Keluarga Yang Aneh

Keluarga Yang Aneh
Syahilla hamil lagi


__ADS_3

1 bulan kemudian


Dikantor Graham Company sedang di adakan rapat tentu yang akan dipimpin oleh Reza. Namun saat dirinya sedang presentasi tiba tiba ia merasa pusing dan perutnya merasa mual.


"Bagas kau lanjut aku ingin ke toilet dulu".


"Ya Ampun tuan kau kelihatan pucat".


"Aku tidak tau aku merasa pusing aku ke toilet karena perutku merasa mual".


Reza bergegas keluar sementara karyawan melihat gelagat aneh pada tuannya merasa heran tiba tiba


"Maaf sebelumnya rapat yang dipimpin oleh presidir digantikan oleh saya dikarenakan beliau tidak enak badan".


kini Rapat pun berjalan dengan baik sementara Reza.....


Huekkk huwekkk huwekk


"Ya ampun kenapa aku begini sih". lirih Reza namun tiba tiba ia langsung teringat bahwa dirinya pernah mengalami hal serupa dan seketika mukanya yang tadi suram berubah jadi cerah.


"A apa Syahilla hamil". ucap Reza dengan suara pelannya serta wajah bersinarnya karena ia menduga dan sangat yakin bahwa Syahilla saat ini hamil dengan senyum lebarnya, kemudian ia pun segera keluar dari toilet menuju ruangannya dan ternyata sudah ada Bagas di ruangannya . Bagas pun menghampiri tuannya lalu membungkuk dan berkata


"Tuan apa sebaiknya kita panggil dokter". ucap dengan wajah khawatir Bagas pada Reza


"Ya kau panggil dokter kandungan". cepat Reza memerintahkan dokter kandungan yang harus dipanggil, namun itu membuat Bagas menyeringitkan dahinya karena heran kenapa manggil dokter kandungan.


"Ha? dokter kandungan". bingung Bagas,


"Ya cepat kau panggil dokter kandungan ke Mansionku dan kita pulang sekarang" desak Reza


"Ta tapi tu tu".


"Sudah ayo kita pulang oh ya sekalian kita jemput Gibran dan Rizky di sekolah dan dimarkas". potong ucapan Bagas oleh Reza karena ia ingin buru buru pulang ke mansion


"Baiklah tuan". pasrah Bagas karena selalu didesak diburu buru oleh bos dinginnya itu


Kini tak berapa lama akhirnya Reza dan kedua anaknya telah sampai di mansion tentu saja Bagas setia mengikuti kemana pun tuannya pergi kecuali saat tidur mandi dan makan. Rizky dan Gibran heran kenapa ayah terlihat buru buru sekali.


"Ayah kenapa sih aneh hari ini bang".bisik Gibran lada Rizky


"Abang pun mana tau gib".jawab balik bisik Rizky dengan mengangkat bahu, lalu mereka berdua pun akhirnya sama sama tidak tau apa yang terjadi pada ayahnya.


Sementara Syahilla berada di ruang tv terkejut mendengar mobil sang suami, yang biasanya sore hari sudah pulang namun baru jam 11 siang hari, kenapa sudah pulang, lalu tak lama Reza masuk dan langsung berteriak


"Sayang". Teriak Reza dengan kencang sehingga membuat Gibran dan Rizky terkejut mendengarnya


"Astaga ayah bisa gak sih teriak teriak untung saja aku gak punya penyakit jantung". kesal Gibran sambil memegang dadanya serta raut wajah garangnya pada Reza namun ayahnya tak peduli terus saja masuk ke mansion untul menemui Syahilla


"Gila nih ayah kesambet apaan dia". bathin Rizky dengan menggeleng geleng kan kepala yang sama menatap Rizky yang sedang menghamipri Syahilla


"Astaga abang bikin kaget aja gak usah teriak teriak bisa gak ha, lagian baru jam segini kenapa abang sudah pulang jam se,,, astaga abang muka abang kenapa pucat sekali".pekik Syahilla yang akan mengomeli namun ia kaget seketika melihat wajah Reza yang pucat. Sementara Reza mendengar kepanikan sang istrinya hanya tersenyum lembut pada sang dokter


"Apa dokter sudah datang". tanya Reza yang tak menjawab pertanyaan istrinya yang kini malah balik bertanya.


"Belum bang abang udah hubungi dokter". jujur Syahilla dengan wajah polosnya ia menanyakan kembali pada Reza yang memastikan bahwa suaminya sudah menghubungi dokter


"Ya sayang". yakin Reza sambil tersenyum senyum yang membuat semua melihatnya bergidik ngeri termasuk anak anaknya yang menatap aneh pada Ayahnya


Tengah asyik mereka kumpul tiba tiba suara bel berbunyi


Ding dong


Bel berbunyi, Syahilla segera menghampiri memebuka dan ternyata ada dokter cantik dan lumayan seksi pakaiannga, seketika pikirannya pun mulai tiba tiba negatif


"Anda Dokter yang di hubungi oleh suami saya".


