
Rizky dan Gibran mendengar suara tangisan bayi pun ikut tercengang, mereka pun berbahagia sekali tentunya
"Abang, itu adik kita udah keluar ".pekik Gibran, karena saking senengnya ia loncat loncat. Rizky melihat itu langsung geleng geleng kepalanya
"Ya bayi pertama keluar gibran tinggal 2 lagi".
"Akhhhhhirnya kedua pun keluar bang tinggal satu lagi".
Rizky hanya terdiam dan dibalas senyum saja, Gibran saat ini sangat heboh ia sangat senang menantikan kehadiran adik adiknya namun mereka berdua merasa ada janggal kenapa Adik ketiganya belum lahir lahir ada apa sebenarnya ini dan mereka pun mendengar samar samar teriakan Reza memanggil Syahilla
1 detik
2 detik
3 detik
Mereka masih menunggu adik bayinya yang ketiga namun sampai detik sekarang pun tidak ada tangisan adik bayi mereka, dan keduanya pun saling memandang dengan wajah terlihat bingung
"Lohhhh bang koq dedek bayi yang ketiganya lama sih keluarnya".bingung Gibran, namun anehnya kenapa ia merasa tak enak hati
"Ya gib, eh tapi kenapa di dalam ada keributan itu itu Ayah manggil bunda".tanya heran Rizky
"Ya bang, ada apa ini bang, aduh kenapa Gibran jadi gak enak gini ia perasaannya". Gibran dengan wajah tegang, serta jantungnya yang terus menompa cepat karena ia merasa ada akan sesuatu terjadi begitu pun Rizky ia juga sama halnya yang gibran rasakan
Tak lama ada suster keluar, melihat suster yang tergesa gesa dengan wajah terlihat sekali panik dan mereka juga mendengar sangat jelas jika Ayahnya sedang meraung raung memanggil Bundanya
Seketika Rizky dan Gibran langsung menegang, lalu mereka saling memandang, tiba tiba Gibran langsung memeluk Rizky dengan erat
"Abanggggg Bunda bang, ada apa dengan bunda di dalam bang hiks hiks".tangis Gibran pecah saat mendengar Ayah menjerit di dalam memanggil Bunda
Rizky tak bisa berkata kata lagi, saat ini ia mencoba menenangkan Gibran sebagai adik seAyahnya. Ia harus tegar pada adiknya jangan terlihat kacau di depan sang adik, namun tak menutup kemungkinan bahwa Rizky ini sangat panik juga. Ia merasa hancur saat Bundanya yang beberapa bulan telah merawatnya serta memberikan kasih sayang sebagai ibu sambung yang seperti ibu kandung yang tak pernah Rizky rasakan sejak lahir. Rizky sangat menyayangi Syahilla, maka dari itu saat sekarang Bundanya sedang berjuang mempertaruhkan nyawa
Terlihat Suster yang tadi keluar pun datang, terlihat jika suster tersebut membawa air teh entah itu manis atau pahit pikir Rizky
Rizky pun langsung bertanya pada suster tersebut dengan bertanya bertubi tubi karena ia tak sabar dan juga panik
"Suster kenapa adik bayiku yang ketiga belum keluar dan kenapa wajah suster pucat dan kenapa ayahku menangis disana".
"Tuan muda dimohon tenanglah dulu jangan cemas, kalian berdua cukup berdoa ya pada nyonya, karena saat ini nyonya sedang tak sadarkan diri".jelas Suster
deg
Mendengar itu Gibran langsung tercekat, Gibran kembali histeris dan mengadu pada Rizky. Sementara Rizky harus menahan emosinya sebelum meledak dan juga ia tak tega melihat Gibran begitu frustasi saat mendengar jika Syahila tak sadar diri.Dirinya pun sama syok, dan langsung lemas namun ia tahan karena ia harus menjaga Gibran sebagai benteng pertahanan.
"Apaaaa, bunda bunda pingsan sus".pekik Gibran dengan wajah terkejut lalu tiba tiba ia langsung berteriak
"Tidak tidak, bang Suster itu bohong kan Gibran gak mau Bunda ninggalin kita semua kasian adik adik Gibran bang hiks hiks".
"Tolong selamatkan bunda saya suster, kasian adik adikku jika bunda meninggalkan kita semua". tegar Rizky ia masih berusaha mengotrol emosinya
"Ya sebaiknya kalian berdua doakan saja, supaya bunda cepat sadar".
