KENCAN SEMALAM

KENCAN SEMALAM
Bab 6


__ADS_3

"Kyne!".


Teriak Amber gusar.


"Buka pintunya! Ibu pasti mencariku".


Kyne tidak merespon ucapan Amber,dengan pelan dia berjalan mendekat ke arah Amber, yang membuat wanita itu ikut mundur sampai membentur pintu.Amber berdiri mematung saat Kyne semakin mendekat,dan dia sudah tidak bisa bergerak lagi.


"Apa yang kau inginkan, Kyne?" pada akhirnya Amber berkata.


"Kau tahu apa yang kuinginkan".


"Mengapa harus aku?"


"Kau tahu kenapa", Kyne mengulurkan tangannya meraih rambut Amber yang keluar dari sanggulnya dan merapikannya.


"Tubuh kita seperti magnet, meskipun kau berusaha menolaknya, tubuhmu berkata lain.Kau membuat darahku mendidih"


Amber menggeleng dan berusaha menghindar, tapi Kyne memegang bahunya dan mengarahkan wajahnya menghadapnya.Amber bergetar karena sentuhan panas dan tatapan Kyne yang membara.


"Katakan padaku bahwa selama tiga tahun ini kau tidak pernah memikirkanku, Amberlee".


"Aku tidak..."


"Kau pembohong", bisik Kyne di telinga Amber, memotong ucapannya.


"Katakan bahwa kau tidak pernah membayangkan ciuman pertama kita,dan tidak menginginkan aku menciummu lagi."


Kyne semakin mendekatkan tubuhnya pada tubuh Amber. "Kali ini aku tidak ingin berhenti, aku menginginkanmu Amberlee."


Amber begitu terkejut mendengar ucapan Kyne,dia tahu lelaki itu menginginkannya, tapi mendengar sendiri kata itu keluar dari mulut Kyne, membuat pertahanan diri Amber runtuh.


"Tapi kita bahkan tidak saling menyukai", bisiknya parau.


"Perasaan tidak suka tidak ada hubungannya dengan kita..dengan ini...".


Kyne menundukkan kepalanya dan mencium Amber.Amber yang memang pertahanannya sudah runtuh pun membalas ciuman panas Kyne dengan penuh gairah.Bibirnya membuka tanpa disuruh,membuat lidah Kyne dengan mudahnya menelusuri setiap inci bagian mulutnya.Tangan Kyne perlahan bergerak memeluk tubuh Amber, merapatkan tubuhnya ketubuh lembut Amber.


Dengan ringan tangannya mengelus punggung Amber,memberikan sensasi lain di tubuh Amber yang bergairah karena ciumannya.


"Kau sangat cantik,Amberlee", bisik Kyne.


Bibirnya beralih keleher putih Amber,mencium dan mencecap, membuat Amber mendesah.


"Kyne..", tanpa sadar Amber mendesahkan nama Kyne, saat gairah nafsu mulai menguasainya.


Kyne berusaha membuka gaun merah Amber,memudahkannya untuk menelusuri tiap inci leher jenjang,yang mengganggunya sedari tadi.


Kyne membuka matanya, melihat setiap ekspresi di wajah Amber karena perbuatannya,dan itu tidak disadari Amber.


Senyum kepuasan muncul di bibir Kyne, sebelum bibirnya kembali mencium bibir manis Amber yang dirindukannya.Bibir yang menjadi candu baginya sejak pertama kali menciumnya.


Ya..Amber tidak menyadari seberapa besar Kyne menginginkannya,seberapa besar dampak yang bisa ditimbulkan Amber pada dirinya.


Kyne mengangkat tubuh Amber tanpa melepas ciumannya, dan membaringkannya di ranjang.Amber yang seolah terhipnotis tidak menyadari bahwa tubuh Kyne telah menindihnya di ranjang,dia hanya merasakan berbagai sensasi ditubuhnya yang tidak pernah dirasakannya.Mereka berciuman seolah itu yang bisa membuat mereka hidup.

__ADS_1


Melihat Amber yang pasrah diatas ranjangnya membuat gairah Kyne semakin meningkat.Tangannya mulai bergerak menelusuri setiap inci tubuh Amber,membuat desahan tidak berhenti keluar dari bibir mungil Amber.


Kyne melepaskan ciumannya dan dengan kasar melepaskan kemejanya,dia ingin merasakan kulit lembut Amber di tubuhnya.


Amber masih memejamkan matanya,sanggulnya telah lepas,membuat rambutnya terurai,gaun merahnya belum sepenuhnya lepas dari tubuhnya,menampilkan kulit putih leher dan bahunya, membuatnya tampak seksi di mata Kyne.Kyne kembali mencium Amber, dan dengan lembut tangannya berusaha melepaskan gaun Amber.


Suara dering telepon terdengar sangat nyaring,mengejutkan mereka berdua.Amber segera membuka matanya dan mendorong tubuh Kyne yang menindihnya.


Wajahnya memerah menahan malu.


Apa yang sudah dilakukannya?


Ya Tuhan..


Jika saja ponselnya tidak berdering,mungkin dia akan sudah bercinta dengan Kyne.


Amber berusaha merapikan gaunnya lalu mencari ponselnya.


"Halo!"


"Amber, ibu mencarimu tapi tidak menemukanmu.Apa kau masih disana? Ibu sudah lelah,jadi ibu pulang terlebih dahulu."


"Ya.Bu, aku juga akan segera pulang."


Amber mematikan ponselnya.Diliriknya Kyne yang sedang berbaring dan bersandar di ranjang.Mengingatkannya akan kejadian barusan.


