
Rizky sedang berada di Mall milik Ayahnya sendiri, tentu dengan membawa pengawal bayangan karena atas perintah Ayahnya, Ayahnya tidak di Indonesia kini Reza baru berangkat sore ini yang sedang berada di perjalanan keluar negri untuk bisnisnya.
Saat ini Rizky sedang berdiri di depan toko pakaian dan jaket, mereka tak menyadari bahwa pria ini adalah anak dari pemilik Mall ini karena saat itu Rizky sedang memakai masker dan topi dan itu serba hitam. Saat ia asyik melihat jaket dengan edisi terbatas dia mendengar suara perempuan dan seenaknya menyentuhnya lalu ia pun menoleh ke belakang saat ini ia melihat seorang wanita muda dan dengan lancangnya ia memegang wajahnya, namun aneh ia menyebut nama lain dan mengaku mirip anaknya dan paling anehnya kenapa dengan keadaan begini perempuan itu bisa mengenali
"GIBRAN ini ini Kamu Gibran tapi kenapa kenapa setelah keluar dari kamar mandi jadi sebesar ini nak". teriak Syahilla hingga menjadi sorotan semua penghuni Mall, dengan wajah polos dan terus saja menyentuh wajah pemuda itu dan ternyata ia adalah Rizky
Semetara Rizky memasang wajah sinis, saat ini para pengawal bayangan ingin menghampiri namun Rizky melarang dengan memberikan kode. Merasa aneh melihat tuan mudanya yang biasa menghindar dan sangat jijik sentuhan dari wanita tapi ini berbeda. Rizky penasaran ada apa dengan wanita ini namun sentuhannya membuatnya nyaman, biasanya jika ada yang berani menyentuh terutama wanita langsung ia tepis dan langsung mendorong dan memperintahkan pada pengawalnya dengan menyeret wanita sampai pada Ayahnya biar ayah menghukum karena dirinya tak sudi dinodai darah wanita lain. Namun untuk pertama kalinya ia tak tepiskan tangan wanita itu apalagi melihat sorot matanya yang penuh kehangatan apalagi ia menyebut nama gibran, dan dia merasa tak aneh namanya ia mengingat bahwa Ayahnya mengatakan jika adiknya bernama Gibran namun tak ia berikan fotonya. Entah kenapa ada rasa yang begitu nyaman dihatinya saat memandang wajah teduh Syahilla.
"Kau Gibran kan". tanya lagi Syahilla karena Rizky masih membungkam mulutnya, dan itu menjadi pusat perhatian yang sedang belanja. Namun tiba tiba Syahilla dikagetkan dengan suara familiar dengan menarik pakaian dibelakang lalu ia pun menoleh ke belakang dan ia terkejut
"Bunda aku disini". ucap Gibran sambil menarik baju belakang Syahilla
"Eh, kau Gibran? terus ini siapa". Kaget sekaligus ia pun menunjuk pria yang berada dibelakang, Rizky pun terkejut melihat bola mata anak kecil itu percis dengan dirinya dan ayahnya
Kini pandangan Gibran mengalih pada orang yang dibelakang bundanya dan mereka pun sesaat memaku keduanya dan saling memandang sedetik kemudian Gibran membuka masker dan pria itu pun membuka maskernya, seketika semua pun molongo dan Syahilla pun sama, begitu pula para pengawal melihat mereka berdua terlihat mirip seperti adik kakak
"Eh ya ampun kalian bener bener mirip". ucap Syahilla sambil memegang wajah mereka satu persatu
deg deg deg
"Siapa anak kecil ini kenapa mirip denganku atau jangan jangan dia adikku yang Ayah cari apa jangan jangan dia Gibran yang ayah cari itu berarti wanita ini nona Syahilla". bathin Rizky yang sedang bergelut pertanyaan di otaknya dan menatap mereka satu persatu dan jantungnya detak kencang, begitupun Gibran sama halnya
deg
"Kenapa abang ini sangat mirip denganku apa dia juga anak ayah, atau jangan jangan dia lah orang yang diceritakan pak supir tadi ya Tuhan aku sebentar lagi bertemu dengan Ayah". bathin Gibran dan tanpa sadar Gibran menangis
"Eh Gibran kenapa nak?". tanya khawatir saat melihat anaknya menangis, namun Gibran menggeleng.
"Kalian begitu mirip apa jangan jangan Gibran punya kembaran ya?".
