KENCAN SEMALAM

KENCAN SEMALAM
Bab 4


__ADS_3

Amber tidak tahu apa yang telah Kyne perbuat, sehingga tubuhnya merespon semua yang dilakukan pria itu,Ia membalas ciuman Kyne dengan bersemangat seakan ia belum pernah dicium sebelumnya.


Dan sebenarnya memang belum.


Tidak dengan cara seperti ini.


Kyne menciumnya tidak dengan lembut,menjelajahi setiap bagian dengan lidahnya,membuat Amber seolah terbang hanya karena sebuah ciuman.


Amber merasakan tubuh pria itu bergetar,getaran liar dan tidak terkendali yang menujukkan bahwa ia hampir tidak mampu menahan hasratnya.


Amber menarik diri, mencoba mengakhiri ciuman mereka, dan Amber terkejut melihat wajah Kyne.Nafsu birahi begitu jelas tercetak di wajahnya membuatnya tampak seperti orang asing.


Mereka memang orang asing- orang asing yang bahkan sudah dua kali berciuman.


"Untung kau menghentikanku," kata Kyne datar. "Kalau kita terus berciuman,aku tidak akan bisa menguasai diriku dan pasti aku akan bercinta denganmu.Pikiran warasku tampaknya sudah tidak bekerja lagi."


Kyne menggeleng-gelengkan kepalanya, tak percaya akan apa yang telah dilakukannya.


"Apa yang sudah kulakukan??"


Amber menatap Kyne dengan bibir gemetar, "Kyne, kumohon."


Kyne menyipitkan mata melihat keadaannya.


"Amberlee...yang terjadi di antara kita..."


"****!"


"Cuma itu! Ini hanya daya tarik seksual antara dua orang yang saling membenci. Dan aku menyesalinya."


"Kau pikir aku tidak begitu?" balas Kyne pahit.


Amber mencoba melepaskan diri dari Kyne yang masih merengkuhnya.


"Maukah kau melepaskan aku sekarang?" tanyanya pelan.


"Hanya jika kau berjanji satu hal padaku."


"Aku tak mau berjanji.Kau tak berhak meminta apa-apa dariku."


"Juga tidak kalau kuminta agar kau menjauhi Daren?"


Amber tidak percaya Kyne bersikap begitu, menciumnya dengan penuh hasrat tapi pikirannya masih dipenuhi rasa curiga padanya.


"Demi Tuhan! Apa yang terjadi antara aku dan Daren hanyalah masa lalu, mengapa kau masih mengungkit hal itu."


"Apa kau sudah tidak mempunyai perasaan apa-apa lagi terhadap Daren?" tanya Kyne pelan.


"Ya" jawab Amber lemah.


"Apa mungkin, kau memang tidak pernah punya perasaan padanya?."


Amber menarik nafas dalam-dalam "Sudahlah Kyne jangan membicarakan hal yang sudah berlalu, toh keinginanmu sudah tercapai, bukan? Daren akan menikah dengan wanita- yang menurutmu pantas untuknya.Jadi jangan ganggu aku lagi.Pergilah."


"Tidak semudah itu Amberlee.." jawab Kyne lirih.


"Sekarang, aku sedang tidak membicarakan masa lalu", Kyne menatap Amber tajam.

__ADS_1


"Dalam pikiranku ada satu hal yang sangat menggangguku, yaitu betapa aku menginginkanmu, persis seperti kau menginginkan aku. Kau akui atau tidak di antara kita ada urusan yang belum selesai" bisik Kyne di dekat telinga Amber.


Setelah itu, Kyne melepaskan Amber dan beranjak pergi dari rumah itu.


***


"Ibu, aku akan pulang setelah mengantar ibu kerumah Ny O'Neil" ujar Amber sambil menata pakaiannya ke dalam koper.


"Kau benar-benar tidak akan datang?"


"Iya ibu, aku tidak ingin merusak suasana pesta." jawabnya sambil menutup kopernya.


Ny Williams menghela nafas sambil menatap putrinya, "Apa kau masih punya perasaan pada Daren,sayang?" tanyanya dengan hati-hati.Mengapa mereka suka sekali menanyakan hal itu, padanya.


Kyne, dan sekarang ibunya.


"Aku tidak punya perasaan apa-apa pada Daren bu.Aku hanya ingin menjaga perasaan tunangan Daren."


Ny Williams menatap mata putrinya lekat-lekat dan melihat kejujuran disana.


" Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu", ucap Ny Williams pada akhirnya.


*


Amber merapikan kotak kue yang sudah di buatnya untuk di antar kerumah Ny O'Neil, menunggu orang suruhan Ny O'Neil.


Dia sudah menawarkan diri untuk mengantar kue-kue tersebut,meski dengan resiko akan bertemu Kyne, tapi Ny O'Neil berkata bahwa ada orang yang akan datang untuk mengambilnya.


Setelah selesai menata kotak kue, terdengar ketukan di pintu depan, mungkin dia orangnya, batin Amber sambil menuju ruang tamu. Semoga bukan Kyne, lirih Amber sambil membuka pintu.


"Ada yang bisa kubantu?" tanya Amber ragu-ragu, tidak mungkin ini orang suruhan ibu Daren.


"Anda....Amber Williams?"


"Iya..tapi maaf.. aku tidak.."


