Kembaran Beda Usia

Kembaran Beda Usia
Eps 3 - MEMOHON


__ADS_3

Suasana yang sangat tenang sekali. Alunan suara piano merdu menambahkan kesan romantis. Kicauan burung terdengar seperti mereka yang sedang berbicara. Akhirnya mereka selesai sarapan juga. Chan yang sudah menyelesaikan makanannya, langsung meninggalkan Yari yang belum selesai sarapan.


Seseorang datang dari balik pintu, dilihat dari tampilannya saja sepertinya dia bukan orang biasa. Dia masuk dengan santainya, melihat kesana kemari seperti sedang mencari seseorang. Tak lama kemudian datanglah Chan yang memakai kemeja dan jas berwarna abu-abu sambil menghampiri orang asing itu.


"Oh iya Jo, apa jadwalku hari ini?"


"Tuan jadwal anda hari ini hanya meting harian saja."


"Oh ya, baiklah segera siapkan mobil untukku!"


"Baik tuan." ucapnya lalu meninggalkan Chan.


Yari yang tadinya lagi asik menikmati sarapannya, menghampiri Chan yang sedang menunggu mobil.


"Kau mau kemana? Siapa orang yang tadi itu?"


"Aku akan keperusahaan untuk bekerja, kau tetaplah disini. Lakukan apa saja yang kau mau, asal jangan keluar rumah tanpa izinku."


"Hmm kenapa tidak boleh keluar rumah, aku tidak mau. Kalau aku ikut denganmu boleh tidak." ucap Yari manja.


"Ti...dak...bo....leh!" ucap Chan tegas.


"Kenapa?"


"Ya tidak apa apa."


"Huh kumohon, aku kan hanya ingin keluar rumah untuk menghilangkan bosan."


"Tetap tidak boleh." ucapnya yang langsung kabur meninggalkan Yari yang masih memohon dibalik pintu. sesegera Chan masuk kedalam mobil yang sedang terparkir didepan rumahnya.


DIDALAM MOBIL


"Ayo Jo segera jalan!" ucap Chan mendesak.


"Kenapa terburu buru sekali tuan?"


"Jangan banyak bertanya, cepat tinggalkan rumah ini!"


"Baik tuan."


Mobil pun segera jalan untuk menuju keperusahaan. Jo tergelak melihat tuannya yang dengan konyolnya sedang mengelus elus dada. Ini adalah kali pertama Jo melihat tuannya seperti itu. Chan yang mulai menyadari Jo yang sedang menertawainya merasa tersinggung.


"Apa yang kau tertawakan? Tidak ada yang lucu disini." ucap Chan geram.


"Tidak tuan, saya tidak berani lagi tertawa." jawab Jo yang sedang menahan tawa.


"Awas kau kalau menertawai aku lagi!" ancam Chan.

__ADS_1


"Baik tuan."


Akhirnya Chan sampai di perusahaanya berada. Para karyawan mulai berbaris dan memberikan hormat kepada Chan. Dia berjalan menuju kantor direktur menggunakan lif khusus. Setelah sampai dikantor utama dia merebahkan badannya disofa.


Drttt....Drttt....bunyi handphone Chan berdering. Langsung sigap dia mengambil handphone nya dan pergi mengangkat.


"Halo siapa ini?"


"Ini Yari."


"Ada apa menelponku, aku sibuk."


"Kumohon biarkan aku ketempatmu sekarang." ucap Yari manja.


"Hah mulai lagi dia." guman chan.


"Please kumohon." ucap yari lagi.


Di tengah tengah percakapan. Jo datang membuyarkan suasana mereka berbicara. Chan menoleh melihat Jo menganggukan kepalanya kepada Chan, bahwa artinya meeting akan segera dimulai.


"Baiklah." jawab Chan kepada Jo.


"Wah serius, asik aku akan segera kesana." ucap Yari antusias.


"Apa!! tunggu aku bukan berbicara padamu." Tuuut... Tuuut...Tuuut... Yari langsung mematikan handphone nya. Akhirnya dia pasrah untuk menghentikan Yari datang keperusahaannya.


"Wah akhirnya aku keluar rumah juga. baiklah ayo berdandan yang cantik." guman Yari


Setelah selesai berdandan dia turun kebawah untuk memesan taxi online. tetapi sebelum Yari keluar dari rumahnya, dia tertahan oleh para penjaga rumah untuk tidak boleh keluar rumah.


