Keluarga Yang Aneh

Keluarga Yang Aneh
Hamil kembar?


__ADS_3

Brak


Pintu terbuka secara kasar oleh seseorang, Reza sudah mengetahui siapa yang membuka pintu secara kasar langsung ia berdiri dan melindungi sang istri dengan memeluknya, ia langsung memberi tatapan tajam pada orang yang telah masuk didepan pintu


"Hay say..." . belum selesai ucap langsung di potong oleh nada dingin Reza


"Masih berani kau menampakan diri di depan mukaku, dasar tak tau malu" dingin Reza, namun tangannya mengusap kepala istrinya


"Tuan maaf kan saya nyonya sudah saya cegah tapi ia terus saja memberontak hingga akhirnya ia menerobos masuk ke ruangan anda tuan ". ucap Bagas permintaan maaf sambil menundukkan kepala, namun Reza tak bergeming ia masih menatap tajam pada perempuan itu


"Siapa perempuan itu kenapa dia mengenal abang Reza , apa aku tanya aja ya tapi melihat abang terlihat marah dan wajahnya pun garang aku sedikit takut jika itu Gibran aku masih berani berbicara namun jika itu Ayahnya aku mana berani, tapi aku yang keponya tinggi maka ya udahlah aku bertanya aja". bathin Syahilla dengan menatap mereka berdua secara bergantian


Ekhem


"Mm abang dia siapa apa dia kenalan abang". bisik Syahilla dengan gugup karena merasakan ada sesuatu aura negatif pada suaminya


"Dia ibu kandung Rizky". dingin Reza yang masih menatap Wanita itu, ya wanita itu adalah Gress mantan istri Reza sekaligus ibu kandungnya Rizky.


Mendengar jawaban dari sang suami membuat dirinya terkejut dan merasakan dadanya sesak sekali , entah karena mendengarkan ucapan dingin suaminya atau mendengar fakta seorang perempuan di depannya adalah mantan istri suaminya


deg


"Ja jadi dia mantan bang Reza, apa dia ingin merebut suamiku kembali aku tidak akan biarkan itu terjadi". bathin Syahilla dengan perasaan sesak ingin menangis namun ia tahan, Syahilla langsung mempererat pelukannya, tentu hal itu dapat dirasakan oleh Reza, lalu ia pun menoleh pada istrinya dan berisik.


"Tenang sayang aku tidak akan kembali padanya". bisik Reza dengan lembut tepat pada telinga


Mendengar itu Syahilla tanpa sadar mengeluarkan air mata, mungkin karena efek kehamilannya membuat dirinya sangat sensitif lebih tepat baperan kalau bahasa gaulnya mah, ia menangis karena senang. Reza melihat sang istri menangis langsung menenangkan dan ada kepanikan juga.


"Kamu kenapa sayang tenang aku tidak menikah dengannya lagi, lagi pula sejak dulu aku memang tidak ada rasa dengannya". nada khawatir Reza lalu mengusap air mata istrinya


"Aku tidak apa bang". tegar Syahila


"Ya sudah kamu jangan menangis lagi ya". lembut Reza, tentunya itu disaksikan oleh Bagas dan Gress.


Bagas bersikap biasanya karena sekarang tuannya sangat bucin dengan istrinya yang sekarang, sementara Gress yang baru menyadari ada seorang wanita lain, dan melihat mantannya bersikap dengan lembut pada istrinya, berbeda dengan Gress pada saat dirinya yang masih berstatus istrinya tidak ada kelembutan sama sekali yang ada dingin cuek yang di terima dari Mantannya itu, maka dari itu ia sangat marah dengan tangan mengepal ia tak bisa menerimanya, ia pun langsung memanggil Reza


"Re reza". panggil Gress dengan terbata bata namun saat Reza menoleh langsung tatapannya tajam dengan wajah datarnya


"Ehh Reza a aku minta maaf aku ingin memperbaiki hubungan kita aku ingin minta rujuk denganmu aku ingin menikah denganmu". bujuk Gress meski sudah keringat dingin namun ia harus berusaha mendapatkan yang ia inginkan kembali.


