
Syahilla mengerjapkan matanya, karena sinar matahari yang kini memaksa masuk dari sela-sela gorden, sepertinya sengaja membuat dirinya terbangun . Namun Syahilla memilih untuk tidak beranjak, terlebih begitu merasakan sebuah tangan kekae yang berada di lingkar perutnya. Lalu ia mencoba menengok ke arah belakang dan ternyata
"Bang Reza kenapa disini". gumam Syahilla
"Hmm". dehem Reza namun matanya masih enggan untuk membuka
"Bukannya abang lagi kerja ya".
"Udah pulang sayang, sekarang udah sore ya ke bawah yuk".
Syahilla pun langsung menyingkirkan tangan Reza tapi malah makin serat pelukannya, cih ni suami katanya suruh bangun tapi pas mau bangun malah makin kenceng pelukannya
"Ih Abang gimana sih katanya suruh bangun tapi malah gak mau lepas pelukannya udah bang ah engap tau kasian bayi bayi kita nih".
Reza langsung tersadar jika istrinya tengah hamil
"Eh ya sayang maafin abang, ya udah ayo sayang kita bangun".
"Hemmm". Syahilla hanya berdehem saja
Lalu Syahilla dan Reza pun turun dari kasur lalu mereka langsung ke kamar mandi, dan mereka mandi bersama sama karena mereka berdua badannya sama sama lengket apalagi Reza pulang dari kantor langsung mandi
Tak lama mereka berdua selesai mandi
"Abang baju aku koq gak pada muat ya".
"Ya udah pake baju abang aja nih".
Syahilla pun memakai baju Reza dan saat Syahilla memakainya ia merasa tubuhnya yang kecil tenggelam oleh baju besarnya Reza hal itu membuat Reza tertawa
Hahahahaha
"Ya ampun sayang kamu ini lucu sekali hahaha".
Syahilla mencibik kesal pada suaminya, lalu berkata "Kamu mah ih nyebelin bang habis gimana semua bajuku gak cukup bang ih, udah ah ayo kita kebawa kasian mereka belum dikasih makan".
Muaachhh
__ADS_1
"Ya ayo sayang".
Reza dan Syahilla pun keluar dari kamar menuju ke bawah untuk makan bersama
Tiba lah di meja makan terdapat kedua anaknya sedang makan bersama tanpa ada obrolan
"Weh kalian udah makan aja".
Sementara mereka berdua berhenti sejenak lalu melihat sekilas pada sang bunda lalu kembali makan dan hal itu membuat Syahilla kesal
"Dih kalian mah dingin banget sama bunda".
"Udah sayang ah jangan ganggu mereka ayo kita makan kasian si kembar dari tadi belum dia mereka makan".
"Iya iya'.
Syahilla dan Reza pun mulai dengan tenang, Syahilla yang saat ini makannya makin nafsu ia beberapa kali nambah nasi Reza tak masalah dengan itu karena ini mungkin didalam tubuh istrinya ada 3 yang bernyawa
"Sayang nanti malam aku pergi ".
"Kemana?".
"Masa malam gini ke kantor".
"Ya udah kalau gak percaya tanya mereka karena mereka bedua sama abang di bawa ke tempat kerja".
"Oh syukur kalau gitu, tapi awas aja abang sampe selingkuh". desis Syahilla dengan diakri sebuah ancaman Reza
"ya ampun sayang mana mau abang selingkuh".
"Ya kan aku takut kaya sinetron ikan terbang itu yang sontracknya kumenangis...... banyak sekarsng pelakor dimana mana awas aja abang kaya mereka".
"Cie istriku ternyata pencemburu juga ya hahahaha, halahhh kamu mah otaknya udah dicuci sama sinetron mulu".goda Reza
"Isshh wajar atuh bang aku cemburu tuh karena sekarang aku ini istrimu".desis Syahilla
"Ya berarti kamu udah cinta sama abang ya kan".
