Kenangan Indah...

Kenangan Indah...
Ep. 18


__ADS_3

Thira berusaha memejamkan matanya, semua terasa sulit diterima. Banyak hal yang dia pikirkan, dari kejadian semalam sampai lamaran Eza. Semua berputar-putar dikepalanya, terasa seperti mimpi.


Benda pipih diatas nakas berdering membuyarkan lamunan Thira, dia melihat panggilan masuk dilayar ponsel. Seulas senyum terukir, Thira segera mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo Bu..."


"Kamu kenapa nak? Sakit? Kok suaranya serak gitu?"


"Ibu ku uda kayak peramal aja dech..." jawab Thira sambil terkekeh.


"Beneran kamu sakit ya?"


"Thira kecapean aja Bu. Semua gimana Bu? Baik-baik aja kan?"


"Kamu jangan telat-telat makannya Ra. Semua sehat-sehat nak"


"Syukurlah Bu. Si Adel dah kak Merry mana Bu? Aku kangen"


"Adel lagi main ke rumah si Intan. Kakakmu masih di toko nak. Oya...Ibu mau kasi kabar soal acara nikahan kakak mu. Pernikahan dimajukan nak, peemintaan dari keluarga Bimo. Jadi acaranya bulan depan. Kamu bisa pulang nak?"


"Thira pasti datang Bu, tapi maaf Thira ga bisa pulang lebih awal. Ibu pasti repot sendiri mengurus semuanya."

__ADS_1


"Gapapa nak, kamu pulang saja Ibu sudah senang. Keluarga Bimo banyak membantu, Ibu ga terlalu repot kok."


"Bu...Thira kangen" andaikan panggilan ini video call Ibu Thira pasti sangat khawatir melihat anaknya meneteskan air mata.


"Kamu baik-baik aja kan disana? Tumben manja gini. Ga ada masalah apa-apa kan?"


"Ga kok Bu, Thira baik-baik aja. Ibu ga usah khawatir. Thira cuma kesepian aja di rumah sendirian" Thira berusaha menahan tangisnya, dia tidak ingin Ibunnya khawatir


"Ya uda, kamu istirahat ya nak, jangan lupa makan. Kalau ada apa-apa cerita sama Ibu."


"Iya Ibu ku sayang"


*****


Jam sudah menunjukan pukul 7 malam, Thira terus menatap kearah pintu.


"Kenapa dia belum datang?" wajah Thira mulai ditekuk karna Eza tidak kunjung datang.


"Dasar pembohong"


*****

__ADS_1


Dikediaman keluarga Pratama.


Brian meminta Eza datang makan malam bersama. Tanpa sepengetahuan Eza, Brian mengundang Handoko dan Lyla. Brian berusaha untuk mendekatkan Eza dan Lyla, dia ingin melihat Eza segera menikah.


Saat datang Eza menatap dingin kearah Lyla yang sudah duduk bersama di meja makan.


"Kamu sudah datang nak. Tuan Handoko dan Lyla mampir untuk makan bersama" ucap Seruni cepat ketika melihat Eza tidak sula dengan kedatangan tamu malam ini.


Eza tersenyum tipis kearah Handoko, dia ikut bergabung umtuk santap malam. Eza sudah berjanji dengan Thira malam ini akan datang, rasanya ingin sekali dia pergi. Sebenarnya Eza sudah menolak untuk makan malam di rumah, tetapi Brian mengeluhkan perihal penyakitnya membuat Eza khawatir dan segera pulang.


Setelah makan malam selesai Brian dan Handoko menuju ruang kerja, Eza diminta menemani Lyla. Tentu saja Eza tidak bisa menolak permintaan Ayahnya.


"Kamu ga suka ya aku datang makan malam disini?" Lyla yang sedari tadi memperhatikan Eza yang sangat tidak nyaman dengan kehadirannya.


"Saya tidak suka jika hati libur saya diganggu untuk hal yang tidak penting"


Lyla tersenyum kecil, dia tau Eza tidak menyukainya tapi hal itu yang membuat Lyla semakin penasaran.


"Sapa bilang tidak penting, tentu saja malam ini sangat penting untuk kita berdua"


"Anda teralu percaya diri. Silahkan nikmati malam penting Anda disini, saya ada janji dengan kekasih saya."

__ADS_1


Wajah Lyla berubah merah padam, dia tidak terima ditinggalkan kedua kalinya oleh Eza. Ini pertama kali dia ditolak oleh seorang lelaki.


"Lihat saja nanti, kau tidak akan bisa menolak ku lagi" ancam Lyla.


__ADS_2