Keluarga Yang Aneh

Keluarga Yang Aneh
Pasangan Saling Melengkapi


__ADS_3

Di tempat lain


Gibran sedang belajar kelompok di rumah Nabila tentu saja dalam hatinya ia merasa senang namun ia bisa menahan dengan wajah semakin dingin.


Kelompok Gibran terdiri dari 5 orang yakni Gibran, Apriyansyah, Rifki, Nelis dan Nabila. 3 laki laki ini adalah sahabat Gibran sementara Nelis sahabat satu satunya yang Nabila punya, kini mereka berlima sudah berada di kediaman Nabila memang tidak mewah seperti Mansion Gibran.


Namun Gibran dan yang lainnya merasa tidak keberatan karena rumah yang di tempati oleh Nabila sangat nyaman karena ada jajanan yang membuat mereka tidak akan kesusahan mencari makanan di luar cukup di Kedai Seblak Latifah, ya nama Latifah adalah nama ibu Nabila


"Nabila seblak di kamu berapa". Tanya Rifki


"Ya ampun Rifki lu mau kerja kelompok atau jajan sih". decak kesal Gibran menatap Rifki dengan tajam


"Hehehe so sory Gibran , habis dari tadi aroma seblaknya semerbak kemana mana jadi ngiler nih gua ".ujar Rifki


"Rifki nanti ajalah kalau mau seblak mah, sama mamah aku yang bikin seblak buat kita tapi sekarang kerjain tugas dulu biar cepet beres". Ujar Nabila sambil membuka buku untuk mencari teori


"Ya udah deh ayo ayo kerja, eh gua kerja bagian gambar aja ya gua males nulis dan mikirnya jadi kalian berdua aja yang pintar pintar hahaha". Rifki


"Dasar lo sahabat laknat". cibir Gibran


"Isssh kamu ini Rifki nyebelin banget sih".decak kesal Nabila dengan raut wajah kesalnya namun bagi Gibran itu menggemaskan


"Aduh bebeb Bila kamu gemes banget sih kalo lagi ngambek". Bathin Gibran hingga ia tersenyum sangat tipis


"Gibran gua bagian ngerangkum ini aja deh". Apri


" Ok Apri lu kan jago merangkai kata kata gak kaya si itu bisanya numpang nama doang kerja kagak"


"Hahahaha bodo amat yang penting gua udah".


"Iura n".


"Nah kalian berdua tau kan hahaha".


"Ya lu tiap kerkom begitu monyet". sarkas Apri sambil menampar dengan buku namun tidak keras, sementara Rifki cengengesan malah ia mengajak Nelis teman Nabila


"Eh Nelis udah gak usah bantuin mereka kita tiduran aja yuk". Rifki


"Rifki ih apaan sih ngajakin aku, enak aja kamu eh Nabila aku kemarin baca buku perjalanan cinta". Gerutu Nelis kemudian ia beralih pada Nabila,Nabila yang sangat menyukai novel tentang cinta cintaan pun langsung merespon


"Wah itu novel baru yang dirilis sama kak Kamelia kan terus terus endingnya gimana". berbinar Nabila dengan mendekati Nelis


"Ya sayangnya sih sad ending Nabila, karena si laki lakinya meninggal dunia karena hukuman tuduhan dari keluarga perempuan itu yang katanya laki laki ini telah membunuh jendral alias perempuan dan kesalnya itu nih pas udah 1 minggu kemudian baru terungkap kalau si laki laki itu bukan tersangka yang sebenarnya tapi kamu kaget pasti Perempuan alias anaknya sendiri yang membunuh ayahnya karena kesal pada ayahnya yang tidak pernah merestui hubungan laki laki dan perempuan itu". Ucap panjang lebar Nelis, Nabila mendengar itu jadi sedih sementara Gibran melihat raut wajah Nabila yang nampak sedih langsung berkata


