Keluarga Yang Aneh

Keluarga Yang Aneh
Apa 3 kembar? (Revisi)


__ADS_3

"A apa bu bunda ha ha mil ke ke kembar?". ucap Gibran dengan terbata bata masih tak percaya dengan hal ini


"Iya son pasti kau kaget kan".Reza melihat wajah anak keduanya terlihat syok


"Itu berarti aku punya adik kembar......busettt".gumam Gibran tanpa menanggapi ayahnya


Ditengah mereka sedang membicarakan bayi kembar, Syahilla sadar, hal yang pertama kali ia panggil adalah Reza alias suaminya


eugghhhh


"A abang". suara serak pelan Syahilla, mendengar itu semua langsung menoleh pada Syahilla. Mereka langsung tersenyum senang, Rizky dengan cepat langsung memencet bel untuk memanggil dokter


"Sayang/bunda". teriak mereka bertiga


"Sayang akhirnya kau sadar, aku benar benar tidak bisa bayangkan kalau kamu itu tidur selamanya". lirih Reza sambil mengelus lembut pipi Syahilla, mendengar itu Syahilla tersenyum manis dan berusaha mengajak bercanda


"Abang bicara apa sih aku ini masih hidup". canda Syahilla


"Bunda, Gibran takut bunda tidur terus apalagi bunda tengah hamil kem". Gibran tak melanjutkan ucapannya karena mendapati tatapan tajam pada abang dan ayahnya, sementara Bundanya bertanya


"Kem apa gibran". Syahilla, Gibran pun tersadar lalu berusaha menjawab asal


"Maksudnya ha hamil ke kembali setelah aku, sekarang bunda hamil adik aku jadi bunda harus sehat jangan sakit dan pingsan kaya tadi". terbata bata Gibran sambil melihat kedua laki laki itu, sungguh membuat dirinya keringat dingin


"Ya nak kamu ini sok perhatian sekali dan bawel lagi". cibir Syahilla


"Aku bawel karena aku sayang bunda". Gibran


"Ya sini anakku sudah besar ya". sambil merentangkan kedua tangannya, sementara Reza langsung berpindah karena biarkan anak anaknya memberikan luang untuk berpelukan pada Bundanya


"Bunda aku gak diajak nih". pura pura merajuk Rizky


"Eh anak sulung bunda sini atuh". sadar Syahilla lalu mengajak putra sulungnya


"Apa kau juga mau ikutan dipeluk". Tanya Syahilla pada suaminya


"Kalau aku nanti aja pas kita di kamar aku bebas bisa melakukan lebih dari peluk". goda Reza, dan hal itu Syahilla langsung ia melemparkan bantal pada muka Reza


plug


"Kalau ngomong itu jangan sembarang masih ada anak anak". sarkas Syahilla sambil melotot pada suaminya


"Itu sebagai edukasi sayang". jawab santai Reza


"Mau itu edukasi edunasi atau apalah, tetep aja gak boleh". omel Syahilla


Ditengah dua orang dewasa sedang berdebat tiba tiba


tok tok tok


"Ya masuk". teriak Syahilla


Dokter pun masuk


"Nyonya sudah sadar". tanya Dokter dengan senyum


"Ya dok, makanya aku bisa melihat dokter itu berarti itu namanya aku sudah sadar gimana sih bu dokter katanya pintar lulusan D3 tapi yang gini aja diper". dengan cibir Syahilla, mendengar cibiran istrinya membuat Reza langsung cepat menghentikannya


"Sudah sayang berhenti mengoceh, ayo dok periksa istri saya, dan setelah ini kita ke dokter kandung".Reza


"Dokter kandungan buat apa bang?".tanya Syahilla yang sudah mulai sengklek dan melupakan sesuatu, Reza mendengar itu langsung membuang nafas dengan kasar


"Ya buat periksa kamulah, kan kamu lagi mengandung astaga". menjelaskan dengan sabar sambil menepuk jidatnya Reza. Reza benar benar tak habis pikir punya istri yang memang ceroboh tapi terlanjur sayang jadi sulit sekali buat dirinya marah pada Syahilla.


