
DISISI LAIN
"Baiklah karena saya ada kepentingan lain, meeting hari ini saya selesai sampai sini saja." ucap Chan kepada karyawannya.
"Baik pak." jawab serentak.
Chan pergi dari ruang meeting dengan diikuti Jo dibelakangnya. Mulailah gosip gosip berdatangan membicarakan Chan dibelakang.
"Eh wanita yang tadi itu kira - kira ada hubungan apa ya dengan presdir." karyawan bergosip.
"Entah lah, yang pasti dia bukan orang biasa. Lain kali kita harus lebih hati - hati kepadanya." ucap karyawan lainnya.
"Iya betul."
"Wah hebat sekali wanita itu, bisa menarik perhatian presdir."
"Mungkin wanita bayaran kali, tampang biasa saja seperti itu mana mungkin jadi pacar presdir."
"Hahaha benar juga katamu."
"Huh dasar wanita murahan."
"Haha, udah yuk kerja lagi." setelah puas bergosip mereka kembali pada pekerjaan masing masing.
Yah gosip adalah gosip. Mereka dengan beraninya bergosip tanpa tahu kebenaranya dulu. Mulut para manusia sampah memang begitu, selagi mulut bisa berkecap, entah akan berapa banyak lagi gosip yang diciptakan.
Sementara disisi lainya Chan kembali kekantornya. Dia sempat kebingungan mencari Yari yang tak kelihatan, akhirnya dia bisa lega mengetahui Yari yang sedang tertidur.
"Huh coba lihat dia, nyenyak sekali tidurnya." guman Chan.
Drttt...Drttt....Drttt... Hanphone Chan berdering.
"Iya halo, siapa ini?" tanya Chan dalam handphone.
"Dasar kau anak laknat, berani sekali bertanya padaku siapa aku."
"Oh papa, ada apa?"
"Kapan kau akan memberikan cucu padaku, katakan?"
"Pa aku baru menikah, kami masih membutuhkan waktu untuk saling mengenal. Tidak seenaknya seperti itu."
"Buka urusanku." ucap papa Chan tegas.
"Baiklah pa tunggu 3 tahun lagi pasti aku akan memberikan cucu untukmu."
__ADS_1
"Lama sekali! Aku tidak bisa menunggu selama itu."
"Pa aku sebenarnaya juga tidak ingin menunggu lama. tapi bagaimana dengan Yari. Diumurnya yang masih menginjak 17 tahun, akankan dia sanggup untuk mengandung."
"Yari adalah wanita yang kuat, kau tidak perlu khawatir. Pikirkan lah dahulu dirimu itu, sudah berumur 28 tahun masih belum mempunyai keturunan."
"Ya ya aku mengerti." chan langsung menutup panggilan.
Setelah mengakhiri panggilan dia langsung pergi melihat Yari yang tertidur. Perlahan namun sadar tangan besarnya mengusap kepala Yari sebagai tanda kasih sayang. Satu kecupan mendarat dikening Yari. Karena ulahnya sampai membuat Yari terbangun.
"Eh apa yang kau lakukan?" tanya Yari
"Tidak ada." jawab Chan.
"Bohong kau tadi menciumku, sudah jatuh cinta yah."
"Mau aku cubit."
"Tidak mau." ucap Yari ketakutan.
"Kau takut?"
"Siapa bilang aku takut padamu." ucap Yari memberanikan diri.
"Arkhh minggir! Terlalu dekat." ucap Yari sambil mendorong tubuh Chan.
"Udah ayo kita makan siang." ucap Chan sambil menangkis dorongan Yari.
"Baiklah."
Mereka pun pergi ke cafe terdekat untuk makan. Dengan lahapnya Yari menikmati makanan nya seperti orang yang sangat kelaparan. Tingkah laku Yari yang tak biasa seperti itu membuat Chan yang melihat tersenyum tipis.
Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 20.00 WIB. Setelah puas makan dan bermainnya mereka berdua pun akhirnya pulang kerumah.
"Oppa bolehkah aku besok pergi ke perusahaanmu lagi besok."
"Hah? kau memanggilku apa tadi?" ucap Chan terkejut.
"Oppa."
"Pufff... kau tau dari mana panggilan itu." ujar Chan tergelak.
"Kenapa? apakah salah aku memanggilmu begitu."
"Tidak bukan begitu."
__ADS_1
"Terus kenapa? aku lihat banyak sekali pasangan diluar sana yang memanggil lelakinya seperti itu. aku pikir panggilan itu juga akan cocok untukmu. kalau kau tidak menyukainya, aku tidak akan begitu lagi."
"Tidak tidak, aku sangat menyukainya. mulai sekarang panggilah aku seperti tadi!"
"Baiklah." ucap Yari dengan senyuman lebarnya.
"Sudah malam ayo kita pergi tidur. Mulai sekarang aku akan tidur satu ranjang dengamu."
"Emm bukankah itu agak." tak selesai bicara, Chan langsung memotong pembicaraan Yari. "Tenang aku tidak akan menyentuhmu, aku hanya ingin lebih dekat denganmu saja."
"Baiklah aku percaya padamu."
Mereka pun pergi mengganti bajunya dan naik keranjang untuk tidur. hubungan mereka bukan terlihat seperti suami istri, lebih tepatnya seperi kakak beradik. Saling membagi cerita mereka lakukan pada malam yang panjang ini. Gelak tawa pecah menggema terdengarnya. Curahan hati dari hati mereka ceritakan.
"Apa kau tau, banyak sekali rumor yang mengatakan bahwa kau adalah orang yang kejam dan menakutkan. tapi menurutku kau tidak sekejam yang dikatakan."
"Hemm."
"Jujur saja sebelum aku menikah denganmu, aku juga sering mengatakan bahwa kau adalah seorang pria berengsek."
"Hemm."
"Hihi apakah kau tidak marah setelah aku mengatakan semuanya."
"Hemm."
"Beneran ga marah?"
............Hening...........
"Oppa! kau mendengarku?" ucap Yari sambil menengok wajah Chan.
"Sialan dia tidur ternyata, dari tadi percuma dong aku bercerita panjang lebar. huh menyebalkan sekali." guman Yari kesal.
Karena tak ada lagi lawan Yari untuk bercerita. Akhirnya dia memutuskan untuk tidur sambil memeluk badan Chan.
-
-
-
-
Jangan lupa dukunganya guys 😀
__ADS_1