
Dua minggu sudah Amber menjalani kehidupan rumah tangga dengan Kyne, selama itu pula Kyne bersikap dingin tapi baik padanya.Sikap dingin Kyne sedikit mencairjika ada bibi Ann dan juga Earl di antara mereka.Dari luar mereka terlihat seperti keluarga kecil normal lainnya.Meskipun didalamnya tidak tampak seperti yang terlihat, mereka masih tidur dikamar yang berbeda, mengejutkan bibi Ann, di awal kedatangannya, dan setelah memberi penjelasan yang masuk akal , bibi Ann pun tidak pernah bertanya lagi.Amber sengaja berbohong karena tidak ingin bibi Ann mengatakan pada ibunya ataupun mertuanya, bagaimana kondisi rumah tangganya bersama Kyne sesungguhnya.
Pada awalnya Kyne meminta Amber untuk pindah kekamarnya, tapi Amber menolaknya, dan itulah yang membuat Kyne bersikap dingin padanya.Amber berfikir apa dia terlalu egois?
Ya.Amber memang menolak sekamar dengan Kyne sebelum lelaki itu bisa mencintainya.
Tetapi apakah keputusannya itu benar?
Jika keputusannya itu semakin menjauhkan Kyne darinya?
Amber tidak tahu harus bagaimana mencairkan hubungan mereka, jika mengingat sikap lembut Kyne padanya saat hari pernikahan mereka, Amber tidak bisa menahan air matanya.Tidak dapat di pungkirinya dia merindukan sosok Kyne yang lembut dan perhatian.
Amber teringat dimalam pernikahan mereka, mereka bisa berbicara tanpa ada rasa benci di antara mereka.Malam itu pun pada akhirnya Amber menceritakan kemana uang yang diberikan Kyne padanya, saat memutuskan pertunangannya dengan Darren.Yang membuat pandangan Kyne sedikit berubah padanya.
Tapi karena penolakannya, hubungan mereka kembali dingin.
*
Pagi ini, Amber mendapati Kyne yang duduk di meja makan, menikmati sarapan sambil membaca berita dari ponselnya.Pemandangana yang jarang ditemui Amber selama mereka menikah, biasanya Kyne sudah pergi saat Amber turun untuk sarapan.Pria itu hanya mengangkat kepalanya sedikit ketika ia memasuki ruang makan.
"Selamat pagi, " sapa Amber.
Kyne menatapnya sekilas .
Tatapannya begitu dingin, menusuk Amber.
Tanpa menjawab sapaan istrinya dia berucap, "Aku ada urusan , aku akan pergi selama seminggu.Selama aku pergi mungkin kau bisa bersiap untuk mulai bekerja kembali.Kurasa kau sudah tidak ingin berlama-lama menganggur, mengingat situasinya."
Amber tercengang mendengar ucapan Kyne.
"Maksudmu kau menerima situasi ini? Kau senang hidup dalam ketegangan seperti ini?."
Kyne tersenyum sinis, "Senang? Sama sekali tidak! Kaulah yang memilih situasi seperti ini.Apa kau memang sedang memainkan keadaan? Aku sempat merasa bersalah karena menilaimu terlalu cepat, tapi kurasa situasi kita saat ini, mencerminkan sikapmu yang egois, apa kau memang dengan mudahnya bisa mengucapkan kebohongan dari muluet manismu itu?."
Amber terdiam, ia kehilangan kata-kata.
Amber menyadari kesalahannya, tapi haruskah Kyne mengucapkannya dengan kejam seperti itu?.
__ADS_1
Kyne menyudahi sarapannya, dan beranjak dari sana dengan langkah lebar, saat mencapai ruang tengah dia berbalik dan dengan datar berkata pada Amber.
" Aku hampir lupa, hari Sabtu akan ada pesta ysng harus kuhadiri, aku mau kau menemaniku." Kyne berhenti sejenak untuk melihat reaksi Amber.
"Jika kau tidak mau, tidak masalah buatku!," ucap Kyne karena tidak mendengar jawaban dari Amber.
"Apa kau akan mencari wanita lain?," tanya Amber tiba-tiba saat Kyne mulai beranjak pergi. "Apa urusannya denganmu, aku mencari wanita lain atau tidak?, Bukankah kau tidak memperdulikan hal itu?."
Keterusterangan Kyne membuat Amber tersentak, "Aku istrimu!".
