Kembaran Beda Usia

Kembaran Beda Usia
Eps 8 - Tenggelam


__ADS_3

Setelah lama menunggu akhirnya Chan telah selesai melakukan pekerjaanya.


"Apa ada yang perlu aku bantu." ucap Yari sambil menghampiri Chan.


"Pasti ada maunya ni bocah. Katakan?" jawab Chan.


"Hehe.... apa benar benar tidak ada yang terjadi padaku?" ucap Yari memelas.


"Memangnya akan terjadi apa padamu?"


"Ya siapa tau kau menyentuhku ."


"Cih tenanglah, aku juga tidak pantas menyentuh wanita sepertimu. kau terlalu jelek untuku." ucap Chan membisik.


"APA KATAMU...." ucap Yari kesal.


"Bukankah bagus juga bila aku menyentuhmu. Nanti anak kita akan sangat tampan dan cantik, karena hasil gen ku."


"Tutup mulutmu itu!" Yari langsung meninggalkan Chan.


Yari yang kesal langsung keluar kantor direktur dengan mudahnya, dia akan menuju kantin karena lapar. Tiba tiba badan besar menerkam tubuh Yari dari belakang. karena kurang keseimbangan, tubuh keduanya terjatuh sampai tertidur dilantai. BRAKKK....


Badan kekar nampak membenamkan kepala Yari masuk kedalam belahan dada. Hangat dan harum dirasa pelukan nyaman. Aromanya tubuh seorang pria yang kuat, membuat Yari tidak mau meninggalkan itu. Tangan besar memegangi pinggang keci Yari agar tak menyentuh lantai kotor itu.

__ADS_1


Sorakan panik para pegawai yang melihat disana, akhirnya menyadarkan Yari untuk segera bangun


"Ah I'm sorry, were you hurt? (Ah maafkan saya, apakah kau terluka?)" Yari panik sesampai tidak mau melihat wajah orang itu.


"Aku baik baik saja baby!" Jawab orang itu. Ekspresi Yari yang tadinya terlihat panik berubah menjadi datar setelah mengetahui siapa orang itu.


"Kau mau membuatku celaka ya! kalau aku mati, kau mau tanggung jawab hah."


"Pelankan suaramu bodoh!"


Suara langkah teriakan para karyawan membuyarkan perdebatan mereka. Semua mulut meneriaki dengan kencang agar Chan segera bangun, namun tak mampu semuanya untuk menolong. Para karyawan yang menonton sibuk menyalahkan Yari akan kejadian ini. Katanya gara gara Yari tak bisa menahan keseimbang akhirnya membuat Chan yang begitu sucinya terjatuh. Padahal semua jelas tahu bahwa penyebab dari ini adalah kesalahan Chan buat.


Para perawat medis pun akhirnya datang ditempat. Membawa lima unit ambulance datang, untuk mengobati Chan yang sedang terluka. Secara bergantian mereka mengecek tubuh yang mulia Chan untuk memeriksa apakah ada lecet ditubuh nya. Satu luka gores saja melukai Chan, itu sudah seperti nyawa seratus bangsawan terbunuh. Sedangkan Yari yang juga terjatuh, diabaikan begitu saja oleh semua orang, begitupun diabaikan oleh Chan juga. Akhirnya Yari memilih untuk pergi dan mengecek sendiri apakah ada yang terluka pada dirinya.


BUUURRRR.....


Yari terjatuh dan masuk kedalam air mancur. Seperti ada yang mendorong keras dari belakang.


"Ahhh tolong aku!!.. aku tidak bisa berenang." Yari meminta tolong sambil melambai lambaikan tangan. Namun nihil, tidak ada seorang pun yang datang untuk membantu. Setelah satu menit lamanya dia berjuang mencari udara agar tetap bisa bernafas, akhirnya Tubuhnya tak mampu untuk menahan lagi. Pasrah sudah dia untuk mati seperti ini. Kepalanya perlahan mulai tenggelam masuk kedalam kolam air mancur yang begitu dalam. Dia berharap jika nanti terlahirkan kembali, agar dapat menikah dengan seorang yang benar sangat ia cintai.


Berada dalam air sudah tubuhnya tenggelam. Sinar matahari yang masuk kedalam air terus menyoroti mata Yari. Buram buram terlihat sebuah sepasang tangan memegang kencang baju Yari, dan mengangkat Yari menuju ke permukaan. Berharap dirinya bahwa yang menyelamatkan adalah Chan, tetapi yang menyelamatkan dia sebenarnya adalah sekelompok karyawan wanita tadi. Mereka menjambak rambut Yari dan membawa masuk kedalam mobil.


"Sakit!! siapa kalian? apa mau kalian?" ujar Yari kesakitan sambil memegan rambut yang dijambak.

__ADS_1


"Bagaimana sakit bukan! inilah akibatnya jika wanita jalang sepertimu berani menggoda direktur Chan dan sampai melukainya juga." ucap mereka sambil menguatkan lagi tangan nya untuk menjambak."


"Arkhh.... sakit! aku mohon lepaskan tanganmu."


Plakkk


Satu tamparan melayang diatas pipi Yari.


"Bagaimana, apakah enak rasanya aku tampar seperti itu?"


"Huhu apa masalahmu sebenarnya? aku tidak merasa ada salah dengan kalian."


"Kau tau salah apa yang kau perbuat? oke baiklah akan ku beri tahu. Yang pertama kau sudah berani menggoda direktur Chan. Yang kedua kau berani melukai direktur Chan. apakah itu cukup untuk menjawab pertanyaanmu?"


"Hanya seperti itu saja yang membuat kalian seperti ini?"


"Hanya? kau menganggap remeh kami. oke kalau begitu, HENTIKAN MOBILNYA!" perintah mereka. mobil pun berhenti berjalan. mereka membuka pintu dan membawa paksa Yari untuk menuju jurang curam didepan. Tanpa rasa takut dan kasihan, mereka dengan kejamnya mendorong Yari hingga terjatuh dan berguling.


ARKKKHHH.....


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2