Keluarga Yang Aneh

Keluarga Yang Aneh
Menyiksa


__ADS_3

Maaf author jarang up karena sedang sakit dan juga sedang sibuk


...****************...


Kini Mansion Reza sangat ramai karena ada 3 bayi yang sedang pertandingan lomba panduan suara


Ya saat ini ketiga bayi sedang menangis, entah kenapa mereka menangis. Membuat pengasuh dan semua penghuni mansion dibuat pusing


Sementara kedua orang tuanya dan kedua kakak kakaknya sedang tidak ada di Mansion karena mereka bereempat sedang berada di pesta pernikahan.


"Aduh, non Sheila jangan nangis ya nak nanti bentar lagi Bunda pulang".


"Owekk owekkkk".


"Udah udah ya kan ada mbak disini jangan nangis ya".


owek owek owek


Mereka tetap menangis meski sudah di timang kesana kemari oleh para asuh mereka. Yang membuat 1 pengasuh tersebut geram pada ketiga bayi tersebut


"Ishhhh kalau bukan anak tuan kejam akan ku cekek".


"Husss kamu ya".


"Habisssnya aing greget"


Sementara tempat lain


Syahilla sedari tadi tak bisa diam, ia mau makan hidangan merasa tidak enak


"Ada apa sayang".


"Bang ayo kita pulang, kita ninggalin bayi bayi kita mereka pasti menangis".ajak Syahilla dengan raut wajahnya yang khawatir


"Ekhem ayo kita pulang Abang juga sama memikirkan mereka". mensetujui ajakan Syahilla karena dirinya pun juga sama mengkhawatirkan bayi bayinya


Lalu pasutri (pasangan suami istri) menghampiri kedua anaknya yang sedang duduk bersantai memainkan hp masing masing


"Gib, ky ayo kita pulang".


"Ya ayo bun, Gibran bosen disini".


"Apalagi ninggalin adik adik bayi iky bun".


"Ya makanya kita pulang".


"Ayo kita menemui kaloge Ayah dulu buat pamit masa kita kabur gitu aja gak sopan itu" .


Mereka bereempat sudah berada di depan kaloge untuk mengucapkan selamat dan juga pamit


"Tuan Nathan".


"Oh hallo tuan Reza terimakasih sudah mampir ke acara pernikahan anak saya".


"Ya terimakasih, saya juga terimakasih atas hidangannya namun maaf sekali saya harus pamit tuan Nathan".

__ADS_1


"loh loh kenapa buru buru".


"Saya punya bayi tuan, jika di tinggal kelamaan kasian".


"Oh anda memiliki anak lagi oh tuhan, selamat untuk tuan dan nyonya ya wah sekarang di Mansion anda pastinya sangat ramai sekali ya, silahkan kalian segera pulang".


"Baik terimakasih, dan ya maaf saya beserta keluarga tak bisa berlama lama mari".


"Tidak apa apa silahkan". Ramah Tn. Nathan


Mereka berempat pun segera meninggalkan tempat tersebut


Kini tak berselang lama akhirnya mereka sudah sampai di Mansion



Dan benar saja baru saja sampai terdengar tangisan Sheila


Syahilla pun berlari masuk ke Mansion dan diikuti oleh ketiga pria kesayangannya yang ikut berlari


"hosh hossh ,,,,,,,dek Sheila".atur nafas Syahilla dengan sigap Syahilla langsung mengambil putrinya yang sedari tadi menangis


"Oweek mmmmm".


"Maaf bunda ya nak ninggalin adek ama abang Gio dan Rifal".


"Maaf cantiknya ayah ninggalin kamu sampe nangis kini ,Apa kedua jagoanku tidak menangis".


"Mereka menangis tadi namun setelah tuan dan nyonya pulang mereka langsung berhenti".