"Bunda ngaco deh". decah kesel Gibran karena Syahilla yang berbicara ngelantur
"Apa jangan jangan ayah kalian sama". Ceplos Syahilla Mendengar hal itu membuat kedua pria itu terpaku dan mereka pun entah mengapa sama sama mengharapkan
"Eh ya nak, siapa namanya". tanya Syahilla penasaran sambil memandang Rizky meski dengan keadaan mode dingin
"Rizki". mode dingin
"Oh ini anakku Gibran bahkan kalian sama sama ya dingin ya seperti kulkas berjalan hahaha". becanda Syahilla, kini Gibran pun memanggil
"Bunda!".
"Yaa nak?".
"Ayo kita beli es krim, aku mau beli es krim". merengek Gibran sambil menunjuk ke arah kedai es krim, sementara Rizky meski masih memasang wajah dinginnya namun ia merasa iri. Lalu pandangannya mengalih pada mereka yang berbisik, dan mereka menyadari bahwa anak dari orang yang terpandang terkenal kejam menatapnya. Kini mereka pun bubar tidak berani melakukan sesuatu karena tak mau nyawanya melayang, kini pandangannya pun kembali pada mereka karena merasa terpanggil namanya
"Eh eskrim ya udah ayo, eh Nak Rizky mau ikut aduh kamu ya bener bener mirip ya ama Gibran, coba Gibran berdiri disamping abangmu ya".
"Abang?".
"Yaa itu abang mu kamu itu ya ama abang sendiri aja masih dingin hahaha, coba kalian berdamping wah kalian bener bener mirip ya". pekik syahilla, melihat bundanya terlihat bahagia Gibran pun senang dan Bundanya sangat mengerti dirinya ingin dekat sekali dengan Abangnya, meski belum pasti namun Gibran yakin bahwa orang yang disampingnya itu adalah kakaknya, dirinya terlalu gengsi karena pasti Abangnya menatap aneh namun Bundanya membantu agar mendekati abangnya.
"Eh ya boleh saya minta tolong potokan kami bertiga ya, eh sebelum itu foto kalian berdua dulu ya". pada pengawal yang sedang mengawasi Rizky dan tentu saja ini menjadi kesempatan pada pengawal untuk menjadi bahan untuk melapor pada tuannya, namun sebelum itu, didahului foto mereka berdua oleh Gina dan kemudian mereka bertiga difoto oleh pengawal tadi. Tentu disaksikan oleh mereka yang sedang berjalan melewati dan ingin di beri komentar karena ternyata para pengawal sudah berada disekitar, namun hanya Syahilla tak menyadai keberadaan mereka yang hanya fokus mereka berdu
"Ayo anak anak kalian bergandengan, 1 2 3 cekrek wah kalian manis sekali seperti kembar kini bertiga dengan Bunda".
"Eh kamu sini tolong fotokan kami bertiga ya!". setelah selesai foto anak anaknya kini memanggil anak buah tadi
"Baik nona".
"Ayo nak Rizky di kiri bunda kamu dikanan bunda hehehe ayo pak cepat yang bagus awas kalau gak bagus ya".
"ppfft Bunda aneh". terkekeh Gibran
"Ya gara gara kamu jadi bunda kebawa begini".
hahaha
Mendengar mereka bercanda membuat dirinya semakin iri namun ia juga sangat bahagia entahlah seperti bertemu keluarga kecil yang ia tunggu kini telah terjadi.
Kini mereka bertiga pun berfoto dan tèrlihat Syahilla sangat tampak bahagia, dan begitu pun mereka berdua meski terlihat dingin tapi sorot matanya memunculkan aura bahagia.
"Aduh makasih, nak rizki semoga kita bertemu kembali apa nak mau ikut Bunda".
"Tidak terimakasih saya ijin mau pergi karena ada yang ingin ku cari".
