Kembaran Beda Usia

Kembaran Beda Usia
Eps 14 - Bayi mungil


__ADS_3

"Helo my name is Yari. I am from the country of indonesian." (Halo nama saya Yari. Saya berasal dari negara indonesia). Ucap Yari memperkenalkan diri.


"Karena istri saya berasal dari indonesia. Saya harap mulai dari sekarang, semua harus memakai bahasa indonesia." ucap Chan sudah menggunakan bahasa indonesia


"Baik tuan." jawab mereka serentak


"Wah tidak menyangka Ya, presdir Chan ternyata sudah punya istri. Saya kira masih singgle lho."


"Iya kami menikah baru beberapa hari yang lalu." ucap Chan sambil menarik Yari kedalam pangkuannya.


"Iya kan sayang?" ucap Chan.


"I..iya."


"Tapi kalau boleh tau. Itu tangan nona Yari kenapa?" ucap mereka dengan tidak tahu malu.


Entah kata apa yang membuat Chan tersinggung. Dia mulai berjalan lambat kearah mereka.


"Kau penasaran hah?" ucap Chan sambil menatap tajam.


"Sa....saya tidak berani lagi." ucap mereka ketakutan.


Suasana tiba tiba menjadi hening, tidak ada sama sekali suara yang dihasilkan. Mereka terlihat seperti seorang yang sedang ketakutan. Membatu bisu bagai nyawa tak berpenghuni. Yari yang tidak tahu apa pun juga ikut membisu ketakutan.


Karena tak ingin masalah menjadi mencekam lagi. Dengan hati panas dingin dia mencoba untuk mencairkan suasana.


"Oppa! Lihatlah bayi itu sangat lucu bukan." Yari menunjuk jari telunjuk kearah sebuah keluarga kecil yang sedang menggendong bayi. Rasa trauma nya kepada orang kantor seakan sudah menghilang karena tegangnya suasana ini.


Dalam waktu sedetik, semua mata hidup mengalihkan pandangan kearah keluarga itu. Pandangannya sinis seperti orang yang penuh dengan iri. Namun berbeda dengan keluarga itu, mereka merasa bangga dapat disinggung oleh seseorang yang keberadaan nya sangat tinggi.


Chan pun juga mengalihkan pandangan nya kearah Yari berada. Suasana hatinya berubah baik saat Yari ingin menggendong bayi itu.


"Bolehkah aku meminjam anakmu tuan dan nona?" ucap Yari dengan penuh harapan.


"Tentu! Tentu saja nona." ucap mereka antusias langsung memberikan bayi mungil itu.


Disaat mulai mau menggendong bayi itu, dirinya tersadar bahwa tanganya masih sakit karena insiden kemarin. Sedikit kecewa sih, namun sara kecawa itu bisa terbayarkan karena ulah Chan.


"Sini biar aku saja yang menggendong!" Chan menuju keluarga itu dan hendak mengambil bayi mungil.


"Ini tuan."


Bayi pun sudah berada ditangan Chan berada. Yari dengan senangnya segera menghampiri bayi yang sudah dalam pelukan Chan. Mengacuhkan puluhan orang yang sedang menonton disana.


"Aku juga ingin pegang." Yari merengek gemas.


"Iya iya." Chan merendahkan badanya agar Yari dapat memegang dan melihatnya.


"Awww so cute." Yari berteriak kegirangan . Dia juga mencium beberapa kali pipi milik bayi ini. Chan hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Yari yang seperti ini.


Disaat sedang asiknya Chan dan Yari sedang bermain dengan bayi mungil. Suasana menjadi Kembali hening disaat salah satu balita sedang merengek minta sesuatu.

__ADS_1


"Appa aku juga ingin dedek bayi yang seperti itu." rengek balita itu.


"Iss diamlah nak." ucap ayahnya merasa malu.


Mendengar pernyataan lucu yang seperti itu, membuat Yari dan orang sekitarnya tertawa lucu. Yari pun pergi mengajak balita itu untuk duduk bersamanya.


"Kemarilah nak!" Ucap Yari memanggil balita itu, dengan cekatan dia langsung pergi menuju samping Yari dan duduk bersamanya.


"Siapa namamu?" tanya Yari.


"Minji!"


