Kenangan Indah...

Kenangan Indah...
Ep. 23


__ADS_3

Eza terbangun pukul 5 pagi, dia bergegas ke kamar mandi membersihkan badan. Terlalu pagi untuk brangkat bekerja, tapi dia sudah tidak bisa menunggu lagi untuk datang ke rumah Thira karena sampai pagi ini Thira masih belum bisa dihubungi.


Dikediaman Heri


Ponsel Heri bergetar, panggilan masuk dari Eza membuat Heri mengangkat alisnya. Heri melirik jam tangannya yang menunjukan pukul setengah enam pagi.


"Tumben jam segini dia telpon" Heri menghentikan larinya. Setiap pagi Heri selalu berlari mengelilingi komplek perumahannya. Olah raga salah satu cara menjaga staminanya saat bekerja dengan Eza dengab aktivitas yang selalu padat.


"Selamat pagi Tuan"


"Her nanti kamu langsung ke kantor, saya ada urusan penting"


"Tapi Tuan, pagi ini ada jadwal meeting"


"Atur ulang semua jadwal meeting hari ini"


"Baik Tuan"


Telponpun terputus, Heri hanya bisa menghembuskan nafas berat menuruti atasannya. Dia tidak mungkin protes ataupin menanyakan alasannya. Dia hanya bisa menuruti semua perintah Eza.


"Hah... senin yang sibuk" Heri melanjutkan larinya agar bisa segera pulang dan menyelesaikan tugasnya.


*****


Eza bergegas menuju rumah Thira, sungguh tidak sabar rasanya hanya menunggu di apartemen tanpa bisa melakukan apa-apa.

__ADS_1


"Tok..tok" cukup lama Eza menunggu sampai pintu terbuka.


"Eza... Ada apa?" Thira heran melihat Eza datang sepagi ini.


"Kenapa ponsel mu tidak aktif? Dari semalam aku susah sekali menghubungimu? Apa kamu baik-baik saja?"


Pertanyaan bertubi-tubi dari Eza membuat Thira tersenyum.


"Ternyata begini rasanya diperhatikan" batin Thira.


"Kenapa kamu diam saja? Aku sampai tidak bisa tidur nyenyak dan beegegas kemari pa..."


"Cup..." ciuman manis mendarat di bibir Eza.


Tindakan Thira yang tiba-tiba membuat Eza lupa apa yang ingin dia tanyakan.


Namun langkah Thira terhenti, Eza menarik pegelangan tangan Thira membuat tubuhnya berada dalam pelukan Eza.


"Bolehkah...?" Eza menatap mata Thira dan beralih ke bibir mungilnya.


Thira mengangguk pelan, Eza menyentuh leher Thira dan mulai mencium bibir mungilnya.


Ciuman kali ini terasa sangat berbeda, Thira merasakan kehangatan. Ciuman singkat yang Eza lalukan membuat wajah Thira merona.


Eza mengusap bibir Thira setelah melepaskan ciuman hangat dibibir Thira.

__ADS_1


"Jangan buat aku khawatir lagi"


Thira menggauk pelan "Maaf, aku lupa mengisi daya ponsel semalam"


Eza tersenyum, dia yakin Thira sudah bisa menerimanya. Senyuman terukir jelas di wajah Eza.


"Kamu sudah sarapan? Aku sudah selesai memasak"


"Belum, aku lapar sekali"


Thira mengajak Eza duduk di meja makan dan sarapan bersama. Setelahnya Thira bersiap untuk berangkat kerja.


*****


Diluar rumah


Pagi ini Erdi memutuskan untuk datang ke rumah Thira. Dia yakin kejadian kemarin pasti hanya salah paham. Dia akan melupakan kejadian semalam dan akan bersikap seperti biasanya.


Langkah Erdi terhenti melihat mobil terparkir didepan halaman Thira. Dia tau siapa pemilik mobil itu.


Pintu rumah Thira terbuka, terlihat dua sosok berjalan beriringan sambil tersenyum. Erdi yang berada di belakang pohon tidak terlihat oleh Eza dan Thira. Tangan Erdi mengepal, dadanya begitu sesak melihat pemandangan pagi ini. Ada rasa tidak terima dalam hati Erdi.


Dia menatap nanar saat mobil semakin menjauh dan hilang dari pandangannya.


"Apakah selama ini gw ga ada artinya buat dia? Kenapa gampang banget lu dekat denga pria lain Ra?"

__ADS_1


Erdi menghela nafas berat dan meninggalkan rumah Thira. Entah apa yang harus dia lakukan agar Thira menjadi miliknya.


__ADS_2