Keluarga Yang Aneh

Keluarga Yang Aneh
Gibran ingin punya adik Cewek


__ADS_3

Tak lama akhirnya mobil Reza pun telah sampai di Gedung. Mereka berdua pun turun dan langsung menuju sebuah ruang dimana Gibran sedang lomba.


Reza melihat bahwa Gibran telah usai dan sedang mengobrol dengan Rizky mereka sedang duduk di kursi yang sediakan disana tentunya di kelilingi oleh pengawal.


Reza dan Syahilla menghampiri mereka berdua, mereka menyadari jika ada yang datang lalu menoleh dan seketika Gibran tersenyum, lalu Reza pun bertanya sambil mengusap kepala anaknya


"Gibran sudah selesai?". tanya Rezavsmbil mengusap rambutnya


"Sudah dong Yah, bahkan aku yang pertama menyelesaikan tesnya ". jawab Gibran dengan bangga, membuat mereka terkekeh mendengar sombongnya


"Widih ini baru anak ayah". antusias Reza sambil menepuk pelan pundak Gibran


"Ayah Bunda ayo pulang aku gak betah lama lama". rengek Gibran


"A......" Reza ingin berkata tapi malah di dipotong oleh istrinya .


"Eh eh tunggu tunggu dulu, Bunda mau nanya dimana guru kamu Gibran".


"Cih, Bunda kenapa sih nanyain pak guru mulu, udahlah lagian aku udah keluar koq dari sekolah".


" Ha keluar? kenapa koq bisa , koq bisa sih, ih kenapa gak bilang ama bunda terus kapan kamu keluarnya?".


"Ih bunda satu satu bisa gak sih nanya nya".


"Ya mumpung bunda inget jadi di sekaligusin nanyanya kalau nanyanya satu satu yang ada bunda bakalan lupa gibran, ya kan lagian kamu otaknya encer jadi bisalah jawab semua pertanyaan Bunda yang cantik ini meski otaknya rada sengklek".


Mendengar hal itu sontak Reza dan Rizky menggeleng geleng kepala dan tersenyum kecil karena menjaga imej namun dalam hati ketawa keras, sementara para pengawal mendengar hal itu menahan tawa, mendengar Nyonya barunya ini, memang berbeda dengan Nyonya pertama yaitu mantan istri Reza yang sekarang humoris akan dipastikan di mansion akan menjadi berbeda saat mereka berdua hadir di kehidupan Reza.


"Ya ampun Bunda". pasrah Gibran sambil menpuk Jidat, lalu ia pun menghela nafas kemudian melanjutkan ucapannya " Iyaa udah nih aku jawab ya, jadi tadi aku udah bilang lewat telepon pas selesai lomba sudah paham ya bundaku ini yang ceroboh dam super cerewet". dengan nada sinis Gibran


"Hahaha oh ya ya yaudah ayo pulang eh tunggu Rizky masih disini kan".


"Gak mau ah, aku mau pulang bareng kalian aja". elak Rizky


"Loh kan kamu bukannya panitia ,koq pulang bukannya di periksa dulu nak". tanya Syahilla dengan wajah bingungnya


"Malas". satu kata dengan santai Rizky, membuat Syahilla menghela nafas mirip sekali dengan Gibran kelakuannya


"Astaga, ya ya terserah deh ayo kalau gitu kita semua pulang". pasrah Syahilla dengan mengajak kedua anaknya untuk segera pulang


Rizky bukan males namun ia ingin bersama keluarga barunya, dan untuk pemeriksaan hasilnya ia serahkan pada yang lainnya ia yakin hasilnya yang akan dapat nilai paling sempurna adalah adiknya.


Reza dan keluarganya pun sudah berada di mobil, kini Reza sudah menceritakan bahwa sudah menikah sontak Gibran girang dan tak disangka mereka berdua tercengang karena mendengar keinginan Gibran.


