
Syahilla dan Reza kini sudah berada dikamar, Syahilla merengek ingin di pijat. Reza pun dengan sayangnya tentu menurut melakukan apapun yang diperintah oleh istrinya tersayangnya.
"Abang nanti kalau si kembar udah lahir nanti mereka tidur dimana?".
"Nanti biar abang nyiapin kamarnya khusus buat mereka".
"Oh jadi mereka terpisah sama aku kamarnya, terus nanti kalau mereka nangis tengah malam gimana bang, mending di sini aja".
"Ya kamu di sana nyusui, harus terbiasa mereka tidur terpisah sama ortu nanti agar terbiasa sayang".
"Tapi kasian dong bang ".
"Kasian gimana kan mereka bertiga sayang".
"Oh ya aku kan hamil kembar, akhh bang pelan pelan dong".
"Sory sayang, ini tete gede banget".
"Ya lah aku kan nanti lahir 3 anak bang jadi tetenya gede"
"Emangny waktu lahiran Gibran tetenya gak segede gini".
"Gak sih seingat aku mah, malah dulu tete aku ini kecil segede kepalan tangan aku bang".
"Kecil banget".
"Ya tapi untungnya susunya lancar banget memang sih awalnya agak macet karena pertama kali aku lahir dan menyusui, terus bang ya pertama aku nyusuin Gibran tete aku sakit banget sampe ngeluarin nanah aku nangis nangis bang hu hu hu gitu bang, waktu itu untungnya ada ibu paraji yang menenangkan dan mengusap punggung aku supaya tenang akunya".
"Maaf sayang aku gak ada si samping saat itu pasti kamu menderita sekali ya".
"Udah abang jangan bilang gitu,Syahilla udah lupain koq sekarang abang sudah ada di samping Syahilla, itu juga salah Syahilla juga yang nganggap abang itu pembohong".
"Aduhh sayang kamu ini kenapa sih terlalu baik".''
"Hihihi gak aku gak baik buktinya aku ninggalin abang waktu itu".
"Ssst udah udah jangan bahas, itu lagi".
"Ya suamiku ".
"Issshhh istriku ini dasar menggoda suaminya mulu huuu dasar si cantik".balas goda kembali oleh Reza dengan menoel kan hidungnya
"Abang juga makin ganteng banget sih padahal umur abang udah tua tapi makin ganteng aja".makin menggoda Syahilla pada Reza, Reza hanya menggeleng geleng kepala dan berucap
"Emang dari dulu kali abang ganteng". pedenya Reza
"Ya sih, pasti banyak yang suka sama abang ya".
"Hahahaha meskipun banyak yang suka sama abang tapi abang gak pernah sedikit pun tertarik pada mereka".
"Hmm tapi aku gak rela kegantengan abang ini di lihatin oleh siapa pun kecuali cuma aku aja".
"Hahahaha ya elah bunda ini terjanyata posesif juga"
"Ya kan abang suamiku, abang itu pertama kali lelaki yang ada didalam hatiku".
"Kau ini gombal sayang".
"Bukan gombal bang, tapi memang benar itu kenyataan, karena aku selama ini belum pernah pacaran atau deket laki laki pun aku gak pernah kecuali abang".
"Ya makanya abang makin sayang sama kamu".
"Abang cinta gak sama aku".
"Emangnya harus ya di ungkapin". Tanya Reza
"Gak usah bang aku ngerti abang udah cinta sama aku buktinya, apa yang aku mau abang selalu turutin".
__ADS_1
"mccuahhhh makin sayang dan cintaaa deh sama bunda".
"Terimakasih abang udah mau nerima aku sebagai istri abang, maaf aku memang belum sempurna menjadi seorang istri".
"Sama sama sayang, gak usah bilang begitu abang nerima kamu apa adanya, malah abang yang berterima kasih karena menerima abang yang bejat ini, Abang malah bersyukur abang punya istri yang baik ramah tapi agak cerewet".
"Issh aku cerewet kan itu tandanya sayang abangggg".
"Addduuuuuh punya istri yang imut jadi bikin betah aja nih di rumahh nih hahhaa apalagi lagi pelukan gini".
"Hihihi iiih abangggg mahh bisa aja dehh".
"Serius sayang , kamu itu lucu abang suka".
"Isssh abang ini, oh ya bang kalau nanti anak kita ada salah satunya perempuan aku mau namainnya Sheila".
"Kenapa dinamain itu".
"Karena Sheila itu cantik dan cerdas, aku yakin putri kita terlahir dengan berparas cantik rupanya dan juga cantik hatinya, dan juga aku harap ia menjadi anak yang cerdas".
"Kau pintar sekali memilih nama untuk calon putri kita, terus yang lainnya kenapa gak kamu ngasih nama".
"Aku harap abang yang menamakannya karena aku sendiri yakin abang sudah menyiapkan namanya".