Gibran tak kuasa menahan nangis, ingin ia masuk namun di cegah oleh Rizki. Ia langsung memeluk Gibran yang sedang meraung meraung
"Gibran gak mau kalau sampe bunda ninggalin Gibran, aku selama ini belum pernah hidup tanpa bunda bang, kehidupanku hancur jika seorang ibu di sampingku itu tidak ada".
"Ya gibran, tolong jangan begini bran, Bunda mungkin kelelahan meski bunda sedang tidak sadarkan diri tapi tolong jangan membuat gibran bisa berpikiran seperti itu". titah nasehat Rizky pada adiknya
Kini tak berselang lama
Mereka mendengar tangisan bayi, Gibran yang nampak masih tersedu sedu di pelukan Rizky seketika berhenti dan langsung melepas rekuhannya dari Rizky
"Bang apa itu adek bayi ketiga kita bang".
"Entahlah, kita harus sabar menunggunya semoga saja ia itu artinya bunda sudah sadar namun pastinya dengan keadaan lemah".
__ADS_1
"Hiks hiks hiks pasti bunda kelelahan kecapean, apa bunda juga begitu pas lahir aku bang, hiks hiks aku nyesel selalu buat bunda khawatir dan marah".
Rizky mendengar keluh kesah Gibran hanya tersenyum kecut, pasalnya ia tak pernah merasa di hargai oleh ibu kandungnya malah seenaknya di tinggal begitu saja saat bayi. Jadi Rizky tak peduli jika ibunya melahirkannya dengan kesakitan atau tidak karena ia sudah mati rasa pada Ibunya.
Tak berapa lama dokter pun keluar dan terlihat lagi wajahnya yang semuringah
"Dokter apa bunda sadar dan adikku semuanya telah lahir".
"Selamat ya kalian berdua menjadi abangnya dari 3 bayi".
"Horeee bang adik kita lahir bang, oh ya apa semua cowok semua atau ada ceweknya gak ".
"2 laki laki dan 1 perempuan".jawab santai Dokter tersebut
"Asyikkkk aku punya adik perempuan, akhirnya Gibran punya adik perempuan bang, terus aku dan abang boleh ke dalam tidak dokter".
"Silahkan".
Mendengar itu Gibran langsung menarik tangan Rizky untuk segera masuk ia sudah tak sabar ingin bertemu dedek bayi dan juga bundanya. Sementara Rizky ia hanya pasrah saja tangannya di tarik oleh Gibran
"Bundaaaaaaaa!!".teriak Gibran sampai ia mengejutkan kedua sejoli yang tengah bercengkrama
"Ya ampun Gibran kebiasaan deh, kebiasaan dari kampung sih jadi kebawa kesini".decak kesal Syahilla pada Gibran disertai bibir manyun
"Hehè maaf bun, bun gibran mau minta maaf". ucap Gibran dengan cengengesan serta menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, namun saat di akhir kalimatnya ia mengucapkan tulus berminta maaf pada Syahilla
Tentu kedua orang tuanya menyeringitkan dahinya tanda mereka berdua tak mengerti
"Minta maaf kenapa, hmm tumben tumben kamu minta maaf sama bunda".lembut Syahilla
Gibran yang tadinya di samping Rizky langsung berlari menuji Syahilla yang terbaring lemah itu lalu ia memeluk Syahilla tentu perlakuan anaknya membuat Syahilla terkejut. Kenapa Gibran begini ada sebenarnya dalam dirinya begitulah Syahilla pikirnya juga Reza pun sama
"Hiks hiks Maaf selama ini Gibran selalu bikin bunda marah kesel dan khawatir, maaf Gibran selalu nakal sama bunda, aku gak tau kalau lahiran itu ternyata sakit bunda lahir adik adikku mempertaruhkan nyawanya bunda. Aku sempet khawatir saat bunda pingsan tadi tapi syukur kalau bunda sudah kembali sadar dan kuat".keluh kesah Gibran dengan segala penyesalan pada diri Gibran terhadap Syahilla. Mendengar tutur kata segala keluh kesah Gibran, Syahilla tersenyum haru ia tak menyangka jika Gibran meminta maaf karena hal itu, Syahilla pun dengan hati yang tenang ia berkata
"Gibran, sebelum Gibran minta maaf pun Bunda selalu maafkan Gibran".lembut Syahilla sambil tangannya mengelus rambut Gibran dengan lembut
Syahilla bingung mau jawab apa, karena ia sendiri juga tidak ingin meninggalkan keluarganya yang baru saja seujung jari
Sementara Reza mendengar keluh kesah Gibran dan memohon maaf pada Syahilla sangat terharu. Namun Reza mengerti dan menurutnya itu hal wajar karena Syahilla sendiri menyayangi putranya tidak seperti dirinya dan putra sulungnya yang sama sama memiliki ibu yang buruk, cih mengingat wajah ibu mereka pun sangat muak.