__ADS_1
"Iiih udahlah bang aku mau ke kamar". ucap Syahilla dengan pipi yang sudah merah
"Hahahaha iihhh kamu gemesin ya abang makin cinta deh sana kamu".goda Reza, dan itu membuat Syahilla senyum senyum malu
Sementara keduanya hanya jadi nyamuk yang menyaksikan kemesraan kedua orang tuanya yang memang suka pamer ketomantisannya, namun Gibran tiba tiba terlintas dipikirannya terbayang wajah Nabila yang tadi saat di kelas pas Nabila menerangkan pelajaran matematika, seketika wajahnya langsung memerah dan itu dilihat langsung oleh Rizky
"Oi lo kenape mukanya merah". tanya Rizky dan itu mengundang kedua orang tuanya mereka bertiga menatap Gibran. Gibran pun yang ditatapi oleh mereka bertiga merasa tak nyaman terutama pada Rizky sebagai biangnya.
"Akhh apaan sih lo bang, bun yah aku ke kamar duluan".decak Kesal Gibran sambil menatap tajam pada Rizky lalu ia beranjak dari tempat duduknya
"Kenapa tuh anak". tanya syahilla sambil melihat punggung Gibran yang menaiki Tangga
"Rizky kenapa adikmu". tanya lagi Syahilla pada Rizky
"Gak tau bun". jawab Rizky sambil mengangkat kedua bahunya
"Lagi kasmaran mungkin".celetuk Reza dengan santainya sehingga membuat Rizky tersedak
uhuk uhuk
"Ini ini minum minum kenapa nak". ucap Syahilla sambil sodorkan gelas berisi air pada Rizky sambil memijat tekuknya
"Ya bunda makasih, uhuk habisnya omongan Ayah ngagetin aja sih".
"Lah salah ayah apa nak, malah nyalahin ayah". tanya Reza dengan raut wajah kebingungannya
Sementara di kamar Gibran
Gibran saat ini sedang menatap layar hp nya ia tersenyum senyum sendiri
"Nabila seandainya kamu tau bahwa aku menyukaimu". gumam Gibran sambil mengusap foto yang berada di hpnya
Ya dia sedang menatap foto Nabila yang dia ambil saat dirinya dan Nabila sedang mengikuti lomba mereka berdua sama sama menenteng piala dan mengalungi medali tak lupa senyum mereka pada kamera.
Gibran memang menyukai Nabila sejak saat bimbingan kimia dan kebetulan Nabila juga sedang bimbingan fisika. Wah jadi bisa dipastikan Gibran dan Nabila sama sama pintar, namun bedanya mereka Gibran dari keluarga kaya ya jelas Reza sebagai orang paling kaya sedunia itu sementara Nabila sebaliknya. Ya Nabila berbanding terbalik dengan kehidupan Gibran yang serba mewah sementra Nabila hanya pas pasan, ibunya ngewarung seblak dan minuman ya biasalah jajanan Sd, sementara Bapaknya sudah meninggal karena kanker otak yang sudah stadium Akhir. Nabila anak bungsu dari tiga saudara yang pertama sudah mendapatkan profesor usianya paling muda sekitar 27 tahun, kakak keduanya Sudah bergelar master pada usia 25 tahun sementara Kakaknya ketiga ia baru selesai lulus SMA dan sekarang ia lanjut pendidikan S1.
Semua saudara Nabila lelaki dan mereka bertiga sama mengambil jurusan Fisika, ya hanya Nabila lah yang sebagai anak perempuan satu satunya, Ayahnya senang saat mengetahui dirinya punya anak perempuan namun sayangnya saat usia Nabila ke 3 tahun Ayahnya menghembuskan nafas terakhir.
__ADS_1
Nabila menjadi anak yatim dan sekarang ia tinggal bersama Ibu dan ketiga saudaranya. Semuanya belum ada yang menikah karena mungkin belum ada jodohnya ya sama aja kaya author belum ada jodohnya hehehe ya mungkin juga mereka fokus bekerja seperti kedua kakak nya Nabila yang sebagai dosen.
bersambung