"Jangan mimpi apa kau tidak melihatku dengan siapa yang berada disampingku" dingin Reza


"Lhohh Reza di di a si apa aku baru lihat dia dan kenapa begitu lancang sekali dekat dengannya dan bahkan kamu mau maunya di sentuh oleh". menatap sinis pada Syahilla namun ucapnya dipotong Syahilla karena ia tidak suka di tatapan julid olehnya


"Eh nenek lampir, aku ini istrinya abang Reza". sarkas Syahilla mengejek nenek lampir pada gress, mendengar itu Bagas buru buru keluar karena ia tak mampu menahan tawanya karena mendengar ejekan dari mulut Syahilla. Reza mendengarnya pun tersenyum devil tapi dalam hatinya ia sungguh ingin tertawa keras. Memang benar istrinya itu membuat suasans berubah, masih dengan keadaan seperti ini ada aja tingkah konyolnya


"Siapa yang kau panggil nenek lampir". sahut Gress meski ia sebenarnya mengetahui namun ia tidak sudi mengakui dirinya nenek lampir


"Ya situlah, masa suamiku kan aku bilangnya nenek lampir berarti cewek lah dasar bodoh ternyata gak hanya aku aja yang bodoh kamu lulusan S3 pun bodoh". cibir Syahilla dengan menjulur lidahnya, Gress melihat itu langsung melangkah maju saat tiba di depan Syahilla ia langsung melayangkan tangannya namun ditahan oleh Reza


"Kurang ajar". teriak Gress yang akan melayangkan tangan dan langsung ditahan oleh Reza dengan kuat sehingga membuat Gress terpekik kesakitan lalu memberontak untuk melepaskan tangannya dari Reza, sementara Reza menatap tajam pada Gress dengan raut wajah menyeramkan rahang mengeras dan terlihat urat urat yang menonjol dan itu menandakan bahwa dirinya benar benar marah lalu berucap dengan bentakan


"Jangan pernah kau menyentuh atau menyakiti istriku". bentak Reza sambil menatap tajam pada Gress hal itu membuat gress menciut lalu menunduk, Sementara Syahilla ia langsung memeluk tubuh Reza dari belakang, Gress mulai terkontrol nafasnya kemudian ia membuka suara meski dengan perasaan takut namun ia harus berjuang demi mendapatkan apa yang dia inginkan


"Re reza kau kau kenapa begitu membelanya hah kenapa tidak denganku, kamu berbeda sekali , kau bahkan lebih dingin padaku bahkan saat itu juga aku tengah mengandung anak kita, za ". memprovokasi menceritakan masalah dirinya saat dulu agar Istri Mantannya mengetahui keburukan Reza padanya dan pikirnya Syahilla akan meninggalkan suaminya saat mengetahui itu semua. Namun Syahilla tentu mengetahui latar belakang suaminya jadi tak perlu mendengar ocehan Gress.


"Cih dasar drama , memang ya aku akui saat kau hamil aku tak pernah ada sedikit pun rasa peduli padamu karena aku mengira kau mengandung pria lain". decak kesal pada Gress dang mengakui dirinya tidak mengurus Gress saat mengandung Rizky


"Hahaha dan terbukti bahwa dia adalah anakmu kan jadi gak usah kau menilai keburukanku". tawa Gress mendengar pengakuan Reza, dengan percaya dirinya pada akhir kata yang menurutnya sebuah saran, tentu mendengar ucapan terakhir dari mantannya membuat Reza muak lalu ia langsung cepat berucap


"Hmm jangan salah sangka aku juga tau kalau kau saat itu tidak perawan meski keadaanku saat itu sedang mabuk tapi aku juga merasa ada yang berbeda". sarkas dingin Reza serta memberikan senyuman devilnya mantan istri.


glek


Gress mendengar itu hanya menelan salivanya ia malu karena hal itu


"I itu akhhh ya sudahlah pokoknya aku ingin kita bersatu lagi dan.." ucapnya terpotong saat pintu terbuka secara kasar dan terlihat seorang remaja pria menatap tajam pada Gress, Gress menoleh lalu mereka terkunci sesaat dan saling memandang


brak


"Itu tidak akan terjadi kau tidak pantas menjadi istri Ayah". Ucap pria itu yang langsung berbicara dengan tegasnya ia menolak, Gress menatap tak suka pada remaja itu namun entah kenapa melihatnya dalam hati merasa hangat


"Kau ini siapa". sinis Gress, mendengar itu Remaja itu tersenyum sinis juga


"Hmm bahkan kau tidak mengenali anakmu sendiri sungguh ibu macam apa kau ini". dingin pria itu dan ternyata dia adalah Rizky anaknya gress dan Reza.