"Hehehe oh ya aku lagi hamil aduh aku lupa". ucap malu dengan disertai cengengesan sambil menggaruk belakang kepala yang tak gatal


huff


Tiba tiba suasana yang tadi berisik hening seketika, kemudian dokter tadi pun mulai membuka suara


"Maaf nyonya, apa boleh saya periksa anda". tanya Dokter dengan gugup

__ADS_1


"Eh ya maaf aku lupa kalau ada dokter, ya boleh". sadar Syahilla bahwa dirinya mau diperiksa lalu ia pun segera berbaring dengan tenang. Dokter pun langsung memeriksa keadaan Syahilla dengan baik , setelah itu dokter pun telah selesai Reza melihatnya langsung bertanya


"Bagaimana dok". dingin Reza


"Syukur semua tekanan darah sudah stabil dan perlu banyak istirahat ya nyonya kalau anda ingin ke ruangan dokter kandungan silahkan". dokter


"Wah terimakasih dokter". pekik girang syahilla


Setelah itu Syahilla pun turun dan dengan sigap Reza menawarkan bantuannya


"Sini sayang aku bantuin". bantu Reza


"Ya bang". nurut Syahilla karena memang dirinya harus dibantu Suami


Tibalah di ruangan tempat dokter kandungan


Mereka bereempat sudah berada didalam, kemudian dokter kandungan pun membuka suara


"Ada yang kami bisa bantu Nyonya dan tuan". tanya ramah dokter tersebut


"Saya ingin mengetahui janin saya dokter". jelas Syahilla, namun ia tak mengetahui bahwa dirinya mendapatkan kembar


"Kalau gitu berapa usia kandungannya". tanya dokter


"Sekitar 3 minggu".


"Kemungkinan bayi anda kembar nyonya, karena terlihat jelas dari perut yang agak lebar tidak mungkin kan usia 3 minggu perutnya agak besar, mungkin sebaiknya kita cek terlebih dahulu ya". Dokter


"Ha kembar, tapi memang benar dokter kehamilan kali ini berbeda bahkan berat badankku naik, yasudah baik dokter saya ingin melihat mereka".Syahilla


Syahilla dibaringkan lalu dokter pun langsung mengoleskan gel pada perutnya kemudian alat mendeteksi perut Syahilla


"Nah lihat itu ada titik titik itu adalah janin, dan benar anda dikaruniai kembar 3".


"Ha kembar 3?". serentak Semuanya Gibran, Rizky, Reza dan Syahilla, tanpa sadar ulah mereka saat spontan berteriak membuat Dokter terkejut


"Ya ya anda hamil ke kembar 3". dengan gugup Dokter itu mengucapkan sembari menyentuh dadanya


"Bunda..". sambung Rizky


"Punya ....". sambung Gibran


"Anak lima, ya bunda punya anak lima, nah kebetulan sekali bunda punya kalian bertiga, nah giliran kalianlah urus bayinya". sambung Syahilla, tiba tiba yang terpekik menyadari anaknya ada 5,lalu ia menoleh ke tiga pria dan sadar bahwa dirinya mempunyai jagoan 3, jadi dia bisa memanfaatkan mereka untuk nengurusi si kembar, sambil menatap mereka bertiga


"Ha kita?". serentak Gibran, Reza, dan Rizky


Lagi lagi dokter itu terkejut mendengar mereka tiba tiba teriak


"Gak usah teriak teriak kenapa sih". kesal Syahilla sambil melotot pada ketiga pria itu


"Ya kita ka keget lah sayang kenapa gak kamu aja".Reza


"Ya kan aku cuma ngasih ASI aja sayang, udah ah aku mau turun, dok udah selesaikan". santai Syahilla


"I iya sudah nyonya silahkan turun". terbata bata karena ia sedari tadi syok karena kejadian tadi.


"Sungguh keluarga yang aneh". bathin Dokter itu


...****************...


Ditempat lain


Seseorang wanita berteriak teriak terus saja, di tempat yang minim bercahaya, tempat yang mengerikan banyak sekali tengkorak tengkorak yang berserakan serta bau amis yang sangat kuat membuat siapa pun merinding yang berada di tempat itu.


Akhhhhhhhhhhh


"KELUAR KAN AKU DARI SINI, AKU AKAN PERGI KE AMERIKA AKHHHHH BAJINGAN KAU REZAAAAA". teriak wanita itu memanggil Reza


"BERISIK!!!". bentak Pria itu didepan jeruji besi


Wanita mendengar itu langsung terdiam ia sangat mengenal suaranya, lalu ia menoleh langsung disuguhi tatapan tajam oleh pria itu

__ADS_1


"Reza". lirih Wanita itu sedikit ketakutan, ia pria itu adalah Reza ia baru saja sampai dari di Mansion dari Rumah sakit, namun ia idak kedalam langsung turun ke ruang bawah tanah tidak hanya Reza diikuti oleh kedua anaknya.


