
Mendapat penolakan dari Thira, Eza berhenti sejenak menatap mata Thira. Dia tersadar apa yang dilakukannya salah. Wajah Thira yang berubah pucat membuat Eza merasa sangat bersalah.
"Ma...maafkan saya" Eza menjauhkan tangannya dari tubuh Thira.
Thira berdiri sambil memegang bajunya yang sudah terbuka. Berlari kecil menuju toilet.
"Ach....brengsek. Kenapa aku bisa lepas kendali" Eza meremas rambutnya gusar.
"Hik...hik..." cairan bening jatuh di pipi Thira.
Rasa takut, malu, marah bercampur aduk membuat Thira tidak bisa menahan air mata yang jatuh di pipinya. Cukup lama Thira berada di toilet untuk menenangkan diri.
"Tok...tok"
"Thira... maafkan aku. Aku benar-benar menyesal. Kamu bisa memukul ku. Keluarlah, aku tidak akan menyentuhmu"
Thira terkejut mendengar ucapan Eza. Tidak formal ataupun galak seperti biasanya. Ada rasa sedikit tenang setelah mendengar ucapan Eza.
Thira mengusap air mata dipipinya dan meraih ganggang pintu, membukanya perlahan. Baju Thira terlihat kusut, wajahnya pucat. Thira tidak berani melihat wajah Eza, dia hanya menunduk.
"Saya...saya..."
Eza membalutkan jaket ke tubuh Thira, menghentikan kata-kata yang akan keluar dari mulut Thira. Thira memberanikan diri menatap wajah Eza. Wajah yang masih pucat dan rambut yang berantakan, terlihat sangat kacau.
"Duduklah dulu, aku sudah membuat teh hangat. Aku akan mengantar mu pulang"
__ADS_1
Eza meninggalkan Thira menuju kamar, dia bersiap-siap umtuk mengantar Thira pulang. Thira memandang punggung Eza yang semakin menjauh, entah apa yang dia pikirkan semua terasa kacau.
Thira duduk dan meraih cangkir teh diatas meja. Rasa hangat teh membuat tubuhnya menghangat.
"Kamu sudah siap? Ayo kita pergi"
Eza meraih kunci mobil menuju pintu. Thira beranjak dari sofa mengikuti Eza dari belakang.
Tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mereka dalam perjalanan. Suasana hening dan kelehan akibat menangis membuat Thira mengantuk. Matanya mulai terpejam masuk ke alam mimpi.
Saat tiba di depan rumah Thira, Eza memperhatikan wajah Thira yang tertidur pulas. Wajah mungil yang kelelahan sehabis menangis. Rasa bersalah kembali datang menghampiri Eza. Dia benar-benar takut bila Thira tidak memaafkannya.
"Maafkan aku" ucap lirih Eza.
"Thira...kita sudah sampai. Bangunlah" Eza tidak tega jika membiarkan Thira dimobil terlalu lama. Dia memberanikan diri membangunkan Thira.
"Hemmm..." perlahan Thira membuka mata dan pura-pura jika baru bangun.
"Terima kasih" Thira membuka pintu dan keluar dari mobil.
Eza ikut keluar dan mengantar Thira sampai depan pintu rumah.
"Anda bisa pergi" Thira meraih gamggang pintu dia hanya ingin sendiri saat ini.
"Thira..." langkah Thira terhenti.
__ADS_1
"Maafkan aku. Aku tau kamu pasti benci dan jijik sama aku. Tapi...tapi aku benar-benar menyesal. Aku akan bertanggung jawab atas perbuatan ku. Jadi tolong, tolong jangan terlalu lama membenci ku"
"Hik...hik..." mendengar ucapan Eza air mata yang sudah mengering kembali terjatuh.
"Maafkan aku. Tolong maafkan aku. Menikahlah dengan ku"
Eza semakin takut mendengar tangis pilu Thira. Dia takut akan kehilangan Thira. Ucapan pernikahan langsung terlontar di bibirnya, walaupun dia baru saja mengenal Thira tapi perasaan yang Eza rasakan sangat dalam. Pertama kali perasaan ingin memiliki begitu kuat muncul di hatinya.
Ucapan yang Eza lontarkan tidak membuat Thira benrhenti menangis. Dada Eza semakin sesak melihat wanita yamg menarik perhatiannya. Eza membalikan tubuh Thira dan memeluknya dalam dekapan lengan kekarnya.
"Maafkan aku, aku memang ********. Tapi tolong jangan pergi dari hidup ku. Menikahlah dengan ku, aku akan menebus semua kesalahan ku"
Kepala Thira terasa pusing, tubuhnya melemah. Thira tak sadarkan diri dalam pelukan Eza. Melihat tubuh Thira yang lunglai, Eza dengan sigap meraihhya. Menggendong Thira kedalam rumah menuku kamar tidur.
Dibaringkannya tubuh mungìl Thira. Lama Eza memandang wajah sendu Thira yang tidak sadarkan diri.
"Maafkan aku" hanya kata maaf yang terus terlontar dari bibirnya.
*****
**Maaf ya teman-teman lama ga update, karena saya lagi sibuk pindahan. Jangan lupa dukung terus "Kenangan Indah" dengan cara vote ya...
Terima kasih
😘😘😘**
__ADS_1