"Oh minji ya. Kau pandai sekali berbahasa indonesia, padahal umurmu masih kecil begini."


"Ini ka......kerena ayah yang mengajarkan ku untuk tau banyak bahasa."


"Begitu ya"


" oh ya bukankah tadi kamu ingin seorang dedek bayi yang seperti ini." Yari menunjuk bayi yang tertidur didekapan Chan.


"Hemm."


"Kalau begitu minta agar papamu membuatnya."


"Bolehkah seperti itu?"


"Boleh kenapa tidak!"


Yari juga merasa gemas dengan Minji. Tiba tiba sebuah wajah tampan menempel dibahu Yari sambil berbisik.


"Apa kau tidak ingin punya bayi juga?" Chan berbisik ditelinga Yari.


Karena terkejut Yari langsung berteriak. "IYYYAA."


"Hei pelankan suaramu!" ucap Chan langsung menggoyang goyangkan badanya agar si bayi tidak terbangun.


"Eh iya maaf. Oppa sih ngapain pake ngagetin orang tiba tiba." muka Yari memerah.


"Jadi bagaimana?"


"Apa?" ucap Yari bingung.


"Kau tidak ingin bayi juga?"


"Tidak." ucap Yari tegas.


"Dasar munafik! Jelas jelas tadi kau mengatakan iya."


"I...itukan a...aku kaget tadi."


"Tidak apa jika kau tidak mau. Toh sebentar lagi aku pasti akan dapat juga."

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


"Tidak ada! Jangan dipikirkan." Chan langsung meninggalkan Yari yang masih kebingungan. Dia nampak pergi keorang tua si bayi untuk mengembalikan bayi itu.


Entah apa yang terjadi, wajah kedua orang tua si bayi nampak pucat saat mengambil alih si bayi dari pelukan Chan. Terlihat jelas bahwa mereka sedang meminta maaf kepada Chan. Karena penasaran, Yari pergi untuk melihat apa yang terjadi.


"Ada apa ini?" tanya Yari sambil melihat Chan yang sedang disana. Pandangannya langsung melihat tepat menuju permasalah objek ini. Yari melihat jas dan kemeja Chan sudah basah terpenuhi bau pipis milik sang bayi. Kejadian yang sangat langka terjadi, sekaligus membuat Yari yang melihat menjadi ngakak.


"Pffttt wahahaha apa ini. Lucu sekali hahaha." Yari tertawa lepas.


"Diamlah Yari!"


"Hahaha tidak bisa diam." karena kesal akan perbuatan Yari, Chan langsung menelpon Jo untuk membawakan baju cadangan miliknya.


"Jo bawakan aku kemeja baru keruang rapat." ucap Chan dalam telepon


"Baik tuan!"


..........


Setelah lama menunggu akhirnya sesuatu yang ditunggu tunggu datang juga.


"Ini tuan silahkan."


Chan pun langsung mengambil kemeja yang dibawa Chan. Disaat hendak untuk membuaka baju, tertahan Yari


Yang sedang mencoba untuk membujuk agar Chan tidak melepas baju dihadapan banyak orang.


"Oppa apa yang kau lakukan? Banyak orang yang akan melihat nanti."


"Lalu?"


"Ya .....ya....nanti orang akan melihat."


"Apa kau tidak ingin tubuhku dilihat banyak orang, begitu?" ucap Chan menggoda Yari.


"Kurasa begitu." Yari menundukan pandangan karena malu.


"Kalau begitu, kau berdiri didepanku untuk menghalangi pandangan mereka agar tidak dapat melihatku telanjang dada."


"O...oke." Yari pun pergi kedepan Chan berada. Merentangkan tangan pendeknya agar dapat menghalangi pandangan orang yang melihat. Chan pun langsung membuka baju nya polos tanpa benang.


GLEKK......


Yari yang melihat seakan terpesona dengan indahnya tubuh kekar itu.


"Sial!! Mengapa dia seksi sekali sih. Kan gak tahan aku tu." guman Yari.


Dia terus tak henti hentinya menatap tubuh sempurna Chan dengan penuh nafsu. Sesampai tak sadar bahwa pemilik tubuh itu Sudah mengganti baju. Senyuman tipis tertera dibibir manis Chan.


-

__ADS_1


-


__ADS_2