
Setelah sampai rumah terlihat banyak orang dan aparat kepolisian yang mengelilingi rumah Chan. Entah apa yang mau mereka lakukan dirumah ini. Mereka semua nampak khawatir bila dilihat dari raut wajahnya. Yari hanya bisa ciut mengikuti semua permainan ini.
"Oppa kenapa banyak sekali orang asing disini?"
"Kau masih bisa bertanya? Asal kau tau mereka semua datang kesini hanya karena kau seorang."
"Kenapa aku? aku kan tidak melakukan apa apa." ucap Yari polos.
"Ya terserah kau saja lah." ucap Chan meninggalkan Yari.
Yari dengan tak berdosa dirinya diam-diam mengikuti Chan dari Belakang. "Apa yang sebenarnya aku lakukan." begitulah isi pikiran Yari sepenuhnya. Dia masih tidak menyadari karena ulahnya yang ceroboh hampir membuat kota ini hancur. Seketika pikiran Yari menjadi hancur karena Chan memanggilnya untuk pergi menyiapkan baju.
"Yari kemarilah! bantu aku menyiapkan baju ini." ucap Chan berteriak.
"Iya aku datang." Yari pun langsung naik keatas. Dia langsung menyiapkan sebuah kemeja dan jas berwarna pink disertakan dasi polos dan boutonniere berwarna silver. "Ini sudah selesai aku siapkan." ucap Yari.
__ADS_1
"Ya tinggalkan saja disitu!"
"Baiklah." Yari pun turun kebawah untuk makan sejenak, karena pengalaman waktu tersesat tadi sangat membuat dia kelaparan. Dia membuka lemari ice untuk menemukan apa yang bisa dia makan untuk mengganjal perutnya. Terlihat disana nampak ada cake dan minuman yang ditutup rapat. Tanpa pikir panjang dia langsung menuguk dahulu minuman nya lalu memakan cake itu dalam satu suapan. tiba tiba Yari merasakan sakit kepala dan mual tanpa alasan. Pikiran sehatnya mulai hilang sedikit demi sedikit membuatnya seperti orang gila. Dia mulai ngelantur dan berbicara yang aneh aneh.
Sedangkan Chan yang sudah berganti kemeja langsung untuk menuju ke bawah. Dia tidak bisa berkata kata lagi saat mengetahui Yari yang sedang tertawa sendiri. Dengan secepat kilat, Chan langsung menghampiri Yari.
"Apa ini? Ya ampun, Yari sadarlah. apa yang terjadi?" ucap Chan sambil menepuk nepuk pipi Yari. pandanganya teralihkan saat melihat sebuah gelas yang dia sengaja isikan bir, namun setelah dilihat lebih jelas bahwa bir didalamnya telah kosong.
"Hah ternyata kau mabuk karena meminum bir ku. padahal aku sudah menyimpanya begitu rahasia, tetapi masih bisa kau temukan dengan mudah." ucap Chan.
"Tuan ada apa ini? kenapa nona Yari bisa demikian?" ucap jo panik.
"Ntahlah, tetapi aku Yakin dia seperti ini karena meminum birku. sudah lah Jo bantu aku mengankat Yari untuk pergi bersamaku kekantor.
"Tapi tuan, pertama anda sudah di sibukkan untuk mencari nona Yari yang hilang tadi pagi hingga lupa bahwa hari ini ada meeting penting. jika menurut saya membawa nona Yari untuk pergi ke kantor dengan keadaan mabuk, sepertinya sangat merepotkan."
__ADS_1
"Yari adalah istriku. Tidak mungkin juga kan bila aku meninggalkan nya dirumah sendirian, didalam kondisinya yang seperti ini juga. salah satu solusinya saat ini adalah membawa nya pergi bersamaku." ucap Chan tegas.
"Baiklah tuan maafkan atas sikapku yang kurang sopan pada dirimu tadi."
"Iya tak masalah.
Setelah mereka menyetujui untuk membawa Yari ke kantor dengan keadaan mabuk. setelah sesampai didalam mobil Chan meletakkan Yari Diatas pangkuan nya. tingkah Yari yang seperti orang gila karena mabuk membuat ia tergelak. Baru pertama kalinya dia melihat orang mabuk yang sekocak Yari itu. Meskipun terlihat bodoh kelihatannya Yari yang tengah mabuk, tidak akan menyurutkan sayangnya Chan kepada Yari.
-
-
-
Mohon dukungan nya
__ADS_1