Kenangan Indah...

Kenangan Indah...
Ep. 19


__ADS_3

"Tok...tok.." Eza sudah berdiri didepan pintu rumah Thira. Eza berulang-ulang kali mengetuk pintu tapi pintu belum juga dibuka oleh Thira.


"Kemana dia malam-malam begini?" Eza mulai gusar.


Karena tak kunjung ada jawaban Eza meraih ponsel dikantong celananya. Dia teringat sudah menyimpan nomor Thira saat melihat data karyawan baru.


"Halo"


"Ya halo"


"Kamu dimana?"


"Kamu siapa nanya-nanya saya dimana. Kenal juga ga" Thira yang tidak mengenali suara Eza langsung marah-marah karena suasana hatinya yang buruk.


"Aku Eza"


Thira terdiam dia memandang layar ponselnya.


"Dari mana dia tau nomer ku?"


"Kamu dimana malam-malam?"


"Di mini market, ngapain.... tut...tut..." belum sempat Thira melanjutkan omongannya Eza sudah menutup panggilan.


"Cih...dasar pembohong ga sopan lagi matiin telpon tiba-tiba. Awas aja kalau sampe datang lagi bakal aku usir" umpat Thira yamg masih kesal karena Eza ingkar.


Selesai memilih es cream Thira menuju kasir. Dengan santai Thira keluar berjalan sambil menikmati es cream.


"Emang paling enak makan es cream kalau lagi kesesl gini. Emmm...adem..."


"Hosh....hosh..."

__ADS_1


Eza menghampiri Thira dengan nafas terengah-engah. Thira terkejut Eza sudah didepannya padahal baru saja telpon mereka terputus.


"Aku kan sudah bilang kalau malam begini jangan jalan sendiri" dengan nada sedikit neninggi.


"Ech...dia marah? Harusnya aku yang marah" batin Thira.


"Ngapain kamu kesini?"


"Mau ketenu kamu. Maaf tadi aku dipaksa makan malam di rumah jadi telat ke rumah mu"


"Hemmm" Thira berjalan meninggalkan Eza. Dia masih kesal dengan Eza.


"Kamu marah?" Eza mengikuti langkah Thira menunuju ke rumah.


"Ga"


"Trus kenapa manyun?" Eza menahan tawanya melihat mulut Thira yang maju.


Eza terkekeh melihat tingkah Thira yang kikuk. Sesampai di rumah, Eza langsung masuk dan duduk di sofa. Eza melihat kearah meja makan, makan malam yang Thira siapkan masih tersaji.


"Kamu belum makan?"


"Uda"


"Trus kenapa masih banyak makanan di meja?" Eza melihat kearah Thira yang masih sibuk menyantap es cream.


Thira hanya diam, sebenarnya Thira masih lapar karena tadi dia hanya makan sedikit. Porsi makanan yang Thira masak juga untuk 2 orang. Ya...tentu saja untuk Dia dan Eza.¹


"Apa aku bisa makan masakan mu? Aku masih lapar"


"Bukannya tadi kamu sudah makan malam?"

__ADS_1


"Tadi aku tidak nafsu makan, jadi hanya makan sedikit. Ayo kita makan, temani aku makan"


Eza tau Thira pasti belum makan dengan benar, jadi walaupun sebenarnya Eza tidak lapar tapi dia tidak mau membuat Thira kecewa. Seulas senyum terukir dibibir Thira, dan Eza melihatnya.


Seusai makan malam Eza dan Thira kembali duduk di ruang tamu. Suasana canggung melanda mereka.


"Besok kamu kemana?" Eza memecahkan keheningan.


"Tidak ada"


"Gimana kalau besok kita kencan?"


Mata Thira membesar mendengar ajakan Eza.


"Apa?"


"Ayo kita kencan"


Thira terdiam, dadanya berdetak kencang, wajahnya merona. Benarkah Eza mengajaknya kencan.


"Bagaimana?"


"O...oke" jawab Thira malu-malu.


Eza lamgsung tersenyum Thira menerima ajakan kencannya. Dia samgat senang Thira mulai membuka hatinya.


"Sudah malam kamu harus istirahat. Aku pulang dulu, ingat besok aku jemput"


Thira menganggukan kepalanya.


"Aku pulang" Eza mengecup lama kening Thira.

__ADS_1


Thira terkejut dengan tindakan Eza.Jantungnya berdetak kencang, pipinya merona. Dia membeku didepan pintu sambil melihat kepergian Eza.


__ADS_2