Keluarga Yang Aneh

Keluarga Yang Aneh
Si Paling genius


__ADS_3

Tak terasa usia 4 tahun kemudian


Tripel sudah berusia 4 tahun, dan semakin terlihat jelas dari ketiga karakter tersebbut


Sheila sedang bermain ayunan di halaman depan Mansion tentunya di temani oleh maid.


Sheila tumbuh menjadi gadis yang cantik ramah baik hati dan juga jenius. Berbeda sekali dengan kedua kakak kembar lelakinya. Mereka berdua 11 12 kelakuannya seperti Ayahnya.


Mereka berdua tumbuh menjadi anak pria tampan sikapnya dingin dan juga kejam meski berumur 4 tahun pun.


Terkadang mereka berdua membantu abang abangnya dan juga suka ikut ke markas ayahnya Kini Sheila sedang di luar bermain peralatan masak disana, dan tiba tiba saja ada yang memanggilnya


"Sheila".panggil seseorang


"Iya ayah".jawab Sheila dengan lembut, ya ternyata itu adalah Reza


"Jangan terlalu lama diluar ya sayang nanti masuk angin".ucap Reza dengan lembut


"Iya ayah".jawab Sheila sambik tersenyum manis pada ayahnya


"Terus kalau kamu udah masuk langsung cuci kaki ya sayang".tegur Reza


"Ya dady".goda Sheila menyebut panggilan ayah di gantikan dengan dady


"Dady?".terkejut Reza sambil menyeringitkan dahinya


"Eh maaf Ayah hehehe".ucap Sheila sambil menutupi mulutnya dengan tangan


"Hah dasar anak gadis ayah ini".hela nafas Reza kemudian ia pun mengusap kepala Sheila dengan lembut tak lupa ia beri ciuman di pipi gembulnya


cup


Sheila hanya tersenyum senang

__ADS_1


Sementara Gio dan Rifal yang sedang berada di dalam Mansion. Mereka tampak berdebat entah apa itu yang jelas mereka sedang tidak kondusif situasinya


"Gio kamu salah itu".tegur Rifal


"Bang Rifal ini susah loh bang".decak kesal Gio


"Ah kamu ini sini".ucap Rifal sambil mengayunkan jari jarinya


"Ck nih".decak kesal Gio dan lalu menyodongkan bukunya pada sang abang


"Liat baik baik". Ucap Rifal, sementara Gio mendengus kesal pada Rifal karena menurutnya Rifal ini adalah sesosok paling sombong


Saat mereka sedang melakukan aktivitasnya tiba tiba Reza berucap


"Ada apa ini".ucap Reza yang baru saja masuk


"Wah ayah pulang".ucap Gio


"Ini yah Gio masih kurang teliti yah soal pembahasan tentang geomatri".adu Rifal pada ayahnya


"Ya ayah tapi Gio salah perhitungan lihat yah masa ya dia langsung di jumlahin gitu aja kan harusnya di bla bla".ucap panjang lebar Rifal


"Hmmm iya ya, mungkin Gio masih belum paham nak, coba kamu beri dia waktu untuk dipelajari sama kamu".tegur Reza memberi nasihat pada Rifal, Giovani mendengar itu langsung menjawab dengan semangat


"Gak tau nih yah, bang Rifal emang nyebelin dia mah mentang mentang pintar".ledek Gio pada Rifal, Rifal tentu saja ia tak terima jika di ledeki begitu ia pun langsung berkata


"Ye emang gue pintar kali".ucap Rifal tak ingin kalah dengan Gio


Reza mendengar berdebat mereka berdua memang sudah makanan sehari harinya. Namun kini ia merasa jengkel karena ia baru saja pulang dari kantor. Seharusnya jika ia tiba di rumah maka dari itu waktunya untuk beristirahat.


Namun ternyata malah terjadi begini, ia pun langsung memberi tegur


"Udah udah jangan pada ribut, eh kalian berdua awasi Sheila adik kalian". ucap Reza kemudian ia meminta pada kedua anaknya untuk menjaga adik bungsu mereka

__ADS_1


"Lah Sheila kemana yah". Tanya Gio


"Di depan".jawab Reza


"Ya ampun sheila itu".tepuk jidad Rifal


"Ayah ganti baju dulu, bunda mana".ucap Reza kemudian ia pun menanyakan Syahilla


"Bunda lagi masak yah".jawab Gio


"Ok kalau gitu".ucap Reza


Sementara di dapur


"Nyonya ini dagingnya gimana nyonya?".tanya maid bernama Bi Sumi


"Itu akan saya rendang, tolong kelapa nya di parut dulu ya bi".jawab Syahilla kemudian ia pun meminta pada bi Sumi membantu


"Siap nyonya".jawab Bi Sumi


"Dan kamu Nisa tolong kamu cuci dagingnya ya".perintah Syahilla pada Nisa, yaitu maid baru disini


"Baik nyonya".jawab Nisa dengan sopan


Syahilla sedang membuat puding coklat yang dilapisi dengan aneka buah buahan hal ini nampak puding buatan Syahilla terkesan menyegarkan juga dan manis


Saat ia sedang asyik mengaduk tiba tiba ada tangan kekar yang melingkar di perutnya, ia tau itu adalah suaminya ia pun biarkan karena memang suaminya setiap hari pasti begitu


Bersambung


Maaf sebelumnya saya kurang up, karena memang saya seorang pekerja jadi tidak fokus dengan jalan ceritanya


Dan kemungkinan setiap malam selasa saya akan up ya jadi tidak tiap hari saya up. YA ITU tadi kendalanya yaitu bentrok dengan pekerjaan saya di luar nyata

__ADS_1


Ok segitu dari saya ya


Wasaalamua'alaikun


__ADS_2