asisten Ayah".


Rizky pun membuka pintu lalu Rizky mempersilahkan bagas masuk


"Ini tuan pesanan, anda"


"Kau masuklah dan akanku perkenalkan putra keduaku".


"Gibran ini adalah om bagas Asisten Ayah".


"Hallo om".


"Ya tuan muda Gibran"


Kini Reza masuk ke kamar Syahilla tanpa mengetuk, saat ia membalikan badan ia tertegun dan menelan saliva saat itu Syahilla baru saja keluar dari mandi tentu saja dengan dibaluti handuk serta rambut yang masih basah dan dia pun sama sama terkejut melihat Reza yang berada di kamar


"Akhhh kamu kenapa di kamar". teriak Syahilla


"Nih baju untukmu pakailah baju ini". sambil memberikan paper bag


" Ha ee makasih tapi setidak ketuk pintu dulu kek kalau mau ke kamar tuh". canggung Syahilla


"Ya".


"Kenapa kamu masih disini aku mau ganti baju". Syahilla


"Ya tinggal dibaju apa susahnya sih , ya aku kesini ya mau liat kamu". Reza


"Gak gak kamu keluar sekarang".


"Baik baik aku keluar sekarang".


Tak berselang lama kini Syahilla pun keluar menuju ruang keluarga dimana 4 pria ada disana sedang berkumpul.


"Bunda sudah siap nih ayo kita jalan". Ucap Syahila sambil berjalan mendekati mereka


Saat tengah asyik membahas serius tiba tiba mereka mendengar suara wanita mereka keempat menoleh dan langsung membulatkan mata mereka terkagum melihat kecantikan Syahilla apalagi dengan pakaian yang ia kenakan berwarna hitam yang sangat kontras pada kulit putih kuning langsat menjadikan dia tampak bersinar, wajahnya hanya dipolesi make up natural menjadikan Syahilla tampil memukau



Inilah kira kira baju yang dipakai oleh Syahilla, karena Reza ingin Syahilla tampil cantik hari ini. Melihat semua menatapnya ia merasa heran padahal udah cantik


"Ekhem". deham Syahila mereka pun sadar


"Wow bunda cantik sekali". antusias dengan mata berbinar Gibran melihat Syahila pertama kali nya tampak berbeda tampilannya


"Apa ayah yang membelikannya" . Tanya Rizky pada Reza


"Ya Ayah yang membelinya, Hmm Syahilla". sambil terus menatap pada Syahilla lalu ia pun berdiri dan mendekat pada Syahilla, Syahilla pun mendekat karena ia ingin bertanya padanya


"Apa ada yang salah denganku". dengan wajah polos Syahilla


"Tidak ada, kau cantik sekali" .sambil mengelus lembut pipi cabi milik Syahila terus menatap wajah Syahilla


"Makasih". ia menunduk karena malu ia dibilang cantik. Reza melihatnya pun gemas dan langsung mencium pipi beberapa kali.


Saat ia menoleh pada Bagas tiba tiba rahangnya mengeras karena ia sedang menoleh pada wanita yang dicintainya, kemudian Reza pun langsung memeluk pinggang posesif tak lupa memberikan kecupan pipi, dan Bagas pun langsung mengalih pandangannya.


"Awas saja kamu melihat istriku lagi akan ku congkel matanya". bathin Reza sambil menatap tajam Bagas sementara bagas hanya menelan salivanya


"Ya ampun aku harus berhati hati". bathin Bagas


Kini Bagas dan keluarga Reza sudah berada di mobil mewahnya milik Reza, tentunya mobil besar dan di tengah diisi dengan Reza dan Syahilla, dan sementara dibelakang Rizky dan Gibran. Mobil pun jalan dengan kecepatan rendah menuju lokasi tempat perombaan. Di sela keheningan Syahila membuka suara


"Gibran apa gurumu sudah menghubungimu, apa dia udah datang". Syahilla


"Gak tau, mungkin udah". acuh Gibran dengan terus memainkan ponsel barunya karena Reza membelinya untuk kepentingan.


"Cih guru tuh mau nya apa sih seenaknya nyuruh nyuruh anakku lomba tapi malah gak dateng". decah kesal


"Udahlah ngapain sih diributin". ucap Reza sambil memegang tangan Syahilla lalu mengusap punggung


"Ya udah ya".


"Hihihi bunda kalah sama ayah". ejek Gibran


"Eh kamu diam, dasar bocil".


"Apa bun aku udah besar pun". protes Gibran


Mereka pun saling berdebat hanya dengan sepele tapi ini yang membuat suasana menjadi lebih seru dan menghangat, sementara Reza dan Rizky hanya diam menikmati mereka debat sesekali mereka ketawa. Sementara Bagas mendengar keributan dimobil belakang ini pertama kali baginya karena selama bertahun tahun menyupiri tuannya di mobil hanya kehampaan kini berbeda sekali, dan terlihat wajah Reza dan Rizky tampak bahagia sekali tidak ada dingin dan kejamnya seperti biasa.


"Kalau saja nona Syahilla sejak dulu sudah ditemukan pasti akan seperti ini suasananya, keluarga yang bahagia". bathin Bagas


bersambung

__ADS_1


maaf banyak typo


__ADS_2