"Mau kemana?". Syahilla ada Rizky
"Ke Gramedia
"Gramedia?". Syahilla
"Ha, gramedia?". Gibran dengan mata berbinar
"Tunggu tunggu , apa disini ada buku?". tanya Gibran dengan wajah senangnya
"Ya". meski dingin namun matanya menatap hangat
__ADS_1
"Aku ikut bang, bun aku ikut bang Rizky aja, bunda pulang aja jangan lupa beli es krim". meminta ikut pada Rizki seperti pada abangnya sendiri memang benar itu abang seAyahnya, lalu ia pun meminta bunda untuk pulang, tapi tentunya Bunda tak akan mau
"Eh kamu nanti pulang ke apartemen sendiri? emang Gibran bisa nyebrang? kalau gitu mending bunda disini aja nungguin kalian, bunda khawatir apalagi kamu masih kecil masa didampingi abang mu yang yang masih remaja. Pokoknya bunda disini aja atau bunda ikut kalian biar bunda duduk disana bunda gak akan biarkan kalian hanya berdua saja.". omelan emak pun muncul Gibran hanya menutup telinga, dan itu dilihat oleh Rizky yang tak sadar tersenyum tipis setipis mungkin.
"Hahhaa jadi ini rasanya di omeli diperhatikan oleh seorang ibu, Gibran Abang iri denganmu tapi abang juga seneng ternyata kau memang bertumbuh dengan baik, Ayah mencarimu dek". bathin Rizky yang sedang menatap mereka berdua dengan tatapan tak bisa artikan ada sedih senang dan juga iri
"Baikik bunda bisa gak sih bawel". cibik Gibran masang wajah kesel dan itu membuat Rizky gemas melihat ekspresi kesal Gibran terhadap bundanya, inilah pemandangan yang diinginkan, hidup dengan ayahnya meski di beri kasih sayang namun tetap saja hampa.
"Bunda bawel itu sayang sama kamu nak, kalau bunda gak ada siapa lagi yang ngingetin kamu". nasehat Syahilla, dan itu sukses membuat Gibran merubah ekpresi sendu, lalu ia pun menjawab singkat dan langsung mengajak abangnya
"Ya udah, yok bang rizki, kalau bunda ngomel jangan di dengar anggap aja radio butut". ajak Gibran langsung menarik tangan Rizky
"Eh Gabrin kau ya dasar anak durhaka kamu ya". karena kesal ia pun memanggil dengan sengaja dibalik nama anaknya
"Gibran bunda, ih bunda ini selalu saja di bulak balik namaku bagus nama Gibran".
"Suruh siapa kamu begitu ya kan bang, ya udah sekarang anak bunda bukan kamu tapi abang Rizky". sambil mengambil tangan Rizky
"Oh ya udah tapi aku masih punya ayah wlekk". sambil menjulurkan sontak Rizky melihat kekonyolan adiknya tersenyum begitu pula para pengawal yang sedang menahan tawanya menyaksikan anak bungsu tuannya
"Ih ni anak awas ya pulang ke apartemen bunda bales kamu".
"Hahaha aku gak takut tuh bun". ejek gibran
"Eh Rizky maaf ya itu anak nya memang kurang sopan gak atau siapa ini"
" ya anak Ayahlah bun".
"Akhh sudah sudah bunda nyerah dasar anak ayah".
Melihat mereka berdebat membuat suasana menjadi lebih berwarna dan lucu sangat lucu. Ia tak menyangka ternyata mereka sering debat hal sepele tapi unik seandainya Ayahnya bisa lihat Gibran yang terlihat senang dan bahagia pasti ayahnya pun ikut merasakan kebahagian yang tak pernah dirinya dan ayah dapatkan.
"Ya ampun ini ibu dan anak suka debat begini ya hal sepele aja didebatkan tapi ini yang aku inginkan sepertinya menyenangkan kehidupan adikku ini meski Ayah tidak disampingnya namun masih saja ia terlihat bahagia, tak seperti diriku yang mempunyai Ayah namun hatiku merasa hampa ". bathin Rizky sambil menggeleng kepala.
saat ini ingin berjalan Syahila baru menyadari bahwa dirinya dan kedua anaknya sedang dikelilingi laki laki tegap berbadan kekar serta memakai baju hitam.
"Nak Rizky si siapa mereka?". terbata bata karena takut melihat wajah sangar mereka mengingat dirinya pernah dicelakai oleh preman
"Itu anak buah atau pengawal yang diutus untuk menjagaku".
"Eh, apa kamu orang terpandang nak".
"Ya begitulah".
"Wih kalau gitu ayah Gibran jika memang orang terpandang, huff bagaimana ini kalau ayah Gibran bertemu denganku yang hanya gadis biasa pasti aku dihina lagi apa harus melepaskan Gibran anakku satu satunya" lirih gina dan itu masih didengar oleh Rizky, Rizky mendengarnya pun merasa sedih dia menjadi iba dan Ayah tidak mungkin begitu.