"Oy cewek cewek kalian berdua kenapa jadi bahas di luar pelajaran sih hah". Tegur Gibran sambil menatap Nabila dengan dingin namun hatinya berbunga bunga

__ADS_1


"Ya elah Gibran serius amat sih lo jadi orang". cibir Nelis dengan memutar bola matanya malas


"Nabila kamu coba baca di poin kedua itu tentang tumbuhan terus kamu cari sendiri jawabannya karena aku lagi cari materi ini". titah Gibran pada Nabila tanpa menghiraukan perkataan Nelis, Nabila hanya mengangguk saja


Mereka pun belajar kelompok dengan diiri canda dan tawa


Sementara Syahilla


Syahilla sedang berada di tempat cucian entah apa yang sedang di lakukan sedari tadi ia terus melihat mesin cuci dengan raut wajah bingungnya


"Aku bingung cara pake ini, coba aku tanya mbak". gumam Syahilla didengar oleh dirinya sendiri, ia pun keluar untuk mencari pelayan dan kebetulan Mbak sumi ada di sana lalu Syahilla mun memanggil


"Mbak Sumi". Teriak Syahilla, tentunya saja Mbak Sumi terkejut, namun Syahilla tanpa dosanya tidak mengatakan apa apa pada Mbak Sumi, kemudian mbak Sumi pun langsung bertanya


"iya non ada apa?". Tanya Mbak Sumi


"Ini gimana caranya pake mesin cuci". tanya Syahilla


"Biar saya aja nyonya jika anda ada pakaian kotor ". Mbak Sumi


"Gak gak aku ingin tau biar nanti aku gak nyuruh nyuruh pas kalian lagi sibuk".elak Syahilla


"Oh ya mbak liat Gibran tidak mbak". Lanjut Syahilla menanyakan Gibran pada mbak Sumi


"Maaf nyonya, bukannya tuan muda Gibran sedang mengerjakan kelompok di rumah temannya". jawab Mbak Sumi, karena ia mengetahui dari Gibran yang sudah mengirimkan pesan


"Maaf Nyonya bukannya sudah di kirimkan pesan di hp anda dari tuan muda Gibran nyonya".cicit mbak Sumi, Syahilla mendengar itu pun langsung nyengit kuda pasalnya ia tak bisa menggunakan hp


"Eh masa sih mbak, aku aku kan mana tau cara pakenya tuh benda aneh itu". Syahilla dengan muka sudah memerah


Tiba tiba saja ada seseorang masuk


"Ada apa ini, loh Bunda kenapa di sini". Suara bariton dari pawang pintu tersebut, mereka berdua pun langsung melihat dan alangkah terkejutnya Syahilla melihat kedatangan Reza yang sudah awal pulangnya


"Koq mas udah pulang lagi". Tanya Syahilla


"Mas khawatir ama kamu, terus jawab pertanyaan mas". Ucap Reza kemudian ia menatap tajam pada mbak Sumi, hal itu membuat mbak Sumi langsung menunduk dengan tubuh gemetar


"Pertanyaan yang mana mas, hehehe maaf Syahilla gak inget". ucap Syahilla sambil menggaruk pelilisnya dengan mengangkat kepalanya miring ke kanan seorang ia sedang mengingatkan perkataan suaminya


Sementara Reza pun langsung paham karena Istrinya memang agak telmi jadi ia pun langsung menghampiri sambil menggandeng tangannya lalu berbisi


"Kenapa kamu disini sayang".bisik reza tepat di telinga Syahilla, Syahilla pun mendengar itu langsung menjawab


"Oh aku mau nanya cara gunanya pake mesin cuci itu gimana sama mbak sumi soalnya semenjak di kampung aku nyuci pake tangan di sungai .....". Belum saja Syahilla ngomong sudah di potong oleh suaminya

__ADS_1


"Apa????, kamu nyuci di sungai emangnya higienis air nya".pekik Reza dengan raut wajah khawatirnya pada Syahilla, sementara Syahilla mendengar kata asing yang di ucapkan oleh Reza karena ia tak tau lalu ia pun menanyakan kata tersebut


