Keluarga Yang Aneh

Keluarga Yang Aneh
Akhirnya kau telah menjadi wanitaku seutuhnya


__ADS_3

Tibalah di sebuah gedung yang megah melihat bangunan itu tentunya Syahilla terpengarah ini kali pertama melihat bangunan yang besar, dan megah. Melihat Syahilla decak kagum membuat Reza menggeleng gelengkan kepala namun dibiarkan saja.


"Ayo turun".


"Eh i ini di sini tempat nya".


"Yah disini".


Mereka yang berada diluar tampak tak asing melihat mobil mewah berwarna hitam mengkilat dengan diikuti oleh beberapa mobil yang warnanya sama, tentunya mereka mengetahui siapa orang yang berada di mobil itu, melihat plat nomer khusus dari keluarga Graham sebagai pemilik gedung dan sekaligus orang yang penyelenggaraan lomba ini. Semua para wartawan tentunya mengejar mobil tersebut hingga mobil berhenti tepat di depan gedung.


Kini pintu telah di buka oleh Pengawal, dan keluar lah Reza dan Rizky dengan pintu yang berbeda. Para wartawan mencari kesempatan untuk memotret mereka, Namun ada yang aneh bagi mereka melihat Reza dan Rizky keluar dari pintu yang berbeda , dan juga kenapa mereka berdua terdiam lalu dengan bersamaan menoleh ke belakang, mereka pun ikut penasaran siapa yang ada di mobil selain mereka berdua tak lama terlihat seorang wanita cantik yang anggun, dan seorang anak laki laki dengan wajah mirip sekali dengan Reza dan Rizky tentunya mereka melihat itu terperangah dan bertanya tanya siapa mereka ini, tentunya mereka menggunakan kesempatan ini untuk memotret keluarga Reza beserta 2 asing yang mereka tak kenal akan menjadikan bahan gosip di awak media, tentunya akan jadi berita yang heboh saat ini.


Reza tak peduli dengan mereka yang menggosip tentang dirinya dengan membawa kedua orang asing, dirinya yakin sekali akan ada berita besar besar setelah ini.


Bagas langsung memerintahkan para pengawal untuk berbaris karena Reza dan keluarganya akan memasuki gedung. Reza dan keluarganya langsung berjalan masuk kedalam gedung tersebut


Kini mereka bereempat sudah berbaris layak keluarga besar, Syahila dan Reza berada didepan sementara dibelakang Rizky dan Gibran. Syahilla tampak gugup sekali karena ini kali pertama baginya menghadapi orang orang. Reza melihat wajah gugup Syahilla langsung merangkul pundak dan mengusap bahu secara lembut agar bisa menenangkan dan mencoba untuk rileks.


"Sudah rileks ada aku disini". bisik Reza pada telinga Syahilla


"Tapi aku gugup ini ini hal pertama kali aku menghadapi orang banyak". lirih Syahilla


"Pegang sajalah lenganku". ucap Reza


Lalu Syahilla berpegang pada tangan Reza , Reza pun mengaitkan lenganganya disematkan pada jari jari syahilla dan reza, Reza dapat merasakan tangan Syahilla keringat dingin dan dia pun mencium rambut Syahilla tujuannya agar Syahilla tidak gugup namun hal itu malah menjadi malu untuk Syahilla dan itu juga mengundang kehebohan para hadirin yang sedang asyik menyaksikan atau melihat kedatangan Reza .


Tentunya mereka memandang dengan berbeda beda ada yang iri dan juga ada yang kagum, tentunya wartawan hal ini membuat kesempatan bagi wartawan untuk mencari informasi pada Reza, tanpa peduli pengawal ity menghalangi namun salah satu dengan sedikit berteriak memberikan pertanyaan.


"Apa ini istri yang kedua tuan besar Graham". tanya salah satu wartawan meski di hadang oleh pengawal namun wartawan itu tak akan menyerah karena ini adalah kesempatan untuk menggali informasi yang menarik. Reza berhenti sejenak kemudian dia pun menjawab dengan dingin sambil memeluk mesra pinggang Syahilla.


"Iya, ini istri saya jadi jangan bertanya lagi". dingin Reza


Setelah menjawab Reza pun melanjutkan jalannya menuju ke dalam Gedung milik dirinya atau keluarga Graham


Saat masuk ke dalam gedung tentunya mereka yang berada di sekitar aula heboh dengan kedatangan Keluarga Reza yang tentunya itu hal di tunggu tunggu oleh mereka terutama kaum wanita yang tergila gila dengan hot duda cool ini, namun saat melihat 2 asing yang bergabung dengan Reza terutama pada wanita yang berada di samping Reza dengan menggandengkan tangan dengan mesra.


Mereka pun bertanya tanya siapa mereka berdua, ada yang iri dan ada yang senang


"Ya ampun siapa wanita itu apa dia istri barunya, dan anak itu anak kedua dari pasangan barunya".


"Tapi ia terlihat cantik dan anggun".


