Keluarga Yang Aneh

Keluarga Yang Aneh
Sheila sudah ditemukan


__ADS_3

...Assalamua'alaikum hay guys me comback again!!!...


...Maaf sebelumnya author telah menghilang selama 2 minggu ini bahkan lebih karena ternyata apa yang kemarin aku rencanakan itu tidak sengaja dihiatus. Karena memang saat itu aku sedang sakit gak hanya aku saja. Tetapi bapk dan abang ku sakit batuk pada saat itu....


...Jadi saat itu pun aku berhenti menulis Novel dan membuat pengumuman terlebih dahulu, namun alasannya karena memang sedang sakit....


...Tapi ternyata selama hiatus itu , tak disangkanya Bapakku yang setiap hari aku lihat kini sudah tak bisa lihat kembali selama lamanya....


...Pada tanggal 3 Desember kemarin bapak saya sudah meninggalkan dunia untuk selama lamanya Alfatihah buat bapakku. Tak disangka apa yang aku rencanakan tanpa kesengajaan ternyata inilah yang terjadi, suatu musibah yang sudah di takdirkan....


...Sudahlah cukup sekian curhat dari saya dan terimakasih bye bye dan selamat membaca...


...****************...


Semua mencari Sheila, anak buah Reza dikerahkan, bagaimana kondisi Syahilla sekarang. Syahilla ngedrop ia bahkan tak ingin memakan apa pun. Sehingga membuat Reza khawatir dengan istrinya.


Dan juga ia semakin dingin pada siapa pun. Reza memang tidak pernah berubah, kekejamannya masih melekat pada dirinya. Apalagi saat orang orang yang tercintanya mendapatkan musibah. Membuat darah Reza meningkat, kekejamannya yang sudah dari dulu melekat di tubuhnya kini sudah bangkit kembali


Reza sudah 3 hari menyiksa seseorang yang tengah berada di Mansionnya


Semua berkumpul di ruang Tamu mereka bersejajar rapi, sementara Reza di kelilingi oleh kedua putranya yang saat ini mereka sedang berlumur darah


Reza saat itu sedang menyiksa seorang wanita yang diyakini sebagai penyuludup.


Miris wanita ini sedang kesakitan karena kulitnya sedang di kuliti oleh Reza sendiri, semua orang bergedik ngeri melihatnya terutama mendengar jeritan malang dari mulut wanita tersebut.


Untuk Syahila dan kedua putra kembarnya sedang berada di kamar di temani dua maid. Sheila saat ini sedang sakit karena memikirkan Sheila sang putri bungsunya yang hilang entah kemana


"Hik hiks Sheila dek anak bunda kamu kemana nak". isak Syahilla sambil memeluk foto Sheila


"Udah Bun, tenang ayah sudah kerahkan anak buah ayah, ayolah bun jangan gini". bujuk Rifal pada bundanya


"Ya bunda bener kata Bang Rifal". Ucap Gio


Syahila pun terdiam benar apa yang dikata oleh sang putranya. Tidak hanya Syahila yang sangat sedih semua orang pun ikut sama ada rasa kekhawatiran


Sementara di bawah


"Ayah, ada lapor anak buah ku sudah menemukan adek". lapor Rizky


"Dimana tempatnya". desak Reza sambil mengguncang bahu Rizky


"Bukannya ini tempat Ayah pernah mengeksekusi ketua Mafia blood dark?" tanya Gibran sambil menyodorkan ipad miliknya


Sementara Reza melihat bangunan dan membaca alamt yang di tera disana, mebelalakan matanya


"Sepertinya anak buah dari bajingan itu untuk membalas dendam pada ayah, ayo kita kesana dan bagaimana keadaan adek".dingin Reza lalu ia pun menanyakan keadaan Sheila yang tampak jelas khawatir


"Adek disana sangat sedih Yah, wajahnya seperti bekas tamparan".lirih Gibran , mendengar itu rahang Reza semakin mengeras sangat jelas sekali urat urat dilehernya, ia pun langsung menatap tajam pada Wanita yang diakui sebagai orang membantu dibalik penyulikan Sheila


"Brengsek".umpat Reza

__ADS_1


Bug


"Ini gara gara lu,yang udah nyampurin sesuatu ke dalam minuman anak gua, lu bukannya udah bertahun tahun kerja disini tapi gak gua sangka kalau lu berkhianat di keluarga ini".dingin Reza


bug


"Aam pun". ucap terbata bata pembantu itu


Reza tak peduli permintaan maafnya wanita tersebut lalu ia pun mengambil guci langsung saja ia jatuhkan pada kepala wanita tersebut lalu


pyarrr


"Omong kosong, Rizky Gibran kalian bakar tubuhnya".bentak Reza kemudian ia memanggil kedua anaknya yang dititah membakar wanita tersebut


"Baik, Ayah".serentak Rizky dan Gibran


Gibran dan Rizky langsung menyeret tubuh Wanita tersebut dengan kasar.


Hingga sampailah di luar Mansion tepat berada di belakang Mansion.


