Keluarga Yang Aneh

Keluarga Yang Aneh
3 dewa iblis


__ADS_3

Perhatikan buat kalian yang masih dibawah umur 21 tahun di skip ya!


...****************...


Didalam kamar


Reza sedang bergulat panas dengan istri tercintanya yang sudah 9 tahun berpuasa kini akhirnya terbalaskan.


"Ah shh abang pelan pelan bang".


"Ssshh sayang ini enak banget sshhh ahh, kamu kenala sempit sekali sih sayang shhh ini nikmat sekali".


Reza terus saja mendesah dan bergerak pinggul dengan menghentak hentakan. Reza terus saja bergoyang maju mundur maju mundur yang kini semakin mempercepat pompanya.


"Ah ah ah"


D*s*h*n Syahilla yang berirama membuat Reza semakin bergariah dan terus saja mengompa, lalu Reza menurunkan badannya kemudian dia langsung m3l*m@t p*t1n9 s*su milik Syahilla dan menyedot seperti bayi, hal itu membuat syahilla mengeluarkan suara laknatnya. Reza mendengar suara indah dari sang istri semakin semangat terus saja ia menculuti setiap inci tubuh Syahilla tak lupa ia berikan kiss mark di dada dan disemua tubuh Syahilla. Kini Reza berada di puncak dan langsung mengerang hingga caira putih masuk kedalam.


Kemudian Reza tumbang kesamping Syahilla sambil mengatur nafas sama halnya Syahilla


"Uh abang uh ca pe kau ganas sekali sih bang".


Reza mendengar itu tersenyum lalu ia memeluk Syahilla dan mencium semua wajah Syahilla dengan sayangnya.


"Terimasih sayang kau menerima permintaanku tak kusangka kamu langsung mau apa kamu merindukan permainanku sayang".


"Eh sembarangan a a aku hanya ingin punya anak aja karena itu permintaan Gibran yang sejak dulu ia minta". elak Syahilla namun mukanya merah


"Oh gitu alah itu cuma alasan aja sayang bilang aja kamu mau ML kan sam aku kamu kangen kan hahahah ngaku aja, dan terimakasih kamu menjaganya dengan baik sehingga aku bisa merasakannya lagi ".goda Reza sambil mengedipkan matanya


"hmm tau ah, ya sama sama bang ya sembarang kamu bang masa aku bermain dengan lelaki lain sementara diriku sendiri dingin pada laki laki".


Mendengar itu Reza semakin bangga pada istrinya, ya memang benar istrinya berbeda dengan yang lain. Karena saat itu di perlombaan Gibran, Reza sedang berbincang dengan kliennya tentu bersama sang istri yang setia berdamping di sisinya.


Klien lelaki itu selalu melirik Ke arah samping Reza, Reza melihat itu tentu saja ia geram namun ia tahan saat melihat wajah Syahilla yang tampak tak nyaman dan selalu bersembunyi di badannya Reza hal itu membuat Reza tersenyum tipis. Syahilla saat itu berbisik ia tak betah karena lelaki terus saja melihat pada dirinya dan ia meminta suaminya untuk segera pergi, tentu saja dengan senang hati Reza meng iyakan, langsung saja Reza pamit pada kliennya pada saat itu. Reza sudah meninggalkan tempat yang tadi berbincang dengan klien, setelah jauh dari tempat langsung istrinya mengomeli Reza.


Mengatakan jika ia tak suka bertemu dengan lelaki genit yang suka menggoda . Tentu Reza dengar itu tersenyum senang lalu melihat ke wajah istrinya yang tampak marah serta matanya tak ada kebohongan.


Namu anehnya berbeda saat dirinya mengatakan jika Reza yang menggoda pada Syahilla dan saat itu juga responnya menjadi aneh, wajahnya merona. Reza melihat itu langsung memeluk mencium, kini Reza tau sikap Syahilla yang memang sangat dingin pada lelaki manapun bahkan saat menjawab pun ia sangat irit saat ditanya oleh beberapa teman bisnis suaminya


Namun berbeda pada pengawal suaminya ia akan menjadi lembut namun tegas, dan pada Reza akan menjadi manja serta tatapannya lembut dan itu juga berlaku pada Gibran dan Rizky.


Kembali pada Rizky


Rizky sedang memeluk dan mengusap perut Syahilla dan berucap


"Cepet tumbuh ya di perut Bunda, Ayah akan menantikan kehadiranmu".


"Iya ayah". ucap Syahilla dengan menirukan suara anak kecil sambil memenjamkan matanya


Mendengar suara aneh dari istrinya membuat Reza tertawa lalu ia pun berkata


"Sudah ah yuk tidur sayang, dan nanti malam aku mau kerja".


"Hmm ya udah aku ngantuk sekali bang, bang usap usap dong punggung aku".


