Kembaran Beda Usia

Kembaran Beda Usia
Eps 10 - Makan jamur


__ADS_3

Malam semakin larut. Cahaya bulan nampak terlihat bulat indahnya. Sejak dari tadi menunggu, para tim pencarian masih belum datang menemui mereka berdua. Hawa dingin sedang meniup kulit hingga menusuk kedalam tubuh. Merasa kasihan hati melihat Yari yang meringis kedinginan, yang pada akhirnya Chan memutuskan untuk membuat api unggun sebagai penghangat tubuh sementara.


"Kau tunggu disini dulu! Jangan bergerak ok!" Chan beranjak dari duduknya untuk mencari kayu bakar.


"Mau kemana? Jangan tinggalkan aku sendiri!"


"Aku hanya ingin membuat api unggun saja, tenang aku tidak akan meninggalkanmu lagi."


"Oh baiklah."


Chan memunguti ranting ranting kecil untuk dibakar. Untung saja dirinya membawa korek saat ini, jadi tidak perlu repot repot membuat api dari batu gesek.


Setelah banyak tertumpuk. Chan menata dengan rapi ranting itu, lalu membakarnya. Api pun perlahan mulai membakar kayu dan ranting ini. Berhasil sudah solusi untuk tetap hidup agar tidak kedinginan. Sorakan gembira terdengar riuh dari mulut Yari. Hanya karna sorakan Yari saja, bisa membuat Chan bertambah semangat untuk tetap setia menjaga Yari.


"Bagaimana apakah aku keren?" Chan berdiri sambil memasang pose konyol nya. Ternyata seorang direktur yang terkenal kejam dan dingin bisa berperilaku seperti itu juga ya.


"Aku akui kau keren sekali oppa." Ucap Yari sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Hoho terima kasih....terima kasih...." Chan berjalan menuju ke samping Yari.


Chan kembali duduk ketempat semula. Kepala kecil terasa sedang menyender dibahu Chan. Mungkin karena cape Yari berani menyenderkan kepala nya. Chan pun tak menolak itu bahkan sangat menerima.


KRUKKK..... KRUKKK.....bunyi keras perut seseorang terdengar jelas. Pasti tahulah berasal dari mana perut itu berbunyi.

__ADS_1


"Aduh mampus aku. Bagaimana bisa perutku berbunyj diwaktu yang sangat tidak tepat. Huhu malu sekali." guman Yari menundukan kepala.


"Lapar?" ucap Chan sambil menahan tawa.


"Tidak! Tadi itu bukan bunyi perutku kok, tadi itu suara...... emm.... suara tulang yang aku renggangkan. Nah begitu maksudku hehehe."


"Jangan berbohong! Aku jelas tahu bahwa tadi itu adalah bunyi perutmu." Chan beranjak lagi dari duduknya. Terlihat seperti mencari sesuatu ditanah. Memungut entah apa yang dia pungut. Lalu mengambil selembar daun pisang. Dia kembali lagi menuju tempat Yari berada.


"Apa itu?" Tanya Chan.


"Ini adalah jamur, kita bisa mengonsumsi jamur ini dahulu untuk mengganjal perut dulu." ucap Chan sambil membersihkan jamur ini.


"Oh kau akan membakar jamur ini dengan daun pisang ya? Begitukan?"


"Pintar sekali." ucap nya sambil mengusap kepala Yari.


"Cih Sombong sekali." jamur akhirnya telah bersih dibersihkan, memotong motong jamur itu hingga menjadi kecil. lalu memasukkan kedalam daun pisang yang dia ambil tadi. Chan berjalan menuju api unggun. Membakar ikatan daun pisang biar dilahap si jago merah. Yari yang melihat sedikit terharu melihat Chan yang begitu peduli padanya. Tak selang beberapa menit, akhirnya jamur panggang pun sudah jadi.


"Nah jamur panggang sudah jadi." Ucap Chan membawa jamur itu kepada Yari.


"Aku mau! aku mau!"


"Ini dia, silahkan menikmati hidangan nya tuan putriku."

__ADS_1


"Hemmm baunya enak sekali. Andai saja ada nasi, pasti akan lebih makyus rasanya."


"Ya ampun! bisa bisanya kau berpikiran seperti itu. Dasar orang rakus." ejek Chan.


"Masalah buat you."


"Untung kau masih istriku. Jika bukan aku pasti sudah pijak pijak tubuhmu sampai menjadi kerupuk. Huh sabar.... sabar...." guman Chan.


********


"Maaf pak Jo, tuan muda masih belum ditemukan. Kami sudah menyusuri hutan ini dengan sangat detail, tetapi masih tidak ada jejak apapun mengenai keberadaan tuan Chan." ucap Tim pencarian menjelaskan.


"Aduh bagaimana ini. Belum kelar masalah satunya, masalah lainnya datang lagi. Kau tetap cari keberadaan nona dan tuan sampai dapat!"


"Baik." ucap tim pencarian, lalu pergi menjalankan tugas yang diperintah.


"Tuan aku kan sudah bilang, sebaiknya kau tidak perlu sampai pergi mencari nona juga. Lihat apa yang sudah terjadi sekarang! lagi lagi harus aku yang harus direpotkan olehmu." guman hati pelayan yang tersakiti.


-


-


-

__ADS_1


-


Ayo dukungan nya guys


__ADS_2