
Amber terbangun ketika hari menjelang pagi, dan saat dia bisa menyesuaikan pandangan matanya,ia langsung teringat dimana dirinya berada.Ia ada ditempat tidur bersama Kyne,paha Kyne menindih pahanya,bunyi nafas pria itu terdengar berirama di telinganya.
Amber berbaring diam sambil menahan nafas,takut jika pria itu terbangun.Mengapa dia begitu tampan,batinnya sambil mengamati wajah Kyne yang begitu dekat dengan wajahnya.Ia teringat kembali pada kejadian semalam dan darahnya mengalir dengan cepat.Pria itu tidak membiarkan Amber pergi setelah makan siang sekaligus makan malam mereka.Dan Amber pun tidak kuasa menolaknya,apalagi saat mendapati roknya yang telah dirobek oleh Kyne.Entah berapa kali Kyne mencumbunya dalam semalam dan setiap kali, rasanya begitu berbeda,semakin mengesankan, semakin menyenangkan, semakin membuatnya ketagihan.Ia yang tadinya tidak tahu apa-apa,sekarang mungkin sudah mampu menulis novel romantis.
Amber mengingat bagaimana responsnya terhadap cumbuan Kyne,dan wajahnya langsung bersemu merah.Ia begitu bahagia sehingga hampir saja ia membisikkan kata-kata cinta di telinga Kyne,saat pria itu berulang kali membawanya terbang meraih kenikmatan.Kebahagiaannya yang meluap-luap membuatnya hampir kehilangan akal sehatnya.Percintaannya semalam dengan Kyne begitu mempengaruhinya dan meninggalkan kesan yang begitu mendalam pada dirinya,bukan karena Kyne pria pertama baginya,tapi karena ia telah benar-benar jatuh cinta pada pria itu.
Ia tahu pria itu tidak mempunyai perasaan yang sama, meskipun semalam sikapnya begitu manis dan gairahnya menggebu-gebu saat mencumbunya.
Kyne hanya menginginkan kencan semalam.
Kepedihan mencabik hati Amber,membuat tubuhnya terasa nyeri,tapi dia tetap harus kuat.Walaupun hatinya remuk,ia harus tetap tampak tenang,ia harus mempertahankan harga dirinya.Apalagi dia harus bekerja sama dengan pria itu.
Satu malam yang diinginkan Kyne sudah usai,sekarang aku harus segera pergi dari sini,sebelum dia terbangun,batin Amber.
Dengan hati-hati Amber menarik kakinya dari bawah paha Kyne dengan menahan nafas.Setelah kakinya terbebas diliriknya Kyne.Syukurlah dia tidak terbangun.
Amber segera beranjak dari ranjang dan menyipitkan matanya dalam keremangan kamar Kyne, mencari pakaiannya lalu memakainya dengan cepat.Semalam Kyne telah membelikan pakaian untuknya, sebagai ganti pakaiannya yang telah dirobek pria itu.
Setelah memakai pakaiannya ia meninggalkan kamar itu, tanpa menoleh lagi,ia takut jika ia melihat Kyne, dirinya akan bertindak bodoh.
Diruang tamu ditemukannya tas tangannya dan dengan tergesa-gesa ia segera meninggalkan apartement Kyne.
***
Amber berbaring ditempat tidurnya tanpa bergerak sedikitpun,menunggu rasa mual diperutnya mereda.Dokter mengatakan bahwa gejala orang hamil berbeda-beda dan akan menghilang sendiri saat memasuki trisemester kedua kehamilan.Usia kehamilan Amber sudah memasuki bulan ketiga.
Diluar bunga-bunga musim semi bergoyang dihembus angin, cuacanya begitu cerah.
Rasa mual disore hari seperti ini begitu mengganggu Amber.Untung Charlie begitu baik membiarkan Amber mengatur jadwal kerjanya sendiri, selama masa kehamilannya.
Sekarang Amber bekerja dari jam tujuh pagi sampai jam tiga sore,dimana rasa mual mulai menderanya.Sebenarnya Charlie menawarkan Amber untuk bekerja dari rumah,tapi dia menolaknya,karena akan banyak orang yang kesusahan.
Dia hanya meminta Charlie untuk menunjuk arsitek lain untuk menggantikannya di proyek yang bekerja sama dengan perusahaan Kyne.Dia tidak ingin bertemu dengan pria itu dengan kondisi seperti ini.
Meskipun tidak sekalipun, setelah kencan semalam itu dia bertemu dengan Kyne-yang kata Jaden sedang mengurus bisnisnya di Amerika yang mengalami masalah.
Ia tidak ingin mengambil resiko.
Saat menyadari dirinya hamil dua bulan yang lalu,Amber mengutarakan keinginannya untuk mundur sebagai arsitek utama di proyek dengan NEIL Company.
Charlie begitu pengertian dan memahami keinginannya, dan pada akhirnya menuruti keinginan Amber.Meskipun pihak dari NEIL Company sedikit keberatan, entah apa yang telah di katakan oleh Charlie sampai pada akhirnya mereka menerima keputusan tersebut.Charlie pun memberikan proyek baru kepada Amber, mendesign sebuah rumah untuk sebuah keluarga.Pekerjaan yang tidak terlalu sulit untuknya.
Dia berpikir bahwa mungkin bosnya itu memberikan proyek yang sedikit ringan untuknya karena kondisi kehamilannya.
Dan Amber berterima kasih untuk itu.
Amber ingat, bagaimana terguncangnya dia,saat mendapati dirinya hamil.
