
Silva pun langsung meninggalkan kantin elit ini, Saat ia keluar kampus ia melihat bahwa banyak sekali makanan di gerobak
"Wahhh ada tukang batagor beli ah". antusias Silva melihat dagangan roda kami lima
"Banggggg neng beli batagor 5000 bisa gak". seru Silva
"Bisa atuh neng, mau 2000 juga bisa, tenang abang mah tidak akan mahal mahal hehehe".
"Kalau gitu neng mau satu ya bang 5000 aja, semoga abang sukses lancar rezekinya bang".
"Amiin ya Allah neng baik banget ya semoga neng bisa dapet jodoh yang terbaik".
"Hahahah ya amiin".
Silva pun duduk di bangku sembari menyantap makanannya, namun tiba tiba saja ada yang tak sengaja terjatuh tepat di depan Silva melihat itu sontak Silva terkejut tapi tak kalah terkejut saat mendengar suara dingin seseorang
bug
"Kau rupanya mau cari mati ya". dingin pria itu dan ternyata ia adalah Rizky, karena saat di kantin ia sedang bertengkar dengan lelaki tersebut
#Flashback
Monika dan Ica sedang berjalan mendekati meja Rizky, dengan gaya angkuhnya Monika berkata dengan nada dibuat lembut
"Hai boleh saya dan temen saya di sini". Pinta Monalisa,hal itu membuat ke 7 pria tersebut yang sedang berbincang seketika menoleh ke asal suara tersebut
"E e boleh di sini". ucap Monika lagi, sementara mereka ber7 hanya memasang wajah datar menghiraukan Monika. Hal itu tentu membuat Monika geram, lagi lagi ia menawarkan namun dengan nekat Mona langsung duduk di dekat Rizky dengan santainya ia mendorong Ipang berada di samping Rizky, membuat Ipang melotot ia ingin menjabak rambut Mona namun ia di cegah oleh Rizky.
"Hay Rizky".sapa Mona dengan nada sok imutnya
"hai juga Mona". balik Rizky dengan dingin, ya Rizky tau Monima sebagai primadona di kampus dengan dijuluki perempuan tercantik dan terkaya sama halnya dengan Rizky tampan kaya raya namun bedanya dia sangat cerdas bukan cerdas jenius malah
Rizky dan Monika meski sama sama dari kalangan atas namun mereka beda, Monika meski terkenal kaya cantik namun sikapnya yang arogan dan juga sangat suka membully beda dengan Rizky dia kaya tampan dingin jenius dan ia paling anti dengan perempuan. Jika satu sentuhan pun maka ia akan marah dan memotong langsung jarinya.
Tapi kali ini Monika yang seenaknya memegang pundak Rizky membuat Rizky naik pitam namun ia tahan karena melihat situasi yang saat sedang berada di kantin namun tiba tiba saja
brak
Tiba tiba saja ada yang menggebrakan meja dengan keras membuat, semua orang berada di kantin pun terkejut, tentunya ketujuh pria itu termasuk Reza dan juga kedua wanita gila ini sama hal terkejut, karena memang orang itu menggebrak meja yang Rizky tempat tentu saja mereka sangat terkejut
"Anjing lu ya, ngapain lu deket deket pacar gua"
"Pacar?". ucap Rizky Dengan bertanya mengulangi kata Pria itu dengan nada yang heran, hal itu Monika memucat dan langsung mengelak dengan paniknya
"A apa ti tidak i itu tidak benar dia bukan siapa siapa koq". elak Monalisa namun wajahnya terlihat panik, mendengar itu Pria itu langsung menghampiri Rizky untuk memberikan bogem namun belum mendarat sudah di tahan oleh Rizky dengan muka datarnya ekpresi yang dingin , lalu ia menarik tangan pria itu kemudian ia tarik kerah baju Pria itu lalu ia bangkit segera pergi meninggalkan tempat tersebut di ikuti dengan 6 sahabat dan 2 si wanita itu.
Tentu kejadian itu menjadi pusat perhatian mereka yang berada di kantin tersebut
#Flasback off
bug
bug
bug
"Wanita kaulah yang telah mencoba menggodaku".dingin Rizky sambil terus memukul Pria itu di depan semua mahasiswa dan itu tepat sekali di hadapan Silva yang sedang duduk di bawah pohon sambil makan batagor.