Reza pun menuruti permintaan istri tercintanya, tak lama mereka berdua pun tertidur dengan posisi pelukan hangat dan bertelanjang bulat yang ditutupi oleh selimut.


Sementara di tempat lain


Seorang wanita mengamuk di rumah mewahnya dan dia sedang memecahkan barang barang mahal di sekitar dalam rumahnya, dengan berteriak teriak sehingga para maid tak ada yang berani mendekat.


"Akhhh aku tak terima ini semua gara gara kau bajingan Alex"


"Kalau aku tak menuruti kemauanmu aku tak akan pernah meninggalkan mantan suamiku dan anakku serta kekayaannya akhhhhhhhhh dasar kau lekaki bangsat penghianat ".


Wanita terus saja berteriak mengumpat dan tiba tiba seorang yaitu bibi yaitu pembantu rumahnya menghampiri dan menenangkan nyonyanya


"Nyonya ayo kita ke kamar nonya".


"Tidak tidak aku tidak akan ke kamar dan siapkan keperluanku karena sekarang aku akan pergi ke indonesia dan tentunya akan bertemu dengan mantan suamiku dan aku aku ingin rujuk".


Wanita ini adalah Gres Morly Samuel, ia adalah mantan istri Reza sekaligus ibu kandung Rizky. Ia Gres begitu frustasi karena ia tertipu oleh pacarnya karena uangnya diambil oleh pacarnya ke luar negri. Kini gres bener bener frustasi dia ingin kembali ke indonesia tak peduli jika ia menjadi bahan gunjingan yang terpenting ia ingin mendapatkan uang karena ia tak mau hidup miskin karena sejak kecil ia hidup orang kaya. Namun saat ini diambang kehancuran, sebenarnya Gress itu gak akan miskin miskin amat karena mempunyai akses akses tanah. Namun karena ia merasa kurang dan kurang entahlah hatinya dipenuhi keserakahan. Gres tidak mengetahui jika mantannya sudah menikah lagi, jadi dia masih berfikir bahwa Reza membutuhkan dirinya dan akan kembali pada mereka


Kembali ke Indonesia tepat jam 9 malam Reza terbangun, kemudian ia melirik ke arah samping dan tersenyum ia ingin sekali memeluk sepanjang hari bersama Syahilla namun ia harus tanggung jawab karena hari ini -akan ada penyerangan di markas sekaligus Gibran akan dibawa tentunya akan diperkenalkan pada mereka jika Gibran akan masuk menjadi aggota baru.


"Sayang aku pergi dulu".


cup


Setelah puas menatap istrinya yang tertidur pulas akhirnya Reza pun bersiap siap. Tak berapa lama akhirnya Reza sudah siap dan keluar dan ternyata Bagas sudah ada dibawah bersama kedua anaknya.


"Malam tuan".


"Hmmm, ayo berangkat". dingin Reza, tentunya Gibran dan Rizky mengikuti Ayah mereka.


Kini sudah berada di mobil kemudian Gibran bertanya


"Ayah apa benar markas ayah akan diserang"


"Hmm ya Gibran, kau harus siap siap karena kali ini Ayah akan menghabisi mereka".

__ADS_1


"Tenang ayah aku akan siap siap, dan abang sudah menyiapkan barang barang yang aku pergunakan dan juga Abang Ayah".


"Bagus itu baru Anak Ayah, kamu Rizky sudah kau hubungi si Jack itu anak buahmu yang dipercaya itu".


"Sudah yah bahkan sudah ada di markas ".


"Ok, nanti malam Ayah tak sabar ingin sekali memandikan darah".


"Hmm Ayah kira kau saja aku juga sama yah".


"Aku juga yah".


"Hahahaha anak anak ayah memang hebat kita tunggu saja"


"Baik Ayah".


Bagas mendengar mereka pun bergidik ngeri karena sangat merasakan aura kuat seperti iblinya mulai muncul namun kali bertambah satu yaitu Gibran, Bagas tak menyangka jika Gibran yamg ia kenal sangat jail pada Bundanya ternyata sama sama bahaya.


"Ya ampun mereka bertiga sangat berbahaya, iblis menyerupai manusia dan kini menambah satu makin kuat saja aura mereka, tak disangka Tuan Gibran sama seperti mereka yang mempunya jiwa iblis". bathin Bagas yang sesekali melihat ke arah kaca spion depan


Tak lama akhirnya tibalah di markas milik Reza, dengan posisi berada di Hutan, memang dari mansion ke markas membutuhkan waktu sekitar 1 jam karena lokasinya sangat terpencil dan sangat jauh dari kota.


