KENCAN SEMALAM

KENCAN SEMALAM
Bab 20


__ADS_3

Di tengah keterkejutan teman-teman Kyne. muncul sosok wanita yang tiba-tiba saja mengalungkan tangannya ke leher Kyne.


Kyne pun berusaha menyingkirkan tangan itu dari lehernya lalu menoleh dan melihat Chintia, model yang sedang naik daun berdiri dibelakangnya.


"Apa yang kau lakukan?," ucapnya dingin.


"Tn O'Neil aku hanya ingin menyapa anda, aku akan menjadi model untuk perusahaan anda." ucapnya dengan menggoda.


Amber yang mendengarnya menjadi jijik, bisa-bisanya wanita itu dengan tidak tahu malunya berusaha menggoda Kyne.


"Bolehkan aku bergabung disini?," ucapnya.


Lalu tanpa menunggu jawaban dari semua orang yang ada disana Chintia duduk dikursi kosong antara Kyne dengan Nash-teman pria Kyne.


Amber menarik nafas kasar, tidak bisa dipungkirinya, pria yang menjadi suaminya itu terlihat menonjol dalam pesta ini.


Melihat banyaknya wanita dipesta yang mencuri pandang kepada suaminya sejak mereka memasuki tempat pesta, Amber dapat menyimpulkan bahwa Kyne memang menjadi daya tarik tersendiri di pesta ini.Mengingat hal itu, Amber merasa dirinya harus segera mengambil tindakan.Kondisi rumah tangganya yang tidak sehat tidak bisa didiamkan lebih lama lagi.


Sejak awal Kyne menginginkan pernikahan yang sebenarnya, dan jika Amber masih bersikap egois bukan tidak mungkin Kyne akan melampiasakan hasratnya dengan wanita lain.Melihat banyaknya wanita yang akan dengan senang hati menjadi kekasih suaminya itu.


Tidak!


Amber tidak akan bisa menerima hal itu


Amber melirik ke arah Chintia yang berusaha menggoda suaminya dengan tertawa genit.


Dia pun berusaha bersikap acuh - setelah sebuah keputusan telah diambil olehnya- dengan berbicara dengan wanita disebelahnya yang bernama Chasie.Dari Chasie pula Amber tahu siapa teman-teman Kyne dimeja itu.


Chasie adalah istri dari Sloan, dan Natalie tunangan Nash.Sloan adalah seorang dokter dan Nash adalah asisten pribadi Kyne - yang entah mengapa membuat Amber sedikit lega.Mereka berteman sejak masa kuliah dan sampai sekarang mereka tetap dekat.


Chasie menceritakan banyak hal tentang persahabatan ketiga pria itu karena dirinya satu kampus dengan mereka meskipun tidak satu angkatan.


"Aku masih tidak percaya, Kyne menikah," ucapnya pelan, sambil menatap Amber.


"Kurasa kau sudah berhasil membuatnya melupakan wanita itu."


*


Sepanjang perjalanan pulang dari pesta Amber menjadi lebih pendiam, pikirannya berusaha mencerna ucapan Chasie.


Siapa wanita itu?


Siapa wanita yang dicintai Kyne?


"Kau tidak apa-apa?," dengan lembut Kyne bertanya, melihat Amber memijat keningnya yang terasa sedikit pusing.


Amber hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Kyne menatap Amber dalam diam, diamatinya wajah istrinya - yang sedang memejamkan mata.Mengapa bisa dia terlihat begitu cantik, batin Kyne.Lalu dengan pelan dia mengeluarkan ponselnya dan memotret istrinya itu tanpa sepengetahuannya.


Sungguh tindakan konyol!.


Kyne O'Neil mencuri potret istrinya sendiri!.


Kyne menahan tawanya, saat menyadari tindakan konyolnya itu, tapi melihat hasilnya dia tidak merasa menyesal.


Saat mobil telah berhenti di depan rumah, Amber sudah benar-benar terlelap, Kyne yang tidak tega untuk membangunkan, akhirnya membopong tubuh Amber dan membawanya masuk kedalam rumah.


*


Amber terbangun saat mendengar suara tawa putranya dan tak lama kemudian wajahnya mendapat pukulan-pukulan kecil.


Dengan segera Amber membuka matanya dan mendapati Earl yang sudah terlihat tampan, berbaring disebelahnya - berusaha membangunkan mommynya - dengan Kyne yang duduk di tepi ranjang melindungi putranya.


