
Keesokan harinya semua anggota keluarga Graham telah berada di meja makan, saat ini Syahilla sedang meladeni ketiga pria yang sangat Syahilla sayangi
Namun dalam meja makan Reza memperhatikan Gibran yang sedari tadi ia senyum sendiri yang sedang menatap hp membuat Reza mencurigai ada apa di dalam hpnya
" Kenapa ini anak senyum senyum sendiri aku harus mencari tau sendiri". bathin Reza menatap pada Gibran yang saat itu ia menatap layar ho
"Gibran kenape kamu senyum senyum sendiri". ucap Reza tanpa sadar membuat Gibran tersedak
"Uhuk uhuk".
"Nih nak, emang Gibran tadi senyum senyum koq bunda gak ngeliat Gibran senyum pasti ayah ngarang ya".
"Gak bunda, ayah gak ngarang, cuma emang sih Gibran senyumnya gak keliatan banget". Reza
"Iih apaan sih Ayah, siapa yang senyum senyum sendiri ayah salah liat kali".elak Gibran tapi wajahnya sudah merah
"Ya udah lanjutin makanannya". Ucap Reza menyudahi berdebatan, mereka pun melanjutkan sarapannya sementara Rizky ia acuh saja, tak berselang lama Reza sudah selesai sarapannya dan pamit pada Syahilla karena ia harus segera pergi ke Kantor
"Bunda Ayah kerja ya sayang kamu jangan kemana mana ya atau bisa kurung di kamar aja jangan keluar".
"Terus aku mau makan gimana bang"
"Tinggal panggil aja maid atau bi sumi".
"Oh ya aku kan nyonya disini".
Mendengar itu ketiga pria itu terkekeh, kemudian Syahilla berkata
"Ya udah hati hati Ayah, tapi disana jangan aneh aneh loh".
"Aneh gimana sayang".
"Ya ya takut ada godain Abang disana".
"Oh My god sayang, ini nih akibat suka nonton gak bener, nonton itu yang berkualitas sayang jadi gini kan prasangka buruk terus sama suami kalau suami keluar rumah".
"Aku harus nonton apa atuh Ayah, bunda bete kalau gak nonton" .
"Ya terserah bunda mau nonton ala aja, tapi asal jangan nonton sinetron yang bikin kamu tambah bodoh".
"Ya ampun bang enak banget ya ngomongnya isshhh".
"Ya sorry yank, udah udah abang mau berangkat dulu ya". Reza
Syahilla pun mencium tangan suaminya, lalu Reza mencium kening Syahilla kemudian pandangannya mengalih pada kedua putranya
"Kalian mau bareng ayah atau masing masing".
"Masing masing". serentak Gibran dan Rizky
__ADS_1
"Ya udah, nih uang jajan kalian". Reza mengulurkan tangannya untuk memberikan uang pada kedua anak nya
"Hmm makasih yah". serentak Gibran dan Rizky
"Rizky kamu mau kemana gitu ke kantor mending bareng sama ayah nak". Syahills
"Gak bun, Rizky mau ke kampus soalnya sekarang Rizky ada mata kuliah".
"Oh kamu masih kuliah koq bunda gak liat sih".
"Hehehe malas bun".
"Hadehhh kamu ini duplikat si Gibran eh Ayah kamu kayanya".
"Hehehe".
"Ya elah bun bawa Ayah segala, ya udah ayah berangkat ya bun, bye semua, dah bunda". pamit Reza tak lupa ia berjongkok berhadapan dengan perut Syahilla yang sudah menonjol
"Hay kalian yang diperut bunda jangan nakal yah, Ayah kerja dulu mmcuah". Ucap Reza sambil mengusap perut Syahilla
"Ya Ayah hati hati, oh ya Abang maaf gak bisa nganterin abang sampe ke pintu soalnya Bunda cape". ucap Syahilla dengan suara seperti anak kecil
Reza hanya terkekeh geli sambil memeluk Syahilla lalu setelah itu, ia pun segera pergi dari tempat makanan menuju kantor karena hari ini ada jadwal meeting dari perusahaan luar negri tepatnya di negeri paman sam
Sementara Gibran dan Rizky sudah selesai sarapannya mereka berdua pun berpamitan pada Bundanya
"Bun, Gibran berangkat sekolah ya".
"Ya bun".
"Bunda Rizky kuliah dulu ya".
"Ya hati hati kamu disana jangan berantem ya, Bunda juga tau kamu suka berantem".