"Dih siapa wanita ini cantik sih tapi lebih cantikan gua deh". sinis Wanita berbadan seksi serta dengan wajah menor kaya badut


Reza beserta keluarganya pun berjalan menuju tempat dimana mereka semua hadirin peserta lomba berkumpul diaula megah yang terdapat panggung yang luas tentunya acara ini akan dilaksanakan cara pembukaan lomba internasional sains tersebut tentunya kehadiran Reza adalah yang ditunggu tunggu oleh mereka .


Kini mereka berempat sudah duduk di tempat yang sudah disediakan khusus untuk keluarga Reza sekaligus orang yang menyelenggarakan perlombaan setahun sekali ini.


Mc pun langsung memulai acara pembukaannya karena saat ini acaranya baru dimulai setelah bapak ketua pelaksanaan perlombaan datang yaitu Reza.


"Selamat pagi semua hadirin dan peserta perlombaan yang akan segera dilaksanakan tepatnya dari mulai sekarang saat setelah pembukaan acara lomba ini telah dibuka oleh ketua pelaksana".

__ADS_1


"Dan untuk itu saya mengucapkan terimakasih dan selamat datang pada bapak ketua pelaksana yaitu Bapak Reza Sebatian Graham, yang kini sudah hadir di depan para hadirin semua dan sekaligus akan acara pembukaan perlombaan sains se internasional 2021". ucap Mc dalam bahasa inggris


Setelah Mc memulai pembukaan acara kini MC memanggil Reza untuk segera mengucapkan pembukaan acara lomba tersebut, kini lomba sains se internasional 2021 telah resmi dibuka


Usai resmi dibukanya penyelenggaraan lomba Sains Se internasional langsung di sambut oleh beberapa penampilan penampilan khas dari daerah daerah indonesia. Syahilla tentunya menyaksikan penampilan mereka sementara Reza terus memandang wajah cantik Syahilla ia senang melihat wajah bahagia Syahilla, menurutnya bahagia Syahilla itu sangat simpel hanya dikasih pertunjukan seperti ini sudah membuat Syahilla tersenyum. Untuk kedua anaknya tentu saja mereka malah asyik mengobrol entah membahas tentang apa.


Kini acara pembukaan dan berbagai rangkaian acara pun telah usai mereka kini menikmati hidangan hidangan yang telah di sediakan , untuk perlombaan dilaksanakan pada pukul 2 siang.


Mereka berempat yang asyik bersantau saat sudah menikmati makan hidangan tersebut di meja bundar, Kini keluarga Reza kedatangan tamu tak di undang yaitu wanita seksi seorang model ternama dan terkenal sebagsi wanita terseksi di dunua bernama Bianca Hally Gray dengan didampingi oleh asistennya


"Siang Tuan Reza". suara sok imut Bianca dengan aroma parfum yang menyengat membuat semua ingin muntah


"Ada perlu apa anda kesini" dingin Reza


"Hahaha tentunya saya ingin menghadiri acara yang anda laksanakan tuan". tawa canggung Bianca karena mendengar suara dingin Reza


"Maaf sepertinya saya dan keluarga saya harus pergi".Ucap Reza ia pun berdiri sambil memegang tangan Syahilla, Bianca panas melihatnya lalu dengan cepat ia mencegah


"Tunggu tu tuan kenapa pergi begitu saja bukannya tak sopan meninggalkan tamu begitu"


"Kenapa memangnya lagi pula saya tidak mengundang anda lebih baik anda pergi atau kami yang pergi". dingin Reza yang menatap tajam pada Bianca , melihat kondisi yang semakin memanas membuat Syahilla mencoba menenangkan Reza dengan mengusap dada bidang Reza


"Sudah bang jangan marah, maaf nona atas ketidak nyamanannya".ucap lembut Syahilla dengan tangan mengelus dada bidang reza tentunya Reza mendengar lembut serta tanganya mengelus dadanya membuat Reza menoleh pada syahilla yang kini Syahilla menatap Bianca.


Bianca melihatnya pun langsung bertanya dengan sinis


"Anda siapa dan sembarangannya dekat dekat dengan Tuan Reza". sinis bianca


"Dia istri saya". Tegas Reza, Syahilla tak menjawab karena dengan cepatnya langsung menjawab dengan lantang


"Oh rupanya anda sudah menikah lagi tuan Reza dan selamat ya untuk kalian berdua, maaf saya tidak mengetahuinya". ucap Bianca yang pura pura lembut padahal hatinya mengumpat


Syahilla pun tersenyum lembut sementara Reza dan kedua anaknya memasang wajah dinginnya


Reza menarik tangan Syahilla untuk meninggalkan tempat


"Sayang ayo kita pergi". dengan penekan kata sayang agar didengar oleh Bianca, tentu medengar hal itu membuat dirinya mengepal


"Abang kemana kita". tanya Syahilla yang sudah berdiri dan meninggalkan bianca dan asistennya membuat Bianca berdecak sebal .