"Akhhh berhenti iblis". teriak pria itu, karena ia tak sanggup lagi menahan sakit, tiba tiba saja Monika datang untuk melerai kejadian itu, karena menurut mahasiswa kejadian ini karena perebut Monika. Tentu Monika dengan pd nya ia langsung turun untuk menemui mereka, namun ternyata malah dirinya di permalukan oleh Rixky
"Kenapa kamu kesini". datar Rizky menatap tajam pada Monika
"Tentu aku mau ingin memisahkan kalian berdua". ucap Monika dengan yakinnya, Rizky mendengar itu langsung tersenyum sinis
"Kau keliatan pede sekali Monik, kau itu hanya seorang j4l4ng yang pandai merayu di setiap lelaki". sarkasa Rizky dengan lantangnya ia berkata begitu sehingga membuat semua mahasiswa tertegun yang tadinya memuji Monika kini timbal balik mereka langsung memandang sinis, di tengah mereka sedang berbicara keburukan Monika justru Silva bingung tidak mengerti mereka katakan
"Mereka ngomong apa sih, ah gini nih hidup di kota tapi mau bagaimana demi mamah dan adek di kampung dan juga bapak yang di surga harus mencapai keinginan orang tua". bathin Silva karena ia tengah melamun bahkan tanpa sadar ia menggorogoti plastik batagor, dan itu menjadi pusat perhatian oleh keenam sahabat Rizky salah satunya ia menegur Silva
"Oy".
Tidak ada Respon
"Woy".
Karena kesal orang itu langsung menepuk pundak Silva sambil orang itu berteriak membuat mereka yang sedang asyik menjulid Monika tiba tiba diam dan teralihkan oleh suara tersebut
"Woy". teriak pria itu dan ternyata pelaku Ipang, karana Silva kaget ia pun langsung latah
"Eh ada apa ini ada apa ada orang gila".
"Ya ada orang gila".
"Hah mana orang gila".
"Lu"
Silva terdiam sejenak ia melihat telunjuk ipang mengarah ke dirinya seketika dia langsung
"Eh kamu kurang hajar masa aku disebut orang gila, jelas jelas aku waras gini di sebut orang gila, kalau orang gila mah yah dia itu gak bisa belajar". protes Silva dengan nada logat sundanya, hal itu membuat Ipang menahan tawanya semua mahasiswa ikut sama menertawakan Silva tak terkecuali Rizky
"Oy lu sadar gak lu dari tadi makan plastik yang udah kosong". ucap Ipang dengan lantangnya
Silva pun sontak melihat ke arah tangannya benar saja ia dari tadi makan plastik dengan malu bahkan wajahnya sudah memerah, seketika Ipang langsung tertegun melihatnya
__ADS_1
"Iih koq kamu gak bilang dari tadi".
"Eh gua dari tadi udah ngomong ya gak guys".
Mereka semua mengangguk tentu hal itu membuat Silva menunduk karena sudah tak tahan menahan malunya
"Eh eh ya ya udah kalau gitu terima kasih ya aku ke kelas dulu bye". ucap cepat Silva dengan menunduk kemudian dengan cepat ia ingin pergi namun langsung fi cekal oleh seseorang
"Tunggu dulu". Kevin
Karena Silva tak pernah memegang tangan pria lain hal itu membuat Silva ditepis
"Ma ma af, a aku ti tidak bi biasa di di pe pegang oleh seorang pria". bata bata Silva sambil menunduk kepala karena ia tak berani menatap mereka. Tentu mendengar itu Rizky yang tadinya berada di hadapan Monika kini berjalan menghampiri Silva yang sedang nunduk kepala. Kevin yang sudah mencegah apalagi menahan tangan Silva ia langsung menjadi salah tingkah
"So sory gua gak tau".
"Ya tidak apa apa, ya tadi apa kenapa kamu mencegah ku?".
"Ee ka kamu siapa namanya".
"Oh a aku Silva"
"Oh Silva, kenapa kau ke sini dan sepertinya tidak kenal dengan kami".