"Hore bunda dan ayah bersatu lagi". pekik Gibran karena ini keinginannya sedari dulu dan sekarang terwujud


"Ya dong nanti setelah ini kita langsung ke mansion". Reza dengan merangkul bahu Istrinya sesekali ia mencium pipinya membuat Syahilla merona. Namun ia merasa aneh saat suaminya mengatakan Mansion karena itu adalah hal yang asing baginya dan baru pertama kali mendengar, dengan wajah polosnya ia bertanya pada suami


"Apa itu mansion bang?". nada polosnya Syahilla, mendengar hal itu semua melihat pada Syahilla dengan bereksrepsi berbeda beda ada yang sinis dan juga ada yang memandang lucu ada juga yang memandang biasa. Reza dengan gemasnya menjawab sambil memegang pipi istrinya


"Itu lhoh kaya rumah besar gitu loh sayang". jelas dengan lembut Reza sambil mengelus kepala Syahilla dengan lembut. Mendengar jawaban dari sang suami ia pun hanya menjawab oh saja. Sementara Gibran langsung saja mengatakan pada Reza dengan menyindir Syahilla


"Ayah harus sabar sama bunda karena bunda itu lemot dan juga minim pengetahuan". menyindir Gibran terhadap Bundanya, sementara bundanya langsung saja melotot pada Gibran


"Eh kamu ya jadi anak durhaka kamu, awas aja gak bunda kasih makanan favoritmu". kesal Syahilla dengan wajah marah namun bagi mereka melihatnya lucu, Gibran pun hanya meledek dengan cara menjulurkan lidah


" Bodo amat Wlekkk". Gibran


"Iih Abanggg Gibrannya iiih". rengek Syahilla pada Reza dengan wajah memelas mencoba mengadu


"Udahlah hiraukan aja mending kamu tidur saja". Reza tak peduli rengekan Syahilla ia merangkul kepala syahilla ke pundaknya agar tidur


"Dih gitu aja ngadu". cibir Gibran


"Udah Gibran". Reza


"Iya ayah, eh ayah ".

__ADS_1


"hmmm". hanya deheman tanpa menoleh ke belakang


"Ayahkan udah bersatu lagi sama bunda".Gibran sementara Reza hanya dijawab angguk


"Aku pengen dong punya adik perempuan". ucap santai Gibran, semua mendengar nya itu langsung bengong


"Haa?" cengang Syahilla dengan rahang jatuh dan mata terbelakak


"Adik?". Reza dengan nada dingin


"Perempuan"?. Rizky sama dengan reza dengan nada dingin, Langsung diangguki oleh Gibran sebagai jawaban ya dengan wajah senangnya sementara Syahilla tak terima langsung saja ia mengomeli pada gibran


"Kamu kira bikin anak itu kaya bikin adonan kue bran". omel Syahilla dengan sedikit teriak


"Iih yah habis aku iri bun, liat temenku dikelas nyeritain adiknya". mengutarakan hatinya, mendengar hal itu Reza merasa sedih lalu juga muncul ide licik dengan senyum devilnya lalu berkata


"Ya nanti ayah bikinin mau berapa?" santai Reza sambil memandang Gibran, dan dengan gemas tangan Reza di pukuli oleh istrinya


"Abang". pekik Syahilla dengan memukul tangan Reza, sementara Reza tak peduli dan tak merasakan sakit


Gibran langsung berfikir kemudian dengan santai ia menjawab, membuat mereka bereskpresi berbeda beda


"Hmm 3 jadi laki laki 2 perempuan 1". jawab Gibran


" kenapa gak 6 aja". santai menawarkan Reza pada Gibran,Gibran pun berfikir sementara istrinya langsung omel


"eh abang seenaknya kamu kira aku ini kucing apa ha". pekik tak terima Syahilla yang begitu santainya Reza mengatakan ingin mempunyai anak 6


hahhahaa


Mereka bertiga pun menertawakan Syahilla, suasana di dalam mobil menjadi hangat, supir didepan yang tak lain adalah Bagas pun ikut merasakan bahagia melihat mereka tertawa lepas