Sementara di tempat lain


"Hiks hikss bunda ayah abang adek takut hikss hikss, mereka jahatin Sheila". isak Sheila dengan memeluk tubuhnya yang bergetar hebat


"Ayahhh manaaa hiks hiks".lirih Sheila


Tiba tiba


brak


brak


"Sheila!!! Ini abang dek".teriak Gibran


"Ba bang gi gibran".terbata bata namun ia menajamkan kembali pendengarannya lagi lagi benar itu suara Gibran


"Ya ya itu suara abang".ucap Sheila dengan hati dan perasaan yang lega akhirnya ada yanv sudah menemukannya


"ABANG!!!!".teriak Sheila


"Adeeekkk dimana kamu sayang".teriak Gibran sambil terus mencari keseluruh ruangan tersebut


"Abang adek di belakang lemari yang warna hitam cepat bang".teriak Sheila


Gibran mendengar teriakan dari sang adik pun segera mencari


"Ya bentar tunggu".teriak Gibran


"Lemari lemari oh ini dia".gumam Gibran sambil melihat keseluruh penjuru ruangan dan akhirnya menemui titik yaitu lemari warna hitam yang percis dikatakan oleh Sheila


Tanpa menunggu lama ia pun langsung membuka, namun ternyata membukanya hanya memutarkan Lemari tersebut secara perlahan memang agak berat namun bagi Gibran itu tak seberapa beratnya

__ADS_1


Akhirnya Lemari pun telah berputar, dan ternyata benar jika dibalik lemari tersebut ada sebuah ruangan kosong


Tanpa menunggu lama Gibran langsung saja segera masuk ke dalam ruangan tersebut , baru saja ia masuk sudah terlihat jelas jika sang adiknya sedang duduk sambil memeluk lutut tanpa di ikat


"Adeekkkkk".teriak Gibran sambil berlarian


Sheila mendengar itu lalu mendongakan kepala ternyata Gibran sudah berada di depan matanya dengan perasaan campur aduk senang sedih takut ia langsung memeluk tubuh kekar Gibran


greb


"Abangggggg huaaaaa hiks hiksss abanggg".teriak Sheila dengan isakan tangisannya menumpahkan ke baju Gibran, namun Gibran membiarkan hal itu


Lalu Gibran memberikan sentuhan lembut dengan cara mengelus pundak Sheila, kemudian sesaat setelah Sheila sudah mulai tenang baru ia melepas pelukannya


Dan melihat ada bekas tamparan di kedua pipi Sheila yang memerah


"Apa ini sakit dek".sentuh lembut Gibran pada kedua pipi adiknya


Sheila mendengar itu ia pun mengangguk lagi lagi tangisannya pecah


"Hiks hiks ya bang ,mereka jahat bang mereka mukulin Sheila dan hampir aja mereka mau melecehkan Sheila".isak tangis Sheila pecah kemudian ia pun mengutarakan bagaimana kejadian yang ia alami saat itu, mendengar nya Sheila bercerita kejadian itu membuat Gibran naik pitam


"Kurang ajar".umpat Gibran dengan sorot matanya yang tajama seorang ingin membunuh


"Ya udah ayo kita pergi dari sini".beralih pada adiknya yang kini matanya tak lagi menyeramkan seperti tadi


"Ta tapi S sheila takut".ucap terbata bata Sheila


Gibran melihat kondisi yang dialami Sheila yang menjadi trauma membuat dirinya tak tega


"Ya udah ayo abang gendong ya". tawar Gibran dengan lembut


"Kan berat". cicit Sheila nyaris tak terdengar namun Gibran mendengar hal itu


"udah gak apa apa, sini hap yah". Ucap Gibran dan langsung dengan entengnya menggendongnya


Sheila pun hanya bisa pasrah, karena ia pun sangat lelah


Saat Gibran sudah keluar, sudah banyak sekali mayat mayat berserakan dimana mana dan ternyata itu adalah musuh Ayahnya


Untungnya Sheila saat itu sedang tidur jadi ia tak dapat melihat penampakan mengerikan tersebut


Gibran dengan santainya melewati mayat mayat itu, untuk menuju ke mobilnya dan akhirnya sudah tiba di luar bangunan tersebut. Ternyata Reza sudah berada di depan di banguan tua tempat Sheila di sekap, melihat Sheila telah di selamatkan membuat dirinya lega kemudian ia pun menghampiri Sheila langsung saja Gibran memberikannya, karena pasti Ayahnya yang paling mengkhawatirkan Sheila apalagi ia putri satu satunya


"Oh putri ayah akhirnya ayah bisa melihat mu nak". Ucap Reza sambil memeluk tubuh Sheila yang sedang tidur


"Ayo kita ke mobil". titah Reza pada Gibran


Mereka berdua masuk ke dalam mobil hitam mevvah tersebut. Untuk Rizky ia di Mansion menemani Bunda dan kedua adiknya untuk menjaga Bunda yang saat ini sedang jatuh sakit karena memikirkan Sheila putri bungsunya.


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2