Dia teringat tidak sekalipun Kyne menggunakan pelindung saat percintaan mereka malam itu-entah sengaja atau tidak.Amber pun merutuki kebodohannya,yang tidak pernah memikirkan hal itu sekalipun.
Tidak pernah terpikirkan olehnya,bahwa kencan semalamnya dengan Kyne akan membuahkan hasil dirahimnya.
__ADS_1
Selama seminggu setelah memastikan kehamilannya Amber mengurung diri,dia mencoba memikirkan langkah yang akan diambil untuk masa depannya bersama bayinya.Dia sudah memutuskan tidak akan memberitahu Kyne tentang kehamilannya.
Amber ragu, apakah Kyne akan mau menerima anak yang dilahirkan oleh wanita yang di bencinya.Amber tidak mau ambil resiko dengan reaksi Kyne.
Pria itu mungkin saja memberinya uang untuk menggugurkan kandungannya.
Meskipun tidak siap dengan kehamilannya,Amber tidak akan tega membunuh darah dagingnya.
Dia akan menghidupi sendiri bayinya toh di jaman sekarang menjadi ibu tunggal sudah menjadi hal biasa.
Mungkin masalah akan timbul saat dia harus memberitahu ibunya.
Untuk sekarang Amber masih bisa menutupi kehamilannya saat mengunjungi ibunya karena perutnya hanya sedikit membuncit.
Hanya dokter kandungannya dan Charlie yang mengetahui tentang kehamilannya untuk saat ini.
Charlie menjadi teman yang baik untuknya, dukungannya sangat membantu Amber menjalani masa kehamilannya.Dia pun tidak berusaha mencari tahu siapa ayah dari bayi yang dikandungnya,membuat Amber sedikit tenang.Ia tidak ingin bercerita kepada siapapun tentang ayah dari bayinya dan Charlie memahaminya.
*
Amber hanya berbaring di atas ranjangnya hampir satu jam,setelah rasa mualnya hilang ia segera beranjak kekamar mandi untuk menyegarkan dirinya.
Selesai mandi Amber mengenakan gaun santai yang longgar dan kedapur.Ia ingin memasak sup ayam untuk makan malamnya.
Amber pun mulai mengeluarkan bahan-bahan sup ayamnya dari kulkas,saat bel berbunyi.
Amber langsung beranjak dari dapur, berfikir mungkin Charlie yang datang seperti kebiasannya.Tanpa pikir panjang Amber membuka pintu dan membeku ketika melihat siapa yang datang.Kyne!
Amber tercekat melihat Kyne.
"Boleh aku masuk?" tanyanya tenang, namun di balik ketenangan suaranya ada nuansa yang aneh,yang tertangkap oleh Amber tapi tidak dipahaminya.
Amber berusaha mengatasi keterkejutannya untuk membuat denyut jantungnya kembali normal.
"Untuk apa?" dengan tenang dia menjawab pertanyaan Kyne.
"Kurasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan".
Kyne mengangkat alisnya.
"Benar juga,bicara bukan bakat kita.Bukan begitu Amberlee?".
Kyne mengatakan hal itu dengan suara yang sangat sensual membuat wajah Amber memerah.Ia ingin menutup pintu tetapi Kyne menahannya dan dengan sedikit tenaga dia mendorong pintu rumahnya.
"Apa yang kau lakukan Kyne! Pergilah!"
Kyne tidak memperdulikannya.
"Sudah kubilang,aku mau masuk..!"
"Dan sudah kubilang..." Amber tidak percaya ketika Kyne mengangkat tubuhnya dan menerobos masuk,dengan kakinya Kyne menutup pintu.
__ADS_1
Rasa panik mulai menyerang Amber,mengapa Kyne datang kerumahnya?
Apa mungkin dia tahu?
Tak mungkin dia tahu!
"Turunkan aku!" teriaknya sambil meronta.
Kyne pun menurunkan tubuh Amber disofa dan dengan santainya melayangkan pandangannya ke seluruh ruangan dan berkomentar, "Hmmm rumah yang nyaman,aku menyukainya".
Entah mengapa hati Amber bergetar saat mendengar Kyne menyukai rumahnya.
"Mengapa kau kesini? Bukannya kau pergi ke Amerika?"
"Iya.Tapi masalah disana sudah selesai,dan Daren sudah bisa kuandalkan untuk menjalanan perusahaan itu.Jadi aku akan pindah."
"Ke..kemana kau pindah?" tanya Amber terbata.
"Sementara waktu aku akan tinggal di Perancis sampai gedung kantorku yang ada disini selesai dibangun".
Amber sedikit menarik nafas lega setidaknya Kyne tidak akan ada disini sepanjang waktu.
"Lalu untuk apa kau kesini?"
"Tergantung apa yang kau tawarkan."
Suara Kyne sedikit serak di telinga Amber,membuat Amber menyadari mengapa Kyne sedikit berbeda.
"Apa kau baru saja minum-minum?"
Kyne mendudukkan diri disebelah Amber tanpa dipersilahkan.
"Benar," akunya.
"Aku minum untuk melupakan wanita yang tak henti-hentinya menghantuiku."
Amber menarik nafas panjang,ia tidak ingin terpancing ucapan Kyne.
"Apa kau kesini hanya untuk mengatakan hal itu?" tanyanya pelan.
"Tentu saja tidak!" jawab Kyne parau.
Matanya menatap Amber tajam,membuat Amber takut Kyne akan meyadari kondisinya sekarang.
"Lalu apa yang kau inginkan?".
"Aku hanya ingin tahu.." Kyne sedikit ragu.
"Apa mungkin kau sedang hamil?"
***
__ADS_1