"baik Ayah". Patuh Rizky, kemudian mengambil Gio " hey kembaran abang". Kata Rizky,


"Bang gantian ya nanti". Gibran


"Emangnya lu bisa gendong". mengejek Rizky pada Gibran dengan tatapan remehny


"Ya bisalah Bang". dengan percaya diri nya Gibran


Semua para pengasuh ketiga bayi tersebut akhirnya bisa melepas lega karena majikannya sudah ada pulang.


Malam hari


Gibran dan Rizky sedang berada di markas entah sedang apa di sana, dimana mereka berada di ruangan yang terdapat banyak sekali tengkorak tengkorak manusia dan juga bau amis yang menyengat di seluruh ruangan tersebut.



Namun tak membuat mereka jijik malah mereka menyukai cairan warna merah. Apalagi saat cairan itu masih segar dan mengalir di kulit mereka semakin membuat menyukai dan ingin lagi dan lagi cairan itu memenuhi di tubuh mereka


Srekkkkkkkkk


"Hahahaha ini sangat menyenangkannn bukan bang Rizky hahahaha". Gelak tawa Gibran yang menakutkan sehingga membuat anak buah Reza tersebut bergidik ngeri


"Hahahha kamu benar Gibran, ayo potong aja tangan kanannya terus di cincang".


"Hmmm tapi abang congkel mata nya ya, hmm ah enaknya pake ini aja deh mesin ini gimana bang".

__ADS_1


"Terserah".


Mereka berdua sangatlah kejama percis seperti ayahnya. Sementara orang yang mereka siksa sedang bergemetaran takut apalagi melihat mesin tersebut telah di aktifkan.


"ja ja jangan la lakukan itu tuan muda".


"Ck. Paman harus menerimanya suruh berkhianat pada ayah kita berdua jadi jangan salah kami jika paman telah membuat harimau pada diri ayah terbangun". Gibran


"dan untuknya bukan Ayah yang menyiksa paman tapi kami, mungkin jika Ayah yang turun tangan pastikan anda akan hidup namun akan tersiksa tentunya dengan Ayah". sarkas Rizky dengan seringai iblisnya membuat pria itu bergemetar hebat


Lalu Gibran pun langsung melanjutkan penyiksaannya dan akhirnya kedua kaki pria itu terpotong kemudian Rizky mencokel mata kanan Pria lalu


"Makan". dingin Rizky dengan sorot mata tajam pada pria tersebut


deg


Pria itu geleng geleng, ia tak akan mau memakan matanya sendiri, seketika membuat darah Rizky mendidih dengan cara paksaan akhirnya pria itu memakan namun tidak di telan malah pria itu seperti ingin muntah namun Rizky langsung melototi tak lupa ancam yang diberikannya


"Kunyah!!!!". bentak Rizky


"Jika kamu mengunyah maka keluarga paman akanku lenyapkan hingga tak tersisa"


deg


Pria itu ketakutan sekali dan akhirnya ia makan dengan terpaksa. Rixky melihat itu tersenyum puas kemudian ia beralih pada gibran


"Gib, gimana nih mau dilanjutin".


"Gak ah gua cape,bakar aja tubuhnya apa udah disiapin bang".


"Udah dong". Rizky


"Ya udah kalau gitu, hai kalian berdua".


"Siap tuan Muda Gibran".


"Buang dia pembakaran yang sudah disiapkan". titah gibran


"Baik"


Dan mereka pun menggontong tubuh pria tersebut meski sempat memberontak namun tenaganya sudah lemas dan akhirnya pria itu pasrah menerima nasibnya


Sementara Rizky dan Gibran mereka saling bertos ria, kemudian segera menghubungi Reza


📞"hmm bagaimana". Tanya Reza di sebrang sana


📞"Kita berdua berhasil ayah". Jawab Gibran


📞"Bagus, kalian berdua sangat hebat tunggu ayah di mansion yah".


"Baik ayah". Srentak Gibran Rizky


tut


Mereka pun mengakhiri panggilan tersebut, dan kedua nya langsung pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih menghilangkan bau amis dan juga darah darah yang menempel di tubuh mereka

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2