"Abang bersyukur banget ketemu sama kamu sayang". Bathin Reza
"Kalau aja, Bunda itu ibu kandungku pasti aku akan melakukan hal sama seperti Gibran, tapi meski Bunda bukan ibu kandungku tapi kasih sayang bunda seperti ibu kandungku sendiri". Bathin Rizky
Mereka berdua sedang sama sama berperang bathin, menatap pada kedua makhluk tersebut yang saling berpelukan. Kemudian Reza pun langsung berdeham
ekhemmm
"Eh ada abang, eh mana bayi bayi kita bang".
"Lagi di bersihkan sayang, gimana sekarang masih lemas".
"Masih bang, hmmm abang makasih ya setia di samping aku, dan maaf aku melukai tubuh abang".
"Luka cakaranmu tidak akan membuat aku sakit sayang".
"Eh ayah kalau boleh tau siapa nama nama adiku ".
"Sebentar ya Gibran, kita harus menunggu adik adik mu datang".
"Yahhh baiklah".
Tak selang lama terlihat ketiga bayi yang di gendong oleh suster dan dokter
"Mana putra saya yang pertama".
__ADS_1
"Ini tuan".
"Berikan pada saya".
"Nah lihat, ini adik bayi kalian yang pertama berjenis laki laki namanya Rifaldi Liam Graham".
"Waahhhh namanya bagus, aku panggil dek Rifal aja".
"Nih kamu sayang yang gendong, kayanya dia mau asi".
"Ya bang, wahh ini mah duplikat abang banget".
"Hahaha gen abang lebih kuat sayang, tolong putra kedua saya sus".
"Baik tuan ini".
"Nah ini adik bayi ke tiga berjenis laki laki, ayah namakan Giovani Liam Graham".
"Wah itu nama inisialnya G, itu pasti dari Gibran hehehehe aku kira Ayah namain R semua".
"Apa kamu seneng nak".
"Seneng banget yah".
"Rifal, taro di brangkar saja, ini aku kasih ke kamu yank".
"Hmm ini anak bener bener jadi keluarga berencana ya, semua anak anakku duplikat bapaknya ini dok".
"Ya kan masih mending duplikat suami nona sendiri, coba kalau anak ibu mirip tetangga sebelah bisa perang dunia dong non".
"Hahahaha ya ya benar dok, aduh aduh koq aku gak kepikiran ya, eh dokter jangan sembarangan kalau omong itu ada yang ngambek loh".
"Tu tuan maaf maaf saya hanya canda".
"hmmm, berikan putri ku dok".
"I iya ini silahkan".
"Hay putri ayah, ya ampun ini cantik sekali nak lihat sayang ini abang versi cewek".
"Haduhhh, hai dek Sheila".
"Apa?? Sheila koq Bunda tau nama adikku Sheilla".
"Ya kan itu memang namanya nak, itu bunda sengaja kasih nama Sheila".
"Oh jadi itu dari Bunda, bukan dari Ayah".
"Bukan nak".
"Hay dek, ini bang Gibran yang tampan".
"Narsis nih bocah".
"Apaan sih bang, bilang aja iri sama adek sendiri wlekk".
"Huuuuu dasar loh adek laknat".
"Iih ayahhh".
"Udah Gibran, kamu ini udah punya adek kelakuan masih ajaaa kaya anak kecil".
"Betul tu Ayah".
Gibran mendengar itu langsung memasang wajah sebalnya. Melihat itu mereka langsung tertawa, meski Gibran memasang muka cemberutnya namun di hatinya ia seneng bisa melihat keluarganya tertawa lepas.
__ADS_1
Mereka terlihat bahagia terutama para dokter dan suster melihat momen keluarga ini sangat senang melihatnya. Reza pun sangat bahagia sekarang memiliki seorang Istri yang baik sederhana pengertian, dan memiliki keempat jagoannya dan juga putri yang sangat cantik. Sudah lengkaplah kebahagian Reza saat ini, yang sejak dulu tak pernah Reza rasakan. Kehidupan yang pahit kini tuhan membalas semua rasa kepahitan itu di beri dengan rasa kemanisan yang tiada tara.