"Semenjak hadirnya Nyonya Syahilla dan Tuan Gibran akhirnya bisa menciptkan perubahan sikap mereka berdua dan juga menciptakan suasana yang dulu sepi kini ramai karena kalian Nyonya dan Tuan Gibran ".Bathin Bagas dengan melirik ke arah kaca spion depan melihat keluarga tuannya tertawa bahagia


Tak terasa akhirnya mobil pun sudah sampai di gerbang besar milik Reza, melihat itu tentunya Syahilla decak kagum dan sekaligus ia merasa malu karena dirinya tak pantas bersama dengan orang yang kaya.


"Ayo sayang turun". Reza


"Apa benar ini rumahmu". Lirih Syahilla, tentunya Reza menjawab namun membenarkan kalimat


"Ya ini rumah kita sayang". dengan mantap dan membenarkan kalimat *Rumahkita*


"Abang ini benar benar sultan ya abang ini".tak percaya lagi suaminya benar benar sultan


Reza hanya tersenyum kemudian turun karena pintunya dibuka oleh pengawal, namun saat pengawal lain ingin membuka pintu untuk Syahilla dicegah oleh Reza, dan kini Rezalah menggantikan posisi dan membukakan pintu mobil untuk sang istri,


"Selamat datang istriku". mejulurkan tangannya pada istrinya dan samb tersenyum lembut dan itu hanya pada keluarganya termasuk istri tercintanya tidak dengan orang lain


Mendengar itu membuat wajah Syahilla merona dan ia langsung keluar dari pintu mobil langsung berdiri tak berani menatap wajah reza dan langsung memeluk Reza


"Iih abang jangan bikin malu". pelan Syahilla dengan membunyikan kepalanya didada bidang Reza


"hmm ayo kita kedalam, Giban Rizky ayo nak". ajak reza sambil mengurai pelukannya lalu mereka pun melangkah pada bangunan megah itu


Gibram melihat sekeliling mansion milik Reza decak kagum tentunya ia tak percaya bahwa ayahnya seorang kaya raya sangat berbanding terbalik dengan ibunya.


Namun Gibran tak pernah membedakan mereka berdua yang terpenting Gibran merasa bahagia bersama keluarganya.


Kini semua pengawal dan pelayan pun menjajar dan berbaris rapi, melihat itu Syahilla mengeratkan pelukan Reza dan langsung bersembunyi di lengan Reza. Hal itu membuat Reza menatap tajam pada mereka, mereka semua menunduk kemudian Reza berbisik pada Syahilla


"Sayang sudah jangan hiraukan mereka". bisik reza tepat di telinga Syahilla


"Tapi a akuu tak berani melihat mereka bang mereka muka nya serem". dengan nada bergetar, masih menunduk kepalanya mendengar itu Reza mengelus pundak Syahilla dengan lembut


"Kan ada aku". lembut Reza tepat di telinga


Lalu syahilla menuruy dan memberanikan melihat kedepan, kini Syahilla tak gugup lagi karena melihat mereka menunduk. Mereka berdua pun melangkah sementara anaknya sudah lebih dulu masuk ke dalam

__ADS_1


Reza sudah sampai di dalam manison lagi lagi Syahilla begitu kagum melihat isi dalam manison tersebut banyak sekali barang mewah tersimpan dengan rapih


Sama hal nya tadi pelayan atau maid berbaris dengan rapih dan Syahilla pun masih dengan posisi mengeratkan pelukannya pada Suaminya tapi tiba tiba


"Kalian dengarkan , disampingku adalah istriku yang sekarang dan itu berarti perempuan ini nyonya baru kalian, sementara anak lelaki ini adalah putraku dari istriku yang sekarng, kalian harus menuruti apa pun yang mereka perintahkan dan jangan sampai mereka terluka, dan ingat jika istriku terluka sedikit pun maka kalian tau akibatnya". teriak Reza dengan nada dingin sambil menatap tajam pada mereka, namun tangannya mengelus lembut puunggung Syahilla.


