Kenangan Indah...

Kenangan Indah...
Ep. 20


__ADS_3

Pagi yang sejuk menemani Thira yang sedang berolah raga. Setiap minggu Thira rutin berlari mengelilingi koplek rumahnya.


Keringat sudah membanjiri tubuh Thira.


"Nih..." Erdi melempar handuk ke arah Thira.


"Tumben hari minggu lu bangun pagi" Thira mengusap keringat yang bercucuran sambil melangkah kedalam rumah.


"Laper" Erdi berbohong, sebenarnya dari semalam dia ingin menemui Thira. Banyak pertanyaan tentang kejadian semalam.


"Yaelah...giliran laper aja bangun pagi"


"Lu uda sehat?"


"Kalau belon ga mungkin gw lari pagi. Gw mandi dulu" Thira meninggallan Erdi diruang tamu dan segera membersihkan badan.


Tak lama Thira keluar dari kamar, duduk di sofa ruang tamu.


"Lu pengen makan apa?"


"Apa aja"


"Ga ada nama makanan apa aja"


"Artinya apapun yamg lu masak gw makan"


Thira yang mendengar ucapan Erdi malah semakin bingung harus masak apa.


"Males gw masak ga tau mau masak apa, saraoan diluar aja yok. Pengen bubur ayam"

__ADS_1


"Yaelah...tumben lu males masak. Ya udah cepetan ke Bang Yos, minggu gini biasanya cepet habis"


Mereka berduapun berjalan menuju taman didekat komplek perumahan. Setiap minggu selalu rame dipenuhi orang-orang yang berolah raga atau sekedar berjalan-jalan saja.


"Duduk sini aja, adem"


"Hemm..."


"Bang bubur 2 ya. Yang satu ga pake seledri ma kacang sambelnya banyak, yang satu komplit" Erdi memesan bubur untuk mereka berdua, dia tau apa yang tidak disukai Thira. Tentu saja semua yang tidak disukai Thira selalu diingat Erdi.


"Oke mas" jawab pedagamg bubur.


"Ni bubur lu, buruan makan mumpung masih anget" Erdi memberikan bubur kepada Thira.


"Makasi, tau aja lu pesenan gw"


Erdi tersenyum bangga, hanya dia yang tau apa yang Thira suka atau tidak. Perhatian Erdi selama ini bukan tanpa maksud. Dia sudah lama memendam perasaannya kepada Thira.


"Hari ni gw ga bisa"


"Tumben lu ga bs hari minggu gini. Emang mau kemana?"


Erdi yang kecewa dengan penolakan Thira menjadi resah. Biasanya setiap weekend mereka sering menghabiskan waktu bersama.


"Gw uda ada janji"


"Sama sapa?"


"Eza"

__ADS_1


"Sejak kapan lu panggil namanya tanpa embel-embel Pak?" Erdi yang tidak suka mendengar nama Eza sedikit meninggikan suaranya.


Thira melihat kearah Erdi, dia heran kenapa sikap Erdi tiba-tiba seperti ini.


"Sejak kemarin"


"Kenapa? Apa kalian pacaran? Lu suka sama dia?"


Thira menghentikan makannya, dia melirik kearah Erdi dengan pandangan tidak suka.


"Kenapa banyak banget pertanyaan lu? Udah gw laper, ga enak kalau buburnya dingin" Thira melanjutkan makannya dia tidak bisa menceritakan semua kepada Erdi.


Erdi yang tidak puas dengan jawaban Thira hanya bisa membuang nafas berat. Banyak sekali pertanyaan yang terlintas dikepalanya.


Setelah bubur habis Thira dan Erdi langsung menuju ke rumah. Thira yang melihat Eza sudah berdiri didepan pintu rumahnya terkejut.


"Kenapa pagi sekali dia datang"


Erdi langsung menarik tangan Thira menjauh dari rumahnya sebelum Eza melihat kearah mereka.


"Ech...mau kemana? Itu Eza uda dateng,"


Erdi tidak peduli dengan ucapan Thira, dia terus menarik tangan Thira.


"Lu kenapa sech? Lepasin tangan gw" Thira berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Erdi tapi genggaman Erdi terlalu kuat.


"Di lepasin, tangan gw. Sakit"


Erdi tidak melepaskan genggamannya, yang dia pikirkan hanya membawa Thira menjauh dari Eza.

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang meraih tangan Thira dan melepaskan cengkraman Erdi.


"Kamu ga denger dia bilang lepas?"


__ADS_2