deg


Gress sungguh jantung langsung menompa cepat ada perasaan senang dan juga sedih


"Ja jadi kau anakku sayang, maafin mamah mamah janji mamah gak bakalan ninggalinkamu lagi mah hilaf sayang, dan mamah akan merawatmu sayang mamh janji" lirih Gres dengan suara seraknya karena menahan tangisnya, Gres ingin memeluk anaknya namun di tepiskan , bahkan wajahnya menunjukkan kebencian pada sang ibunya


"Cih aku tak sudi aku di rawat oleh mu kau hanya INGIN HARTA AYAHKU" teriak Rizky dengan penekanan


deg

__ADS_1


Tentu Gress sungguh terkejut rahasianya terbongkar, namun ia harus jaga ekspresinya


"Aku tau aku tau sangat tau jika kau telah ditinggalkan oleh pacarmu lalu ia membawakan semua hartamu ya kan dan kau tak terima hal itu, jadi kau berinsiatif ingin kembali ke indonesia dan tujuan anda ke sini karena ingin menikahi dengan ayahku, tapi itu bukan untuk memperbaiki hubungan tapi, karena kau ingin merebut hartanya atau juga kau ingin memanfaatkan harta Ayahku saja padahal dirimu sudah mencukupi dasar serakah, dan beenarkan yang aku katakan tadi hah". sarkas Rizky mengungkapkan kebenaran didepan orang tuanya, Reza mendengar itu pun semakin dingin


"i itu ma " Gress skak mat karena bingung mau jawab langsung dipotong oleh suara dingin dari Reza


"Pergi dari sini". dingin Reza


"Rez a aku ingin kita bersama lagi" berusaha membujuk


"Itu tidak akan pernah terjadi, kini aku sudah bahagia dengan istriku yang sekarang apalagi istriku tengah hamil". tolak Reza kemudian dengan bangganya ia mengatakan bahwa istrinya tengah hamil


deg


lagi lagi ia terkejut mendengar itu namun ia mencibir dan menfitnah Syahilla


"Hahaha tapi bisa saja kan itu anak orang ya kan". cibir Gress, dan langsung menerima tamparan kuat dari sang mantan siapa lagi kalau bukan Reza.


Plak


Reza menampar gress dengan kuat sampai mulutnya berdarah


"Jaga ucapan mu atau kau akan ku robek mulutmu, kau tau kan siapa diriku ini hah, Rizky panggilkan bagas". bentak Reza sambil menunjuk nunjuk ke arah Gress, lalu menyuruh Rizky memanggil Bagas untuk ke ruangannya


"Baik ayah". Ucap Patuh Rizky dan langsung pergi mencari Bagas


"Ja jadi anakku bernama Rizky". bathin Gress


Reza mengetahui apa yang dipikirkan Gress tanpa sadar ia tersenyum sinis


"hmmm kau baru tau ya nama anakku kan cih ibu macam apa kau ini, tidak pantas kau menjadi seorang ibu". sindir Reza menatap remeh pada Gress


Lalu tak lama mereka berdua sudah datang, lalu Bagas merasa terpanggil, lalu ia pun langsung tanyakan pada bosnya


"Ada apa tuan anda memanggil saya" . ucap Bagas sambil membungkuk sebagai gormat pada Reza


"Seret dia keluar dan jangan biarkan dia masuk ke perusahanku dan juga mansionku". dingin Reza sambil menunjukan ke arah Gress


Kini tangan Gress di tarik paksa oleh Bagas, Syahilla tak terima ia pun berontak


"Singkirkan tanganmu bajingan aku bisa jalan sendiri, dan kau wanita pelakor aku tidak akan biarkanmu hidup dengan tenang". berontak Gress lalu ia menunjuk nunjuk Syahilla dan menghinanya, Reza mendengar itu langsung naik pitam ia tak terima jika sang istri di hina olehnya lalu ia berjalan menuju Gress dan....


bug bug bug


"Jaga mulutmu j*l*ng jangan sembarangan kau bicara yang tidak pantas pada istriku , dia bukan wanita lain sepertimu j@l*ng". bentak Reza, Syahilla yang melihat kejadian itu ia langsung menghampiri Reza untuk menenangkan suaminya, namun tak di sangka saat ia berucap tiba tiba terjatuh untung dengan sigap Suaminya menahan tentu semua panik kecuali Gress


"Abang udah bang gak usah marah a aku...". ucap Syahilla namun tiba tiba


gubrak


"Sayang/Bunda". Pekik Reza dan Rizky


"Ini gara garamu lihat istriku jadi pingsan". ucap Reza sambil menatap tajam pada Gress dengan mengertakan giginya.


