KENCAN SEMALAM

KENCAN SEMALAM
Bab 9


__ADS_3

Kyne menggandeng tangan Amber dan membimbingnya melewati tempat parkir,lalu masuk kedalam lift.Amber tidak merasa heran saat melihat Kyne menekan tombol lantai teratas gedung apartement itu.Tidak ada percakapan diantara mereka saat lift bergerak membawa mereka ke atas.


Begitu lift berhenti Kyne menarik Amber keluar dari lift menuju sebuah pintu dan segera membukanya.


Amber menyentakkan tangannya dari cekalan Kyne,dan Kyne tidak lagi menahannya.


Amber menatap pria yang berdiri dihadapannya-begitu tinggi,tampan dan tampak mengagumkan di balik setelan jas hitamnya.Rambut Kyne yang sedikit acak-acakan membuatnya semakin tampan di mata Amber.


Amber melihat Kyne juga mengamatinya, menunggu reaksinya.


Amber tidak akan heran jika Kyne menciumnya,dan dia juga tahu apa yang akan terjadi saat pria itu menyentuhnya.Saat dia menyetujui ajakan kencan semalam Kyne,dia tahu tahu apa yang akan terjadi.


Dan Amber berharap setelah ini dia akan dapat menjalani hidup yang normal, tanpa bayang-bayang sosok Kyne yang menghantui pikiran dan perasaannya.


"Apa kau sering melakukan hal seperti ini?".


Pertanyaan yang diajukan dengan nada datar itu mengejutkan Kyne.


"Ini baru pertama kali"


"Oh ya? Kenapa kau melakukannya? Apa yang membuatku berbeda dengan wanita lain?"


Hanya sebagian kecil dari pikirannya yang berharap bahwa Kyne akan mengatakan-bahwa Kyne mencintainya dan dialah satu-satunya wanita yang didambakan Kyne.Namun tentu saja Kyne tidak akan pernah mengatakan hal itu,sebab seperti katanya,dia bukan orang yang munafik atau pembohong.


Dan apa yang ditawarkan Kyne padanya?


Permainan asmara selama satu malam-hanya itu.Untuk memadamkan api yang memanaskan darah Kyne, untuk membebaskan pria itu dari rasa mendamba yang menderanya.


"Aku menginginkanmu, Amberlee. Ini memang gila, bukannya aku sudah pernah mengatakan padamu bahwa seumur hidup belum pernah aku menginginkan seorang wanita seperti aku menginginkanmu".


Kyne perlahan mendekat ke arah Amber,tangannya terulur kewajah cantik Amber,mengelus lembut pipi Amber.


Dan sungguh luar biasa...dia tersenyum! Senyum manis dan lembut yang jauh lebih menawan hati,membuat Amber tanpa sadar balas tersenyum.


"Kau sangat cantik,Amberlee," bisik Kyne di telinganya diiringi kecupan lembut disisi wajah Amber,membuat darah Amber berdesir.


Kyne melontarkan kata-kata manis yang membuat Amber sedikit tersanjung,tapi dia sadar bahwa Kyne hanya asal ngomong.


Amber menarik kepalanya dari kecupan Kynr dan berbisik parau. "Apa kau suka mengutip rayuan gombal dari situs tidak jelas itu? Bukannya itu sangat membosankan?"


Amber merasa tubuh Kyne menegang,tapi sejenak kemudian pria itu sudah tampak biasa lagi.Kyne menjauhkan diri sedikit sambil menatapnya dengan wajah keras,ekspresinya tidak terbaca.

__ADS_1


"Membosankan?"


Secepat kilat tangan Kyne menjangkau tubuh Amber dan mengangkatnya,membuat Amber terkejut karena tubuhnya yang tiba-tiba melayang.


"Kita bahkan belum memulainya", bisik Kyne.


"Dan kujamin, apapun yang kau rasakan nanti, itu pasti bukan rasa bosan."


Kyne membawa tubuh Amber memasuki sebuah pintu,yang ditebak Amber pasti kamar pria itu.


Kyne menurunkan Amber tanpa melepaskan pelukannya pada tubuh wanita yang telah menggerogoti pikirannya tersebut.


Amber melihat ekspresi wajah Kyne yang penuh hasrat,dan dia menyukai hal itu.Amber baru menyadari bahwa bukan hanya dia yang terbius oleh Kyne,melainkan juga sebaliknya.


Dengan berani Amber menaruh lengannya di leher Kyne,membalas pelukan Kyne -yang menurut Amber sangat nyaman.


Kyne semakin merengkuh tubuh Amber kedalam pelukannyan dan memberi Amber sebuah ciuman penuh gairah, yang dibalas dengan sama panas dan bergairahnya oleh Amber.


