Kembaran Beda Usia

Kembaran Beda Usia
Eps 2 - hari pernikahan


__ADS_3

Yari duduk disofa sembari menunggu perias pengantinnya datang. para sanak saudara mulai satu persatu berdatangan. suara bercakap terdengar riuh kalang kabutnya.


Perias pun sudah datang membawakan gaun putih indah ditambah hiasan bunga lily asli.


Setelah lama berdandan, akhirnya selesai juga mereka merias diri. MC mulai melakukan tugasnya diatas panggung. suara sorakan tampak ribut diluar, sesampai suaranya terdengar kedalam ruangan. para ibu-ibu kepo yang tadinya membantu Yari bersiap langsung keluar ruangan untuk melihat apa yang terjadi. Yari yang bingung sesegara melihat juga melalui jendela ruang tamu. terlihat sesosok pria tampan dan tinggi memakai jas hitam sedang menyapa para tamu yang datang. wajahnya nampak sangat tampan dan tajam, bulu mata panjang, hidung mancung, dan bibir tipis sangat menonjolkan wajah pemuda asal korsel. ketampananya yang sangat tampan dan tubuh kekarnya semakin membuat para tamu dan undangan histeris.


" ya ampun, apakah itu adalah mengantin prianya. tampan sekali." guman yari.


"Yari!" ucap ayah Yari mengagetkan.


Yari yang terkejut karena ketahuan mengintip dari luar langsung berdiri menghampiri ayahnya.


"Eh a...ayah, ada apa?" ucap Yari terlihat gugup.


"Ayo nak, sudah waktunya."


"Oh benarkah sudah waktunya?"


"Iya ayo!" ucap ayahnya sambil mengulurkan tangan.


"Huuuft baiklah yah." ucapnya sambil memegang tangan ayahnya.


Mereka berdua keluar dan berjalan diatas karpet merah. para tamu yang tadinya hanya fokus kepada Chan sekarang beralih kepada Yari. mereka tercengang melihat betapa cantiknya Yari saat memakai gaun pengantin, begitu pun Chan yang tak henti henti menatap Yari dengan kagum.


Pernikahan akhirnya dimulai.


"Kedua mempelai, apakah kalian bersedia menjalani kehidupan suka maupun duka bersama?"


"Ya saya bersedia." jawab kedua pengantin.


"Baiklah kedua pempelai yang saling mencintai ini resmi menjadi suami dan istri."


Prokk... prokk... prokk.....


Suara tepuk tangan dan sorakan terdengar memeriahkan acara tersebut. lalu keduanya duduk diatas panggung. berbagai pertunjukan ikut memeriahkannya juga. Yari yang terlihat gugup diatas panggung mulai disadari oleh Chan. dia berpikir bahwa Yari gugup karena tidak menyukai Chan. tetapi semua itu berbeda dengan yang Yari pikirkan sebenarnya.


"haduh aku ingin sekali mengajaknya bicara sebenarnya supaya tidak terlihat canggung diatas panggung. tetapi aku kan tidak mengerti bahasa korea." guman Yari sambil beberapa kali melirik chan.


"Annyeong haseyo." Ucap yari yang sambil melambaikan tangan. dia akhirnya memberanikan dirinya berbicara bahasa korea walaupun tidak mengerti artinya.


"Ahh Annyeong, jangan berbicara bahasa korea lagi, berbicaralah dengan bahasa seseharimu jika berbicara denganku." ucap Chan yang ketus.


"Whattt bagaimana bisa dia berbahasa indonesia dengan lancar dan benar." guman yari yang terkejut.


"Wah kau bisa berbicara dengan bahasa keseharianku?"


"Seperti yang kau bilang."

__ADS_1


"Kau hebat sekali."


"baiklah terima kasih."


"Selain tampan kau ternyata berbakat sekali ya."


"Oke." Ucap Chan singkat.


"Kalau dikorea kotanya sangat indah ya."


"Iya thanks."


"Sama sama, oh iya kau kenal Bts tidak? ituloh boyband yang tampan. kau kan tinggal dikorea, pasti taulah.


BRAAK...


Yari yang terkejut karena Chan memukul meja disampinggnya langsung membuatnya ciut.


"Diamlah! kau berisik kekali. membuatku jengkel saja." bentak Chan.


"Oh." ucap Yari dan langsung diam tak bergerak.


"huh menyebalkan sekali, padahal aku ingin lebih dekat lagi denganya. sungguh benar yang dikatakan media bahwa dia adalah orang yang pemarah dan dingin." guman yari kesal.