"Terimakasih anak bunda cup". ucap terimakasih dan langsung memberi kecupan kening pada Rizky lalu mengusap lembut kepalanya, dan itu membuat Rizky benar benar bahagia dan ia pun memeluk dan membuat Gibran cemburu
"Ih koq cuma abang dipeluk aku dong mau Bunda" protes gibran membuat semua terkekeh, kini Rizky pun langsung merangkul adiknya.
Mereka pun akhirnya peluk bersama tentunya disaksikan oleh pengawal yang mengelilingi, membuat merasa terharu.
Kini mereka bertiga berjalan bersama tentunya diikuti oleh pengawal yang saat ini berbaris karena sudah diketahui oleh para penghuni Mall, terlihat seperti keluarga yang sedang berjalan jalan tentunya itu di lihat oleh para pengunjung namun hanya lantai atas melihat mereka berjalan bertiga. Kini mereka berdua langsung memakai masker karena merasa malas melihat mereka.
Bagaimana perasaan Rizky tentunya ia sangat bahagia dan senyumnya tak luntur dibalik masker begitupun Gibran, sementara Syahilla melihat mereka berjalan berdampingan seperti mempunyai 2 anak.
"Ayah liat aku sudah menemukan adikku, dan ayah benar bundanya sangat baik bahkan ia mengkhawatirkan kami berdua sungguh aku ingin sekali mempunyai ibu seperti dirinya". bathin Rizki
"Akhirnya aku bertemu dengan abangku meski dia bukan abang kandung tapi ia masih ada darah Ayah. Seneng rasanya apalagi ada Ayah pasti lengkap". bathin Gibran
"Kalian berdua memang adik kakak, kalau benar mereka adik kakak pasti ayahnya sama, apa aku akan siap bertemu dengannya tapi bagaimana pun aku jangan egois ya Tuhan jika dia memang jodohku tolong bukalah hatiku padanya jika itu adalah pilihan terbaik bagiku". bathin Syahilla
...----------------...
Sementara Reza berada di luar negri karena sedang ada pekerjaan dia kini Reza sedang berada di restoran miliknya di ruangan vip, dan satu hal yang sangat memuakan pasti akan ada perempuan hal tak disukai.
Saat susana sedang tegang kian memanas dan Reza terlihat sekali marah karena ia bener bener muak dengan Pria tua yang terus menawarkan putrinya. Mereka berempat Tuan Reza, Bagas, Tua xeng, dan juga Via Xeng yaitu anak pria tua bermarga Xeng dengan perpakaian ketat seperti wanita club malam
"apakah hanya ini anda butuhkan?". dingin Reza menatap mereka berdua dengan sinis
"iya tuan dan saya akan memperkenalkan putri saya bernama usianya 37 tahun Via yang baru lulus kuliah S3 di Universitas yang anda miliki. Dan saya mohon kalau bisa nikahi lah dengan putri saya karena mungkin tuan Rizki ingin ada sosok ibu, dan via lah yang cocok, karena jika kalian cocok maka perusahaan kota akan berkembang pesat".
"anakku tidak butuh seorang figuran ibu dan untuk kita bertemu hanya membahas tentang kerja sama kita jangan membawa hal yang tidak berkepentingan karena saya tak suka ". dingin Reza menjadikan ketiga orang berada disana menegang
"Ta tapi putri saya akan bisa menjadi ibu yang terbaik". ucap terbata bata Via dengan penuh keyakinan
"hmm oh ya? tapi sayang sekali, aku tidak akan terima?". dengan nada sinis
"Tu tuan tapi anak saya mencitaimu termasuk anak tuan".ucap Tuang Xeng pada Reza
"Maaf mazf tuan Xeng tuan saya tidak ingin men". belum selesai ngomong langsung dipotong oleh Tuan Xeng
"Kau jangan ikut campur". bentak Xeng, Reza tak terima akhirnya langsung menggebrak meja
brak
"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menikah dengan putrimu".Ucap dingin Reza membuat perempuan itu mengepalkan tangannya
__ADS_1
"Awas aja tuan Reza kau akan menjadi milikku tidak akan kubiarkan anda milik orang lain dan aku akan menjadi nonya Graham". bathin Wanita seksi itu dengan sorot mata dengan tajam
Saat suasana masih tegang bunyi hp milik asisten berbunyi
"Kami permisi tuan tuan nona". dengan sopan
Kini Bagas segera mengangkat sambungan telepon.