"Aku Clara Turner, tunangan Daren. Apa bisa kita bicara?"


Amber berusaha meredam keterkejutannya dan membuka pintu lebih lebar, " Tentu saja, silahkan masuk"


Tunangan Daren pun masuk dan duduk di sofa yang ada diruang tamu, Amber bingung harus bagaimana menghadapi tunangan Daren. "Apa kau mau teh?" tawar Amber ketika gadis itu tidak kunjung bicara, "Tidak perlu terima kasih."


"Apa kau ingin menyampaikan maksud kedatanganmu?" tanyanya lembut, berusaha mencairkan ketegangan yang terlihat di sikap gadis itu.


Clara mengangkat wajahnya dan menatap Amber, dengan ragu-ragu berkata, "Aku mendengar cerita tentangmu dari Daren."


Gadis itu menghembuskan nafasnya sebelum mengalihkan pandangannya kepada Amber,


"Kau sudah tidak mencintai Daren lagi bukan?" tanyanya was-was.


Amber hampir mengeluarkan tawanya keras-keras mendengar pertanyaan gadis itu.


"Tentu saja tidak, hubungan kami sudah lama berakhir, dan aku merasa itu lebih baik buat kami."


"Kau benar, menurutku itu juga keputusan terbaik,Daren bercerita mengenai dirimu,dan kurasa Daren tidak akan cocok dengan wanita karier sepertimu.Yang diperlukannya adalah seseorang seperti aku, yang akan selalu mendampinginya." ucapnya dengan antusias.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud.." gadis itu melirihkan suara yang tadinya begitu semangat.

__ADS_1


"Daren sungguh beruntung memilikimu." kata Amber, "Tapi aku masih belum mengerti..."


"Aku ingin meminta bantuanmu!" potong gadis itu."Aku tahu Daren mencintaiku,aku hanya ingin memastikan.Aku ingin melihat reaksi Daren saat melihatmu lagi."


Gadis itu menarik nafas panjang sebelum akhirnya berkata "Dia akan datang kesini untuk mengambil kuenya, aku sengaja meminta Ibu untuk menyuruhnya datang kesini".


"Apa??"


Amber begitu terkejut dengan ucapan gadis itu, dan keterkejutannya tidak bertahan lama karena di dengarnya suara mobil berhenti di depan rumahnya.


"Kurasa itu Daren", ucap Clara menyadarkan Amber kembali."Dia tidak tahu,kau ada disini"


Amber kembali terkejut, situasi ini sangat tidak nyaman buatnya.


"Aku akan keluar" bisiknya sambil berdiri dan menuju pintu menunggu Daren.


Amber mengikuti Clara dan berdiri sedikit di belakang Clara,sehingga Daren tidak bisa langsung melihatnya.


Diamatinya Daren yang sedang berjalan menuju Clara,senyum lembut tercipta di bibirnya saat melihat tunangannya itu.


Daren terlihat berbeda,dia terlihat dewasa, menyadarkan Amber-betapa masih hijaunya Daren ketika melamarnya dulu.


Mata Daren tertuju pada Clara,berbinar-binar penuh cinta- dan itu membuat Amber yakin kalau Daren sangat mencintai Clara.


"Hai..Daren.." sapa Amber pelan,saat Daren sudah berdiri disisi Clara.


Daren tidak langsung menjawab, berbagai emosi tercetak di wajahnya, rasa heran, terkejut, bingung di susul senyum ragu-ragu yang kemudian menjadi semakin lebar.


Hati Amber menjadi hangat melihat senyum itu.Daren meletakkan tangan di bahunya lalu mencium pipi Amber, "Amber, kau kelihatan baik-baik saja!"


Ada banyak hal yang ingin diutarakan Amber,permintaan maaf dan sebagainya,tapi dia tidak ingin mengungkit masa lalu,apalagi ada Clara disana.


Daren seolah tahu apa yang berkecamuk di pikiran Amber.


"Amber" kata Daren lirih.


"Aku ingin berterimah kasih padamu, karena telah menghindarkan aku dari kesalahan fatal dalam hidupku".


Amber mengangguk, "Aku juga berterimah kasih untuk kebesaran hatimu".


Daren pun tersenyum.


"Rupanya kau telah bertemu dengan Clara" ucapnya dengan antusias, dengan lembut tangannya merengkuh pinggang Clara-yang tersenyum penuh kemenangan karena yakin bahwa Daren menjadi miliknya sepenuhnya.


Amber pun menyilahkan mereka masuk kedalam ruang tamu, sementara dirinya ke dapur untuk mengambil kotak kue yang sudah di siapkannya.


"Amber, bisakah kau datang ke acara kami nanti malam?" undang Clara penuh harap.


Amber bingung harus menjawab apa,tanpa sadar tatapannya mengarah ke Daren.


Dan lelaki itu pun mengangguk, "Datanglah jika kau punya waktu,Amber".


"Aku tidak yakin bisa datang, karena aku harus kembali ke kota, liburanku sudah habis,dan besok aku harus bekerja" ucapnya.


"Jika nanti malam kau tidak bisa datang, paling tidak kau harus datang saat pernikahan kami, bagaimana?", desak Clara.


"Baiklah, jika kau mengirimkan aku undangan aku pasti datang" balas Amber sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2