"Waktunya perlombaan segera dimulai , Gibran ayo nak".Reza beralasan


Sementara BiancĂ 


"Awas akanku rebut Rezaku dari kau wanita j@lan9". bathin Bianca yang sedang menatap tajam pada punggung Syahilla yang sudah menghilang


Reza dan lainnya pergi begitu saja tanpa mengucap sepatah kata pun pada Bianca bahkan Syahilla tak sempat memberikan ucapan pamit pada Bianca karena lebih dulu ditarik oleh Reza tak lupa penjagaan ketat oleh pengawal tentunya


Sampailah mereka ke ruangan dimana tempat Gibran akan melakukan tes tertulis untuk mengerjakan soal Kimia.


"Gibran nanti berdoa ya sayang sebelum mengerjakan". Usul Syahilla

__ADS_1


"Pasti bun, aku masuk ya bunda Ayah abang ". Sambil menyalami ketiga Abang Ayah dan Bundanya.


"Berjuanglah son Ayah yakin kamu pasti dapat nilai tertinggi". Reza


"Semangat gib abang selalu dukung". Rizky


Setelah Rizky mengucap dukungan pada adiknya, gibran pun mengangguk dengan senyuman manisnya kemudian langsung masuk pada ruangan yang akan melangsungkan lomba Kimia, kini Rizki pun pamit pada orang tuanya karena ia juga sebagai pembuat soal khususnya pada Kimia yang dimana ia harus berada di ruang panitia.


"Bunda Ayah aku pamit ke ruang panitia dulu ya". pamit Rizky


Reza hanya mengangguk sementara Syahilla menjawab namun sebelum Rizky angkat kaki dicegah oleh syahilla lalu memberikan sesuatu pada Rizki


"Ya nak, eh nak ini tolong kasih puding pada mereka Bunda sengaja membuat puding". sambil memberikan paper bag


"Ya Bunda pasti".


Rizky pun kini melangkah jauh setelah pamit pada orangtuanya tentunya diikuti 2 pengawal sedia menjaga Rizky karena takut terjadi apa apa


"Kita kemana".


"Ke kantor sipil". cepat Reza , mendengar itu Syahilla terkejut dan juga terheran mengapa kesana, padahal sudah diberitahu kemarin oleh Reza mungkin ia sudah lupa


"Hah kok kesana?". tanya Syahilla jiwa pelupanya sudah tumbuh lagi, Reza mendengar tersebut menghela nafas lalu ia pun segera memberitahukan.


"Ya mengurusi surat surat pernikahan kartu keluarga dan akte kelahiran Gibran , sebelum kesana kita ke gereja dulu kita menikah sayang".


"Kamu serius". tanya Syahilla untuk meyakinkan


"Yalah serius, emang kamu kira aku bohong, kan kemarin aku ngasih tau emang kamu lupa ya".


"A aku kira abang canda" elak Syahilla tidak mengaku dirinya lupa padahal memang lupa.


"Ya sudah ayo". ajak Reza menghiraukan perkataan Syahilla dengan, lembut menarik tangan Syahilla menuju ke luar. Reza dan Syahilla pun meninggalkan gedung yang sedang menyelenggarakan perlombaan.


Tak lama mobil yang ditumpangi mereka pun akhirnya telah sampai dikantor catatan sipil, tentunya sebelum ke kantor catatan sipil Reza dan Syahilla berada di gereja terlebih dulu tentunya untuk memberkati pernikahan mereka dengan pendeta, singkat cerita akhirnya mereka telah resmi menjadi pasangan suami sah secara agama ,kemudian mereka berdua menuju kantor catatan sipil untuk mengurusi dari KK baru, akte kelahiran Gibran , kartu pernikahan dan juga akte pernikahan namun untuk Akte Pernikahan tertulis 9 tahun yang lalu , tentunya dengan uang maka semua akan beres dengan cepat


Reza kala itu tersenyum puas karena apa yang diinginkan telah dicapai


"Akhirnya kau telah menjadi wanitaku Seutuhnya Syahilla". bathin Reza sedang melihat kartu pernikahan mereka


Akhirnya Reza dan Syahilla dinyatakan sah dan agama maupun negara, eits jangan lupa Syahilla sudah memakai cincin jari manis dan itu dari Reza tentunya. Karena selama 9 tahun lalu ia telah memberikan cincin itu khusus Syahilla sebagai cincin pernikahan, dan akhirnya setelah penantian panjang menantikan kehadiran sosok seorang yang selalu hadir dalam mimpinya kini telah hadir dan menjadi pasangannya.


"Semoga kita berdua menjadi pasangan yang harmonis sampai maut memisahkan".


"Abang terimakasih banyak atas pengorbanan abang selama ini senantiasa menungguku, maaf aku salah memilih untuk kabur saat itu".


"Sudahlah yang lalu biarlah berlalu kini kamu telah hadir di depanku terimakasih kau telah datang sendiri tanpa perlu aku mencari".


Syahilla mendengar tersebut tak tahan membendung air mata kini ia memeluk erat dan menangis, Reza pun membalas pelukan Syahilla tak kalah erat lalu mengusap punggung Syahilla dan mencium beberapa kali rambut Syahilla. Reza dan Syahilla pun pergi meninggalkan kantor sipil dan kembali pada gedung tersebut


bersambung

__ADS_1


tolong berikan like dan vote makasih maaf banyak Typo hahahaha


nanti di perbaiki lagi


__ADS_2