Jemari Kyne dengan ahli menelusuri titik sensitif di tubuh Amber,membuat desahan ringan lolos dari bibir manis wanita itu.


Amber seolah menemukan surga saat Kyne menciumnya,tidak lagi peduli dengan sekelilingnya, karena sentuhan Kyne membuatnya lupa diri.


Hawa dingin perlahan mulai menerpa kulit mulus Amber, saat dengan pelan Kyne mulai melepaskan kancing blouse yang di pakainya,membuat Amber semakin merapatkan tubuhnya pada tubuh Kyne tanpa disadarinya.


Amber melepaskan ciuman Kyne saat, lelaki itu merobek pakainnya.Tapi Kyne tidak membiarkan Amber melemparkan protesnya,karena dia kembali merengkuh Amber kedalam pelukannya dan menciumnya dengan gairah yang bertambah,membuat Amber hampir kehabisan nafas.


"Kyne...!" bisiknya tak berdaya.


Kyne pun melepaskan ciumannya dan menatap tubuh Amber yang hanya memakai bra dan celana dalam berwarna hitam,membuat darah Kyne berdesir.


"Kau sungguh sangat cantik", ucap Kyne parau,sorot matanya memancarkan kekaguman,membuat rasa malu Amber pergi.


Entah dia menyukai sorot mata Kyne saat menatap tubuhnya yang hampir tanpa busana.


Tanpa berkata lagi,Kyne mengangkat tubuh Amber dan membaringkannya di kasur king size miliknya,dengan cepat dilepaskannya pakaian dan celana panjangnya, lalu menindih tubuh Amber di ranjangnya.


"Kyne.."


Nama pria itu berulang kali lolos dari bibir Amber saat Kyne melakukan semua hal gila pada tubuhnya.Ia tak pernah tahu...ia tak pernah mendengar...hubungan cinta ternyata bisa seindah ini...seintim ini...seistimewa ini...


Amber memejamkan matanya saat Kyne memberinya sejuta sensasi ditubuh indahnya.

__ADS_1


Dan saat Kyne menyatukan tubuh mereka,sengatan rasa sakit membuat Amber menjerit, membuat Kyne membeku untuk sesaat.Tetapi tidak menghalanginya untuk membuat wanita itu-salah- gadis itu,menjadi miliknya.


Kyne menatap Amber dengan penuh tanda tanya beberapa saat kemudian.


"Mengapa kau tidak memberi tahuku?" tanyanya.


"Kau tidak bertanya" jawab Amber sambil menundukkan kepalanya.Duduk berdampingan dengan Kyne diatas ranjang,dengan tubuh telanjang-setelah aktivitas mereka di atas ranjang-dengan Kyne yang seolah menginterogasinya, tidak pernah muncul dalam bayangan Amber.


Kyne menggaruk rambutnya frustasi.


Dia tidak pernah menyangka wanita yang dikiranya seorang penggoda ternyata masih perawan.Dan dia telah mengambilnya.


Menyesal?


Tidak!.


Kyne bahagia.


Dia menjadi pria pertama dan akan menjadi satu-satunya untuk gadisnya.


Ralat.


Wanitanya.


Dia memandang lekat-lekat wanita yang tengah menunduk dengan wajah merah itu-bahkan setelah percintaan panas mereka.


"Mengapa kau menyerahkannya padaku?" pada akhirnya Kyne berkata,ia ingin tau alasan Amber.


"Seperti yang kau bilang,untuk meredakan hasrat yang terus menarik kita", jawab Amber datar, tapi dalam hati Amber berkata-karena aku sudah jatuh cinta padamu.Tentu saja dia tidak akan pernah mengatakan hal itu,karena pria itu tidak memiliki perasaan yang sama dengannya.


Kyne menggangguk- dia setengah berharap- akan mendengar kata cinta keluar dari mulut Amber, yang memerah dan sedikit bengkak karena ciumannya.Perasaan kecewa menghampiri Kyne- apa yang terjadi padanya- apa mungkin aku sudah jatuh cinta padanya?


Kyne menghembuskan nafasnya kasar,bingung dengan perasaanya sendiri.


Suasana yang menjadi sedikit canggung karena jawaban Amber,sedikit mencair saat bunyi perut Amber terdengar.Membuat Kyne tertawa dan Amber terpesona karenanya.


"Maafkan aku,telah membuatmu melewatkan makan siangmu",pada akhirnya Kyne berkata.


Amber menarik selimut berusaha menutupi rasa malunya.


"Aku akan memesan makanan, apa ada yang kau inginkan?", goda Kyne sambil menarik selimut yang menutupi wajah Amber.

__ADS_1


"Apa saja", jawab Amber sambil berusaha mempertahankan selimutnya.


Kyne pun memesan makanan sangat banyak untuk memuaskan perut wanitanya.


__ADS_2