
"Ya udah Gibran mau berubah deh, eh Bun besok aku mau minta ijin".
"Loh koq ke bunda, ke ayah lah".
"Kalau ke ayah pasti di ijininlah bun, beda kalau sama bunda di tanya dulu bla bla bla".
"Ya kan wajar gibran, namanya juga ibu sendiri pasti khawatir lah, apalagi ya jaman sekarang banyak anak anak muda suka banget buat onar".
"Ya aku gak bakalan begitulah bun".
"Ya udah kamu mau ijin kemana". Tanya Syahilla
"Aku mau ijin berkemahan, karena nanti besok aku mau kemah bun di bogor". Jawab Gibran
"Apaaa? Kamu koq ngedadak sih Gibran, ya ampun nak nak. Bunda kan belum nyiapin baju kamu belum nyetrika segala macam ampun ya Tuhannnnn Gibrann ihh kenapa gak dari kemarin aja sih hmm".
"Hehehe so sory bun, sebenanrya ini udah 2 minggu sih".
"Astaga nak, aduhh bang anak mu loh ahh aku pusing bang ni anak nakalnya kaya siapa sih".adu Syahilla pada Reza
"Aduh sayang ngapain kamu ngeluh gini sih, kan kamu sekarang jadi nyonya punya pelayan ya tinggal nyuruh pelayan aja sayang, kenapa kamu yang jadi pusing gini sih".Reza dengan menyerengitkan dahinya
"Haaa... Eh ya ya ampun hahahha aku kira di kampung, hahha kayanya otakku udah eror bang hehehe". Canda Syahilla
"Emangnya waktu di kampung Gibran suka bikin kegaduhan".
__ADS_1
"Ya bang, Gibran kalau main di luar suka lupa waktu bang, pergi pagi pulang sore hari aduh jadi dagangan Shahila lagi yang nganterin punya bujang satu ini hobinya liar bang".adu Syahilla sambil melirik ke arah Gibran dengan tatapan sinisnya
"Lah liar emang dia main kemana". Tanya lagi reza
"Ke hutan bang ke sawah, datang datang ada aja yang di bawa sama dia bang buat koleksi katanya".
"Emangnya bawa apa sih". Tanya Lagi Reza sekilas melirik ke arah Gibran yang memasang wajah datarnya
"Datang datang bawa uler, kelinci, kucing tapi semua pada mati dan abang harus tau mereka mati itu karena sama Gibran di gorok lehernya ya berceceran kemana mana ke baju aduuhhh ni anakk kenapa kaya gini".
"Hahahahaha, Gibran gibran".
"Apaan sih bunda itu udah lama kejadiannya pas aku umur 3 tahun".decak kesal Gibran
Diruangan itu masih ada dokter dan kedua suster yang sedang menyaksikan keluarga Reza mengobrol terutama Syahilla yang sedari tadi berbicara.
"Apaaahhh 3 tahun". Teriak Sustter dan Dokter
"Kenapa dokter kamu baru tau ya kalau seperti Ayah seorang psikopat dini hahaha". sinis Gibran lalu dengan di akhiri gelak tawa
"Kkkalau begitu saya permisi, huhhh bener bener keluarga ya aneh".pamit dokter lalu diakhir kalimat ia lirih. Namun lirihannya di dengar oleh Reza
"Keluargaku memang aneh ya, Ah ya keluarga kita memang aneh, gua baru sadar itu".gumam Reza yang ternyata Syahilla dengar karena mereka berdekatan
"Hah ya bang bener , aku juga baru sadar kalau keluarga kita ini aneh, tapi itu semua karena kamu bang ". Ujar Syahilla terus langsung menatap tajam pada Suaminya lalu menuduhny
__ADS_1
"Koq dari aku sih sayang".tak terima Reza
"Ya kamu sendiri punya jiwa psikopat, turun ke anak anak untuk ke istrinya gak turun".cecar Syahilla
"Yah gak turun, tapi kamu mampu mencetak keturunanku".Canda Reza
"hufff semoga baby Sheila gak turun deh jiwa Psikopat, kalau memang ya maka keluarga kita memang di cap keluarga aneh".
"Hahahaha".
"Puas banget kamu ketawa bang, nanti baju abang yang ngotorin karena banyak darah dan pasti aku yang bersihin".
"Kamu gak takut sayang, aku kira kamu takut sama abang makanya abang gak pernah ngasih tau yang sebenarnya ke kamu loh".
"Hmmm takut sih, tapi aku paham koq kamu melakukan itu karena merasa terusik kan".
Mendengar itu Reza langsung memeluk Syahilla, ia bener bener beruntung mempunyai istri yang sangat mengerti dengannya.
*Kamu memang satu satunya orang yang paling mengerti keadaanku, jadi tolong jangan tinggalkan aku sayang, aku sangat beruntung mempunyai kamu, meski awal pertemuan ada kesalahan, tapi ketahuilah bahwa inilah yang dinamakan takdir".
Syahilla tersenyum, padahal dia hanya mengatakan seadanya. Namun tak diduga jika respon suaminya begitu antusias
"Aku tidak tau orang lain memandang kamu seperti apa di luar sana, mereka hanya melihat dari sudut pandang mereka yang hanya mendengar dari omongan yang belum tentu mereka mengerti, aku memang tidak pernah menilai seseorang tapi aku juga punya rasa memahami seseorang yang kita juga sendiri belum tentu benar atau tidak ya setidaknya apapun yang kita dengar atau yang kita lihat jangan mengambil kesimpulan bahwa semua itu benar dicari dulu latar belakangnya ".ujar panjang lebar Syahilla,mendengar itu lagi lagi membuat Reza kian sangat bersyukur sekali pada istrinya
"Kamu memang berbeda sayang, aku aku makin makin menyayangimu".
__ADS_1
Setidaknya jangan saling menjudge atau saling menuduh hal hal yang belum tentu sesuai dengan di dengarkan.
Bersambung