Saat mereka bertiga turun, semua langsung berbaris rapi dan menunduk, kini Rizky dan Reza sudah mengeluarkan aura iblisnya, namun ada yangbm berbeda ada seorang anak kecil mirip sekali dengan bosnya lalu tiba tiba


"Dengarkan semua hari ini ada kedatangan anggota baru yaitu dia". menunjuk ke arah Gibran


"Dia adalah putra keduaku dari istriku yang sekarang dan saat ia akan diangkat menjadi anggota the dark blood". lanjut dengan nada dingin Reza


"Sebaiknya kita segera kedalam untuk membahas strategi saat penyerangan malam nanti waktunya kita tidak banyak 2 jam lagi kita akan diserang". ajak Reza


"Baik tuan"


Kini mereka bertiga dan ikuti Bagas di belakang mereka, hawa dingin dan juga aura iblisnya muncul dari mereka bertiga membuat semua orang tertunduk. Tibalah di sebuah sofa yang sudah disediakan 3 oleh anggota mafia. Kini Reza memimpin rapat sebagai ketua mafia the dark blood untuk membahas tentang strategi penyerangan dengan musuh mereka yang akan menyerang markas yang mereka tempati.


Jika ada yang ingin masuk anggota tersebut harus melewati rintangan yaitu bisa beladiri dan ahli bersenjata dan juga melatih insting agar bisa mengetahui pergerakan seseorang yang dicurigai. Kemudian jika ada penghianat dalam anggotanya maka hukumannya adalah siksa lalu mati di tangan sang ketua. Bahkan lebih parahnya itu dividiokan lalu disebar di internet


Inilah mengapa mereka tau seorang Reza seperti apa seorang Ceo kejam berhati iblis. Mereka tidak akan berani jika membuat masalah dengannya. Namun ada juga yang ingin menghancurkan dan tak peduli bagaimana akibatnya dikemudian hari.


Kini kembali lagi ke Reza


Tibalah waktu penyerangan, kini markas Reza di kepung oleh para musuh namun dengan bayangan belum ada yang menampakkan diri.


"Ayah kita mulai permainnanya".


"Hmmm baik, Rizky kau siapkan bomnya".


"Tentu ya, lalu apa sekarang bisa dicoba"


"Ya bang ayo kita lemparkan pada mereka".


Lalu tiba tiba


bom boom


Hahahhaa "Wah wah liat Gibran mereka terlihat tersiksa, mat@nya keluar gitu hahahhaha".


"Ya ampun bang mereka lucu juga, ayo kita ke bawah "


Kini mereka menuruni tangga dan setelah berada di bawah ternyata Ayahnya masih ada dibawah dengan santai duduk disofa sedang merokok lalu meminum wine


Mereka berdua menghampiri Ayahnya


"Ayah kita keluar bawa salah satu merek yang masih hidup yah".


"Ayo kita keluar" ajak Reza pada kedua anaknya


Saat tiba di luar anak buah Reza langsung bergegas membawa mayat musuh yang sudah dilumpuhkan oleh kedua anak tuannya siapa lagi kalau bukan Rizky dan Gibran.


Reza dan kedua anaknya menyaksikan mereka tanpa membantu sedikit pun, melihat beberapa yang tewas dan juga ada yang sekarat dan ada juga yang masih hidup membuat jiwa iblisnya keluar


"Bawa mereka yang masih hidup ke ruangan eksekusi, dan untuk mereka yang sekarat bawa pada coky dan sion". dingin Reza sambil menatap tajam pada mayat mayat, Gibran tiba tiba memanggil


"Ayah", panggil Gibran dengan datar


"Ya gibran". sama halnya dengan Gibran


"Aku saja yang ingin bermain dengan mereka pleas ayah aku sudah lama gak main darah darahan". ucap Gibran yang kali ini merubah nadanya jadi memelas merengek seperti anak kecil ingin mainan namun ini hal beda mainannya sungguh mengerikan, mendengar kalimat terakhir membuat Reza terkekeh geli, karena Reza berfikir bahwa darah itu sebuah mainan".


"Hahhaha njir sae lo Gibran, darah dijadiin mainan, tapi abang juga kangen main dokter dokteran". canda Rizky, mendengar putra sulungnya lagi lagi menggeleng geleng kepala ternyata mereka sama sama somplak.


"Rizky ayah tidak menyangka sama kamu yang biasanya dingin tapi bisa diajak canda juga".


"Habis kalau sama ayah serius mulu jadi gak asyik Yah".


"Ya sudahlah ayo kita masuk".


Mereka para pengawal menyaksikan kedua anak tuannya, benar benar terkejut karena mereka tak disangka keduanya mempunyai pribadi ganda dingin dan hangat, dan keduanya humoris.