"Jam berapa sekarang?," serunya.


Matanya beralih menatap jam yang berada di atas nakas dan terkejut.


Jam sembilan pagi?


Amber tidak pernah bangun sesiang ini, pantas saja putranya sudah terlihat tampan.


"Mengapa aku tidak dibangunkan?."


"Bukan itu, seharusnya aku menyusuinya," ucapnya pelan.


"Earl mengerti kalau mommynya kecapekan, jadi dia tidak rewel saat di beri ASI dalam botol."


"Maafkan mommy sayang," ucap Amber sambil menciumi pipi gembul putranya.


"Mandilah, aku akan menjaga Earl. Kurasa sebentar lagi dia akan meminta jatahnya," pinta Kyne.


"Baiklah, aku akan mandi terlebih dahulu.Terima kasih, Kyne," balas Amber pelan.


Amber pun membuka selimutnya tanpa menyadari dimana ia tidur semalaman, dan wajahnya langsung memerah menyadari tubuhnya hanya di balut pakaian dalam.


Amber menatap tajam Kyne saat didengarnya kekehan pelan keluar dari mulut pria itu, dan ia kembali dibuat tercengang mendapati dirinya tidak berada dikamarnya.


"Dimana ini?," tanyanya sambil memegang erat selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Kamarku!." jawab Kyne.


"Ah..Kamar kita!," tegasnya, membalas tatapan Amber.


"Aku sudah meminta pelayan untuk memindahkan semua barangmu ke kamar ini!

__ADS_1


Kurasa sudah cukup keegoisanmu itu."


Amber yang memang sudah memutuskan hal itu semalam tidak membantah ucapan Kyne, meskipun dalam hatinya masih ada pertanyaan besar yang belum bisa dijawabnya.


"Cepatlah mandi!," suruh Kyne saat Earl mulai merengek.


"Tak perlu malu, aku sudah pernah melihatnya," ucapnya lagi membuat wajah Amber kembali memerah.


Amber pun berlalu ke kamar mandi dengan selimut yang membalut tubuhnya.


Tak membutuhkan waktu lama bagi Amber untuk membersihkan tubuhnya, mengingat baby Earl sudah meraung di gendongan Daddynya. Dengan hanya mengenakan kimono mandi Amber mengambil alih Earl dari gendongan Kyne dan mulai menyusuinya sampai bayi itu tertidur pulas.


Amber meminta Kyne untuk merapikan tempat tidur sebelum menidurkan putranya yang terlelap disana.


Tanpa sengaja Kyne melihat dada Amber yang terbuka saat menidurkan putranya di ranjang, dalam hati dia mengumpat.


"Shiit," umpatnya pelan.


Sejak semalam dia sudah menahan hasratnya yang muncul saat melepas gaun Amber dari tubuhnya, dia bahkan tidak berani untuk memakaikan baju ganti untuk istrinya tersebut.


"Aku akan mengganti pakaian sebentar," ucap Amber tanpa menyadari apa yang terjadi pada Kyne.


Kyne menatap punggung istrinya yang mulai berjalam menuju ruang ganti, lalu menatap putranya.Dengan cepat diaturnya bantal dan guling mengelilingi putranya,lalu menyusul Amber.


Amber terkejut saat pintu ruang ganti terbuka dan mendapati Kyne berdiri dengan menatapnya penuh hasrat.


Tatapan yang hanya ditunjukkan Kyne pada Amber, tatapan yang membuat Amber menyadari bahwa dia bisa menguasai pria itu, seperti pria itu menguasainya.


Gerakan Amber yang sedang memakai branya terhenti saat dengan pasti Kyne mendekat ke arahnya, kemudian menarik tubuhnya dan menciumnya dengan rakus.


Saat bibir Kyne menciumnya, pikiran tentang siapa wanita itu pun menghilang.


Amber tidak lagi peduli, saat ini Kyne adalah suaminya, miliknya, tidak seorang pun dari wanita-wanita pengganggu itu akan dibiarkanya untuk merebut Kyne.


Tidak akan pernah!


Dia akan melakukan apapun untuk mempertahankan pernikahannya dengan Kyne.


Tidak hanya demi Earl,.putranya.


Tapi demi dirinya sendiri.


Karena ia mencintai Kyne.


Ia sangat mencintai suaminya.


Dia akan berusaha membuat suaminya mencintainya.

__ADS_1


Dan membuat pernikahan mereka berhasil.


__ADS_2