"Bunda bangun bunda jangan membuat rizky khawatir, ini gara gara kamu kau memang pengacau". sambil menggoyang tubuh Syahilla dengan raut wajah cemasnya, lalu ia menatap tajam pada ibu kandugnya ia bener bener benci dengannya.


Mendengar dan melihat interaksi Reza dan istri mantannya memnuat dirinya iri


"Nak aku itu ibu kandung mu kenapa kau memanggil wanita itu menyebut bunda hah kenapa". tanpa rasa malu dan tak menyadari bahwa dirinya yang meninggalkan Rizky sejak baru lahir


Rizky mengabaikan ibu kandungnya dan tidak menjawab pertanyaan darinya Rizky langsung saja bergegas keluar yang mengikuti Ayahnya yang sedang menggendong bundanya dengan keadaan panik, Riky meninggalkan begitu saja pada ibunya.


Sesampai dimobil , Rizky benar benar tak bisa menahan rasa sesak melihat orang yang kini menjadi ibu sambung tercintanya terbaring lemah lalu tiba tiba ia termenenung memikirkan Gibran, ia bingung harus mengatakan apa padanya ia takut Gibran malah menjauhi nya karena gara gara perempuan itu alias ibu kandung Rizky.


"Bunda sadar bun, aku harus ngomong apa nanti sama Gibran aku takut Gibran akan marah padaku bun". sambil menggoyang kan tubuh Syahilla yang kepalanya berada di paha suaminya sementara badannya di di paha Rizky


"Sudah Rizky biar ayah bicara nanti pada Gibran, sekarang ayah tak punya banyak waktu lagi, ayo pak cepat jalannya kita ke RS". mencoba menenangkan sang anak namun dia juga sama cemasnya apalagi pada Gibran entah apa responnya namun itu soal belakang yang terpenting saat ini istrinya


"Baik tuan"


Tak berselang lama akhirnya tiba di Rs Reza kala itu bener bener seperti kesetanan ia ingin secepatnya istrinya di layani dengan cara membentak bentak para suster atau pun dokter


"Cepat bawakan istri saya cepat istri saya sedang hamil jika tidak cepat di layani maka kalian semua dipecat ". ancaman Reza sambil membawa Syahilla ke brangkar ke IGD


"Baik Baik tuan Graham". serentak Suster dan dokter


Syahilla dibawa oleh mereka menuju keruangan IGD memeriksa kondisinya, sementara mereka berdua menunggu di luar tentu dengan pengawal


"Rizky kau hubungi Gibran dan ceritakan semua yang terjadi tanpa terlewat sedikit pun". datar Reza


"Baik Ayah". Rizky


Rizky pun memghubungin Gibran tak lama akhirnya Gibran menerima, kini Rizky menceritakan semua yang terjadi pada adiknya tanpa ada terlewat sedikit pun


Sementara Reza menelpon Bagas

__ADS_1


"Bagas kau kurungkan wanita sialan itu ke tempat biasa". dingin Reza to the poin saat teleponnya sudah terhubung


"Baik tuan". Ucap Bagas yang berada di sebrang sana, lalu dimatikan sepihak oleh Reza


Tak lama dokter perempuan keluar dari ruangan tersebut, Reza dan Rizky pun langsung menghampiri lalu bertanya


"Bagaimana dengan keadaan istriku dokter". dingin Reza, yang membuat dokter wanita itu gugup lalu dengan tenang ja berucap


"Nona pingsan karena tekanan darahnya tidak stabil atau bisa juga rasa kecemasan yang berlebihan mengakibatkan dirinya mengalami stres maka saya sarankan hindari hal hal yang bisa memicu dirinya stres tuan". ucap panjang lebar Dokter


deg


Reza dan Rizky syok mendengar itu ia merasa geram pada Gress lah penyebabnya


"Aku tak akan membiarkanmu hidup Gress, aku akan membiarkan hidup tapi akanku siksa tiap hari ". bathin Reza dengan sorot mata bunuhnya


"Ini semua karena ulah mamah maksudku wanita gila itu, aku tidak akan membiarkan orang yang tersayangi apalagi Bunda terkasikti". bathin Rizky


Dokter merasakan suasana yang tidak menyenangkan dari kedua orang itu bener bener mengeluarkan aura sangat menyeramkan.


