
Mungkin karena terlalu lelah. Chan hanya bisa tersenyum melihat kepuasan wanitanya yang tidur begitu pulas.
Lalu sampailah mereka didepan ambang pintu. Chan menggotong tubuh kecil itu menunju kamar mereka. Dengan tergopoh gopoh dia akhirnya sudah ada didalam kamar.
Dokter yang sudah dari tadi datang, diperintahkan oleh Chan untuk pergi melihat keadaan Yari. Para dokter pun dengan senang hati memeriksa Yari yang masih tertidur. Namun hasil medis yang didapatkan oleh mereka sangat mengejutkan. Melihat dokter yang terkejut, menambah rasa penasaran lelaki itu.
"Apa yang terjadi dok?" ucap nya khawatir.
Dokter langsung memerintahkan Chan agar ikut keluar ruangan. Chan pun menyetujuinya.
"Cepat beritahu saya. Apa yang terjadi pada istri saya. Apakah itu berbahaya?"
"Tenang saja tuan. Tidak ada yang berbahaya."
"Oh syukurlah tuhan." Chan mengangkat tanganya dengan rasa syukur yang tulus.
"Selamat tuan! Atas kehamilan istri anda."
Bummm...... Rasanya seperti batu yang dihantam kedalam hati setelah mendengar pernyataan dokter. Dirinya masih tidak percaya akan kejadian yang terjadi. Senyuman lebar tergurat ceria dibibir sang calon ayah. Akhirnya penerus keluarga han lee sebentar lagi akan datang kedunia.
Lalu Chan kembali lagi kekamar nya dengan hati yang sumbringan. Dia membaringkan tubuhnya disamping bumil miliknya. Pantas saja akhir akhir ini Yari suka makan dan berubah ubah pula mood nya. Ternyata calon sang bayi yang mempengaruhi semua itu.
Chan mencium pundak kepala Yari. Sambil memeluk istrinya dia termenung membayangkan hidup menyenangkan bersama anak tercinta. Sungguh rasanya seperti mimpi, namun mimpi tidak akan datang seindah ini. Tak terasa rasa kantuk menyerang, mimpi yang sesungguhnya telah datang mengiringi tidur mereka.
PAGI TIBA
Yari terbangun lantaran ingin buang air kecil. Dia sesegera menuju kearah kamar mandi. Langsung menerobos masuk kedalam, tanpa melihat apakah ada orang lain didalam kamar mandi. Dan betul saja, lelaki tinggi dengan rambut berantakan sedang berdiri didepan cermin untuk berkaca. Yari kaget, karena saking kagetnya sesampai rasa ingin pipisnya tak tertahankan lagi dan meluncur begitu saja, membasahi celana yang dipakai.
Chan segera menoleh kearah suara seseorang yang sedang meringis. Dia mendelikan mata melihat perempuan itu sudah basah karena pipisnya. Spontan saja dia menghampiri Yari yang tengah menangis.
"Sayang kamu ngompol?" Chan masih melihat celana basah yang dipakai oleh Yari.
Yari menganggukan kepala pelan.
"Ya ampun!"
Ingin tertawa tapi amarah datang terlebih dahulu. Bagaimana bisa seorang yang bukan kecil lagi, masih ngompol dicelana. Mungkin kalo si Author yang jadi suaminya, pasti sudah aku pijak pijak dia.
"Buka." chan menunjukan jarinya kearah celana yang dikenakan Yari. Sambil memijat kepalanya yang tidak terasa pusing.
"Mana bisa."
__ADS_1
"Lalu kau mau apa? Terus saja berdiri didepan pintu sampai celananya kering."
"Huu ini semua salahmu!" Yari terisak semakin keras. Dia menangis antara takut dan malu sebenarnya.
"Aku!"Chan menunjuk jari telunjuk kearahnya sendiri.
Chan terheran heran. Mengapa jadi salahnya begitu pikirnya.
Ya! Itulah wanita. Meskipun jelas jelas wanita yang salah, tapi tetap saja lelaki yang akan disalahkan pada akhirnya. Tidak mau disalahkan padahal sudah terbukti.
Dia adalah sosok ciptaan tuhan yang paling benar sendiri.
Chan masih mencerna perkataan Yari. Mencari dimana letak kesalahan yang dia perbuat.