"Ya memang saya baru masuk dan juga memang saya tidak kenal dengan kalian, emang kalian siapa".
Hal itu membuat Rizky dan lain saling memandang, masih saja ada yang tidak mengenal mereka namun itu artinya Silva tidak tertarik dengan mereka.
"Oh apa jangan jangan kalian artis, tapi aku memang belum pernah ngeliat di koran karena di kontrakan aku gak ada Tv".
"Apa ngontrak".
"Ya aku ngontrak karena aku ini dari bandung aku merantau ke sini untuk kuliah".
"Kalau gitu bandungnya dimana biar aku bisa langsung ke rumah".
"Mau ngapain".
"Mau ngelamar".
pletak
"Bukannya lu mau nungguin adiknya Rizky"
"Kan gua gak tau adiknya cewek atau cowok lagian nunggunya lama".
"Ya elah".
"Akhhh maaf aku ke kelas kayanya aku harus buru buru".
"Ya kakak".
"Oh my god kayanya aku harus mencari datanya".
"Dia harus jadi milik gua".
"Gak gak,,,, enak aja dia milik gua".
"Woy tunggu dulu sebelum itu, kita selidiki perempuan itu, dan untuk lu Monika Jangan coba coba lu seenaknya sebelum itu Kevin Sion". cegah Rizky kemudian ia berkata dengan nada dingin pada Monika
Mereka berdua pun mengangguk tandanya mereka mengerti apa tujuan Rizky lalu mereka berdua langsung menyerengai iblis membuat bulu gudug Monika langsung berdiri, dengan sigap mereka berdua langsung menarik lengan Monika tentu Monika berontak dan itu di saksikan oleh mahasiswa mahasiswa yang akan memasuki kelasnya masing masing
Sementara kelas Silva
"Silva kamu tadi ngobrol sama geng seven killer".
"Seven killer itu apa?".
" Itu loh tadi sama kamu ngobrol di taman".
"Oh pas tadi berantem sama cowok pacarnya kak Monika ya, emang mereka siapa aku gak tau siapa mereka".
"Ya ampun Silva ketinggalan jaman amat sih, mereka itu kelompok geng Seven Killer terdiri dari 7 orang dan namanya pun killer berarti mereka itu terkenal dengan geng yang terkejam".
deg
Silva mendengar itu langsung menegang, seketika seluruh tubuhnya langsung membeku
"Geng??... kejammm?. apa mereka berbahaya".
"Apa mereka preman?".
"Ya kaya gitu lagi sih".
"Ta tapi koq bisa di kampus ini ada orang berbahaya seperti itu".
"Ya habis mau gimana lagi orang yang punya kampusnya aja ketua geng itu".
"Hah".
Silva semakin tegang, sepertinya Silva merasa bahwa kampus ini tidak nyaman untungnya
"Tapi tapi me mereka baik gak".
__ADS_1
"Ya kalau kamu gak macem macem ya gak apa apa, ya ampun kamu koq mukanya pucat banget padahal aku lihat mereka menyukaimu deh koq panik gitu sih".
"Ya aku takut aja sih, hahaha ya sih aku liatnya mereka baik koq, apa tadi salah satu korban yang dipukuli oleh salah satu dari mereka itu sebagai contoh peganggu geng itu".
"Itu contohnya, kau tau sendiri kan monika tuh playgril".
"Apa itu Playgirl?".
"Ya ampun Silva".
Sementara Silva hanya menyengir kuda
Di tempat lain
Rizky keenam sahabatnya dan 1 perempuan yang di seret oleh Kevin dan Sion secara kasar
"Rizky tolong, aku minta maaf".
"Lemparkan".
Dug
"Akhhhh".
"Ikat kedua tangannya di kursi dan siapkan alat yang sering aku gunakan untuk menghukum seseorang yang beraninya menyentuh terutama perempuan".
deg
Monika bingung ia harus berkata apa, hingga matanya terbelakak melihat apa yang di bawa oleh sahabat Rizky, yaitu meja dan palu
"A apa itu ka kalian mau lakuin apa ke gua"
"Menurutmu".
