Kembaran Beda Usia

Kembaran Beda Usia
Eps 5 - Hilang


__ADS_3

Pagi hari telah tiba. Chan yang terbangun lebih awal dari Yari memutuskan untuk berolahraga pagi. Tetapi hatinya merasa khawatir dan tak tega untuk meninggalkan Yari sendirian. Dia pun membangunkan Yari untuk pergi berolah raga bersamanya.


"Hei bangun! tidak baik untuk seorang wanita masih tidur dipagi hari." ucap Chan sambil mencubit pipi gemoy Yari.


"Um...pergilah!" ucap Yari yang masih menutup matanya.


..."Wanita ini benar benar." guman keluh Chan. karena kesal dia langsung menggendong Yari untuk turun dari ranjang....


"Ahhh apa yang kau lakukan." teriak Yari


"Siapa suruh kau tidak mau bangun."


"Baik baiklah aku bangun, sekarang turunkan aku!"


Chan pun menurunkan Yari dari pelukan nya. lalu dia mengajaknya untuk pergi lari pagi. Yari pun menerima ajakan itu. Selama diperjalanan, entah kenapa orang-orang terus memandangi mereka berdua. Yari yang merasa tak nyaman terus meminta perlindungan kepada Chan.


"Hei oppa, apakah kau tidak merasa ada yang salah pada mereka semua?" ucap Yari sambil berjalan santai memegangi jaket Chan.


"Tidak."


"Dasar buta!"


"Apa?" ucap Chan berhenti mendadak dan melotot kan matanya kepada Yari.


"Ti tidak, aku tidak bilang kepadamu."


"Kau pikir aku bodoh, sudah jelas kau mengatai nya untukku." ucap Chan menjewer telinga Yari.


"Aww aww sakit lepaskan! Huweeee sakit."


"Jangan diulangi lagi." ucapnya yang masih menjewer telinga Yari.


"Iya iya tidak akan begitu lagi."

__ADS_1


Chan pun melepaskan tangannya. Sedangakan Yari masih memegangi telinganya yang memerah akibat jeweran tadi. Tidak ada hujan dan badai, tiba-tiba segerombolan orang datang entah asal nya dari mana, mereka mendatangi dan meminta foto bersama bersama Chan.


Chan pun menerima permintaan mereka dengan senang hati, sedangkan Yari dilupakan seperti debu yang tak terlihat.


"Cih menyebalkan sekali. bisa bisanya mereka berfoto ria dengan bahagia nya, sedangkan aku disini seperti orang yang terbuang." guman Yari kesal.


Yari yang merasa sebal, pergi untuk membeli Ice cream sebentar saja. Dia pun berjalan menuju orang yang berjualan ice cream.


"Ah anyeong haseyo, I ordered one vanilla ice cream( Ah halo, saya pesan ice cream rasa vanilla satu )."


"Okay wait!"


Setelah selesai membeli ice cream, dia kembali ketempat Chan berada. Namun setelah sampai, betapa terkejut nya Yari mengetahui bahwa Chan sudah tidak ada ditempat itu. Yari yang mulai panik terus mencari-cari keberadaan Chan. Mau kembali lagi untuk pulang kerumah, tetapi dia tidak ingat alamat rumahnya. Dia akhirnya memutuskan untuk duduk sejenak dihalte bus sambil mengingat ingat kembali jalan untuk menuju rumahnya.


SEMENTARA DISISI LAIN


"Jo bawakan aku mobil dan menujulah ketempatku berada, mintalah untuk sopir yang melakukan nya. Sementara kau uruslah perusahaan dulu." ucap Chan panik.


"Tuan apa yang terjadi?" tanya Jo yang tak kalah panik.


"Baik tuan."


"Yari dimana kau, kuharap tidak terjadi apa apa padamu." guman panik Chan.


Akhirnya yang ditunggu-tungu Chan tiba. dia langsung menjalankan mobilnya untuk mencari Yari yang tak tau dimana. Chan yang merasa bersalah karena meninggalkan Yari dari pantauan nya terus menerus memukul kepalanya. Chan sudah berkeliling sebanyak 7 kali tetapi tidak segera menemukan Yari. Karena tak kunjung dapat menemukan Yari, dia akhirnya memutuskan untuk melapor kepolisi.


Sementara Yari saat ini masih duduk didepan halte. Dia begitu menyesal tidak membawa handphone saat ini. Ingin menangis sebenarnya dirinya, tetapi ia malu. Ingin meminta pertolongan pada orang disana, tetapi apalah daya tidak mengerti bahasa mereka. Yari hanya pasrah saat ini, dia sudah ikhlas bila nanti dirinya akan menjadi pengemis untuk bertahan hidup.


Namun ternyata tuhan masih sangat sayang kepada Yari. Nampak dari kejauhan sudah terlihat Chan sedang panik mencari hilangnya Yari. Dia yang mengetahui Chan yang sedang panik mencari nya, langsung pergi berlari untuk menghampiri Chan.


"Oppa.... aku disini." ucap Yari sambil berlari kearah Chan.


"Yari!" ucap Chan tak menyangka.

__ADS_1


Yari langsung memeluk erat tubuh Chan.


Chan pun membalas pelukan Yari dengan pelukan Yang lebih erat.


"Kau kemana saja? apa kau tidak berfikir betapa takutnya aku."


"Hiks...Hiks... aku takut sekali." ucap Yari yang tak mau melepaskan pelukannya.


"Haih apa yang kau takutkan? Sudah jangan menangis lagi."


"Hiks.... maafkan aku, sudah membuatmu takut."


"Tak masalah."


"Huwaaa kau baik sekali." tangis Yari lebih kencang.


"Hei suttt kecilkan suaramu!"


"Huhu baiklah."


"Ya sudah, ayo kita pergi pulang."


"Iya."


Mereka pun pergi untuk pulang. Hati Chan yang sedari tadi gelisah sekarang sudah mulai tenang. Memang kejadian itu adalah salah Yari sendiri karena pergi tidak bilang dahulu. Tetapi Chan tidak berhenti untuk menyalahkan dirinya.


-


-


-


-

__ADS_1


MOHON DUKUNGAN NYA


__ADS_2