Akhirnya dia mengalah karena tak kunjung menemukan letak kesalahanya. "Ya sudah aku memang salah, aku minta maaf!
Yari terdiam, enggan menjawab permintaan maaf chan. Sang suami hanya bisa bersabar menghadapi sikap istrinya. Dia menghampiri Yari lalu berjongkok, hendak membuka celana basah itu.
"Angkat kakimu!" Chan menarik celana yari kebawah hingga terbukalah, memperlihatkan paha bening nan indah dipandang.
Yari menuruti perintah Chan untuk mengangkat kakinya, dan terlepaslah celananya. Lalu Chan pergi menuju mesin cuci dan melempar pakaian itu kedalamnya.
"Pergi mandi sana. Aku sebentar lagi akan pergi kekantor." perintahnya lalu meninggalkan Yari seorang diri dikamar mandi.
Wah jantung ini terasa mau meledak. Namun Yari terus mencoba tenang dan perlahan senyuman manis terpancar dibibirnya.
Ding dong...
Suara jam berdengung. Menyadarkan Yari agar segera pergi mandi. Dia pun akhirnya mandi.
Setelah 30 menit lamanya, Yari dengan anggun memakai baju musim panas, yang terbuka diantara dada dan paha. Dilihat seksama, dia terlihat bukan seorang remaja lagi, namun terlihat seperti wanita dewasa pada umumnya.
Chan terpelongo melihat perubahan besar itu. Bagai semut dan gajah, perbedaan nya sangat jauh. Namun cepat cepat dia memalingkan wajahnya ke sisi lain.
"Ehemmm." Chan berdehem keras. "Mau kemana?"
"Eh..... Mau ikut sarapan." Ucap Yari gugup. Sambil perlahan dia mendekat kearah meja makan, lalu duduk diantara kursi kosong.
Chan yang masih melihat penampilan istrinya yang tidak biasa, merasakan sesuatu yang janggal. Tidak biasanya dia berpenampilan seperti ini. Hal itu membuatnya semakin yakin bahwa Yari mempunyai kekasih lain.
-
__ADS_1
Yari merasa tidak enak diperhatikan seperti itu oleh Chan. Alasan sebenarnya dia seperti ini, karena dia ingin merubah penampilan agar tak berpenampilan seperti remaja lagi. Hatinya semakin resah tak tau kenapa. Sehingga Yari membuka mulutnya untuk mengatakan alasan dia berpakaian seperti ini.
"Emm aku suka baju ini." Yari berbasa basi dulu.
Chan mengerutkan dahi. "Dari banyaknya baju yang kau punya, tapi kenapa harus itu." Dia menunjukan jari kebaju yang dikenakan Yari.
"Ya karna cantik! Apa salahnya."
Lelaki itu kembali menatap Yari. Lalu pergi menghadap sambil memegang kuat lengan Yari.
Yari hendak berusaha lepas, namun percuma.
"Katakan! apa motifmu sebenarnya? jangan bilang kau memiliki lelaki lain kan!"
"Hah!! aku tidak......."
"Apanya yang tidak." ucap Chan hendak mendorong tubuh Yari. namun ter urungkan, karena bukti juga belum lengkap. Dia menghela nafas dalam. Lalu menunduk sambil mengambil kedua tangan Yari.
Chan berkata. "Maaf! aku kasar. Aku tidak bermaksud seperti itu." ucap nya yang masih memegang tangan Yari.
"Jangan tinggalkan aku sayang!"
Yari merasakan sesuatu yang bergetar didada. Suara nya yang serak dan tatapan yang sayu itu, membuat Yari termenung.
"Kenapa aku harus meninggalkan kamu." Yari mengelus rambut suaminya dengan lembut.
"Aku tahu jika kau punya kekasih lagi, maka kau akan meninggalkan aku sendiri disini."
Bersambung...........
*Pertama tama saya banyak berterima kasih kepada para pembaca yang mau mengikuti cerita saya. Dan mohon maaf juga karena novel ini jarang up. Alasan saya jarang update karena saya masih SMA, sehingga disibukan oleh tugas sekolah. Untuk kedepannya saya berharap agar saya bisa terus update dan semakin banyak readers yang membaca.
Saya akan memberikan visual kedua pasangan ini. jika ada kesamaan visual dengan author lainnya, mohon beri tahu saya*.
#CHAN HAN LEE
#YARI CHELSIE LAURYN
__ADS_1