Rizky hanya menyengir kuda, Rizky mengakui jika dirinya sering berantem entah apa penyebabnya.
"Ya sudah hati hati ya kalian berdua kalau telat pulangnya telpon bunda ya, maaf bunda gak ngasih kalian bekel makanan soalnya akhir akhir ini bunda capek".
"Ya elah bun ngapain ngasih bekel sih kaya anak TK aja, Gibran bisa jajan disana kan disana ada kantin bun, udah ya bun aku berangkat, hey adek adekku jangan nakal ya awas kalian kalau nakal".
"Dadah bunda dadah adek adekku". Rizky
"Dadah bang Rizky dan bang Gibran".
Mereka bertiga langsung tertawa mendengar Syahilla berbicara layaknya anak kecil
Gibran dan Rizky pun sudah berangkat meninggalkan Syahilla, sementara Syahilla menatap kembali meja makannya ia pun menghela nafas
"Yah sepi lagi deh". lirih Syahilla,lalu ia segera beranjak dan saat Syahilla ingin membereskan makanan tadi tiba tiba
__ADS_1
"Eh Nyonya biar kami saja yang membereskannya, apalagi anda sedang hamil".
"Oh ya udah maaf ya gak bisa bantu kalian".
"Tidak apa nona ini memang tugas kami".
Syahilla pun tersenyum kemudian ia pamit pada pelayan, untuk segera kembali ke kamar.
Sementara di kantor
"Bagas siapkan proposalnya". perintah Reza yang kini menuju ke ruang rapat
"Baik tuan".
Reza dan Bagas sudah berada di dalam ruang rapat dan tak lama akhirnya kedatangan tamu dari negara Paman sam atau Amerika serikat sudah hadir
"Hi welcome Mr William".
"Hmm tank's Mr. Graham".
"Apa kedatangan saya terlambat Mr. Graham". tanya William ibaratnya itu menggunakan bahasa inggris
"Oh tidak Mr. William baru saja saya tiba di ruangan".
"Oh begitu ya ya boleh dimulai meetingnya Mr".
"Baik lebih cepat lebih baik, karena di rumah sedang ada yang menunggu".
"Hahaha saya pun juga sama merindukan istri saya yang jauh disana yang saya tinggalkan".
"Hoho rupanya anda sangat mencintai istrinya ya Mr William, baik mari kita mulai meetingny".
Rapat pun segera di mulai ,sementara di Sekolah Gibran sedang berada di kelas ya tentunya sedang belajar.
"Gibran kamu ke depan kerjakan soal ini, dan kalau bisa anda terangkan seperti kemarin yang dilakukan oleh Nabila". titah Guru, sementara Gibran tentu ia menuruti apa yang di perintahkan oleh guru tersebut
Gibran pun berjalan ke depan meski di umur yang masih belia tapi wajahnya sangat terlihat berkarisma, perempuan perempuan berada di kelas Gibran terpana dengan kegantengan Gibran tiada tara itu bak pangeran dongeng.
Singkat cerita Gibran dapat menyelesaikan soal itu dengan sangat lacar dan cepat, lalu ia pun mencoba menjelaskan di tempat semua teman temannya. Gibran terlihat seperti guru kecil yang sangat pandai menjelaskan, dan mungkin Gibran berkeinginan menjadi dosen ia lebih tertarik di bidang pendidikan daripada bisnis.
Semua yang mendengar penjelasan Gibran pun paham, karena cara dia menyampaikan semua materi itu sangat akurat dan jelas sehingga mereka yang tadinya belum paham mulai paham
Tak hanya mereka, Nabila pun terpesona pada Gibran namun ia hanya menganggumi tanpa ada rasa apa pun padanya tidak ada cinta sedikit mungkin belum tapi tidak kalau udah besar.
Sementara Di Kampus
Rizky saat ini sedang presentasi tentang materi yang di tugasi oleh dosen perkelompok,Kebetulan kelompok Rizky ditunjuk oleh dosen sebagai presentasi berikutnya setelah 2 kelompok lain yang sudah presentasi.
Saat giliran kelompok Rizky yang memang isinya cowok cowok terpopuler di Kampus dan mereka adalah sahabat sahabat Rizky, semua wanita disana mendecak kagum pada mereka. Apalagi ada Rizky mereka semua tak bisa berkedip saat Rizky sudah presentasi aura kepintarannya pun terpancarkan dari wajahnya
__ADS_1
bersambung....