" Ya Saya Marina nyonya saya dipanggil oleh tuan Bagas itu yang diperintahkan oleh tuan Reza".ucap ramah beserta senyum manisnya pada Syahilla


"Oh ya silahkan masuk". datar Syahilla


"Abang". bisik syahilla


"Ya sayang". Mesra Reza tak peduli tatapan mereka yang menjijik atau tidak ia tak peduli


"Abang sengaja kan nyuruh asisten abang dokter cewek pasti abang mau selingkuh ya". tuduh dengan mata medelik pada Reza, mendengar hal itu Reza tak terima


"Ya ampun sayang gak say". mencoba menjelaskan namun dipotong oleh istrinya yang sudah mulai menangis


" HuaaaaaaAbang jahat abang gak sayang lagi sama Syahilla hiks". teriak histeris menangis sejadi jadinya Syahilla , hal itu membuat Reza mengusap kasar wajahnya

__ADS_1


Gibran yang melihat bundanya menangis langsung menghampiri, dan mencoba untuk menangkan. Gibran yang memang sangat peka dan genius ia tidak akan langsung marah pada Ayahnya karena ini ada kesalahan pahaman menurutnya. Gibran sangat mengerti jika Bundanya itu selalu tidak berfikir secara jernih makanya dia langsung marah tanpa tau apa sebenarnya terjadi.


"Bunda jangan nangis dulu bunda , dengarkan Ayah ngomong, ayah kan belum selesai bicara". bujuk Gibran dengan menenangkan Bundanya, namun bukannya tenang malah ia dituduh membela Ayahnya


"Kamu belain Ayah dari pada bunda berarti Gibran sayangnya cuma buat Ayah aja gak buat bunda , koq sekarang Gibran pilih kasih sih". tuduh syahilla membuat Gibran kesal, dokter dan Bagas pun hanya menonton dengan ekspresi bengongnya.


"Cih, Ayah coba jelaskan siapa dokter wanita ini yah, supaya bunda gak salah paham". decak kesal Gibran pada bundanya, karena bundanya selalu saja belum paham


"Baik jadi dokter marina ini adalah dokter kandungan". Reza pun memenjamkan matanya karena ia harus sabar menghadapi sang istri yang memang agak kurang mengerti jadi ia pun menjelaskan dengan detail. Dan mendengar hal itu semua terkejut


"Apa dokter kandungan". Serentak Gibran, Rizky dan Syahilla mereka tercengang


"Ya dokter kandungan". ucap santai Reza, sementara Syahilla benar benar ingin menolak seketika ia sadar


"Eh Abang apaan sih aku gak ha.... eh".


Tiba tiba ia teringat bahwa sudah 3 minggu ya belum haid lalu seketika ia tutup mulut dan matanya terbuka lebar.


"A pa aku hamil". bathin Syahilla


"Kenapa sayang apa kamu sudah mengingay, yasudah mending kamu diperiksa oleh Dokter, ayo kita ke atas". ajak Reza sambil menggandeng tangan Istrinya


Mereka semua ikut ke atas tepatnya di kamar pasutri. Syahilla dibaringkan di kasur sementara Reza ia duduk disamping istrinya. Sedari tadi Syahilla sangat gugup dan terus saja berpegang tangan pada suaminya.


Sementara Reza menatap tajam yang terus saja melirik gerak gerik dokter Marina sehingga membuat dokter wanita itu gugup. Lalu dengan kegugupannya ia pun menanyakan dengan gugup


"Coba nyonya apa masih ingat kapan anda terakhir haid".


"3 minggu yang lalu ". jawab Syahilla dengan polosnya


"Coba anda ke kamar mandi dan lalu cek urin dengan alat tespek kehamilan ini". saran Dokter sambil menyodorkan tespek. Lalu Syahilla pun mengambil alat tersebut baginya ini adalah benda asing karena ia tak tau benda itu. Bahkan ia terlihat bingung


"Ha? eh aduh gak ngerti aku benda ini". cengang Syahilla dengan wajah bingungnya dan tanpa malu ia mengutarakan bahwa ia tak mengerti cara memakainya.


Mendengar istrinya yang tak kebingungan Reza pun langsung mengajak ke kamar mandi agar Reza yang langsung membantu cara memakainya.