"Aku harus pulang" ucapnya terbata-bata.


"Kau tidak ingin melanjutkan?" tanya Kyne dengan mata menyipit.


"Kyne..kumohon..lupakan kejadian tadi,anggap tidak pernah terjadi".


Amber memalingkan wajahnya,tidak berani menatap Kyne,ia berusaha merapikan rambutnya,karena tidak mungkin menggelungnya lagi.


"Kyne..tolong buka pintunya", pinta Amber saat dirasa penampilannya sudah lebih baik.


Kyne yang sudah memakai kemejanya, beranjak untuk membuka kunci kamarnya.


Amber segera mengambil tas tangannya dan akan bersiap keluar,saat tangan Kyne memutar tubuhnya lalu memberi ciuman panas dibibirnya.


"Lupakan ini kalau kau bisa", bisik Kyne di sela ciumannya.Amber sedikit memberontak saat ciuman Kyne menjadi liar.


"Kali ini aku melepasmu, tapi tidak untuk nanti".


***


Amber menyibukkan dirinya dengan pekerjaan.Sudah hampir enam bulan sejak acara pesta pernikahan Daren,tapi dia tidak bisa melupakan malam itu.


Bayangan Kyne menghantuinya setiap malam,dan itu membuatnya kesal.


Sejak malam itu dia tidak pernah lagi bertemu dengan Kyne. Kata ibunya Kyne sudah kembali ke Amerika, begitu juga Daren dan Clara,mereka akan menetap disana.


*


Amber berhasil menyelesaikan design sebuah gedung perkantoran yang diminta klien mereka,tepat waktu.Charlie menujuknya sebagai arsitek utama untuk proyek ini,karena menurutnya kerjasama ini sangat penting bagi perusahaan.

__ADS_1


Klien mereka adalah seorang pengusaha muda yang sangat sukses-begitu kata Charlie- CEO dari perusahaan besar NEIL Company.Jadi Charlie berharap perusahaan merekalah yang akan memenangkan tender kali ini.


Sekarang dirinya dan Charlie berada di salah satu anak perusahaan NEIL Company, untuk mempresentasikan designnya.


Bukan hanya perusahaan Charlie yang datang,tapi ada empat perusahaan lain yang merupakan perusahaan terbaik di negara ini ikut andil untuk proyek ini.


Semua orang berdiri saat pintu ruangan terbuka, Amber-yang berdiri membelakangi pintu- merasa jantungnya mendadak berdetak lebih cepat, saat sang CEO memasuki ruangan.


Tidak mungkin, batinnya.


Tidak mungkin Kyne.


Tapi hanya dia yang bisa membuatku bereaksi seperti ini.Pikiran Amber menjadi gelisah,akhirnya dia memberanikan diri untuk menatap sang CEO, ia ingin memastikan dugaannya.


Dan saat Amber menoleh untuk melihat siapa yang duduk diujung meja, matanya terpaku menatap sosok yang dirindukannya tapi juga ingin dihindarinya.


Kyne!


Itu benar-benar dia!


Perasaan terkejut sekilas tampak di wajah Kyne saat melihat Amber yang duduk di depannya,tapi kemudian berubah datar saat suara asistennya membuka meeting kali ini.


Keringat dingin muncul di kening Amber,dia tidak siap untuk bertemu kembali dengan Kyne."Kau baik-baik saja?", tanya Charlie saat melihat wajah Amber yang tampak memucat.


"Aku baik-baik saja" jawab Amber pelan sambil memaksakan senyum."Mungkin aku sedikit gugup" ujar Amber menenangkan Charlie.


"Lakukan seperti biasa,jangan terbebani" bisik Charlie sambil menepuk lembut bahu Amber.


Pemandangan itu tidak luput dari mata Kyne,yang menatap tajam ke arah mereka.


Amber yang merasa di awasi sama sekali tidak berani mengarahkan pandangannya ke arah Kyne,karena dia tahu siapa yang mengawasinya dengan tatapan marah.


Kyne tidak melepas pandangannya ke arah Amber, saat wanita itu mempresentasikan designnya.Ia memperhatikan wajah Amber yang sedikit pucat.


Apa dia sedang sakit? batinnya.


Tapi tetap cantik.


Senyum simpul muncul di bibir Kyne,saat tak sengaja mata mereka bertatapan, membuat Amber semakin gugup.


Kyne tidak menyangka akan bertemu Amber,dia merencanakan akan memindah kantor pusat perusahaan ke negaranya.Perusahaan di Amerika sudah dipercayakannya pada Daren.


Sepertinya mereka memang ditakdirkan saling bertemu.


Tepuk tangan menyadarkan pikiran Kyne kembali, kemudian dengan sengaja dia memberikan pertanyaan lebih banyak ke Amber untuk melihat sejauh apa kemampuan wanitanya itu.


Wanitanya!


Miliknya!.


Belum...belum menjadi milikmu!


Amber berusaha menahan kekesalannya saat menjawab semua pertanyaan Kyne.Lelaki itu seolah mengujinya.


Dan setelah lelaki itu merasa puas,dia melepaskan Amber.Dengan sedikit kesal Amber mendudukkan tubuhnya kembali, diarahkannya pandangan sengit ke arah Kyne yang hanya menaikkan salah satu alisnya.

__ADS_1


"Bagus sekali", ucap Charlie setengah berbisik ke arah Amber.


Amber hanya tersenyum membalas ucapan Charlie.


__ADS_2