"Hi higinis, apaa itu higinis bang". Syahilla


"Higienis bukan higinis sayang". Ucap Reza membenarkan kata tersebut


"Akhh sama aja". kekeh Syahilla


"Sama apaan, Akhhh ya udah ayo kita keluar sumpek disini kamu itu jadi nyonya sekarang gak cocok berada disini". Tarik Tangan Syahilla dengan lembut


"Ishh si abang mah, eh abang aku mau mangga muda". decak kesal sedetik kemudian ia meminta mangga pada suaminya, tentu Reza menuruti keinginan suaminya


"Ya nanti abang telepon Bagas". Reza


"Ok bang". Syahilla dengan senang


"Hmm".


"Abang masih marah sama aku ya".lirih Syahilla yang matanya sudah merah


"Marah? emangnya abang marah apa sama kamu sayang". Tanya Reza tak mengerti pada Syahilla kenapa dengan istrinya yang suka berubah rubah


"Hiks hiks itu abang tadi jawabnya hmm aja". tangis Syahilla


Reza mendengar itu langsung terbelakak matanya, Reza mengusal wajahnya dengan kasar ia tak tau bagaimana menghadapi istri barunya itu , dia itu memang baperan atau karena faktor hamil itulah pikiran Rez


Dan kalau memang beneran karena efek hormon kehamilan, maka ia yakin sekali kalau anak kembarnya yang sekarang pasti bayinya cewek, dan ia pun langsung mengusap perut buncit Syahilla, ternyata sentuhan itu dapat Syahilla rasakan menjadi tenang


"Hai anak anak ayah jangan bikin bunda nangis ya, kasian bunda nak". Ucap lembut Reza yang kini sedang mengelus buncit Alessya sambil mencium


"Udah Ayah bunda sekarang gak nangis karena rayuan ayah".


"Cup,, jangan nangis lagi ya Bunda". bujuk Reza pada Syahilla, yang kini kepalanya menghadapi Syahilla


"Ya Ayah, tapi ayahnya jangan bikin Bunda sakit hati atuhh".rengek manja Syahilla


"Ya ya sayang".lembut Reza


Mereka pun saling berpelukan, dan itu masih di lantai bawah di ruang TV, tentu melihat mereka berdua bermesraan tak luput pandangan para Maid disana, dan mereka senang melihat sesuatu yang sangat mereka idam idamkan, karena selama hidup bersama istri pertamanya beliau begitu mengerikan marah marah istrinya pun sama saja.


Dan kali ini melihat tuannya begitu menyayangi istrinya yang sekarang, ya meski istrinya itu agak ceroboh, otaknya lambat, namun istrinya sangat baik pengertian, suka beres beres dan bisa masak.


Syahilla tidak bisa lancar membaca dan menghitung, juga ia pun pelupa. Reza tak peduli banyaknya kekurangan pada Syahilla, dia pun sama pasti ada kekurangan yaitu tak bisa mengontrol emosi, tempramen, dan juga ia sangat egois. Karena itulah sebuah pernikahan menyatukan kedua insan yang memang saling membutuhkan dengan memiliki kekurangan dan kelebihannya masing masing


Menyatukan kedua insan yang berbeda itu tujuannya untuk menyempurnakan, jangan menilai ingin memiliki pasangan yang sempurna tanpa ada satu pun yang buruk itu adalah cara pemikiran yang tidak normal.

__ADS_1


Semua manusia itu diciptakan oleh Tuhan itu secara berbeda beda, mau dari fisik atau pun dalam sikapnya, maka dari itu kalian yang masih jomblo yuk kita saling menghargai pasangannya masing masing karena jika kita tak menghargai maka kita pun juga sama tidak dihargai oleh pasangan kita sendiri


Bersambung....


__ADS_2