"Istri? Kau masih menganggap dirimu sebagai istriku?", Kyne tersenyum sinis mendengar ucapan Amber.
"Istri seperti apa yang bahkan menolak hanya untuk sekamar dengan suaminya? Istri seperti apa yang lebih suka menjadi bahan gunjingan orang dirumah ini? Kau masih menganggap dirimu seorang istri dengan keegoisanmu itu?."
Kyne berlalu setelah mengucapkan semua yang selama ini memenuhi pikirannya, meninggalkan Amber yang masih tercenganng dengan ucapannya.
*
Seperti dugaan Kyne, bibi Ann tanpa sengaja mengatakan keadaan rumah tangganya dengan Amber saat ibunya menelfon menanyakan kabar cucunya.Dan Ny O'Neil langsung menghubunginya untuk mengetahui kebenarannya. Kyne pun pada akhirnya memberikan alasan yang membuat kekhawatiran ibunya berkurang, dan memintanya tidak memberitahukan hal ini pada ibu mertuanya, Ny Williams.
*
Kyne membawa mobilnya dengan cepat menuju bandara, karena perdebatannya dengan Amber membuatnya sedikit terlambat.
**
Lima hari kemudian, Amber sedang membaca di ruang duduk yang menghadap kehalaman samping,ketika didengarnya suara pelayan membuka pintu dan menyapa seseorang yang baru datang.
"Halo?," terdengar suara berat Kyne.
Amber menarik nafas dalam-dalam, terkejut dengan kepulangan Kyne yang lebih awal.
Selama seminggu ini ia punya banyak waktu untuk berfikir-dan dia telah memutuskan apa yang harus dilakukannya untuk menghadapi Kyne, dan berdamai dengannya.
"Aku di sini!" serunya.
Amber mendengar bunyi langkah kaki Kyne yang mendekat dan pria itu berdiri di ambang pintu memperhatikannya. Saat itu ia sedang duduk santai di atas sofa, sementara Earl tertidur nyenyak dalam buaiannya.
__ADS_1
Amber balas menatap Kyne, dia mencoba menenangkan detak jantungnya yang berdetak lebih cepat.Seperti biasa , kehadiran Kyne selalu menaikkan tekanan darahnya, seolah tubuh tegap milik suaminya itu mengandung aliran listrik.
Ketika pergi Kyne mengenakan setelan jas, tapi sekarang ia mengenakan celana jeans dan kaos putih yang menonjolkan otot tubuhnya.Rambutnya acak-acakan entah karena angin atau tangannya.
Dia tampak luar biasa seksi, pikir Amber menahan nafas melihat penampilan suaminya.Dan tampak lebih muda dari usianya.
Seminggu tanpa Kyne, Amber begitu merindukan sosok yang selalu bersikap dingin padanya.
Seperti Kyne, Amber mengenakan celana jins dan kaos berwarna biru.Ia tidak menyangka Kyne akan pulang secepat ini, ia sudah merencanakan akan mengenakan gaun untuk menyambut kepulangan Kyne.Tapi melihat cara Kyne memandangnya, Amber tidak menyesal karena rencanya gagal.
Setelah lama singgah didadanya, tatapan Kyne beralih pada Earl.
"Sudah lama dia tertidur?." tanyanya memperhatikan putranya yang tertidur.
"Luar biasa, baru seminggu dia sudah berubah begitu banyak!".
Amber tersentuh mendengar suara Kyne yang begitu lembut dan ekspresinya yang penuh kasih sayang.
"Baru 1 jam dan ya berat badannya naik," kata Amber dengan bangga.
Apa akan seperti ini hubungan mereka selanjutnya, berbasa basi ringan tentang putri mereka, karena hanya itu topik yang membuat sikap dingin Kyne sedikit mencair.
Kyne mengerutkan kening. "Kurasa ada yang sedikit berbeda."
Amber diam menunggu.
Kyne melayangkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan menyadari dekorasi ruangan ini telah berubah.
Banyak mainan bayi dan juga buaian Earl disana.
"Kau merubahnya?"
"Ya", jawabnya tenang.
"Mengapa?"
"Aku tidak ingin mengurung Earl di kamarnya,Berada di luar ruangan akan baik untuk pertumbuhannya dan dekorasi dalam rumah ini tidak sesuai dengan design rumah keluarga yang kubuat."
__ADS_1
Kyne mengangkat alis, "Tidak masalah buatku jika kau merubahnya, kau nyonya rumah ini."