Syahilla mendengar hal itu langsung merinding seketika pasalnya ia pertama kali memdengar suara dingin yang sangat menakutkan namun anehnya Suaminya melakukan hal lembut seperti sekarang yang sedang mengelus pundaknya dengan lembut, sementara wajahnya tampak garang pada mereka


Sementara Gibran mendengar Ayahnya dengan nada dingin serta aura keiblisan mulai tercium tersebut membuat dirinya berdecak kagum pada Ayahnya.


Setelah Reza memperkenalkan anak dan istrinya lalu ia pun mengajak Syahilla ke kamarnya


"Ayo sayang kita ke kamar" ajak lembut Reza, dengan tatapan teduhnya pada Syahilla berbeda dengan tadi pada pembatu dan pengawalnya


"Hmm, tapi aku gak bawa apa apa bang, gimana aku ganti bajunya sementara bajuku di apartemen , dasar jadi suami gimana sih".


"Tenang sayang sudah dibawa oleh pengawalku"


"Oh ya sudah aku mau tidur aku capek".


"Eh mandi dulu dong sayang"..


"Eh ya ya, kan aku habis dari luar ya udah aku mandi ah".


Mendengar itu Reza langsung menggendong Syahilla ala bridal style . Hal itu membuat Syahilla terkejut dan tak sadar ia mengalung tangannya pada leher karena takut jatuh dan langsung ia mengomel suaminya


"Iih abang nanti aku jatuh gimana bang, aku kaget tau lohh , abang mau aku punya penyakit jantung gitu"


"Ssst udah ah jangan berisik".


"Bi apa sudah disiapkan kamar anakku".


"Sudah tuan".


"Gibran kamu ikuti bibi ini namanya bi Surti dan dia sebagai kepala maid disini"


"Baik ayah, abang kamu dimana kamarnya".


"Gak jauh koq dari kamu"


"Asyil bisa dong kita.....".ucap Gibran sengaja di gantung lalu menggerakan kedua tangannya seolah ia sedang bermain stik ps. Hal itu Reza dan Rizky bergeleng geleng, Rizky langsung mengangkat jempolnya. Sementra Syahilla bingung karena tak mengerti , apa yang sedang mereka bahas


"Eh kalian bahas apa sih hah, bunda gak paham".


"Udah ah bunda sana mending tidur, ayah bawa bunda ke kamar dan jangan lupa kasih aku adik".


"Oh kalau itu kamu gak minta pun ayah akan memberikan adik pada mu gibran".


"Eh abang".teriak Syahilla langsung memukul lengan Suaminya


"Udahlah sayang ini permintaan Gibran lhoh"


"Hahahaha bunda mukanya jelek banget sih, bunda ayah pokoknya Gibran pengen punya adik cewek". ledek Gibran dengan diakhir ucapan penekanan sehingga ia bersungguh sungguh itu terwujud


"Kamu mau punya adik perempuan, berarti sama kamu aja yang ngurusin sekalian".


"Ya siap karena aku sebagai kakak laki laki akan menjaga dan sebagai pengawal adik perempuN agar terhindar dari hal hal buruk". bijak gibran dengan harapannya


"Nah ini baru anaknya bunda, lalaki itu harus menjadi tameng untuk melindungi seseorang yang tersayang benarkan suamiku".


"Bener istriku, yasudah ayo kita ke kamar dan persiapkan diri karena kita akan kerja keras".


"Kerja keras?" Syahilla dengan wajah bingungnya


Reza menghiraukan kebingungan Syahilla yang tak mengerti, dia langsung pergi begitu saja untuk ke kamar sementara anaknya tentu mereka masuk ke kamar masing masing


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


bersambung


__ADS_2