Hari mulai larut, acara pernikahan sudah selesai. dan para tamu undangan sedikit demi sedikit mulai menghilang dari pantauan Yari. Dia yang terlihat sangat cape merebahkan badannya disofa depan tv dengan memakai gaun yang masih belum dilepas. Ibu yang mengetahui Yari tertidur pulas diatas sofa dengan hati hati melepaskan gaun yang masih melekat diatas Yari. karena gaun yang dipakai Yari tidak kunjung lelas akhirnya ibu meminta bantuan Chan untuk melepaskannya.


"Nak Chan, bisa bantu ibu sembentar." Ucap ibu sambil memegang badan Yari.


"Tolong nak bantu ibu melepaskan pakaian Yari ini! sangat susah bila saya sendiri yang melepasnya."


"Oh baiklah bu, tetapi mengapa tidak membangun kan Yari terlebih dahulu supaya lebih mudah dilepas?"


"ibu hanya tidak tega membangunkan Yari."


"Begitu bu baiklah." Ucapnya sambil melepaskan pakaian Yari dengan hati hati.


"Bu apakah boleh setelah ini, saya akan langsung membawa Yari ikut bersama saya dikorsel?"


"Loh kok cepat sekali? tidak mau tunggu besok saja." ucap ibu sambil memakaikan baju tidur pada Yari.


"Maaf bu tapi saya masih ada pekerjaan diperusahaan saya."


"Baiklah nak, ibu titip Yari disana ya."


"Baik bu."


Akhirnya ibu mengemaskan barang barang yari. pesawat jet pribadi sudah sampai dibandara. Yari yang masih tertidur digendongnya oleh Chan naik keatas pesawat. raut wajah ibu dan ayah Yari saat ini terlihat sedih. mereka melambaikan tangan pada saat pesawat mulai landas. mereka berharap semoga dengan cara ini putrinya bisa menjalani kehidupan yang lebih bahagia lagi.

__ADS_1


KEESOKAN HARINYA


Yari perlahan membuka matanya. Cahaya terang yang masuk dari jendela mempercantik gorden disana. Hembusan angin tertiup kesana dan kemari disertakan bau harum bunga mawar yang terbawa. Bunyi bunyian seperti seseorang menyiram bunga dipagi hari, sungguh rindang didengar. Apalagi aroma masakan yang datang dari dapur langsung mambuat Yari lapar.


Yari yang bangun langsung bertanya tanya dimana dirinya berada. sekali lihat saja ruangan ini tidak seperti kamar miliknya. dekorasi yang mewah dan elegan dengan chat berwarnakan putih dan emas.


"Kau sudah bangun?" tanya chan yang tidak tau asalnya dari mana.


"Eh iya, bolehkan aku bertanya dimana aku?"


"Kau saat ini berada dirumahku."


"Maksudmu di korea selatan?"


"Ya, cepat turun kebawah untuk sarapan. jika tidak aku akan menghabiskannya semua!" ucapnya sambil ngegas.


"Tidak bisakah kau bicara padaku dengan nada lembut sekali saja." ucap yari dengan tak kalah ngegas nya.


"Apa?" Ucapnya sambil menatap Yari tajam.


"Emmm ti... tiddak ada." jawab Yari yang ketakutan.


Akhirnya Yari turun kebawah untuk pergi sarapan.


"woah ini sih tidak terlihat seperti rumah, lebih mirip terlihat seperti istana. sangat indah dan mewah." guman yari.


Yari yang masih terlihat bengong sampai tidak mendengar Chan yang dari tadi sudah memanggilnya untuk duduk dimeja makan.


"Hei duduk lah cepat kesini, haiss wanita ini." chan langsung menghampiri yari yang masih terbengong. dan langsung menggendongnya.


"Ahh apa yang kau lakukan? turunkan aku sekarang. aku bisa berjalan sendiri." ucap Yari sambil meronta ronta.


"Diamlah! aku akan menciummu bila kau mencoba memberontak lagi."


Yari yang mendengar ucapan chan langsung diam tak bersuara. Chan yang gemas akan tingkah laku Yari langsung mencium bibir kecil Yari dengan sangat lembut.


Cupppp...


"Ahhhh apa yang kau lakukan." Ucap Yari marah sambil menutupi mulutnya


"itu adalah hadiah karena kau telah menjadi istriku."


"Berengsek mana ada hadiah seperti itu."


"Ada siapa bilang tidak ada."


"Arkkhh aku akan membunuhmu."

__ADS_1


Setelah sibuk beribut akhirnya mereka duduk dimasing masing tempat duduknya untuk sarapan. Chan yang sudah tak bersuara diam diam memandangi wajah Yari yang sedang makan.


Jangan lupa dukungannya guys.


__ADS_2