"Ada apa?". to the pon bagas
"Tu tuan ada seseorang wanita dan anak kecil seusia 8 tahun, anak itu sangat mirip dengan tuan muda rizki, dan tadi saya sempet minta tolong untuk difoto mereka bertiga tuan".
"Baik kirimkan foto itu".
"Baik
Ting
Saat membuka Foto Bagas membelakan mata karena melihat ketiga orang seperti keluarga, dan ia pun langsung menarik perhatian saat melihat orang ditengah yaitu wanita satu satunya dan itu adalah Syahilla
"Ya ampun apa itu nona syahilla". gumam Bagas
ting
Kini bunyi hp milik Bagas pun kembali berbunyi dan ternyata itu adalah video
"Wah menarik" dengan senyuman tipis
"Jadi nona Syahilla yang mengajaknya mereka foto bersama , berita ini akan menjadi berita paling menarik" bathin Bagas dengan senyum miringnya
Kini Bagas kembali pada tempat tadi dan masih terlihat Reza dengan wajah masih memunculkan aura suram, sementara mereka berdua hanya memohon karena ingin menikahi dengan keluarga terpandang ini tentunya mereka hanya ingin uangnya.
"Tuan ada berita baik" bisik Bagas
"Katakan" dingin Reza
"Tapi jangan disini tuan" bisik
"Disini saja". tegas Reza tak ada batahan, dengan terpaksa mengatakan hal ini disini.
"Nona Syahilla dan tuan Gibran sudah datang dan bahkan bertemu dengan tuan Rizky". bisik Bagas
Mendengar hal itu sontak Reza bahagia namun masih dengan wajahnya yang datar".
"Mana buktinya". dingin Reza
Saat melihat foto 3 orang yang berharga dan ini jelas sekali seperti keluarga kecil.
"Kau curang Rizky sudah bertemu dengan mereka jika saja sore tadi ayah tidak berangkat ke singapur, sekarang ayah harus pulang" bathin Reza yang masih memandang Foto mereka di mall, sementara tamu didepannya memasang wajah penasaran karena tak tahan kini tuan xeng pun kembali memanggil
"Tuan"
"Hmm,, oh tuan Xeng cukup sampai disini saya pulang karena sepertinya tidak ada yang penting, saya segera pulang karena ada seseorang yang saya tunggu".
"Ta tapi bagaimana dengan anakku tuan".dengan tetap Pria tua itu dari perusaahan Xeng yang berada di singapura
"Aku sudah menikah dan punya anak jadi jangan ganggu lagi, aku sudah bahagia dengan istriku yang sekarang". sambil menatap tajam pada mereka
Mendengar hal itu kini wanita ini angkat bicara
"Tu tuan tolonglah hargai saya, saya bersedia sebagai istri kedua tolong lah saya sangat mencintaimu". dengan bersujud pada kaki reza meski itu terpaksa Wanita itu lakukan namun ia harus bisa memohon pada reza agar luluh tapi ternyata gagal.
"Cih kau memang wanita murahan saya sudah tau seperti apa yang kau lakukan diluar sana, jajan dengan lelaki hidung belang". sarkas dengan mengejek wanita itu
deg
Wanita itu tiba tibs tubuhnya menegang dan memucat mendengar itu tepat didepan papinya. Ya takut ketauan kelakuan bejatnya saat diluar Sementara Pria tua itu mendengar hal itu tak terima langsung membentak,Reza memasang wajah dinginnya lalu tersenyum simrk
"Tuan jangan berkata begitu jelas jelas anakku itu wanita baik". bentak Pria tua Tuan Xeng dan membantah perkataan Reza
"Oh ya aku akan membawa buktinya, bagas". dingin Reza dengan senyum simriknya
"Ini tuan".
Melihat itu kini Tuan Xeng bener bener naik pitam langsung menampar wajah cantik wanita seksi
Plak
"Dasar anak tak berguna, menjijikan". bentak tuan Xeng
Reza melihatnya pun terlihat puas langsung ia pamit dan segera tinggalkan mereka
"Kalau gitu saya dan asisten saya pamit dulu gara gara kalian aku menjadi terbuang waktuku". dingin Reza dan lalu pergi begitu saja diikuti oleh asistennya.
...****************...
Kini ia sudah berada di mobil menuju pesawat pribadiny, namun saat dimobil ia menghubungi Rizky
__ADS_1
"Halo ky.....