"Sudah sayang ayo bersamaku saja, agar kamu tau caranya". lembut Reza pada Syahilla


"Eh ya udah". nurut Syahilla


Kini Reza dan Syahilla berada di kamar mandi, kemudian Syahilla mengeluarkan urinnya sementara Reza dengan cepat memegang tespek tepat di air seninya istri. Dan saat ia mengecek tespek itu di angkat, tiba tiba Reza membulatkan mata seketika wajahnya memerah dan ada buliran air yang masih ditahan pada matanya.


"Eh ini koq ada dua bang tandanya apa ini".dengan otaknya yang agak sengklek pada Syahilla dengan wajah polos dan cerobohnya ia malah menanyakan pada Suaminya. Tentunya Reza mendengar itu mendengus kesal ia ingin mencetak suasananya terharu malah tidak sesuai dengan harapan, malah membuatnya kesal namun untung sayang pada istrinya kalau tidak ia penggal kepala istrinya.


"Ya ampun sayang kamu ini wanita, masa tidak tau yang beginian kalau ada garis dua itu tandanya positif itu artinya kamu hamil lagi sayang". ucap datar Reza sambil menepuk jidat, kenapa istrinya ini bodoh sekali masa dengan hal ini istrinya tidak paham, lalu dengan sabar ia menjelaskan dengan jelas pada sang istri.


"Eh hamil? ". lagi lagi otak sumbatnya pekerja, bertanya kembali dengan wajah bodohnya Syahilla, sementara Reza menatap dingin namun hatinya ia sangat ingin sekali memakan gadis kecilnya ini. Sedetik kemudian Syahilla baru sadar bahwa dirinya hamil dan saat ini barulah ia menangis dan suasana haru akhirnya terjadi meski agak telat


"Tunggu tunggu a aku benar hamil, hamil abang aku hamil yeeh abang hiks hiks aku hamil lagi aku punya bayi lagi". bata bata Syahilla,Reza hanya mengangguk tanda bahwa itu jawaban benar. Syahilla pun menangis sejadi jadinya langsung memeluk Reza dengan eratnya, Reza pun membalaskan pelukannya dan tak kalah erat. Reza pun mengelus punggung istrinya dengan lembut sambil berkata


"Ya sayang ayo keluar kita perlihatkan pada kedua anak kita". ucap lembut Reza sambil melepaskan pelukannya


"Ya bang".


Kini kedua sejoli keluar dari kamar dan terlihat wajah mereka tampak bahagia. Kedua anaknya melihat orang tua nya langsung saja gibran berbicara lalu disambung dengan Rizky


"Bunda apa bunda..". ucap Gibran di gantung dengan cepat Rizky mengatakan


"Hamil" cepat Rizky.


Mendengar itu tentu dengan perasaan senang dari kedua orang tua itu, Syahilla dengan mantap mengatakan


"Ya bunda hamil lagi". lantang Syahilla, sungguh saat itu Gibran mendengarnya bener bener senang dan langsung meloncat loncat ke kasur. Hal itu membuat mereka geleng geleng kepala melihat tingkah laku Gibran yang itu hal wajar bagi usianya


"Yeahhh akhirnya aku punya adik". pekik Gibran sambil meloncat loncat kasur lalu ia pun langsung melompat dan memeluk Syahilla


"Selamat ya nyonya atas kehamilannya nanti besok anda akan periksa ke rumah sakit saja karena lebih banyak peralatan yang lengkap disana termasuk jika ingin mengecek kehamilannya dengan usg". ucap lembut dokter pada kedua orang tua itu siapalagi kalau bukan Reza dan Syahilla.


"Tapi dokter koq aku gak ngerasa muntah muntah atau ngidam yang aneh aneh gitu dok, gak kaya ibu hamil lainnya gitu". dengan wajah bingungnya Syahilla


"Ya jelas lah kamu gak ngidam gak muntah orang suamimu ini yang semua ngejalaninnya layaknya ibu hamil yang dilakukan ". cibir Reza pada Syahilla.


"Eh koq bisa sih, koq bisa ke abang ya, kan aku yang hamil, koq bisa dokter". masih dengan kebingungan langsung ia tanyakan dokter wanita.


"itu namanya morning sikcness simpatik, bisa jadi suami anda mengalami hal serupa yang dialami ibu hamil tentunya itu berlaku pada saat hamil saja jika sudah lahir maka hal itu tidak akan terjadi". penjelasan Dokter dengan sabar


"Eh gitu pantesan aja waktu aku hamil gibran juga sama kaya gini gak pernah ngerasain muntah dan hal hal aneh lainnya, eh tunggu itu berarti itu sama dilakukan oleh Abang saat inibang?".