"Ayah apa wanita ini yang sudah membuat bundaku pingsan". tanya Gibran sambil melihat wanita itu di balik jeruji besi


"Ya dialah wanitanya". dingin Reza


Mendengar itu Gibran auranya menjadi dingin, lalu ia berteriak pada wanita itu


"Kau wanita bajingan, kau telah membuat Bundaku masuk rumah sakit". teriak Gibran sambil menatap tajam pada wanita itu


"Ck, ibu mu saja yang lemah".meremehkan Syahilla, mereka bertiga sungguh ingin menyiksa wanita itu


"Gress , kau memang keterlaluan". dingin Reza sambil mengepal tangannya


"PENGAWAL!!!!". teriak Reza


"Cepat seret wanita itu, dan kurungkan dia di ruangan serba putih".


"Baik tuan".


Mendengar itu tentu saja ia mengetahui apa yang akan terjadi padanya, Gress ya wanita itu adalah gress, mantan istrinya Reza.


"Tidak!!! jangan lakukan itu!!! Reza!!!Aku mohon". teriak Gress sambil menggeleng, tak lama 2 pengawal membuka besi dan langsung menyeret secara kasar oleh orang lelaki berbadan kekar dengan mengenakan kaca mata hitam


...****************...


Sementara dalam Mansion


Syahilla berada di ruang tv ia dari tadi merasa gelisah khawatir pada mereka siapa lagi kalau bukan Reza, Rizky dan Gibran


"Dimana mereka bertiga sudah jam segini keluyuran, aduh aku harus makan banyak nih karena ditubuhku ada 3 orang, fiuhhh". ucap Syahilla, ia menunggu mereka bertiga karena saat ini jam makan malam sebenarnya ia sudah lapar sekali namun Syahilla ingin makan bersama dengan suaminya serta kedua anaknya


Syahilla terus saja mengelus perutnya sambil mengobrol


"Hay anak anak bunda yang disana kau tau di mana mereka nak?". lanjut Syahilla bertanya pada perutnya sambil mengusap perutnya yang sedikit menonjol karena hamil kembar 3


Tengah asyik mengelus perutnya tiba tiba pintu terbuka oleh pelayan


Ceklek


Seketika ia menoleh pada pintu dan melihat ketiga orang yang membuat dirinya gelisah, langsung saja menghampiri. Mereka melihat singa betina yang mulai beraksi mereka harus siap siap menghadapinya.


"Hei kalian darimana saja ha main keluyuran aja ini udah mau malam loh". ucap Syahilla sambil mengacak pinggang lalu menatam tajam pada mereka


"Ada kerjaan". serentak mereka bertiga


"Duh kalian ini yah udah muka sama kelakuan sama kalian jawab pun kompak, pantesan aku mengandung kembar bisa bisa wajah nya mirip abang". ocehan Syahilla sambil menunjuk mereka, namun bagi mereka itu adalah lelucon sangat lucu dan membuat mereka bertiga tertawa


Pffff hahahhaha


"Eh malah ketawa". ucap Syahilla


"Aku mulai menyadari bun, kalau ketiga kita ini mirip kaya anak kembar aja". Rizky di sela tertawanya


"Hah kalian pun mulai menyadarinya ya". Syahilla sambil menyunggingkan bibirnya


"Kita semua udah menyadarinya koq bun dari dulu juga". Gibran


"Ah ya udah lupakan omong kosong itu, ayo kita makan malam". ajak Syahilla


"Siap". serentak Gibran, Rizky dan Reza


Lagi dan lagi Syahilla tercengang mendengar kekompakan mereka, dan mereka bertiga pun menyadari lalu sedetik kemudian mereka bertiga langsung tertawa terbahak bahak hingga sampai di meja makan mereka berhenti tertawa, kemudian dengan telaten Syahilla meladeni mereka dengan memberikan nasi dan juga lauk pauknya, sesudah piring mereka bereempat telah terisi lalu mereka pun segera berdoa dan setelah itu mereka pun mulai makan dengan tenang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


bersambung....


buat kalian yang setia membaca novelku terimakasih banget juga dukungannya


Maaf jika banyak typo atau kosa katanya yang berantakan hehehe

__ADS_1


__ADS_2