"Memang abang sudah menyiapkan nama yang terbaik buat anak kita"
"Aku tak sabar menantikan kehadiran mereka, pastinya Mansion ini akan ramai".
" Ya mansion ini pasti akan ramai apalagi 3 bayi ,sudah lama tidak mendengar tangisan bayi, dan itu pun hanya Rizky ".
"Aku saat pertama kali bertemu dengannya aku sudah menganggap dia sebagai putra sulungku".
"Kamu memang ibu yang terbaik sayang, terimakasih sudah mau menerima jadi ibu sambungnya".
"Itu memang sudah kewajiban ku bang, karena aku sendiri merasa kasian dengan Rizky yang pasti ia juga butuh pelukan hangat seorang ibu".
"Ya sayang, ya sudah kita tidur dulu ya".
Kini mereka berdua pun telah tidur dengan keadaan saling menyalurkan kehangatan satu sama lain
Malam berganti siang, bulan silih berganti dan tak terasa jika kehamilan Syahilla sudah masuk ke 9 bulan. Syahilla yang saat ini waktunya dia untuk segera bersalin dengan keadaan cemas khawatir menjadi satu. Kini ia mengalami kontraksi yang sangat berbeda dari kontraksi biasanya yang hanya beberapa detik saja. Namun kali ini ia benar benar merasa tak tahan lagi, jelas sekali ia sangat mengetahui jika saat ini kontraksi yang sesungguhnya untuk melahirkan terutama air ketuban sudah keluar dari bawah, sementara perut Syahilla sepertinya bayinya sudah turun dan itu menandakan bahwa mereka siap untuk di keluarkan.
Syahilla dan Reza saat ini berada di luar, karena masih pagi ja
"Abangggggg saakittt perut Syahilla".teriak Syahilla sambil memegang perutnya yang sudah sangat besar
"Sebentar ya sayang, Bagasss cepat panggil dokter Monika".khawatir Reza dengan menenangkan syahilla kemudian ia berteriak dengan wajah garangnya pada Bagas.Bagas pun tak kalah paniknya juga ia segera memetahui apa yang di perintahkan oleh Reza
"Baik".
Sementara Rizky dan Gibran mereka sedang berada di depan kamar mereka yang jaraknya memang agak jauh dari mereka, ia melihat jika di depan kamar orang tuanya banyak sekali kerumunan orang dan mendengar suara teriakan Syahilla. Sungguh mereka yang mendengar nya ikut merasa panik
"Bang apa bunda bakal baik baik aja". Khawatir Gibran yang sangat jelas sekali di wajahnya, Rizky pun juga sama ia juga panik
"Abang harap begitu gib". Reza
"Tuhan tolong selamatkan adek adekku dan bunda".bathin Gibran yang sedang meminta pertolongan pada tuhannya
Kini Syahilla sudah di bawa ke ruangan yang luas dan disana terdapat banyak sekali peralatan medis dengan lengkap yang berada di lantai 3. Dan juga di ruangan itu terdapat ada ruangan untuk bersalin, ini percis seperti rumah sakit seperti biasanya namun bedanya ini berada di Mansion Reza.
Kedua putra mereka pun mengikuti mereka di lantai 3 namun mereka hanya menunggu di luar hanya Reza lah yang di ijinkan ke dalam karena untuk menguatkan sang Bunda untuk melahirkan adik adiknya
Reza begitu panik saat mendengar Syahilla yang sudah kesakitan ia ingin sekali meledak pada dokter yang belum datang datang untuk segera melakukan persalinan pada Syahilla
"Kemana dokter itu, awas saja jika istriku kenapa napa akan ku penggal kepalanya". sarkas Reza dengan berbicara yang begitu gamblangnya tentu itu didengar oleh Syahilla dan juga kedua anaknya.
"Abang jangan begitu lah". Syahilla
__ADS_1
"Abang khawatir sayang dan abang kesal kenapa dokter belum datang juga".
Ditengah rasa kepanikan dan kekesalannya , tiba tiba saja pintu terbuka ternyata yang di tunggu pun telah datang ternyata itu adalah sang dokter tak hanya seorang tapi beliau bersama kedua suster untuk membantu persalinan Syahilla
"Cih baru saja aku ingin memegal kepalamu dokter , tapi karena sekarang kamu sudah disini maka tidak jadi".
"Ma maaf tu tuan".
"Cepatlah tangani istri saya,kasihan istri saya sudah kesakitan begini".desak Reza pada dokter
"Ba ba baik tu tuan".
Dokter tersebut menghampiri Syahilla yang sudah siap untuk melahirkan
"Nah nona dengarkan aba aba dari saya ya, coba tarik nafas lalu buang, nona sudah tau cara mengejan kan".
Syahilla pun mengangguk tanda bahwa ia sudah tau cara mengeden
"Nah untuk itu ayo nona mengejan agar adek bayinya keluar, dengan tarik nafas lalu buang lalu ayo nona mengeden pelan pelan".
huhh hah huahhhh
huh huh hahhhhh
owel owek
"Akhirnya bayi pertama berjenis laki laki sudah keluar, ayo nona semangat mengejan lagi".