"Ya sayang". dengan lembut

__ADS_1


"Ya ampuun, tapi sepertinya tuhan adil padaku hahaha tuhan sayang padaku".ucap Syahilla yang awalnya tampak tak percaya namun pada akhir kalimat ia mengatakan bahwa tuhan adil. Namun Reza langsung mencibir sambil melihat Syahilla dengan senyum smirknya


"Ya saking sayangnya, waktu lahir mereka akan mirip dengan ayahnya". cibir Reza


"Eh ya ya, ahh sama aja dong". dan ia membernarkan ucapan Reza ia pun sadar dan akhirnya ia frustasi tak terima dan lagi lagi ia hanya pasrah saja. Hal itu membuat mereka tertawa sungguh jahat sekali bagi Syahilla


Hahhaha


Saat tertawa sudah mereda, dokter pun buka suara karena ia harus pamit


"Kalau gitu saya permisi dokter". pamit dokter


"Hmm untuk obatnya biar asisten saya yang tembus


"Baik tuan saya permisi". pamit Dokter dan Bagas.


Setelah kedua itu pergi, Gibran langsung teriak lagi


"Ye asyik dong aku punya adik". girang Gibran


"Wah makin rame nih mansion hahaha makin banyak adik makin seru di jahil upss". ucap santai Rizky tanpa dosa namun akhirnya ia menyadari langsung ia menutup mulutnya


"Rizky kau ini dasar mentang mentang anak sulung ya". kesal Syahilla mengomeli Rizky


"Hahaha sory bun, tapi asyik loh punya adik". cengengesan Rizky tanpa bersalah, hal itu membuat Gibran menatap tajam pada Rizky dengan berkata


"Abang yang asyik tapi adiknya yang sengsara".mengguruti Gibran


Mereka mendengar itu langsung tertawa


Semenjak Syahilla hamil, Reza selalu menempel pada Syahilla karena jika tidak bersama dengan istrinya malah membuat Reza muntah. Syahilla tentu saja tak ingin membuat Reza mengalami hal begitu


Saat ini bunda syahillla sedang berada di perusahaannya tepatnya di ruang CEO


"Apa abang masih pusing". sambil memijit tengkuk suaminya


"Tidak sayang kalau kamu selalu ada disini pasti aku gak muntah atau pusing".lembut Reza namun matanya masih fokus pada berkas berkas


"Hmm aneh sekali padahal aku yang hamil malah abang yang harus mengalaminya". yang masih dengan kebingungannya


"Lah ya gak apa apa sayang itu tandanya anak kita tidak mau kita berjauhan dan itu artinya kita ini benar benar ditakdirkan berjodoh". goda Reza


"Iya kalau begini mah kita sama sama merasakan cape ya kan bang".


"Nah ini baru istri abang mmmmccuah tumben sekali nih Bunda pinter". sambil mengacak rambut Syahilla dengam gemas


"Isshhhh kamu ini bang" cibir kesal Syahilla sehingga bibirnya berbentuk kerucut , tentu melihat itu membuat Reza tertawa lepas


Hahhha


Tengah asyik bercanda tiba tiba ada keributan di depan. Namun saat mendengar dengan jeli tiba tiba Reza geram karena sangat mengenali suara itu


"Eh minggir kalian gua ini nyonya Graham gua istrinya bos lu Bagas"


"Nona Gress maaf Tuan Reza sudah bercerai dengan anda, dan lagi pula tuan sudah menikah dengan wanita lain".


"Apa? Menikah? hahaha itu tidak mungkin , tidak mungkin karena sudah jelas mantan suamiku dingin sama wanita lain". elak Gress dengan percaya dirinya, dan sangat yakin Reza tidak akan menikah lagi


"Ya memang wanita mana pun tuan akan dingin termasuk Anda nona Gress". dengan menekan dan menatap tajam pada Gress


"Kurang ajar heh gue ingatkan lagi ke lu, kalau memang suamiku tak mencintaiku lantas kenapa gue bisa mengandung anaknya". bentak Gress karena tak terima dirinya pun langsung mencari alasan namun itu hal yang bodoh sangat bodoh jika itu alasannya.


"Itu adalah kecelakaan bukan berdasarkan suka sama suka paham". dingin Bagas


"Dasar asisten belagu baru aja jadi asisten sombongnya minta ampun, awas ah gua mau ke ruang Reza" teriak Gress dengan menghina Bagas lalu ia pun segera masuk tak peduli teriakan Bagas


Ceklek


"Hay say..."


"Berani sekali kau menampakan wajahmu padaku apa kau tak tau malu". dingin Reza


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


bersambung


menulis ini butuh ada mood baik dan tentunya harus ada ide.


Maaf banyak typo

__ADS_1


__ADS_2