
Hari semakin siang saja. Sudah waktunya untuk menyudahi rapat kali ini. Chan dan Yari lebih dahulu keluar dari ruang rapat lalu diikuti oleh para tamunya. Mereka berjalan dengan bergandengan tangan, membuat para wanita yang tak beruntung mendapatkan suami selayak Chan merasa iri.
.............
Sampailah mereka sekarang dikantor Direktur. Chan masuk kedalam ruang istirahat tanpa mengajak Yari. Sebal sekali karena dirinya merasa diacuhkan, Yari langsung masuk menyambar kasur yang ada di ruang istirahat untuk berbaring. Dia berguling guling riang Diatas kasur bagai dunia hanya miliknya.
Bumm.....
Wajah Yari merah seketika saat tidak sengaja menyentuh barang yang entah tau itu Apa. Spontan Yari langsung berbalik badan dan menjatuhkan pandangan kearah tangan yang masih meremas kuat benda itu.
Setelah tau apa yang dia pegang, wajahnya bukan lagi berwarna merah, tetapi sudah seperti mayat hidup yang bermuka pucat. Yari sangat terkejut karena yang dia pegang adalah barang pusaka suaminya. Ingin kabur rasanya, tetapi badanya sama sekali tidak bisa digerak kan alias lumpuh saking malunya.
"Wah wah lancang sekali tanganmu itu ya." Chan menarik tangan Yari yang masih memegang barangnya.
"Ini tidak adil. Karena kau sudah memegang milikku, sekarang biarkan aku memegang milikmu juga." ucap Chan menggoda.
Mendengar kata kata yang tak bermoral dari mulut Chan. Membuat Yari tersadar dan sesegera dia bangun dari tempat tidur.
"Dasar mesum! orang sinting yang tidak tau sopan santun, mulutmu itu rusak ya." Yari memukul badan Chan dengan menggunakan bantal guling disamping nya.
Dengan sigap, Chan menarik bantal guling itu sebelum terbentur mengenai bahu nya. Karena tarikan yang dihasilkan sangat kuat, sehingga membuat Yari ikut terlempar kearah atas badan Chan.
__ADS_1
Saat Yari terlempar, tidak luput tubunya juga berbenturan dengan Chan, sehingga keduanya jatuh diatas tempat tidur. Dengan posisi Chan dibawah dan Yari diatas. Keduanya saling memandangi mata yang indah nan bergeming. Agak lama mereka saling menatap, sadar pun muncul dan sesegera Yari bangkit dari pelukan Chan.
Ketika dirinya mulai bangkit, tangan besar kembali menarik nya hingga membuat Yari terjatuh dalam pelukan suaminya lagi.
"Tanggung jawab!" Chan mencoba untuk menggoda Yari.
"U...untuk apa?" Yari berpura pura tidak tahu. Sesekali dirinya mengalihkan pandangan penuh gelisah.
Tanpa aba aba Chan langsung mencium bibir Yari dengan penuh nafsu. Bibir yang kecil dan lembut sangat mengundang kenyamanan untuk siapapun yang beruntung mendapatkan ciuman itu.
Rasa yang tidak nyaman dan sedikit risih membuat yari terus memberontak. Namun karena ciuman yang begitu dalam membuat dia perlahan luluh. Hangat dan lembut bibir itu ******* dengan sopan nya. Yari yang sudah terbuai dengan permainan keras Chan, terpejam akan nikmat nya ciuman seorang pria.
"Aku tidak menyangka, ternyata gadis polos ini begitu rakus." ucapnya sengaja untuk menggoda Yari. Namun Yari tak bergeming menghiraukan, dia hanya sibuk untuk menutupi wajah karena malu.
Chan yang melihat akan tingkah gemas Yari, menggeleng geleng kepala.
"Imut sekali! beruntungnya aku yang bisa memiliki dia seutuh nya." Chan berguman.
Tiba tiba suara ketukan datang dari luar, membuyarkan pikiran mereka masing masing. Dengan cekatan Chan langsung kembali menuju meja Ceo dan....
"Masuk!!" Mereka pun akhirnya masuk dengan kepala tertunduk.
__ADS_1
"pak ini hasil laporan kami yang bapak minta pekan lalu."
"Oke taruh disini saja dan kalian boleh kembali bekerja lagi." ucap Chan dingin.
Padahal jelas jelas saat bersama Yari tadi sifatnya sangat bersahabat, lalu saat bersama karyawanya sifatnya akan menjadi dingin. Sangat mengejutkan sekaligus menakutkan.
Para karyawan itu segera keluar dari ruangan direktur dengan sedikit tergesa gesa. Bukan tergesa gesa lagi melainkan ingin segera pergi meninggalkan mahluk yang menyeramkan seperti Chan.
Cklekk......
Pintu pun tertutup rapat menandakan menandakan semua orang itu pergi. Chan lalu pergi untuk bertemu dengan Yari lagi. Namun...
ASTAGA.........
-
-
-
-
__ADS_1