Kini Syahilla pun kembali mengeluarkan bayi yang kedua, dengan sekuat tenaga ia harus mengeluarkan bayinya dan akhirnyaa bayi kedua pun keluar ternyata berjenis lelaki juga dan kini persiapan kelahiran bayi yang tiga.
"Ayo nona mengeden lagi ini 1 bayi lagi ayo nona semangat".beri semangat suster
"Huhh hahhh dokter Syahilla sudah tidak kuat lagi". Dengan nafas yang tersengal sengal, sementara Reza melihat keadaan Syahilla yang terlihat sudah kelelahan ia langsung memberi semangat
"Sayang sayang ayolah sayang semangat ini 1 lagi kamu pasti bisa sayang". desak Reza dengan rasa cemasnya kekhawatiran bercampur aduk, tapi
"Tapi a aku u dah gak ku ...". ucap Syahilla di tengah nafas yang tersengalnya ucapannya terpotong karena Syahilla tiba tiba kehilangan kesadarannya, Tentu melihat Syahilla pingsan Reza langsung sangat panik, perasaan berkecamuk tak ganya Reza namun dokter bersalin dan kedua suster ikut panik
"Sayang sayang bangun sayang pleas sayang bangun sayang, ayo sayang buka matamu sayang , dokterr ini bagaimana".panik Reza tak disadari jika Reza mengeluarkan air matanya. Reza saat ini hatinya sangat kacau ada rasa kekhawatiran jika melihat Syahilla yang berbaring lemah dan ternyata melahirkan itu tidak mudah saat membuatnya.
Reza yang dulu sangat membenci yang namanya perempuan. Namun kini ia harus bener bener menghormati perempuan. Ternyata melahirkan anak itu butuh perjuangan hidup dan mati. Saat melahirkan Rizky, memang Reza tidak ada disamping mantan istrinya. Karena ia pikir jika anak itu adalah anak laki laki lain, namun ternyata salah saat Reza ke rumah sakit hal pertama yang dia jumpai adalah kamar bayi di saat melihat bayi tersebut ia langsung terpaku. Tiba tiba saja tubuhnya mendadak gemetar, hatinya meringis kala melihat pertama kali bayi Rizki yang wajah sangat mirip dengannya dan dia sangat menyesal sudah berburuk sangka pada istrinya namun sayang ternyata saat ia ingin bertemu istrinya ternyata dia kabur dan hal itu membuat Reza naik pitam.
Balik lagi ke cerita Syahilla melahirkan
"Suster tolong berikan dia minum teh manis".
"Baik dokter".
Tak berselang lama suster pun sudah membawa teh manis, lalu dokter segera mengambil teh tersebut dengan telaten ia menyuapi teh pada Syahilla dengan 3 takaran. Reza terus saja membangun Syahilla, dengan di goyang goyang badan dan dia lupa jika bayi keduanya itu tengah manis namun ia hiraukan karena baginya Syahilla yang harus di tangani lebih cepat apalagi jika bayinya yang ketiga belum lahir karena Syahilla pingsan
"Sayang ayo bangun sayang, ayo apa kamu tega meninggalkan aku dan anak anak kita dan juga anak di kandung yang belum sempet keluar hmmm, tolonglah kamu sadar sayang". Dengan keadaan kacau wajah Reza dipenuhi dengan air mata, Sungguh pertama kalinya orang terkejam ini yang terkenal bengis angkuh dingin kini terlihat rapuh saat melihat sang istrinya tak sadarkan diri
Entah karena mendengar lirihan Rezatiba tiba saja Syahilla terbangun dari pingsannya
"Sayang kamu sudah sadar, akhirnya sayang kamu bangun juga, ayo sayang kamu harus mengeluarkan bayi".
"Abanggg 1 lagi kan
"Ya sayang 1 lagi makanya ayo kamu semangat ya".
"Ya abang, huuh huh haahhh ".
Saat ia mencoba mengejan akhirnya setelah sekian menit tertunda karena pingsan sebentar dan pada akhirnya lahirlah buah hati ketiganya. Ternyata anak ketiganya mereka ini berjenis wanita. Syahilla mendengar jika bayi ketiganya adalah seorang perempuan sungguh ini ini sebuah hadiah yang sangatbahagia.
Tak disangka jika tadi ia begitu kelelahan untuk melahirkan bayi ketiga ini bahkan ia sempat pingsan sesaat namun ternyata setelah bayi itu keluar yang tadinya Syahilla merasa kelelahan kesakitan kecemasan digantikan dengan kebahagian yang tiada tara
Dan akhirnya baby tripel pun sudah lahir ke dunia dan di tunggu namanya karena tidak akan disini tapi bab berikutnya
__ADS_1
untuk itu ikutin terus kisah mereka bye bye
Bersambung....