"Kalau janinnya gimana dok". ucap Reza dengan dinginnya, seketika dokter itu langsung menjawab


" Untuk janin janinnya sehat tuan ". ujar Dokter, namun perkataannya ada janggal menurut mereka kemudian.


Reza pun bertanya dan memastikan jika tugaannya benar bahwa istrinya hamil kembar


"Tunggu maksud anda apa janin janin apa itu berarti anak saya kembar dok". memastikan Reza


"Ya tuan nyonya sedang hamil kembar, dan silahkan anda boleh cek dulu di kandungan nya agar lebih jelas, karena menurut saya beliau hamil baru 1 bulan tapi sudah terlihat agak beda perutnya".


"Ya sudah pindahkan ke Vip, setelah istriku siuman baru diperiksa dokter kandungan". perintah tegas Reza


"Baik tuan".


Kini keluarlah brangkar Syahilla yang masih terbaring lemah, Reza tentu langsung memegang tangan Syahilla meski dia terlihat tegar namun hatinya bener bener rapuh.


Kini sudah berada di ruang VIP dan mereka berdua masih setia menunggu Syahilla siuman tak lama pintu terbuka lalu


brak


"Bunda.... hah.... hah." teriak Gibran dengan nafas memburunya melihat bundanya terbaring lemah ia pun segera berlari menuju brangkar lalu ia memeluk tubuh Bundanya, ia benar benar rapuh, ia menangis dipelukan bundanya


"Bunda, ini Gibran bun, Gibran sudah datang, bunda kasian dedeknya yang diperut". lirih Gibran sambil mengguncangkan badan Syahilla


"Sudah nak bundamu bentar lagi siuman, dan kau segera temui wanita itu". dingin Reza namun ia memberikan sentuhan hangat pada putra keduanya


Mendengar perkataan ayahnya benar benar marah dan jiwa psikopatnya pun keluar, ia menjadi dingin


" Ayah dimana wanita itu". dingin Gibran


"Dia ada di ruang bawah tanah". datar Reza


"Aku ingin melenyapkannya seka.... ".ucapan Gibran dipotong oleh kakaknya yang mengucapkan


"Tunggu jangan sekarang". tegas Rizky


"Kenapa?". dingin Gibran sambil menatap tajam pada abangnya, Rizky melihat itu pun cuek cuek saja lalu langsung menjelaskan


" Jika mati itu adalah hal yang terlalu enteng, kalau perlu siksa dia". jelas Rizky, sementara Reza membenarkan perkataan putra sulungnya


Mendengar penjelasan kakaknya ada benar juga, namun sedetik kemudian ia tersenyum smrik, dan itu dilihat oleh Ayah dan kakaknya


"Apa yang kamu rencanakan son". tanya Reza karena mengetahui mimik muka dari Gibran yang sepertinya menemukan sesuatu rencananya


"Aku akan kurung dia disebuah ruangan yang serba putih jadi ruangan itu ia akan mendapatkan siksa secara verbal yah bagaimana ideku"


"Hahaha itu menarik sekali son, itu berarti ayah tidak perlu kena kotoran darahnya itu hahaha" Reza


"Kuyakin keluar dari situ perempuan itu jadi gila hahahha". Rizky


Ditengah mereka tertawa jahatnya itu tiba tiba Reza membuka suara dan seketika mereka terdiam terutama Gibran seperti tertarik kabar dari Reza yang Gibran sendiri belum mengetahui


"Oh ya Ayah punya kabar gembira loh". Reza buka Suara ditengah mereka asyik tertawa seketika mereka terdiam, Gibran penasaran jadi ia langsung bertanya pada ayah sementara Rizky mengetahui Ayahnya akan bicara tentang kehamilan kembar meski itu belum yakin karena belum USG namun hatinya benar benar yakin bahwa adiknya kembar.


"Kabar gembira apa itu Ayah". tanya penasaran Gibran


"Bunda hamil anak kembar". lantang Reza, mendengar itu Gibran tercengang melebar matanya dan secara sepontan


"Haaa!!!!! ke kembar". kejut Gibran seketika ia mematung syok sekali mendengarnya bahwa ia akan mempunyai adiknya kembar.


...****************...


bersambung


Maaf jika ada typo dimana mana

__ADS_1


__ADS_2