"Maaf nona, anda tidak diperbolehkan keluar rumah."


"Jangan khawatir aku sudah meminta izin pada tuanmu untuk keluar rumah."


"Apakah benar seperti itu nona."


"ya iyalah, toh aku keluar rumah untuk pergi ke perusahaan nya sekarang."


Kedua penjaga itu saling bertatapan lalu menganggukan kepalanya seperti membuat isyarat bahwa sepertinya mereka mengatakan Yari tidak berbohong.


"Baiklah nona silahkan."


"Iya terima kasih."


Yari meninggalkan mereka berdua dan masuk kedalam mobil yang dipesannya. mobil pun mulai melaju menuju kearah yang Yari tujukan. setelah beberapa saat, akhirnya Yari telah sampai didepan gedung perusahaan milik chan.


Yari bersiap masuk menuju pintu utama gedung itu. mengagumkan sekali melihat orang orang yang berlalu lalang sedang bekerja. Yari yang melihat terbuat kagum akan kerja keras mereka untuk mencari sepeser uang. apalagi authornya yang bekerja keras menulis novel demi mencari keuntungan😁

__ADS_1


Yari kebingungan mencari kantor direktur berada. Karena tak kunjing tau, akhirnya dia pergi ke ruang infomasi untuk bertanya.


"Annyeong haseyo." ucap yari.


"Annyeong, jega doul su - issneun ge issnayo. (Halo, apakah ada yang bisa saya bantu)." ucap karyawannya.


"I can not speak korean, can you speak Indonesian? (saya tidak bisa berbahasa korea, apakah kamu bisa berbahasa indonesia?)"


"Tentu saja nona, apa yang bisa saya bantu?"


"Wah kau hebat sekali bisa berbahasa indonesia, baiklah bolehkah kau memberi tahuku dimana kantor direktur, aku ingin bertemu direktur kalian?"


"Maaf nona direktur kami sedang meeting, juga bila ingin bertemu direktur kami segera tinggalkan janji dahulu."


"Aku sudah ada janji denganya kok."


"Oh ya, silahkan tunjukkan kartu tanda janjinya nona!"


"Hah apa itu, aku tidak punya kartu yang semacam itu. kalau kartu tanda penduduk aku punya." tanya Yari


"Itu adalah kartu yang digunakan seseorang yang sudah membuat janji dengan direktur. jika anda tidak memilikinya, anda tidak bisa bertemu direktur kami."


"Tapi kami membuat janji secara pribadi."


"Maaf nona tetap tidak bisa, meskipun sudah membuat janji secara pribadi."


"Oh begitu ya, baiklah kalau begitu apakah saya boleh berjalan jalan melihat isi gedung ini?"


"Silahkan nona."


Yari akhirnya pergi untuk melihat lihat gedung ini. Dia yang sedang asiknya berjalan tiba tiba mendengar suara gaduh dari ruangan diujung ruangan. Karena penasaran dia memberanikan diri untuk pergi melihat diam diam. Yari terkejut saat melihat apa yang terjadi didalam ruangan itu, dia melihat Chan yang sedang marah kepada karyawannya. betapa terkejutnya dirinya lagi saat ketahuan oleh Chan bahwa sedang ada seseorang yang mengintip dibalik pintu.


"Siapa disana, tampakkan wujudmu." ucap Chan marah."


"Aku akan hitung sampai 3, jika kau masih tidak menampakkan sosokmu kau akan habis. 1.... 2...." Tak menghitung sampai tiga akhirnya Yari menampakkan wujudnya.


"ini aku." ucap Yari sambil menundukan kepala.


"Hah kupikir siapa, kenapa kau tidak menungguku di ruanganku?"


"Karena aku tidak tahu dimana ruanganmu berada."


"Jadi begitu, ruanganku ada dilantai paling atas, disana hanya ada satu ruangan saja. pergilah kesana dahulu, 10 menit lagi aku akan kesana. lakukan apa saja yang kau mau disana." ucap Chan tegas.


"Baik." ucap Yari meninggalkan ruangan itu dan pergi kelantai paling atas.


Setelah bersusah payah akhirnya dia sampai keruangan yang dimaksud. dia masuk dan merebahkan badanya disofa karena terlalu capek. karena terlalu capek akhirnya dia tidur terlelap dengan sangat nyenyak dan pulas.

__ADS_1


__ADS_2