Kini mereka bertiga sudah berada di ruang eksekusi atau bisa disebut ruangan penyiksaan.


kret kret

__ADS_1


"Siapa kalian ini dan atas perintahnya siapa kalian beraninya berada dimarkasku". dingin Reza sambil menatap tajam pada pria itu


"Hahaha saya tidak akan memberitahukan, yang jelas saya ingin anda hancur dan tentunya akanku bawa istri anda pada tuan kami".


Mendengar itu Reza sangat marah dan darahnya tiba tiba mendidih, ia langsung saja menghampiri kemudian


bug


bug


bug


bug


"Jika kalian mencoba berani membawa istriku akan kupenggal kalian". bentak Reza dengan menarik kepala pria itu lalu mencek!k leher pria itu


"He he he sa ya ak an pa stikan i tu ak an te rja di". suara terbata bata namun masih tetap ia bisa mengejek Reza.


Reza langsung melemparkan badan pria dengan satu tangannya


brak


Pria langsung kej@ng kej@ng dan dengan kejamnya Reza langsung mengambil air p@n@s dan menyir@mi tubuh pria itu seketika tubuhnya menjadi kaku. Itu disaksikan oleh kedua anaknya, namun mereka tidak menunjukkan rasa takut malah mereka sama sama menambahkan ilmu kekejamannya. Sebagai nanti saat mereka sedang mengeksekusi musuhnya.


Sementara di Mansion Reza


Syahilla terbangun karena ia haus, kemudian ia turun dan melangkah kan kakinya menuju bawah, saat dibawah ternyata ada para pengawal yang menjaga mansion milik suaminya. Melihat nyonyanya turun, pengawal pun langsung menghampiri


"Ada yang bisa saya bantu nyonya".


"Eh gak usah saya hanya ingin minum air hangat saja".


"Biar saya yang mengambilkan".


"Eh tidak usah, saya yang menga...".


"Tidak apa apa nyonya silahkan kembali ke kamar nanti akan saya antarkan".


"Baiklah, apa suami saya sudah pulang"


"Belum nyonya".


"Ya sudah saya mau ke kamar , maaf merepotkan".


"Tidak masalah nyonya".


Syahilla pun kembali ke kamarnya, melihat syahilla tak nampak lagi mereka langsung bergosip


"Gua gak nyangka Nyonya Syahilla meski dia muka jutek tapi dia baik".


"Ya kuy, Nyonya Syahilla emang beda sama Nyonya gress udah galak pandai ngerayu cowok tukang selingkuh muka menor ".


"Kalau nyonya Syahilla dia terlihat sangat cuek ke lelaki tapi baik, pantes saja aku pernah dengar ada rumor kalau dikampung Nyonya itu banyak yang tidak mau dengannya".


"Oh ya wah tak disangka padahal cantik ya".


"Mereka itu memetingkan body daripada muka".


"Masih ada yang begitu, ya sudah aku ke dapur".


"ok"


Pengawal yang sudah diantar air putih pada kamar Syahilla, kini sudah kembali menjaga dengan pengawal lainnya. Saat mereka tengah asyik berbincang tiba tiba mereka merasakan sesuatu ada bahaya mengitari di Mansion. Benar saja pengawal yang berada di gerbang luar terjadi keributan. Sementara Pengawal untuk menjaga istri Tuannya tidak keluar tentu untuk keamanan sang Nyonya


Sementara di markas


Ketiganya bener bener seperti iblis mereka sedang asyik menyiksa tawanan karena mendengar jika mansionnya dikepung oleh para musuh namun berhasil dikahlakan. Ya mansion Reza kini sudah aman dan mereka semua kalahkan semua tewas mengenaskan.


Meski sudah dikalahkan oleh pengawal Reza tetap saja jiwa keiblisan mereka bertiga masih saja melekat bahkan semakin bringas.


Sret


Sret


Sret


Gibran begitu bringas dan sangat pandai sekali menyayat musuh Ayahnya.


jl3p jl3p jl3p.


Rizky pun tak mau kalah, dia langsung menusuk nusuk badan tawanannya dengan bringas


Sementara Reza sedang mengul!t! hidup hidup tawanannya. Mereka tak peduli jeritan jeritan yang memenuhi ruangan, ruangan tersebut menjadi lautan darah serta lantai putih berubah menjadi merah.


Masih ada tawanan lagi yang belum mereka di eksekusi karena ia ingin menyicil saja saat dirinya sedang terburuk maka mereka akan menjadi pelampias marahnya.


Anak buah Reza, melihat mereka sedang menyiksa tawanan bener bener mengerikan. Terutama Gibran meski usia kecil tapi dia sangat bahaya, mereka bagaikan iblis yang sedang bersenang, mereka pantas disebut dengan 3 dewa iblis


...****************...


bersambung

__ADS_1


MAAF JIKA BANYAK YANG TYPO


TOLONG JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN DI BAWAH INI


__ADS_2