Keluarga Yang Aneh

Keluarga Yang Aneh
Keluarga unik


__ADS_3

Tak terasa kini usia triple sudah memasuki 3 bulan itu artinya mereka semakin gemas dan semakin bertambah berat badannya.


Gibran kini sedang membacakan dongeng pada Sheilla adik bungsunya. Iya Gibran sangat menyayangi adik perempuannya. Dari lahir sampai sekadang Sheilla selalu bersama Gibran.


"Nah dek Sheila yang cantik, abang Gibran yang ganteng ini bacain buku dongeng ya". Ucap Gibran sambil memegang buku dongeng dengan gambar princes


Sheila mendengar itu langsung tertawa lucu layaknya memahami apa yang di bicarakan oleh sang abang. Kini Sheila berada di pangkuan Gibran sambil melihat buku yang dipegang oleh Gibran sampai Sheila tertidur di pangkuan kakaknya


Sementara Syahilla


"Abang aku pusing". rengek Syahila sambil garuk garuk kepala yang tak gatal dengan matanya terus menatap layar laptop yang isinya tentang kurva


"Pusing kenapa?".tanya lembut Reza


"Pusing liat angka kaya gini".rengek Syahilla sambil.menunjuk ke arah laptop, Reza pun mengikuti arahan dari telujuk Syahila


Karena otak Reza ini jenius jika melihat angka itu tidak membuat ekpresi apa apa hanya terlihat biasa saja dengan santainya ia jawab


"Hmmm biasa aja malah seru lo yank". Ujar Reza sambil menatap layar laptop


"Halahhhhhhhh seru darimana nya bang, yang ada otakku meledak".ledek Syahilla dengan segala nyeblakan ia berbicara hal konyol yang membuat Suaminya menahan tawa


"Pfftt, kamu ini ada ada aja".terkekeh Reza sambil geleng geleng kepalanya


"Ishhhh, mungkin begini kali kapasitas otakku yang rendah jadi liat angka begini jadi runyam". desis Syahilla kesal sambil memanyunkan mulutnya


Melihat itu membuat Reza langsung mencium


cup


"Yank, malam ini aku akan ke markas".cium Ray pada bibir Syahilla kemudian ia berpamit pada istrinya


"Mangsa lagi bang".ucap Syahilla yang memang sudah tau profesi suaminya sebagai mafia


"hemm".hanya berjawab deheman oleh Reza


"Abang jangan malam malam pulangnya, kalau udah beres langsung pulang ya".tegas Syahilla


Mendengar itu Reza tersenyum senang ia merasa istrinya benar benar posesif


"Ya sayang".


"Bagus, eh bang kamu koq gak kaya Rizky sama Gibran sih, biasanya kalau udah dari markas pasti ada aja yang mereka bawa dari sana ,sementara kamu gak bawa apa apa".tanya Syahilla dengan raut wajah penasarannya

__ADS_1


"Udah banyak sayang di ruang bawah tanah".


" Abang punya ruangan bawah tanah?, aku belum pernah ke ruangan itu".ucap Syahilla yang hatinya seperti ingin pergi kesana


"Bau amis sayang tempatnya juga, terus banyak tengkorak tengkorak berserakan disana".jelas Reza sambil memainkan pipi cabi milik istrinya


"Hmm ya sih, tapi rasa ketakutan aku mengalahkan dengam rasa penasaran aku bang jadi gimana dong".ucap Syahilla dengan kekeh ingin pergi ke tempat itu, hal itu membuat Reza hanya mendesisi lalu mecubit pipi tembem Syahilla


"Ishhhhh kamu gemesin banget sih, hmm oh ya Rifal sama Gio kemana mereka".alih Reza


"Maen sama abang Rizky gak tau tidur". Syahilla


"Kalau Sheila".tanya Reza


"Ya biasa sama Gibran".ucap Syahilla


"Tu anak memang benar ya, dia ke pengen punya adek cewe bener bener posesif banget".ucap Reza


Syahilla setuju dengan omongan dari Reza namun memang benar jika dari dulu sebelum pindah Gibran ingin sekali memiliki adik terutama perempuan


"Dia dari dulu udah gitu koq bang, pas aku tinggal di kampung juga Gibran pengen banget punya adek cewek karena melihat temennya punya adek cewek yang baru lahir terus gemesin lagi jadi Gibran pun kepengen punya adik cewek, dia minta loh sama Syahilla waktu itu Syahilla bingung bang harus jawab apa".panjang lebar Syahilla menjelaskan pada Reza bukan menjelaskan lebih tepatnya menceritakan


"Apa dia tidak membenci perempuan".tanya Reza namun ia berhati hati menanyakan seperti ini takut tersinggung oleh istrinya yang kodratnya sebagai perempuannya


"Hmmm ya sih, tapi berbeda ceritanya dengan pengalaman abang sama Rizky".


"Ok aku paham Bang, ayo kita ke kamar anak anak".


"Ya udah ayo".


Tiba di kamar triple


"Bunda". Serentak Gibran dan Rizky


"Gibran Rizky semua pada ngumpul disini rupanya". ucap Syahilla yang baru masuk berbarengan dengan suaminya


"Gimana kalau besok kita foto keluarga".decak kagum dengan melihat anak anaknya berkumpul disini


"Mau mau Dad".semangat empat lima Gibran


"Weshhh gibran koq semangat".ledek Rizky


"Ya semangatlah nanti aku gendong dede Sheila ia kan dek Sheila". Ucap bangga Gibran kemudian beralih pada Sheila yang sedang tidur

__ADS_1


"Ishhh adek ku ini gemes sekaliiiiii". Gibran


"Wey gib, lu jangan banyak di cium dong kasian adek gua lagi tidur".omel Rizky


"Apaan sih lo bang bilang aja lu iri kan".tak terima Gibran kemudian diarkhir kalimatnya meledek pada Rizky


"Ck. Tenang gua bakalan ngasih ke adek Sheila biar adeknya kagum sama gua dan lebih deket ama gua hahaha".berdecak kesal Rizky pada adiknya yang tak mau kalah dengan Gibran iya pun langsung mengutarakan keinginannya sambil membayangkan hal itu membuat Gibran jengkel, merasa adik kesayangannya akan direbut


"Aduh aduhhhh kalian ini bisa gak tiap hari gak bikin bunda pusing".ucap Syahilla


"Ya kalau bunda pusing tinggal minum obat dong bun gitu aja koq repot". Gibran


"Dasar kamu anak siapa sih hah". Syahilla


"Anak ayah lah". Gibran


"Eh eh yang lahir siapa".Syahilla


"Bunda". Gibran


"Yang nyusuin kamu".Syahilla


"Bunda".Gibran


"Ngerawat dari bayi sampai sekarang siapa". Syahilla


"Bunda". Gibrn


"Nah berarti kamu anak". Syahilla


"Ayah". Gibran


"Hahhhh". Cengo Syahila


"Ka...". terpotong oleh Suaminya


"Udah sayang kita tujuan kesini kan bukan untuk berdebad kita kesini buat liat bayi bayi kita".ujar Reza pada istrinya sedang berdebat dengan anak anak


"Tapi Gib". Ingin mengadu namun ia malah dapat ciuman mendada dari suaminya


"Udah sayang cup".menenangkan Reza sambil terus menciumi wajah istrinya


bersambung

__ADS_1


__ADS_2