"Ya tentunya membuat kedua tanganmu buntung hahahaha".
Semua tertawa kecuali Rizky ia terus saja menatap tajam pada Monika yang sedang ketakutan tiba tiba ia menyeringai
"Lakukan sekarang".
"Lu gak ikut Ky?".
"Najis gua bersentuhan sama jal@ng kek dia".
"Eh kevin mending suntik obat kuat aja, terus kita vidiokan lalu kita sebarkan hahaha".
"Bener bener ide lu Sion ayo gercep".
"Ya udah sana ayo, gua nyari obat itu dulu".
"Bajingan brengsek kalian".
"Cuih".
"Lu pantes di gituin".
Tanpa menunggu lama mereka langsung melucuti seluruh kain yang menempel di tubuh Monika tidak lupa mereka merekam video tersebut.
Sementara Rizky hanya menjadi penonton sambil merokok dan minum wine, sesekali ia melihat hp karena saat ini ia sedang mengawasi mansionnya karena ia khawatir pada Bundanya. Namun tiba tiba saja ia teringat wanita tadi lalu ia pun memanggil Ardhi
"Di gua pinjam laptop lu lah".
"Lah buat apa lu minjem laptop gua".
"Ya buat nyari identitas cewe tadi yang namanya Silva".
"Wah bray lu licik banget itu gebetan gua".
"Apaan sih lu kev, urusin tuh si Jaalang".
Kevin hanya pasrah ia pun melanjuti tujuannya, Monika terus saja memberontak namun saat mendengar Silva ia langsung membulatkan matanya dengan enteng Monika berkata
"Rizky kenapa kamu nyari idenititas si cewek kampung itu hah". teriak Monika sehingga membuat semua lelaki terutama Rizky langsung menghampiri dengan sigap ia langsung menarik rambut Monika tentu hal itu membuat Monika kesakitan
Akhhhhh Akhhhh
"Ri rizky le lepaskan a aku mo mo hon aakkhhhh". teriak Monika
"Bisa jaga ucapanmu, lakukan sekarang suntiknya, dan lu Nathan jangan lupa edit videonya sisanya silahkan menikmati tubuhnya".
Monika terus berteriak teriak mereka tak peduli teriakan itu
Rizky pun melanjutkan pencarian identitas yang kini ia berada di kursinya sambil memangku laptop milik Ardhi, tak perlu sejam ia langsung dengan cepat menemukan idenititas milik Silva
Ternyata nama lengkapnya Silva Laila Sari usia 18 tahun umur sama dengan Rizky namun bedanya Rizky dan keenam temannya memiliki otak yang cerdas jadi saat ini Rizky berada di semester 5 sementara Silva sebagai mahasiswa tingkat pertama ya memang usia sewajarnya jika usia itu sudah duduk di bangku kuliah.
Jadi Silva memang sebagai seorang wanita biasa kemampuan biasa jadi tidak ada yang istimewanya. Namun ia bisa masuk ke universitas karena memang dia masuk jalur SBMBTN, tak ada yang menarik dari Silva namun yang menarik bagi Rizky, ia memiliki kepribadian yang sederhana, Silva sebagai anak pertama dan memiliki adik yang masih kecil usia 2 tahun dengan jenis kelamin Laki laki, sayangnya dia hanya anak yatim karena ayahnya telah meninggal saat ayahnya sedang bekerja tapi ternyata jantungnya mulai kambuh dan tak lama meninggal di tempat.
Memang ayahnya sudah lama mengidap penyakit ini, dan itu sebelum waktunya adik Silva lahir jadi bisa dipastikan Ibunya tengah mengandung namun sudah di tinggal dulu oleh suaminya.
Keluarganya Silva memang sederhana, namun tetangganya menyukai keluarga ini karena terkenal sangat baik ramah dan juga sering memberikan mereka makanan.
Meski ada aja tetangga yang berjulid namun mereka hanya menghiraukan saja.
__ADS_1
"Ternyata kehidupanmu unik sekali Silva". bathin Rizki sambil menatap layar laptop ia tak peduli suara laknat temannya temannya yang sedang menikmati tubuh monika. Karena mereka memang seorang cassanova kecuali dirinya
bersambung